
Yi-Feng dan Mo Chen mengobrol tentang beberapa hal, diantara nya adalah perang yang terjadi di bagian timur laut Negara.
Sisa para penjajah yang datang 30 tahun lalu ke Kekaisaran Xian masih berada disana. Pengikut mereka juga banyak, mereka bahkan memiliki wilayah sendiri di Timur laut.
3 bulan lalu, Mo Chen harus pergi ke sana bersama 4 saudara lainnya, ini merupakan tanggung jawab mereka. Itulah kenapa dia tidak berada di samping Yi-Feng.
Mungkinkah, inilah penyebab Pangeran yang sebenarnya dijebak lalu akhirnya dibunuh oleh Lu Yuanxi. Tak ada pelindungnya (Mo Chen) ketika kejadian terjadi, dan kekecewaan menghampiri Lio-Guan, menyebabkan nya menjadi gelap mata ketika Selir Agung Lu berada dibelakang semua ini.
Pada akhirnya, Azka dari masa depan harus datang kemari untuk mencegah hal itu terjadi untuk kedua kalinya. Dan para Dewa juga memberi ijin. Dengan Dewa yang memutar kembali waktu, mereka semua berharap Azka yang datang dari masa depan dapat mencegah hal ini terjadi. Karena hal terburuk akan terjadi ketika Lu Yuanxi naik tahta, semua usaha yang dilakukan oleh Nenek buyut Kekaisaran dan Putri Mahkota Liu-Mei akan hancur!
Tubuh ini memang milik Pangeran Yi-Feng, namun tidak dengan Jiwa yang berada didalamnya. Dia merupakan Azka, seorang yang pintar dan jenius, yang telah ditempah oleh Wanita terbaik nomor Dua (Liu-Mei/Axila) di Kekaisaran.
Negara berbatasan langsung dengan Kerajaan Wang yang berada di selatan Kekaisaran, dan kerajaan Ming besar di bagian barat.
__ADS_1
Sebagai Azka, dia merupakan seorang dengan darah Indo-Korea. Dia tak mengetahui apapun tentang sejarah China, namun malah di tarik ke masa lalu di bagian negara ini. Yang dia tahu hanyalah sejarah Korea yang akhirnya akhirnya terbagi dua menjadi Selatan dan Utara, dan juga sejarah Indonesia yang ia pelajari saat duduk di bangku Sekolah Menengah.
Wilayah China itu sangat luas, itu berbatasan dengan beberapa negara lainnya. Jika di Zaman Modern, dia tak bisa menebak letak dimana Kekaisaran Xian berada. Noona pernah bilang jika Kekaisaran ini tidak ada dalam sejarah China, yang artinya bisa saja dunia dimana dia berada sekarang merupakan dunia paralel. Namun berjalan dimasa lalu, dan bukan di modern.
Dia sebelumnya tidak percaya jika adanya dunia paralel, itu terdengar seperti cerita novel atau drama. Namun, sekarang dia percaya. Dia bahkan melalui perjalanan waktu ke Zaman Kuno ini, dia memiliki kekuatan seperti yang dimiliki oleh Noona di Zaman Modern.
Dunia ini benar-benar, fantasi!
.......
Orang-orang menamainya Gunung barat, karena berada di bagian barat dermaga, dan merupakan gunung terbesar di kota Long. Gunung itu berada di dekat dua desa yang terpisah, dan seperti yang dirumorkan jika gunung itu memiliki banyak hewan buas didalamnya. Warga desa tidak ada yang berani masuk kedalam Gunung, mereka hanya mencari kayu bakar atau membuat perangkap dikaki gunung untuk mendapatkan permainan kecil dan akhirnya bisa makan daging.
Menurut Mo Chen, itu adalah lokasi yang pas untuk memancing tikus-tikus itu datang. Mari buat rencana dan menghabisi mereka
__ADS_1
Matahari mulai meninggi, namun dua pria berbeda usia itu bertingkah seperti tidak terjadi apapun dan memang datang untuk menangkap permainan kecil dan dijadikan makanan di Villa. Sekarang, Yi-Feng mulai memiliki hobi untuk berburu dialam liar. Itu menantang nya sekaligus untuk melatih apa yang sudah ia pelajari selama ini dari Louis dan Axila.
Mo Chen dan Yi-Feng berhasil menangkap tiga ekor kelinci, dua burung pegar dan satu babi hutan berukuran sedang hanya dalam waktu satu jam. Sekarang telah waktunya sarapan pagi, namun mereka masih berada di gunung barat dan 'Berburu'.
"Aku lapar," keluh Yi-Feng pada pria disampingnya
"Ayo buat api dan bakar beberapa permainan, Yang Mulia." balas Mo Chen, dia mulai menguliti satu kelinci.
Yi-Feng duduk disampingnya, diatas satu pohon tumbang. Ia memperhatikan Mo Chen yang terlihat biasa saja saat menguliti kelinci, membuang jeroannya lalu mencuci dengan air sebelum memberikan garam sebagai perasa. Ada api yang sudah dinyalakan, satu kelinci dipanggang sebelum Mo Chen membersihkan kelinci lainnya sebagai sarapan mereka berdua.
Mo Chen tampak sibuk dengan kelinci ditangannya, namun telinganya terus terpasang dan konsentrasi nya tidak hilang. Berburu ini baru saja dimulai dengan permainan kecil, bukan utama.
Saat sedang membolak-balik kelinci yang berada diatas bara api, Mo Chen tiba-tiba berkata "mereka datang." bisik nya, namun Yi-Feng yang memiliki indera pendengaran yang cukup tajam bisa mendengarnya
__ADS_1
"Baik, ayo berburu mangsa utama." balas Yi-Feng dengan seringai kejam