
" Apa kau menemukan kan gadis itu di sana ? " William memandang asistennya dengan
tatapan serius.
" Maaf, Tuan ... saya belum bisa juga menemukan nona Felicie." asisten Tuan William menunduk, tak berani menatap mata Tuannya.
" Aku yakin dia pasti ada di sana !
Tapi anehnya, kenapa pria itu malah tunangan dengan wanita lain ?" William mengerutkan dahinya karena sampai hari ini, ia belum juga mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang memenuhi pikirannya belakangan ini.
" Maaf Tuan ... apa mungkin kalau sebenarnya nona Felicie tidak memiliki hubungan dengan Tuan Elbert, makanya nona Felicie tidak pergi mengikutinya ke sana !" Rio, asisten Tuan William mencoba memberikan pendapat.
" Hmm ... Terus bagaimana perkembangan anak bodoh itu! Apa cafe nya semakin maju sekarang ? " tanya William bersikap acuh, padahal sejujurnya dia masih terus mengikuti perkembangan Aaron, anaknya.
" Ya, Tuan ... setiap harinya semakin ramai yang mengunjungi, cafe Tuan muda ?" jawab Rio memberikan jawaban yang diinginkan William.
" Dua wanita j*l**g itu, masih berapa bulan lagi baru melahirkan ?" William mendengus saat mengatakan hal yang sebenarnya tidak ingin dia tanyakan.
Tapi ia harus tetap tahu tentang perkembangan Aaron dengan dua isterinya yang tidak pernah ia harapkan sedikitpun jadi menantunya.
" Tinggal dua bulan lagi, Tuan ... ! " ujar Rio.
" Hmm ... sekarang kamu pergi ke perusahaan, saya mau istirahat di mansion hari ini ! " mata William menerawang jauh setelah mendengar perkataan Rio, asistennya.
" Baik, Tuan ... saya permisi !" Rio menundukkan kepalanya sedikit sebelum berlalu dari hadapan William yang tampak sedang memikirkan sesuatu.
William menarik nafas berat mengingat ia belum juga bisa menemukan keberadaan Felicie.
Bukannya ia gak tahu kalau Felicie sengaja menghilang tanpa berniat memberitahunya karena tidak ingin lagi berhubungan dengan semua yang berbau Aaron, termasuk juga dirinya. Meski pun ia juga tahu kalau Felicie dengan tulus menghormati dan menyayanginya sebagai ayah.
Tapi mungkin dengan berdekatan dengannya membuat Felicie mengingat kembali tentang pernikahannya bersama Aaron dan pernikahan mereka yang sangat singkat itu dan hanya meninggalkan luka.
Sebenarnya William ingin menemukan Felicie hanya untuk meminta maaf atas semua yang telah di lakukannya dan Aaron.
Ia yang memaksa Felicie dengan segala cara untuk menikah dengan anaknya meski ia tahu Aaron belum bisa melupakan kekasihnya itu.
Sejak Felicie menghilang, William baru mengetahui kalau ternyata Aaron memaksa Felicie untuk menandatangani kontrak berupa perjanjian pernikahan sebelum mereka melangsungkan pernikahannya.
William begitu sedih sekaligus merasa senang begitu melihat isi perjanjian itu.
Sedih, karena adanya perjanjian itulah yang membuat Felicie tidak bisa memberikan keturunan buatnya berupa cucu yang sangat ia inginkan selama ini. Pantas saja, Aaron langsung memboyong Felicie pergi ke apartment nya dari mansion dengan alasan ingin hidup berdua dan mandiri. Agar mereka bisa belajar mencintai.
Ternyata, itu hanya akal bulusnya agar bisa dengan bebas melakukan apapun yang ia inginkan. Termasuk tidak tidur sekamar dengan isterinya, tidak memperlakukan Felicie dengan baik, tidak memberinya nafkah sebagai suami hingga Felicie masih tetap bekerja seperti biasa demi menghidupi dirinya sendiri, karena Aaron anaknya tidak perduli sedikitpun pada Felicie, gadis baik yang di pilihkan William untuk mendampinginya.
Aaron bahkan tega, bepergian dengan Giselle, wanita licik itu di saat mereka baru saja menikah, memberikan apa yang diinginkan sama wanita itu. Sedangkan pada Felicie, yang jelas - jelas istrinya ia bahkan tidak memberikan nafkah sedikitpun. Bahkan ia dengan tega, membawa wanita j*la*g bayarannya ke apartment nya agar Felicie menyerah dan meminta bercerai padanya.
Belum lagi pelecehan yang di - lakukan Aaron dan hampir saja membuat Felicie ternoda. William akhirnya tahu, Aaron masuk rumah sakit dengan tubuh penuh luka lebam di karenakan Felicie membela harga dirinya.
Namun ini membuat William merasa lega, karena meskipun Felicie sudah pernah menikah dan akhirnya berpisah tapi ia bisa mempertahankan kesuciannya sebagai wanita, hingga kelak jika ia memutuskan untuk menikah lagi, Felicie masih bisa mempersembahkan kehormatannya untuk suaminya.
Ya, William sadar ia tidak mungkin lagi bisa mengharapkan Felicie bisa bersama dengan Aaron, setelah ia mengetahui semua ini.
Sudah cukup anak itu menderita akibat keinginannya. William sudah ikhlas jika Felicie tidak bisa jadi menantunya lagi, asalkan dia bahagia dengan pria yang mencintainya dengan tulus.
William hanya berharap, Felicie masih mau menganggapnya sebagai Daddy nya dan tidak memutuskan silaturahmi dengannya seperti sekarang.
Namun yang membuat William kini khawatir, pria yang diyakininya mencintai dan membawa Felicie pergi jauh dari tempat ini malah bertunangan dan akan menikah dengan wanita lain.
Pantas saja, ia menemui kesulitan saat mencari Felicie, karena sebagai pengusaha besar ia tahu kalau Elbert memiliki kuasa yang jauh lebih besar darinya hingga ia tidak bisa mengetahui tentang kepergian Felicie.
Tapi entah kenapa, William sangat yakin kalau Felicie juga ada di sana dan sedang terluka. Hanya sayangnya ia belum tahu anak gadis kesayangannya itu berada di kota bagian mana.
__ADS_1
Makanya William tetap memaksa anak buahnya untuk terus mencari keberadaan Felicie agar ia bisa menghibur Felicie dan meminta maaf padanya.
" Dimana kamu nak ... Apa kamu baik - baik saja ?" gumam William dengan raut wajah sedih.
* * * * *
" Akhirnya hari yang kau nanti sepanjang hidupmu datang juga nak ... Menikah dengan Elbert ! Semoga kau bahagia untuk selamanya, sayang ... " mama Claire memeluk anaknya dengan mata berkaca - kaca karena bahagia.
Ia yang tahu bagaimana Claire begitu mencintai dan mengharapkan Elbert selama ini. Meskipun Elbert tidak pernah mencintai anak gadis kesayangannya. Makanya ia tetap diam, walaupun ia tahu dan bisa menduga kalau Claire melakukan segala cara demi bisa mendapatkan Elbert. Ia berpura - pura tidak mengetahui tentang hal itu. Claire, anak satu - satunya ini sudah terbiasa mendapatkan apapun yang ia inginkan sejak dulu. Wataknya sangat keras meskipun dengan cerdasnya ia sengaja bersikap lembut di - hadapan orang luar terutama di depan Elbert dan kakeknya.
" Terima kasih, ma ... tentu saja aku akan bahagia dengan Elbert untuk selamanya. Kami saling mencintai. Ia akan jadi suamiku !" mata Claire terlihat berbinar saat mengatakan ini sambil membalas pelukan mamanya.
" Tentu saja, Elbert akan mencintaimu. Kau sangat cantik !
Gaun yang kau pakai pun sangat indah. Pasti hari ini banyak wanita yang menatap iri padamu, nak ... karena kau adalah pengantin yang paling cantik dan berdampingan dengan Elbert yang tampan !" ujar mama Claire melepaskan pelukannya lalu memegang wajah Claire dan menatapnya penuh kelembutan.
" Ya, ma ... Aku wanita yang paling beruntung di dunia ini karena bisa menikah dengan Elbert. Dia sangat tampan, aku jatuh cinta padanya sejak pertama kali bertemu dengannya. Akhirnya dia mencintaiku dan mau menikah denganku ! Aku tahu, banyak wanita yang iri melihatku bersanding dengan Elbert dan aku gak akan membiarkan wanita manapun yang akan merebut Elbert dari sisiku. Hanya aku yang boleh jadi wanitanya ! Hanya aku, ma ... ! " Claire yang awalnya lembut mengeluarkan tatapan mengerikan dari kedua matanya saat mengatakan hal ini.
" Tentu saja, sayang ... hanya kamu yang jadi istri Elbert satu - satunya. Tidak akan ada yang merebut dia dari kamu. Lagi pula Elbert pasti nanti akan terpesona dan semakin mencintaimu begitu melihat kamu yang sangat cantik mengenakan gaun indah ini !" " mama Claire berusaha menyadarkan Claire yang sudah mulai emosi.
" Benarkah gaun ini sangat indah ma ... ?" tanya Claire sangat senang dengan perkataan mama nya.
" Ya, sayang ... sangat indah seperti dirimu !" sahut mamanya cepat.
" Hmm ... Untunglah kita memakai jasa designer ini, hingga aku bisa memakai gaun seindah ini. Walaupun sebenarnya aku masih kesal dengan designer baru itu yang malah berhenti dari butik nyonya Megan dari pada merancang gaun pengantin untukku. Padahal dia lagi naik daun saat ini. Kalau saja aku bisa memakai gaun rancangannya hari ini, aku pasti semakin bahagia, karena aku jadi wanita pertama yang memakai design gaun pengantin buatannya. Mengalahkan mereka semua yang hanya memakai gaun pesta rancangan wanita bodoh itu !" Claire dengan wajah kesal mengatakan keinginannya yang terpaksa gagal karena penolakan dari butik nyonya Megan, dengan alasan kalau designer itu sudah tidak bekerja lagi di butiknya. Bahkan, meski ia sudah mengancam untuk menutup butik itu, tetap saja nyonya Megan menolak keinginannya.
" Tapi, ma ... sampai sekarang aku masih gak abis pikir kenapa Elbert bisa tahu kalau aku mengancam butik s**l itu ! Hingga dia balik mengancam akan membatalkan pernikahan kami jika aku masih berani memaksa designer itu untuk membuat gaun pengantin untukku ?" dahi Claire berkerut saat memikirkan hal itu.
" Mungkin saja, nyonya Megan minta tolong sama artis atau isteri pengusaha yang sudah memakai jasa dari butiknya untuk memberitahu Elbert ! Karena kalau dia sendiri, gak akan mungkin mengenal Elbert secara langsung !" ujar mama Claire dengan yakin.
" Hmm ... iya, mama benar !
" Udah ... jangan memikirkan hal itu lagi. Sekarang yang paling penting kamu tersenyum dan bahagia agar Elbert semakin kagum dengan kecantikanmu ! " ujar mama Claire berusaha mengalihkan pembicaraan agar anaknya tidak kembali mengingat hal yang akan membuatnya marah.
" Ya, ma ... tentu saja ! Mama jangan khawatir ... ! " senyum Claire semakin mengembang dengan lebar.
" Mama keluar sebentar ya, mau melihat apakah Elbert sudah sampai apa belum ?" ujar mama Claire.
" Ya, ma ... aku sudah tidak sabar melihat wajah tampan suamiku ! Nanti mama langsung kemari lagi, ya jika Elbert sudah datang !" ujar Claire dengan semangat.
" Hmm ... " mama Claire menganggukkan kepala sebelum pergi keluar dari ruangan anaknya.
Claire senyum - senyum sendiri begitu mama nya keluar untuk melihat Elbert.
" Sayang ... sebentar lagi kau akan jadi milikku buat selamanya. Tidak sia - sia aku berkorban sebesar itu demi mendapatkan kamu, El ... !" gumam Claire dengan perasaan bahagia.
Sementara itu Elbert yang datang bersama Jhon, baru saja tiba di hotel megah, tempat yang akan melangsungkan pernikahan nya
dengan Claire, terlihat menahan rasa marah yang besar di - matanya. Wajahnya tidak melukiskan perasaan bahagia layaknya pria yang akan menikahi wanita yang di cintai nya.
" El, jangan terlalu kelihatan kalau kamu sedang menahan emosi. Nanti wanita licik itu tahu kalau kamu menikahinya karena ingin mendapatkan sesuatu darinya !" bisik Jhon dengan pelan.
" Huff ... aku marah karena aku berhasil di kalahkan oleh wanita j*la*g itu ... ! " Elbert menggeram.
" Sabar ... ! Bukankah ini yang kamu inginkan agar bisa secepatnya mendapatkan bukti itu !" ujar Jhon mengingatkan niat Elbert hingga harus melakukan pernikahan ini.
" Hmm ... !" Elbert menghempaskan nafas dengan kasar.
" Senyumlah ... orang tua wanita licik itu sedang berjalan ke arah kita !" ujar Jhon, saat melihat kehadiran mereka sudah di ketahui oleh orang tua Claire.
Elbert pun terpaksa mengembangkan senyum di - wajahnya.
__ADS_1
" Wah, nak Elbert sangat tampan sekali. Pantas saja anak kami Claire, hanya mencintai nak Elbert !" mama Claire dengan mata kagum menghampiri Elbert dan Jhon.
" Iya, nak Elbert memang sangat tampan, seperti papa waktu muda, ya ma ... hahaha !" sahut papa Claire gak mau kalah.
Elbert yang sedang berakting tersenyum hanya bisa mengumpat dengan kesal dalam hati sembari mengucapkan "Terima kasih, om .. tante !" ucap nya dengan datar meski bibirnya tersenyum.
" Hmm ... orang yang akan menikahkan nak Elbert dan Claire sudah datang, sejak setengah jam yang lalu."
" Ya, saya sudah tahu ! Tadi beliau sudah menghubungi Jhon. " kata Elbert begitu benci melihat wajah bahagia orang tua Claire.
" Apa sudah bisa kita mulai pernikahannya nak .. ? Biar resepsinya bisa segera di lakukan.
Kasihan, wartawan sudah menunggu sejak tadi malam di hotel ini, demi menyiarkan acara pernikahan nak Elbert dan Claire." ujar Mama Claire dengan gak tahu malu, sama seperti anaknya.
" Hmm ... bukan saya yang mengundang mereka, melainkan anak Tante dan om ! Saya tidak pernah menginginkan pernikahan ini di siarkan secara langsung dan di saksikan semua orang seperti ini ! " kata Elbert dengan wajah yang berubah dingin.
" Ehem .. hmm ... iya, maaf nak !
Ini memang keinginan Claire. " mama Claire jadi gugup dan salah tingkah karena salah bicara.
" Mama ... sebaiknya jangan bicara lagi ! seru papa Claire menatap istrinya dengan mata mendelik marah.
" Iya, iya ... maaf pa, maaf nak Elbert !" sahut mama Claire menyesali kebodohannya.
" Sudah ... sebaiknya mama temui Claire ! Suruh dia bersiap - siap keluar karena kita akan memulai pernikahan nya !" ujar papa Claire dengan wajah yang masih kesal.
" Baik, pa ... yok, nak Elbert, tante permisi sebentar masuk ke dalam
memanggil Claire !" ujar mama Claire berusaha menutupi kegugupannya yang belum bisa hilang.
Elbert hanya menanggapi perkataan mama Claire dengan anggukan kepala.
Mama Claire buru - buru pergi dari hadapan Elbert dan suaminya, sebelum ia melakukan kesalahan yang lebih fatal.
" Maafkan isteri saya, nak Elbert ! Biasalah karena sedang bahagia bicaranya jadi gugup dan bicara ngelantur !" Papa Claire berusaha mengambil hati calon menantunya agar tidak tersinggung lagi.
" Ya, saya tahu om !" sahut Elbert dingin.
" Ayo, silahkan nak Elbert ... nak Jhon ! " papa Claire mengajak Elbert dan Jhon untuk masuk keruangan khusus tempat di - selenggarakan nya acara ijab kabul, yang akan segera di - laksanakan.
Elbert dan Jhon hanya menganggukkan kepala mereka tanpa berkata sedikitpun dan mulai mengikuti langkah papa Claire yang tak henti tersenyum karena sebentar lagi Elbert resmi jadi menantunya.
Akhirnya impian nya selama ini untuk menjadi mertua dari Elbert bisa tercapai juga berkat anak satu - satunya.
Sementara itu, Claire yang sudah di beritahu oleh mamanya kalau Elbert sudah datang dan pasti sedang berjalan menuju tempat ini menunggu dengan jantung yang berdebar keras. Ia sudah sangat tidak sabar untuk bisa segera menjadi istri dari Elbert yang di cintai nya. Entah cinta atau obsesi, Claire tidak perduli yang jelas sekarang Elbert akan jadi miliknya.
**********************************
Hai semua ... maaf ya, belakangan ini gak bisa update setiap hari ... karena selain kondisi Mommy yang belum fit, ada juga karena hal lain ... 🙏🙏🙏
Semoga kalian semua dalam keadaan sehat, dan tetap jaga kesehatan, karena sehat itu sangat berharga agar kita bisa selalu beraktivitas. Mommy bicara seperti ini, karena di tempat Mommy banyak yang sakit mulai dari anak, keponakan dan ipar Mommy.
Maaf, ya ... mommy jadi curhat ... 😁😂
Maaf juga karena Mommy belum membalas komentar dari kalian ... 🙏🙏🙏
Btw, makasih yang udah tetap setia mendukung cerita Mommy dengan memberikan Like, koment dan hadiahnya.
Jangan pernah bosan ya ... tetap beri Like, vote dan komentar yang positif 😘😘😘
Love You All ❤️❤️❤️
__ADS_1