
Giselle dan Vera segera menata makanan yang mereka pesan
datang di meja makan.
Setelah semua selesai tertata rapi, Giselle bergegas menuju lantai atas, kamarnya Aaron.
Ia ingin mengetuk pintu kamar, tapi karena tidak terkunci, Giselle langsung membukanya.
Tapi begitu melihat Aaron memandangi dengan begitu serius ke layar ponselnya membuat Giselle jadi bersedih.
Untuk kali ini Vera harus mengalah, karena Giselle lah yang lebih dekat dengan Aaron dibandingkan Vera. Lagi pula,
Vera tidak ingin, Aaron semakin membenci dan menyiksanya kembali jika melihat wajah Vera
ada di kamarnya.
Vera gak berani mengambil resiko sekecil apapun. Biarlah Giselle yang memanggil Aaron.
" Kamu sedang lihat apa, sih sayang ... serius banget ? " tanya
Giselle lalu berjalan mendekati Aaron. Padahal Giselle tahu, jika sedang dilihat Aaron saat ini pasti
fotonya Felicie, wanita yang dicintainya.
" Siapa yang menyuruh kamu
masuk ke kamarku !" ujar Aaron kesal, karena telah menganggu
lamunannya tentang Felicie.
Giselle gak menyangka, kalau tanggapan Aaron bisa seperti ini.
Ia tahu, Aaron sudah tidak mencintai nya lagi seperti dulu, karena sikap Aaron sekarang sudah sangat berbeda. Ia tidak
sehangat dulu. Bahkan meski Aaron tahu Giselle sedang mengandung, sikapnya biasa saja.
Ia terlihat begitu tidak perduli. Meski pun ia memang pernah menemani Giselle untuk cek kandungan nya ke dokter setelah
ia melihat hasil test pack yang diperlihatkan Giselle. Tapi setelah itu, ia tidak pernah menunjukkan kepeduliannya lagi pada Giselle.
" Sayang, kamu kenapa sih ?
Aku tahu, aku sudah banyak melakukan kesalahan. Tapi kamu juga tahu, seperti yang sudah aku ceritakan ke kamu, kalau aku
di jebak saat melakukan itu.
Jadi, aku mohon ... tolong, maafkan aku dan kita mulai semua dari awal lagi. Aku yakin, masih ada sisa cinta di hati kamu buat aku. Aku janji akan jadi isteri yang sempurna buat kamu, jika
kamu memberikan kesempatan
itu buat aku atau kalau memang kamu sudah tidak bisa lagi mencintai aku, tolong lihat anak yang aku kandung sekarang. Minimal kamu bisa lebih perhatian dan mencintainya. Anak ini gak bersalah sedikitpun sama kamu."
Aaron terdiam mendengar semua
yang dikatakan Giselle. Meski sekarang ia tidak bisa percaya lagi padanya. Tapi apa yang dikatakan Giselle ada benarnya juga.
Anak yang sedang dikandung
Giselle dan Vera tidak bersalah sama sekali. Itu semua akibat dari kecerobohan dan kebodohan Aaron selama ini.
Bagaimana jika memang anak yang masih didalam kandungan
mereka, ternyata adalah anak kandungnya. Sementara ia sudah
menyiksa Vera dengan begitu kejamnya. Bahkan hingga melakukan hal - hal yang tidak masuk diakal. Meskipun ia tidak mencintai wanita itu, tapi bagaimanapun saat ini posisi nya
sedang hamil.
Jika ia terus melakukan hal yang gak masuk diakal seperti semalam, bisa saja suatu saat ia juga akan kehilangan anak - anak
itu. Seperti ia kehilangan Felicie.
Aaron gak ingin kembali menyesali keputusannya yang salah.
Bagaimanapun saat ini, kedua wanita yang sudah menjadi isterinya sedang mengandung.
Anaknya atau bukan, ia sendiri belum bisa mengetahuinya.
Hal ini hanya bisa di buktikan sampai kedua bayi ini lahir kedunia.
Alangkah berdosa dan tidak adil,
karena rasa kesalnya terhadap kedua wanita ini, anak - anak yang tidak berdosa harus terkena imbasnya.
Aaron kembali labil dengan keputusan yang telah ia ambil sebelumnya.
Apakah ia harus tetap meneruskan rencananya dengan menyiksa dan membuat Giselle dan Vera bertengkar atau berusaha untuk menerima kehadiran mereka demi kedua anak - anak itu.
Lagi pula ia tidak akan mungkin bisa mendapatkan hati Felicie. Ia pasti sudah sangat jijik dengan Aaron setelah melihat semua perbuatannya. Paling yang hanya bisa dilakukannya cuma melihat Felicie dari kejauhan.
" Sayang, aku mohon berikan
kesempatan padaku untuk
__ADS_1
membuktikan bahwa aku akan jadi isteri dan ibu yang baik buat
anak kita." kali ini Giselle bicara serius. Ia memang benar - benar
ingin jadi isterinya Aaron.
Semalam ia baru sadar, ternyata selama ini hatinya hanya untuk Aaron. Walaupun ia sering bersama kekasih simpanannya,
tapi ia tidak pernah merasakan perasaan seperti saat sedang
bersama Aaron.
Giselle memang ingin kekayaan Aaron, tapi itu sebagian besar ia lakukan juga atas desakan kekasihnya. Padahal ia sengaja kembali, hanya ingin dicintai oleh Aaron seperti dulu.
Kalau dipikir ia memang bodoh,
semua yang telah di dapat kan Giselle di habiskan hanya untuk
bersenang - senang.
Bahkan kekasihnya itu belum pernah menunjukkan keseriusannya untuk menikahi Giselle seperti yang telah dilakukan Aaron. Selama ini ia hanya ingin tubuh Giselle untuk memenuhi hasrat liarnya.
" Baiklah ... aku akan memberikan kesempatan buat kamu untuk
membuktikan padaku bahwa kamu sudah berubah. Tapi agar aku yakin, bisakah kamu menjual semua perhiasan yang kamu punya untuk membiayai hidup kita . Kamu tahu sendiri, aku sudah tidak bekerja di perusahaan
Daddy lagi dan ini semua terjadi
karena aku membantah larangan
yang dikatakan Daddy, yaitu menikahi kamu. Kamu juga tahu,
kalau aku sudah tidak mempunyai harta maupun kekayaan, karena semuanya sudah di sita oleh Daddy." ucap Aaron sembari memandang wajah Giselle.
Walau Giselle sangat terkejut mendengar perkataan Aaron yang mengatakan bahwa ia sudah tidak memiliki kekayaan walau hanya
sedikit, tapi ia dengan cepat menutupinya.
" Berarti, tanda - tangan pengalihan harta Aaron menjadi atas namaku waktu itu gak ada gunanya sama sekali. Ternyata semuanya sudah diambil oleh
Tuan William. Jadi, sekarang ia sudah tidak punya apa - apa lagi."
batin Giselle.
" Kenapa kamu diam ? Kamu pasti tidak mau denganku lagi kan setelah tahu, aku sudah tidak memiliki apapun. Aku sekarang bukan seperti Aaron yang dulu kamu kenal, yang bisa memberikan apapun yang kamu
inginkan." ucap Aaron datar.
" Tidak, aku mau sayang. Aku gak perduli, walau kamu gak punya
cuma cinta dari kamu. Aku marah, cemburu, kesal,sedih ... saat aku tahu kamu mencintai wanita lain selain aku. Aku hanya ingin kamu hanya mencintaiku seperti aku yang selalu mencintaimu." Giselle
benar - benar jujur tentang perasaannya saat ini.
Ya, ternyata ... yang dibutuhkan
Giselle hanyalah cinta Aaron bukan apa yang ia punya.
Selama ini, ia dibutakan oleh
keserakahan dan rasa sakit hati
karena telah di pisahkan dengan Aaron oleh Tuan William.
Aaron terpana dengan yang diucapkan Giselle. Ia belum percaya dengan apa yang didengarnya. Mana mungkin seorang Giselle, mau menerima
kondisi Aaron sekarang.
Apalagi demi uang dan kekayaan ia bahkan rela menjadi seorang simpanan. Meskipun Giselle bilang itu ia lakukan karena terpaksa.
" Tapi, apa maksudnya aku sudah mencintai wanita lain. Apa Giselle tahu kalau aku mencintai Felicie ?" tanya Aaron dalam hati.
" Aku tahu pasti kamu gak percaya dengan omonganku ini.
Tapi sungguh, aku juga baru
menyadari beberapa waktu ini, saat kamu mengacuhkan ku dan
aku cemburu ketika kamu menyebutkan nama Felicie sedangkan waktu itu kamu sedang bersamaku. Felicie, gadis yang aku pikir adalah pacarnya
Zico ternyata adalah wanita yang kamu cintai sekarang dan telah
menggeser kedudukan ku di hati
kamu. Sejak hari itu, meski sempat aku sangkal, aku sadar bahwa rasa sayang dan cintaku tidak akan pernah bisa hilang untukmu. Jadi, tolong berikan
kesempatan untukku dan untuk
kamu juga agar kita berdua mencoba untuk menumbuhkan
kembali rasa cinta yang pernah
hilang dari hatimu. izinkan aku untuk menggantikan Felicie
__ADS_1
di hatimu." ujar Giselle panjang,
dengan wajah sedih.
Ia benar - benar ingin Aaron bisa
mencintainya lagi.
Aaron menenangkan hatinya yang
mendadak berdetak kencang ketika mendengar Giselle sudah
mengetahui kalau ia mencintai
Felicie.
" Kamu mau kan mencobanya kembali denganku ?". tanya Giselle lirih.
" Hmm ... baik. Kita akan memulainya dari awal. Aku akan
mencoba untuk membuka hatiku.
Tapi aku minta, kamu juga harus menerima kehadiran Vera ... meski aku tidak menyukainya, bagaimanapun dia adalah
istriku dan keadaannya saat ini sama denganmu. Kalian berdua
sama - sama hamil." ucap Aaron akhirnya, setelah berpikir dengan
matang, meski ia sadar keputusannya ini salah dan akan membuat Daddy nya marah.
Tapi semua ini ia lakukan demi
memberikan kesempatan buat dirinya agar bisa melupakan Felicie dan memulai lagi kehidupannya yang sudah tidak berarti.
" Tentu saja sayang, aku akan menerima Vera karena dia juga isteri kamu. Terima kasih telah
memberikan aku kesempatan
untuk bisa menjadi wanita yang pantas buat kamu." ujar Giselle lalu memeluk Aaron dengan perasaan bahagia.
Ia berjanji pada dirinya, akan menjadi isteri yang baik buat Aaron. Meskipun ada perasaan
takut dihatinya mengenai kebenaran tentang anak siapa
yang sedang di kandungnya.
Tapi ia tidak perduli, meski hanya untuk beberapa bulan sebelum bayi ini lahir dan akhirnya nanti dipastikan anak ini keturunan Aaron atau bukan Giselle bisa bersama Aaron lagi.
" Hmm ... Ya. " sahut Aaron singkat, tanpa membalas pelukan
Giselle.
Tetapi Giselle mengerti, Aaron tidak mungkin bisa dengan cepat
menerimanya. Ia akan berusaha
keras untuk mendapatkan cinta
Aaron kembali padanya.
" Sayang, sampai lupa. Tadi aku memanggilmu untuk sarapan.
Sarapan sudah siap. Tapi, maaf
karena aku belum bisa memasak
untuk kamu, aku terpaksa memesan makanan. " ucap Felicie
jujur, karena tadi ia sudah berjanji
dalam hatinya, ia tidak akan berbohong lagi pada Aaron.
" Hmm ... ". ucap Aaron.
Giselle tersenyum melihat Aaron
tidak menyalahkannya.
" Semoga ini adalah awal yang baik. Ternyata berkata jujur itu
lebih menyenangkan dari pada
harus berbohong seperti yang telah kulakukan selama ini. " gumam Giselle dalam hati.
**********************************
Sebenarnya lagi kurang sehat, tapi demi memuaskan kalian yang sudah mendukung Mommy,
Mommy paksakan untuk tetap
menulis episode ini.
Semoga kalian suka, ya ... 🙏🙏😘
__ADS_1
Love You All ❤️❤️❤️