
Makanan yang begitu lezat, siapa yang sanggup menolak semua ini?
Akhirnya, semua orang merasakan sakit karena kekenyangan.
Yongxi yang memiliki nafsu makan paling bagus sampai mengeluh kesakitan, Yi-Feng merasa sakit dihatinya karena anak itu mengerang kesakitan di perutnya.
"Makanya, lain kali jangan makan seperti ini lagi. Salahkan dirimu sendiri karena makan terlalu banyak padahal memiliki perut yang kecil, kau benar-benar Hoodie kecil, ah!" omel Yi-Feng sambil mengelus perut anak itu, berharap agar rasa sakit diperutnya cepat mereda.
"Papa, kau tidak bisa menyalahkan ku, ah! Siapa yang menyuruhmu untuk membuatkan makanan yang begitu enak? ..Aku, tentu saja sangat menyukai makanan lezat seperti ini. Kau yang bersalah karena membuat makanan lezat, ah!" lihatlah, bahkan saat dia sedang kesakitan dia masih bisa menggoda Ayah baptisnya. Anak itu menggunakan wajah seriusnya saat mengatakan hal ini, tidak terdapat niat apapun karena memang itu adalah pujian darinya.
Ayah baptisnya adalah yang terbaik di Dunia! Ayah sangat tampan, dia juga kuat, memiliki bakat untuk membuat makanan lezat, kaya dan merupakan seorang Pangeran Kekaisaran! Wanita mana yang akan menolak Ayah baptisnya? Ini adalah prospek pria sempurna di dunia!
Yi-Feng tertawa mendengar pujian anak itu yang disertai dengan keluhan, memiliki seorang putri yang memiliki lidah manis seperti ini adalah hal terbaik. Yi-Feng mencubit pipi Yongxi, "kau memiliki lidah yang manis, ah. Namun, siapa yang mengajarimu untuk menyalahkan ku karena membuat makanan enak, hmm?"
"Tentu saja Kakek buyut Kekaisaran, ah! .. Kakek selalu berkata; "Jangan menyalahkan ku karena datang makan di sini setiap hari! Siapa yang menyuruh Ayah baptismu memiliki bakat ini? Dia benar-benar membuat Kakek tua ini memiliki nafsu makan yang bagus, ah! Bahkan, sepertinya berat badanku mulai naik akhir-akhir ini. Feng'er memang cucu yang berbakti, ah!". Yongxi dengan cepat meniru cara bicara yang di lakukan oleh Pensiunan Kaisar.
Ketika Yongxi mengatakan Sang Kakek, Yi-Feng jadi mengingat pria tua itu. Kakek yang merupakan seorang foodie, dia akan datang setiap hari bahkan tinggal di Istana Bulan untuk beberapa hari lalu memerintahkan cucu nya untuk membuat makanan lezat didepannya.
Entah kenapa, Yi-Feng jadi merindukan Kakek cerewet itu. Apa yang ia makan malam ini, apakah dia memiliki nafsu makan yang bagus seperti biasa?
Yi-Feng jadi mengkhawatirkan nya, meskipun dia setiap hari akan dibuat kesal oleh Kakeknya yang menyuruh untuk membuat makanan lezat, namun Pria tua itu sangat menyayangi nya. Selain alasan makan makanan lezat, Kakek sebenarnya pergi ke Istana Bulan sampai berhari-hari karena ada 'tikus' yang mengawasi nya di Istana Bulan. Dengan adanya sang Kakek disana, 'tikus' itu tidak bisa melakukan apapun.
"Kau mengatakan Kakek buyut Kekaisaran, Papa jadi merindukan nya. Apa Kakek makan dengan baik malam ini?" tanya Yi-Feng pada Yongxi
__ADS_1
"Papa, bagaimana jika kita membawa kerang, udang dan lainnya ke Istana. Kita bisa membuat makanan lezat yang sama jadi Kakek Buyut bisa merasakan nya juga... Xixi juga merindukan Kakek buyut, Kakek selalu menemani Xixi makan makanan enak, tapi sekarang Kakek tidak ada disini,." semangatnya tiba-tiba hilang saat mengingat wajah Pria tua yang kini menjadi Kakek buyut nya. Namanya sekarang adalah pemberian dari Kakek buyut, "Yongxi" memiliki arti yang sangat baik. Anak itu berterima kasih pada Kakek buyut karena telah memberikan nya nama yang cantik.
"Baiklah. Ayo kita bawa semuanya ke Istana dan buat Kakek merasakan sakit karena kekenyangan seperti sekarang." balas Yi-Feng
Sepasang anak dan ayah baptis itu mengobrol ringan, sebelum akhirnya Yongxi tertidur dengan pulas. Yongxi berada di kamar yang sama dengan Yi-Feng, anak itu masih terlalu muda untuk tidur di kamar sendiri, terlebih sekarang mereka berada di tempat yang baru dan asing. Yongxi mungkin akan terbangun di tengah malam dan merasa sulit jika tidur sendiri.
Berbeda dengan Li-Fei, dia sudah terbiasa karena setiap tahun akan datang ke villa ini. Li-Fei bahkan memiliki kamarnya sendiri, tidak boleh ada yang tidur didalam sana kecuali dia sendiri.
Setelah melihat bahwa Yongxi telah tertidur lelap, Yi-Feng menghilang dari kamar dan muncul di Ruang Teratai.
Di Dunia luar memang telah malam, dan bulan serta bintang telah menghiasi langit yang gelap. Namun berbeda dengan Ruang Teratai, itu terang namun tidak menyilaukan mata.
Tidak ada matahari atau bulan di sini, sepanjang hari akan terus terang tanpa matahari. Yang membedakan hanyalah cahaya akan sedikit meredup yang berarti hari telah malam, dan terang berarti siang.
Komputer didalamnya sedang menyala, dengan menunjukkan ruangan yang memiliki aktivitas "Intim" yang sedang terjadi.
Yi-Feng tak mempedulikan, ia mengarahkan pandangan kearah komputer lain dan mencari file terbaru yang baru saja disimpan oleh Louis. Aktivitas itu mungkin panas bagi mereka yang berada di zaman ini namun tidak bagi dia yang datang dari masa depan. Tidak munafik, sebagai Azka dia adalah pria normal yang memiliki nafsu, bermain solo adalah pilihan terbaik dengan ditemani oleh film dewasa. Dengan begitu, dia tidak merusak wanita lain dan tidak merusak dirinya juga.
Ia menontonnya, aktivitas itu terjadi sehingga ia melewati nya. lalu menghentikan di pembicaraan pasangan pezinah itu. Tak ada r4ngsangan saat melihat aktivitas mereka, ia malah jijik melihat cara pria itu memakan rekannya nya.
"Pantas saja wajah Yuanxi seperti itu, ternyata dari gen yang juga menjijikkan," ucap Yi-Feng.
Yi-Feng tahu jika Yuanxi merupakan anak dari pria itu, namun dia tak menyangka jika seorang Ayah akan sangat menjijikkan seperti Pria itu. Seorang sampah melahirkan sampah lain, begitu menjijikkan sehingga membuat orang lain mual.
__ADS_1
Ia meninggalkan ruang komputer setelah mendengar rencana mereka, tak mempedulikan karena semua rahasia tidak ada yang tersembunyi di belakang tirai. Musuh mereka telah mengetahui, lalu untuk apa takut terhadap mereka?
Bukan hanya mereka saja yang memiliki rencana, karena Yi-Feng memiliki berencana yang lebih matang dari pada mereka.
Membunuh? ..Ayo lakukan ketika saatnya tiba. Pelatihan neraka yang sudah ia lalui dengan Axila harus berguna di sini. Mari buat mereka terluka dengan senjata mereka sendiri.
Yi-Feng pergi ke kamar, lalu mengganti pakaian nya (Hanfu) dengan celana pendek. Ia pergi ke ruangan khusus, tempat dimana latihan neraka biasa dia terima dari Louis sekarang.
Ia mengambil pemanasan, lalu kembali berhadapan dengan Louis dan berlatih seni beladiri.
................
Halohaloha semuanya...
Apa kabarnya nih? Moga baik dan sehat-sehat aja yah.
Saya mau ngucapin terima kasih nih buat semua yang udah mau baca novel ini. Nggak jelas tapi moga aja cukup menghibur siapapun yang mau baca. Terima kasih banget karena mau baca sampai sekarang.
Moga aja yang minat sama Novel ini makin banyak yah, jangan lupa juga buat dukung Saya karena dukungan kalian adalah semangat bagi saya.
Thanks banget, sampai jumpa di Crazy update besok. Byeee🥰🥰
Ehh... jangan lupa dukung Novel yang satunya lagi yah, MY MODERN MOTHER
__ADS_1
Kalo ada yang minat cerita seram, tolong dukungan nya buat cerpen; DIA YANG TIDAK TERLIHAT yah.