The Second Prince

The Second Prince
Chapter 72


__ADS_3

Keesokan harinya, Yi-Fang mengirimkan pengawal bayangannya untuk pergi ke 'tempat itu' lalu menyelidiki dan mencari siapa pelaku pembunuhan ini. Bukan hanya pelakunya, namun orang dibalik sang pelaku


Hanya dengan sedikit petunjuk, orang-orang itu bisa mencari tahu siapa pelaku nya. 'Mereka' ini benar-benar sangat terampil. Pasukan kecil ini, hanya diketahui oleh para calon pewaris tahta atau keturunan langsung dari 'Nenek buyut Kekaisaran'


Pasukan kecil ini, entah bagaimana mereka bisa melakukan pekerjaan dengan sangat baik, metode pembelajaran apa yang sudah diwariskan oleh Nenek buyut Kekaisaran pada mereka, Yi-Fang benar-benar tak tahu itu.


Yang dia tahu, pasukan kecil ini dibentuk langsung oleh Nenek buyut Kekaisaran, segala macam kesulitan bisa diatasi oleh mereka hanya dengan sedikit petunjuk.


Karena kasus belum selesai dengan baik, Yi-Fang masih memiliki tanggung jawab ini dan tak boleh keluar Istana dengan alasan lain selain menyelidiki kasus. Dia belum bisa memenuhi janjinya untuk membawa Yi-Feng ke Laut.


Namun tidak dengan pemuda itu, dia tak pergi ke laut sendiri namun dia masih bisa keluar dan bermain di Ibukota.


Dengan Yu-Cheng di sampingnya, pemuda itu menunggangi kuda dan pergi ke pasar Ibukota dan berkeliling.


Seperti sebelumnya, dia bermain dengan mencoba berbagai macam hidangan dan jajanan pasar.


Yu-Cheng tak bisa melarang, dia selalu tak dipatuhi oleh Pangeran. Pangeran tak akan pernah mau mendengarkan ocehannya


Ada berbagai jenis jajanan di tangan Yu-Cheng, pria itu hanya bisa mengikuti Tuannya kemanapy langkah pemuda cantik itu pergi, akan ada sesuatu yang akan bertambah di tangan Yu-Cheng.


"Yang Mulia, tidakkah ini sudah banyak?" keluh Yu-Cheng


"Xiao Yu, tidakkah ini masih sedikit. Aku belum kenyang, ayo cari makanan lezat lainnya." ucap Yi-Feng berjalan mendahului Yu-Cheng


Yu-Cheng tak bisa melawan, dia lagi-lagi mengikuti langkah pemuda cantik itu. Mereka memasuki salah satu restoran yang ditemui oleh keduanya, memesan beberapa hidangan kecil dan menikmatinya.


Yi-Feng duduk dilantai tiga dengan kamar pribadi, hanya ada mereka saja yang berada disana. Pemuda itu melihat kearah luar jendela, melihat hiruk-pikuk penduduk Ibukota yang sedang beraktivitas di cuaca yang panas ini


Dia memiliki minuman yang membuatnya merasa tetap tenang dan sejuk, setelah makanan habis dari atas meja, Yi-Feng mengeluarkan dua gelas kaca lalu meletakkan nya diatas meja.


"Yang Mulia, apa ini? .. Kenapa bentuknya seperti ini dan bahkan,ini menakjubkan. Dia bening dan.. bagaimana cara menjelaskan nya, ini--"

__ADS_1


"Gelas kaca, kau belum pernah melihatnya?" tanya Yi-Feng terkejut.


"Tidak, Yang Mulia. Ini pertama kali saya melihat gelas kaca ini...Wah, benar-benar sangat bagus. Yang Mulia, terbuat dari apa gelas ini?" tanya Yu-Cheng sambil memegang gelas dengan hati-hati, ia membolak-balik gelas beberapa kali lalu meletakkan nya kembali diatas meja dengan hati-hati.


"Gelas? ..Tentu saja terbuat dari kaca, aku tak mengerti cara pembuatan nya namun itu dipanaskan hingga suhu tertentu lalu dibentuk menjadi berbagai jenis benda, kaca merupakan bahan yang umum ditemui." balas Yi-Feng menjelaskan


"Apakah ini benda yang juga diberikan oleh Guru Anda, Yang Mulia? .. Apakah gelas ini diambil dari Benua barat?" tanya Yu-Cheng, dia terlihat seperti anak kecil di dunia modern yang sangat penasaran terhadap berbagai hal di dunia.


"Bisa dibilang begitu.. sudahlah, ayo bantu aku membuat es buah, hari ini juga sama panasnya seperti kemarin." Yi-Feng menggoyangkan tangannya


"Baik, Yang Mulia." balas Yu-Cheng, dia merasa jika Guru dari Tuannya ini pastilah seseorang yang benar-benar luar biasa.


Yu-Cheng memanggil pelayan dan membawa semua piring dan mangkuk kotor kembali ke luar, menyisahkan meja yang kosong.


Yu-Cheng kemudian mengeluarkan mangkuk keramik dari cincin ruang, serta pisau dan air.


Sedangkan Yi-Feng mengeluarkan buah-buahan, antara lain pisang, mangga, persik, anggur dan beberapa buah lagi. Semu itu kemudian dicuci bersih dengan air, lalu dikupas kulitnya dan dipotong-potong kecil dengan bentuk dadu. Dimasukkan kedalam mangkuk yang ukurannya lebih besar, ditambahkan susu dan sedikit gula. Semuanya diaduk hingga rata, lalu Yi-Feng membekukan air dalam mangkuk yang lain, Yu-Cheng bertugas untuk menghancurkan semua es batu dan ditambahkan kedalam mangkuk buah-buahan.


Setelah selesai, mereka mendapatkan masing-masing dalam gelas berukuran besar. Dua pria dewasa itu mulai menikmati es buah yang sudah dibuat


"Wahh... saya baru tahu jika campuran buah-buahan dapat membuat hidangan yang sangat enak! ..Yang Mulia, Saya akan melayani Anda seumur hidup, benar-benar beruntung bisa melayani Anda dalam hidup saya." Yu-Cheng memberikan hormat pada Yi-Feng dengan menangkup tangannya pada pemuda itu


"Baiklah-baiklah... Habiskan es mu.. Lalu, bagaimana menurutmu jika aku membuka restoran dan es buah menjadi salah satu menunya. Apa orang-orang akan menyukainya?" tanya Yi-Feng.


Dia sudah memikirkan hal ini, selain berjalan-jalan hari ini, dia juga melihat toko mana yang cocok dibeli dan membuka restoran. Ini merupakan peluang bisnis, oke?


Yu-Cheng yang sedang mengunyah berbagai jenis buah dalam sendok nya segera mengangkat kepalanya, "Yang Mulia... Bagaimana orang-orang tak menyukai semua masakan dan minuman yang Anda buat? .. Restoran yang akan Anda buat pasti memiliki banyak pelanggan tetap!


Tapi Yang Mulia...apa Anda serius untuk membuat restoran?" Yu-Cheng menghentikan tangannya yang sedang memegang sendok dan bertanya dengan serius pada Tuannya.


"Tentu saja! ..Aku benar-benar ingin membuka restoran, banyak hidangan baru yang akan aku buat, rasa makanan disini tidak memuaskan hasrat ku dalam makan." balas Yi-Feng

__ADS_1


Yu-Cheng mengangguk setuju, memang semua jenis hidangan yang dimasak oleh Tuannya Sanga lezat. Selain memiliki aroma yang menggoda, rasanya juga tak akan pernah ditolak oleh semua orang!


Mereka mengobrol ringan soal restoran yang ingin dibuka oleh Yi-Feng.


Tiba-tiba, sesuatu membuat Yi-Feng menatap kearah Yu-Cheng dengan serius.


"Ada apa, Yang Mulia?"


"Aku penasaran tentang Nenek buyut Kekaisaran yang dikatakan oleh Kakakku... Seperti apa dia, bisa kau ceritakan padaku?" ucap Yi-Feng


"Maksud Anda, Yang Mulia Ibu Suri?" Yu-Cheng sedikit bersemangat saat menanyakan hal ini


Yi-Feng mengangguk.


"Yang Mulia adalah seorang wanita yang luar biasa... Terlahir dalam keluarga seorang Jenderal kecil di dinasti sebelumnya, dan juga menjadi ksatria wanita pertama di Kekaisaran ini... Banyak hal yang ditemukan oleh Yang Mulia, memiliki kemampuan berbisnis yang sangat baik, bukan hanya itu Beliau bahkan tahu banyak hal tentang ilmu medis." Yu-Cheng tiba-tiba mendekatkan wajahnya dengan tangan yang sedikit menutup mulutnya seperti akan berbisik


"Dan merupakan wanita dengan banyak rahasia." bisiknya


"Ehh, rahasia?" tanya Yi-Feng terkejut.


Yu-Cheng mengangguk, "Benar, Yang Mulia."


"Menurut Anda, mengapa Kekaisaran kita bisa menjadi nomor satu di Benua Utara?" ucap Yu-Cheng


"Aku tak tahu, memangnya kenapa?" balas Yi-Feng


Yu-Cheng bersemangat, bahkan sangat bersemangat. "Yang pertama, sebelum Yang Mulia Ibu Suri naik tahta dan masih menjadi Selir di Istana, banyak hal yang terjadi dan Kekaisaran saat itu sedang lemah karena sesuatu hal, namun Yang Mulia melompat keluar dan membuat beberapa penguasa tak bertanggung jawab mundur dengan cepat.


Yang kedua, Hanya Pensiunan Kaisar lah Putra kandung dari semua penghuni Harem. Pertarungan untuk merebut Tahta tentu saja terjadi didalam Harem, namun Yang Mulia bisa mengatasi hak itu dengan baik... ada banyak rahasia di Istana dan Harem, Saya tak bisa mengatakan hal itu pada Anda, Yang Mulia.


Namun, setelah Kaisar sebelumnya meninggal, ia mengangkat Pensiunan Kaisar menjadi penerus Tahta diusia yang begitu muda. Ibu Suri lah yang berada dalam layar untuk membantu saat itu, hingga pewaris tahta dewasa. Disaat-saat seperti itu, Ibu Suri mulai mendominasi bahkan turun kedalam Medan perang bersama pasukannya. Hal ini diwariskan sampai pada Mendiang Putri Liu-Mei... Dan dengan Putri Liu-Mei yang merupakan Dewi Perang, banyak Kerajaan kecil maupun Kekaisaran tetangga mengangkat tangannya dan menyerah pada Kekaisaran kita..

__ADS_1


Jika diceritakan satu persatu, tak ada kata yang bisa mengungkapkan diri Dua wanita luar biasa ini."


__ADS_2