Terpaksa Menikah Dengan Tuan Arrogant

Terpaksa Menikah Dengan Tuan Arrogant
Episode 127


__ADS_3

Aaron mencoba memejamkan matanya tapi tetap saja gak bisa.


Pikirannya kini tertuju pada Felicie, mantan isteri kecilnya yang pernah ia sakiti begitu dalam . Meski ia tahu gadis itu tidak mencintainya namun hatinya gak bisa di bohongi kalau ia sangat mencintai Felicie.


Walau ia sudah mencoba untuk melupakan dengan tidak mengingatnya lagi. Namun justru semakin ia berusaha untuk melupakannya malah Aaron semakin mencintainya.


Makanya kemarin saat Daddy menyuruhnya untuk mencari Felicie di negara A, Aaron tidak bisa menutupi rasa bahagia di - hatinya.


Walau ia tahu misi yang di berikan Daddy untuknya hanya sekedar melihat keadaan Felicie dari kejauhan tanpa boleh mendekatinya. Apakah ia dalam keadaan baik - baik saja sekarang atau malah dalam keadaan terpuruk karena berita pernikahan Elbert.


Daddy tidak ingin Felicie pergi menjauh dan menghilang seperti beberapa bulan yang lalu dan sulit menemukan keberadaannya. Jika ia melihat Aaron ada di - sekitarnya.


" Bro, gimana perasaan lo setelah tahu Felicie pergi sejauh ini ?" tanya Tommy melihat Aaron yang hanya diam dan melamun sejak mereka naik ke atas pesawat.


Aaron menghela nafas panjang mendengar pertanyaan Tommy.


Ia juga awalnya gak menyangka ketika tahu Felicie bisa berada


di negara A dan melanjutkan kuliahnya di sini.


Pantas saja perusahaannya bukan Felicie yang menanganinya. Bahkan Tommy mengatakan padanya kalau Tika yang selalu menghadiri rapat pemegang saham di perusahaan Daddy. Ternyata ia memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya yang sempat tertunda karena harus menikah dengan Aaron.


Tapi Aaron tidak menduga Felicie pergi sejauh ini.


" Woi, ditanyain malah makin melamun, Lo !" ujar Tommy kesal.


" Hmm ... mungkin karena Felicie gak mau ketemu dengan gue lagi, Tom. Makanya dia memutuskan untuk pergi sejauh ini." ucap Aaron dengan raut wajah penuh beban.


Mendengar jawaban yang di - berikan Aaron, perasaan Tommy jadi gak enak. Ia tidak bermaksud untuk membuat Aaron sahabatnya bersedih.


Tommy tahu, sejak Aaron berpisah dengan Felicie kehidupannya tidak baik - baik saja. Meski Aaron berusaha agar terlihat baik di depannya tapi Tommy bisa melihat luka di - matanya.


Tommy tahu Aaron sangat menyesal karena melepaskan wanita sebaik Felicie. Meski usianya masih sangat muda tapi pemikirannya dewasa dan tidak mengejar materi seperti wanita - wanita lain di sekitar Aaron.


Terutama kedua wanita licik yang sekarang jadi isterinya.


Mungkin jika wanita lain ada dalam posisi Felicie yang jelas - jelas bisa menguasai kekayaan Aaron pasti tidak akan melepaskan kesempatan yang sudah di berikan Tuan William.


Tapi Felicie malah mengembalikan semua kekayaan Aaron tanpa mengambil sedikitpun. Ia hanya membawa uang yang memang menjadi miliknya.


Apalagi dalam pernikahan itu Felicie hanya gadis kecil yang di - korbankan karena keserakahan om dan tantenya.


" Tom, menurut Lo Felicie dan Elbert memang tidak memiliki hubungan apapun. Padahal mereka terlihat begitu dekat. Elbert selalu menemaninya di - setiap moment. Bahkan di sidang perceraian kami, pria itu juga mendampinginya. Tapi kenapa Elbert malah menikah dengan wanita lain ? Apa mungkin mereka hanya berteman saja atau malah

__ADS_1


pria itu sama brengseknya dengan gue, Tom ... ? " kata Aaron seperti bertanya pada dirinya sendiri.


Tommy terdiam mendengar hal ini. Ia juga gak tahu harus menjawab apa karena ia juga memikirkan hal yang sama seperti yang di tanyakan Aaron.


Ia juga berpikir kalau Elbert mencintai Felicie. Saat melihat sikapnya yang selalu perhatian dan melindungi Felicie.


Tommy juga gak menyangka kalau pria pecicilan yang bertemu dengan mereka di hotel saat itu adalah pemilik dari perusahaan besar dan seorang pengusaha sukses yang selama ini di kenal misterius. Bahkan kesuksesannya jauh melebihi kekuasaan Tuan William.


Tidak ada seorangpun yang tahu sosoknya selama ini. Ia tidak pernah muncul di setiap perhelatan bisnis. Selama ini hanya wakilnya saja yang hadir mewakili dirinya. Bahkan Tuan William tidak menyangka sedikitpun kalau selama ini pria yang bersama Felicie adalah pemilik perusahaan raksasa yang terkenal di dunia. Makanya wajar saja kepergian Felicie tidak bisa diketahui oleh siapapun.


Meski Tuan William sudah menggunakan kekuasaannya tapi tetap saja sulit untuk menemukan keberadaan Felicie. Untung saja ada peristiwa pernikahan itu sehingga Tuan William yang memang terus memantau merasa curiga dan tetap mengirimkan anak buahnya untuk mencari keberadaan Felicie dan akhirnya setelah sekian lama Tuan William berhasil menemukannya.


" Jika memang pria itu sama ba*****n nya dengan gue, kasihan Felicie. Kenapa dia harus selalu bertemu dengan pria b***g**k seperti kami ? Gadis itu masih terlalu muda untuk memikul banyak masalah. Harusnya saat ini Feli menjalani kehidupan nya dengan ceria layaknya gadis seusianya. Kuliah, belajar bermain , kumpul dengan teman - temannya. Tapi hidup yang dijalaninya malah kebalikan dari itu semua. Saat ia harus kuliah dia malah harus menikah dengan gue.


Bahkan gue dengan jahatnya mengotori mata dan hatinya yang masih suci dengan membawa seorang j*l**g ke apartment dan dengan sengaja gue melakukannya di dalam kamar yang ia tempati supaya Felicie gak betah dan meminta cerai dengan gue." Aaron menarik nafas panjang lalu menghempaskannya dengan kasar dan berhenti sejenak.


Tommy menghela nafas mendengar perkataan Aaron. Tapi ia berusaha untuk tetap diam dan mendengarkan ungkapan perasaan Aaron.


" Tapi ia masih tetap bertahan. Ia tidak pernah mengeluh meski gue gak pernah memberinya nafkah layaknya seorang suami kepada istrinya. Ia bahkan masih tetap bekerja demi membiayai kesehariannya. Meski gue tidak pernah menganggapnya saat itu dan malah pergi dengan Claire, ia juga tetap diam. Feli masih tetap menjalani statusnya sebagai istri yang baik. Ia menjaga dirinya dari pria lain. Ia tidak pernah melakukan hal - hal yang menjijikkan di belakang gue seperti yang gue lakukan. Ia memegang teguh kontrak perjanjian yang gue buat saat itu.


Hingga pada akhirnya gue yang b**n**s*k ini hampir menodai kesuciannya dengan cara memaksanya. Tapi untung saja saat itu kalian datang ke -


apartment sehingga kejadian itu tidak sempat terjadi dan gue berakhir babak - belur di - tangannya. Terus terang gue bersyukur saat Lo dan Claire datang ke tempat gue sehingga menggagalkan niat gue. Sementara gue gak berhak melakukan itu walaupun statusnya saat itu adalah isteri gue. Karena jika itu terjadi hidup Feli akan semakin hancur, karena waktu itu gue masih berhubungan dengan Claire dan belum menyadari kalau sebenarnya gue sudah jatuh cinta pada gadis kecil yang sempat gue hina dan gue perlakukan dengan sangat buruk." wajah Aaron terlihat tertekan ketika menceritakan hal ini pada Tommy. Akhirnya rahasia yang sudah disimpannya selama ini terbongkar juga.


Apalagi dengan cara m*m*e**sa nya.


" Lo memang b*j*n*an Ron. Pantas saja Felicie sangat membenci Lo. Bagaimana mungkin kamu bisa tega melakukan hal sekeji itu pada Felicie. Meski dia istri Lo tapi


bukan berarti elo bisa berbuat sesuka hati Lo. Apalagi saat itu Lo masih berhubungan dengan Claire dan ingin secepatnya berpisah dengan Felicie. Lo mau merusaknya sementara elo ingin menikah lagi dengan Claire. Elo benar - benar b*e*g**k ! " ujar Tommy dengan wajah emosi.


Aaron mengusap wajahnya dengan kasar. Ia akui dia memang b*j*n**n. Makanya ia merasa begitu bersalah atas kesalahan yang pernah ia lakukan terhadap Felicie.


" Apa Lo gak mikir kalau waktu itu elo berhasil menodai Felicie, pasti Felicie akan hancur dan mengalami depresi ! Masa depannya rusak gara - gara Lo !


Sementara Lo dengan santainya mau menikahi wanita j*l**g itu.


Ba*ji***n Lo ! Memang sudah sepantasnya Felicie membenci Lo seperti ini. " umpat Tommy geram.


" Maaf ... Lo benar ! Gue memang b*j*n*an dan gak pantas untuk


di maafkan dan pantas buat di - hukum." ucap Aaron dengan wajah bersalah.


" Ya, Lo pantas menerima hukuman dan sekarang Lo sudah mendapat balasannya. Saat elo sudah mencintai Felicie begitu dalam tapi Felicie tidak mencintai Lo ! Bahkan hukuman elo berlipat ganda karena harus menjalani hari - hari Lo yang menyedihkan bersama dua wanita j*l**g itu !" ujar Tommy kasar tidak menutupi

__ADS_1


kemarahannya.


" Ya, gue sadar Tom ... Saat ini gue sedang menjalani hukuman itu dan gue menerimanya asalkan suatu saat Felicie bisa memaafkan gue." ucap Aaron tidak membantah perkataan Tommy.


" Berdoa saja semoga Felicie suatu hari Feli bisa memaafkan Lo ! Tapi jangan pernah Lo memaksakan keinginan Lo lagi demi mendapatkan maaf darinya." ujar Tommy dengan wajah datar.


" Ya, gue tahu. Gue akan menunggu dengan sabar hingga Feli bisa menerima permintaan maaf dari gue. " kata Aaron sembari menghela nafas.


" Hmm ... bagus ! Memang itu yang harus Lo lakukan sekarang.


Jadi Lo jangan pernah memperlihatkan wajah Lo saat kita nanti melihat Felicie disana.


Tugas kita hanya untuk memastikan keadaannya baik - baik saja. Setelah itu kita langsung pulang dan melaporkan pada Daddy Lo !" ujar Tommy ketus.


" Ya, gue mengerti, Tom. Gue hanya ingin melihat wajah Feli meski hanya bisa melihatnya dari kejauhan. Gue udah cukup puas bisa melihatnya setelah sekian lama tidak bisa memandang wajahnya." ucap Aaron berat karena sebenarnya jika ditanya hati kecilnya Aaron ingin di beri kesempatan menghampirinya, memeluknya dan berharap Felicie mau memberi kesempatan lagi padanya untuk bisa selalu ada disisinya setelah semua masalahnya dengan kedua wanita j*l*Ng itu selesai.


" Lo memang harus puas dengan itu ! " sahut Tommy.


" Lo tahu Ron ... bukan hanya elo yang mencintai Felicie. Zico mencintainya. Bahkan gue juga sempat mencintainya. Tapi karena gue lihat Lo juga mulai mencintainya, gue rela menghapus rasa suka itu dan menganggapnya sebagai adik perempuan gue dan gue berhasil meski sulit awalnya. Itu gue lakukan biar Lo bisa mendapatkannya lagi.


Tapi setelah gue tahu elo melakukan hal sekeji itu, gue gak akan pernah mendukung elo lagi. Kali ini gue akan mendukung Zico.


Dia bahkan rela mengalah buat Lo, karena melihat keseriusan Lo yang juga mencintai Felicie." ujar Tommy tanpa perduli lagi dengan perasaan Aaron seperti yang ia lakukan selama ini.


Aaron benar - benar terdiam dan tidak membantah perkataan Tommy. Ia sadar apa yang sudah dilakukannya benar - benar menjijikkan. Ia tahu kesempatan buatnya akan sangat sulit untuk mendapatkan hati Felicie. Apalagi sekarang, bukan karena Tommy sekarang mendukung Zico untuk mengejar cinta Felicie. Tapi jaraknya dengan Felicie teramat jauh dan Feli harus berada di - negara A ini selama beberapa tahun ke depan hingga ia menyelesaikan kuliahnya.


Aaron juga tidak tahu apakah Felicie akan memutuskan untuk pulang kembali ke Indonesia atau malah akan menetap disini setelah kuliahnya selesai.


Belum lagi saat ini ia masih terikat dengan pernikahan kedua wanita itu.


" Aargh ... !" tanpa sadar Aaron berteriak sembari mengacak rambutnya dengan kasar.


Tommy hanya mendengus melihat tingkah Aaron tanpa memperdulikannya. Ia lalu menutup mata. Kali ini ia harus mendiamkan Aaron agar dia benar - benar sadar akan kesalahan fatal yang sudah ia lakukan.


Aaron yang melihat Tommy malah menutup matanya semakin merasa gusar tapi ia tidak bisa berbuat apa - apa. Semua yang terjadi memang kesalahannya.


Daddy sudah jelas - jelas dengan keras melarangnya untuk berhubungan lagi dengan Claire. Tapi ia tidak pernah menggubrisnya.


Bahkan kedua sahabatnya sudah sejak lama mengingatkannya dan berulang kali mengatakan pada Aaron untuk menjauh dari Claire. Mereka sudah mengatakan pada Aaron tentang semua kelakuan Claire ketika ia pergi jauh darinya. Tapi Aaron dengan keras kepalanya tidak pernah mau mendengarkan. Saat itu ia merasa apa yang dilakukannya sudah benar. Ia yakin kalau Claire bukan wanita seperti itu.


Andai saja waktu itu ia bisa menerima pernikahannya dengan Felicie mungkin saat ini mereka akan jadi pasangan yang paling berbahagia.


Kepala Aaron terasa penuh dengan semua yang di - pikirkannya. Akhirnya karena terlalu penat ia memutuskan untuk menutup mata dan mengistirahatkan badannya. Perjalanan menuju negara A masih menempuh waktu yang panjang. Supaya ketika nanti ia bertemu dengan Felicie meski hanya dari jauh kondisinya akan lebih baik dari sekarang.

__ADS_1


**********************************


__ADS_2