Terpaksa Menikah Dengan Tuan Arrogant

Terpaksa Menikah Dengan Tuan Arrogant
Episode 28


__ADS_3

Giselle yang sangat marah langsung masuk kedalam apartment Aaron. Ia sempat tertegun sebentar melihat begitu mewahnya apartment Aaron. Walaupun apartment miliknya juga bagus, tapi apartment ini jauh lebih bagus dan sangat mewah. Ia harus tahu siapa gadis kecil tapi bertubuh jangkung kurang ajar tadi.


Kenapa dia bisa keluar dari apartment Aaron dengan membawa koper ? Terus kenapa Zico dan Tommy seperti mengenalnya juga ? Banyak pertanyaan yang kini ada di benak Giselle.


Zico menyusul Tommy yang berlari ke lantai atas menuju kamar Aaron. Giselle juga bergegas mengikuti dari belakang.


Zico terkejut begitu melihat keadaan Aaron. Giselle langsung menjerit melihat keadaan Aaron yang babak belur. Ia segera menghampiri Aaron.


" Sayang, siapa yang buat kamu begini ? " tanya Giselle histeris.


Wajah tampan Aaron tidak terlihat lagi, karena bengkak.


Bahkan untuk mengeluarkan suara dari mulutnya aja dia kesulitan.


" Udah, Lo gak usah ribut ?


Lagian siapa yang nyuruh Lo kesini ? " ujar Tommy sinis.


" Diam Lo ... gue kekasihnya Aaron. Emangnya Lo siapa bisa ngelarang gue ? " balas Giselle gak kalah sinis.


" Kekasih ... hahahaha. Jangan mimpi, Lo ... " kini Zico yang berkata dengan memandang tajam pada Giselle.


" Terserah Lo berdua mau ngomong apa. Gue gak perduli.


Yang penting Aaron mencintai gue ... " ujar Giselle percaya diri.


" Cinta sama Lo ... percaya diri amat, Lo ... sadar, woi ... Lo itu cuma wanita j****g, yang mau memanfaatkan kekayaan Aaron.


Elo, pasti melakukan segala cara biar Aaron luluh dengan Lo. " ucap Tommy kasar.


" Sana Lo keluar ... Kalau sampai Tuan William tahu, Lo berani men - dekati Aaron lagi. Mati Lo di buatnya. " usir Tommy.


" Gue gak perduli. Sekarang gue akan tetap berada di sisi Aaron.


Dia udah janji mau nikahi gue." kata Giselle dengan gak tahu malu.


" Hahaha ... terus aja Lo bermimpi." ujar Tommy sarkas.


" Udah, Tom ... berhenti dulu.


Gak akan selesai kalau elo terus


meladeni siluman rubah ini. Sebaiknya kita segera membawa Aaron kerumah sakit. " Zico mencoba menghentikan pertengkaran yang terjadi di antara mereka.


Tommy langsung tersadar setelah mendengar perkataan Zico.


" Iya, Lo benar ... bentar gue mau menghubungi rumah sakit dulu." ujar Tommy lalu menekan nomer seorang dokter di rumah sakit.


Setelah tersambung ia melangkah keluar dari kamar.


" Lo geser ... jangan dekat - dekat

__ADS_1


gue. " Zico melihat Giselle dengan tatapan jijik.


Giselle menatap dengan tatapan tak perduli pada Zico.


" Cih ... siapa juga mau dekat dengan Lo ... " hina Giselle.


Kini ia duduk di samping Aaron yang terbaring di tempat tidur sambil menahan sakit di sekujur tubuhnya.


" Sayang ... siapa yang tega buat kamu jadi seperti ini ? " tanya Giselle dengan nada di buat sedih.


Aaron hanya bisa menghela nafas mendengar pertanyaan Giselle.


Ia gak menyangka semua akan jadi begini. Kenapa ia bisa melakukan hal tadi pada Felicie.


Apakah karena nafsu atau hal lain ? Sementara ia sudah berjanji pada Giselle untuk menikahinya.


Sekarang, gadis kecil itu pergi kemana ? Apakah dia menginap di hotel lagi seperti kemarin ? Aaron bertanya dalam hatinya. Bagaimana jika dia beneran melaporkan pada Daddy nya ?


Sementara itu Felicie kini sedang berada di apartment nya.


Ia membasuh tubuhnya dengan perasaan jijik. Walau sudah di gosok nya dengan kuat, Felicie tetap gak bisa menghapus jejak si bajingan itu. Hingga akhirnya ia terduduk dengan lemas di lantai kamar mandi. Kali ini, ia benar -


benar merasa hancur.


Sedangkan Zico yang kini sedang berada di rumah sakit bersama Tommy dan Giselle, mencoba menghubungi ponsel Felicie.


Tapi ponselnya gak di angkat sama sekali. Zico mencoba mereka apa yang telah terjadi antara Aaron dan Felicie. Ia tersenyum kecut ketika membayangkan hal yang mungkin terjadi di antara mereka.


" Sebaiknya kita keluar, gue gak mau j*****g itu ikut mendengar obrolan kita." balas Tommy dengan berbisik.


Perlahan mereka berdua keluar dari ruangan Aaron di rumah sakit. Setelah tadi luka - lukanya di tangani dokter, Aaron tertidur.


Sedangkan Giselle terus berada di


dekat nya. Ia hanya melirik sinis ketika melihat Tommy dan Zico berjalan keluar.


" Apa Lo berpikir kejadiannya sama dengan yang gue pikirkan, Tom ... ? " tanya Zico gak sabar begitu mereka telah di luar.


" Memang nya apa yang elo pikirkan ? " Tommy bertanya kembali.


" Lo liat keadaan Aaron ... gue yakin dia mau melakukan sesuatu yang buruk pada Felicie, sehingga Felicie membuatnya seperti itu. "


Zico mengungkapkan pikirannya.


" Hmm ... sepertinya begitu. Tapi sebaiknya kita harus menunggu Aaron pulih dulu baru kita bisa menanyakan kejadian yang sebenarnya." ujar Tommy membenarkan. Ia juga sudah curiga, Aaron pasti telah melakukan hal tidak senonoh pada Felicie, makanya dia bisa babak belur kaya gitu.


" Lo benar ... kita tunggu Aaron siuman dulu. Tapi kalau memang dia melakukan hal itu pada Felicie, gue gak akan memaafkan dia.


Felicie masih terlalu muda. Lagian bukankah Aaron yang membuat perjanjian itu. Jadi dia gak berhak melanggarnya." ujar Zico dengan raut emosi karena membayangkan perbuatan Aaron.


" Lo sabar dulu ... biar gue coba menanyakan pada Felicie apa yang sebenarnya terjadi. " Tommy mengambil hand phone nya dari saku celana.

__ADS_1


" Percuma aja, Tom ... Felicie gak mau mengangkat telepon nya. Tadi gue udah coba telepon juga." ujar Zico memberitahu Tommy.


" Oh, Felicie pergi kemana, ya ... ?


Semoga dia sekarang baik - baik saja. " ucap Tommy mendoakan Felicie.


" Ya, gue juga berharap begitu.


Gue tahu, dia gadis yang kuat." sahut Zico dengan mata menerawang memikirkan Felicie.


" Udah, nanti kita bahas lagi. Sekarang kita kembali ke kamar Aaron. Gue gak mau si j****g itu berada di sekitar nya." ujar Tommy kesal ketika mengatakan hal ini.


" Ya, sebaiknya dia kita usir keluar.


Gue juga muak melihat muka nya." sahut Zico juga sama kesalnya seperti Tommy.


Mereka kembali berjalan menuju ruangan Aaron di rawat. Terlihat Giselle baru selesai menelepon seseorang. Wajahnya tampak gugup begitu melihat kehadiran Tommy dan Zico.


" Kenapa Lo gugup ... ? Telepon


pacar simpanan Lo ? " ujar Tommy langsung dengan dingin.


" Jaga bicara Lo, jangan kurang ajar. Gue udah bilang, gue calon isteri nya Aaron. Lo liat aja nanti ..


begitu Aaron kembali sehat, kami akan menikah secepatnya. " Giselle membentak Tommy dengan keras.


" Terserah Lo mau ngomong apa.


Sekarang yang kami mau, Lo keluar, karena Lo gak berhak ada di sini. " ujar Tommy menatap tajam. Begitu juga dengan Zico, bahkan ia menatap Giselle dengan tatapan merendahkan.


" Eh, Lo itu j*****... jangan kepedean kalau Tuan William akan mengijinkan Aaron buat menikah dengan Lo. Aaron belum tahu aja, kalau Lo udah tidur dengan banyak pria. Belum lagi Lo jadi simpanan laki orang. Jadi sebaiknya Lo keluar sekarang atau kami akan berbuat kasar dengan Lo. " Zico yang beneran muak melihat sikap Giselle gak bisa menahan emosi nya.


Giselle yang mendengar semua yang di katakan Zico terlihat pucat. Ia gak menyangka mereka mengetahui semua perbuatannya.


Giselle kira, selama ini ia sudah


melakukan nya dengan hati - hati.


Berarti selama ini dia sudah di selidiki oleh Tuan William dan teman - teman Aaron.


Kalau begini, kedudukan nya bisa bahaya jika Aaron sampai mengetahui nya. Ia harus secepat nya menjebak Aaron begitu ia pulih kembali. Giselle pun bangkit dari sisi tempat tidur Aaron. Ia harus pergi sekarang, agar jangan sampai semua kebusukan nya di keluarkan oleh Tommy dan Zico.


" Oya, satu lagi ... gimana kalau Aaron sampai tahu kalau elo pernah menggugurkan kandungan, anak yang Lo kandung waktu elo jadi simpanan suami orang ... hahaha." kini terdengar suara tawa Tommy yang sangat merendahkan Giselle.


Tubuh Giselle bergetar, mendengar perkataan Tommy.


Ternyata mereka telah mengetahui semua perbuatan nya. Ia lalu segera berjalan dengan cepat meninggalkan ruangan Aaron, tanpa menoleh ke belakang sedikitpun.


Tommy dan Zico hanya memandang sinis melihat kepergian Giselle. Perempuan itu memang harus di jauhkan dari Aaron.


Zico, walaupun memang menyukai Felicie, tapi ia lebih setuju merelakan nya dan tetap terus berdampingan dengan Aaron dari pada dengan Giselle. Karena bagaimana pun, Aaron adalah teman terbaik mereka. Aaron sering membantu nya dulu saat ia belum menjadi seperti sekarang.

__ADS_1


__ADS_2