The Second Prince

The Second Prince
Mike merepon


__ADS_3

Saat ini, Azka masih sibuk dengan urusannya, namun tidak pernah lupa untuk selalu pergi menjenguk tubuh Mike di Rumah sakit


Meskipun dia kesal dengan saudara Mike, namun dia sudah berjanji untuk membantu pria itu.


Hari sudah beranjak malam ketika dia kembali dari kesibukan nya, setelah membersihkan tubuhnya Azka mengenakan Hoodie dan masker, dia kemudian mengambil salah satu mobil di garasi dan meninggalkan mansion.


Untunglah, karena pekerjaannya sebagai aktor, dia harus bisa mengemudi. Beruntung, dalam tiga hari saja pemuda itu sudah mahir mengemudi. Ini karena dalam tubuhnya adalah orang lain, jika ini adalah Azka yang asli maka tentu saja hampir setara dengan seorang pembalap.


Ketika Azka muncul di ruang rawat Mike, dia melihat tubuh dan jiwa yang terpisah. Mike sedang menjaga tubuhnya sendiri


"Kau datang?" Mike menoleh pada Azka yang masuk


"He'em. Bagaimana kabarmu?" balas Azka


Mike mengangkat bahunya, "Seperti yang kau lihat, tidak ada yang berbeda dari biasanya." Mike menghembuskan nafasnya dengan lelah


"Bagaimana dengan promosi nya?" Mike balas bertanya


"Seperti biasanya, cukup sibuk. Aku baru saja selesai dari fan meeting," Azka menjawab dengan santai.


Pergi kearah bangku yang kosong, pemuda itu duduk disana sambil melihat kearah tubuh Mike yang sedang terbaring. Jiwa dan tubuh yang tak bersama memang terdengar aneh, namun hal ini sedang nyata di depan matanya sekarang.


Azka duduk diam, karena tak tahu harus melakukan apa, dia mengeluarkan buku hukum dan kembali membacanya.


Namun hanya dalam beberapa saat, dia tak bisa berkonsentrasi. Jadi, buku itu kembali ia simpan dan malah berjalan kearah tubuh Mike yang tak berdaya, ia kemudian menonton layar monitor yang sedang menampilkan detak jantung pria itu.


Tak ada yang menyenangkan disana, hanya ada bunyi "Titt...Titt...Titt..."


Namun Azka masih dengan serius menonton.


"Kau sangat aneh, apa kau lihat dari alat itu?" Mike tiba-tiba bersuara


"Tak ada, hanya menonton saja." balqa Azka singkat


"Kau sungguh aneh,"


"Hmm, terserah kau menganggap ku apa," Azka kembali menjawab dengan acuh


Azka sedikit terdiam, dia sedang berfikir tentang sesuatu. Tiba-tiba mengajukan pertanyaan pada Mike, "Menurutmu, apakah tubuhmu akan merespon jika ada sentuhan?"

__ADS_1


Mike yang sedang berada disampingnya mengangkat bahunya, "Tak tahu, seperti memang begitu. Entahlah, aku juga tak yakin, aku ini bukan dokter, oke?"


"Cihh!" entah kenapa Azka malah kesal dengan jawaban nya


'Ah, bukankah telapak kaki salah satu yang sensitif? Telinga juga, haruskah aku memiliki sesuatu untuk membuat tubuhnya merespon?'


Azka mengulurkan tangannya dan hendak menyentuh kaki Mike ketika pria itu tiba-tiba menghentikan tindakannya, "Oii, mau apa kau?"


Azka mengangkat kepalanya dan melihat tangan Mike yang sedang menggenggam tangan nya, "Diamlah. Aku akan mencoba caraku, siapa tahu tubuhmu merespon." balas Azka


"Ahh, baiklah. Teruskan," balas Mike dan melepaskan tangannya dari Azka


Meskipun dia hanyalah jiwa tanpa raga, namun dia bisa menyentuh Azka. Berbeda saat ia berusaha menyentuh ayah ataupun saudaranya, tak ada apapun yang bisa digenggam nya.


Azka coba menggelitik telapak kaki Mike, namun tak dia sangka jika roh tanpa tubuh itu juga akan merasakan nya. "Woii, geli tahu! Berhenti"


Azka menoleh, menatap nya dengan tak percaya, "Kau juga ikut merasakan nya?" ia berkedip beberapa kali, benar-benar tak percaya


"Tentu saja" Mike dengan cepat menjawab, karena dia memang merasa geli di telapak kakinya


Azka kembali menggelitik telapak kaki itu, dan Mike kembali menyuruhnya untuk berhenti, namun dengan usil Azka malah semakin berulah


Tanpa mereka ketahui, sesuatu sedang berbunyi dan memperingatkan dokter di suatu ruangan. Melihat bahwa alat itu berbunyi, dokter yang menangani Mike segera mengambil jas dan stetoskop lalu keluar dari ruang pribadi nya.


Memanggil dua suster, mereka segera berjalan dengan cepat ke ruangan rawat.


"Pasien kamar Merpati-2117 memiliki sesuatu yang darurat, ayo lebih cepat!" ucap dokter


Azka yang sedang bercanda dengan Mike tiba-tiba berhenti tawanya saat mendengar suara langkah kaki yang sedang mendekat, dia tiba-tiba memiliki raut wajah panik.


Tepat ketika Dokter mendorong pintu masuk, Azka berhasil bersembunyi di tempat yang strategis. Jantungnya tiba-tiba berdetak kencang entah karena apa


Mike, yang merupakan Rin tanpa tubuh juga terkejut karena dokter tiba-tiba datang.


Dokter itu melihat monitor yang sedang menampilkan statistik detak jantung, ia juga memeriksa hal lainnya. "Detak jantung nya sedikit lebih cepat, lalu ada gelombang yang datang dari otaknya, ini lebih besar dari pada dua Minggu yang lalu." Dokter itu mengucapkan kata-kata itu


"Cepat hubungi pihak keluarga, katakan jika ada kondisi pasien semakin membaik." Dokter masih mengatakan beberapa hal pada suster, mereka kemudian berjalan pergi setelah selesai


Azka yang melihat bahwa mereka telah pergi membuang nafas lega, dia segera keluar setelah memastikan bahwa tiga orang itu sudah menjauh.

__ADS_1


"Lihat, bukankah ini adalah hal yang bagus? Aku-aku akan bangun lagi, kan?" ucap Mike


"Berdoa lah agar kau bisa bangun lagi. Ini suatu perkembangan yang bagus, kalau begitu aku pergi dulu." Azka langsung meninggalkan Mike yang sedang melompat gembira


Sebenarnya, Mike sudah mulai menyerah, sudah sangat lama dan tak kunjung ada sesuatu yang begitu baik terjadi pada tubuhnya.


Azka yang akan pergi kembali mengenakan masker, dia juga menurunkan topi Hoodie, menekan tombol lift dan menunggu sebentar.


Karena ponselnya yang bergetar, Azka menunduk dan melihat pesan masuk. Saat itu juga, pintu lift terbuka dan seorang pria keluar dari sana, namun karena terburu-buru ia menyenggol tangan Azka.


Ponsel Azka jatuh, ia menunduk dan memungut nya sedangkan pria lain yang sedang terburu-buru hanya menoleh sebentar sebelum melangkah pergi, namun berhenti setelah mengambil beberapa langkah, ia menoleh ke belakang namun malah melihat bahwa pihak lain sudah masuk kedalam lift, dan pintu juga sudah beranjak tertutup.


Tak ingin membuang waktu yang baik, pria itu segera kembali melangkah dengan cepat. Ia tiba di kamar Merpati nomor 2117, kamar yang dimana Azka baru saja tinggalkan


Saat memasuki kamar, dia mencium aroma parfum yang asing, namun sudah beberapa kali menciumnya. Tahu bahwa seseorang baru saja pergi, dia sedikit curiga


Dokter juga datang, dan berdiskusi tentang perkembangan adiknya.


"Tanda-tanda vitalnya sangat baik, baru saja otaknya mengeluarkan gelombang yang sangat besar, dan detak jantungnya juga lebih cepat. Tuan, ini merupakan hal yang baik


Dua Minggu lalu juga mirip, namun kali ini lebih kuat dari sebelumnya.


Saya harap, pasien segera bangun dari tidurnya." Dokter mengatakan beberapa kata yang baik, yang membuat pihak lain merasa beban di hatinya sedikit terangkat


"Itu bagus, Mike memang harus bangun. Jika dia tak kunjung bangun dalam waktu dekat, aku akan memukulnya hingga dia bangun" tatapan pria itu tertuju pada adiknya


Ketika dokter keluar, pria itu segera mengeluarkan ponselnya dan mencari sesuatu disana. Kemudian, rekaman hari ini di putar disana


Awalnya tak ada yang terjadi, suster akan masuk dan menggantikan infus, memeriksa beberapa hal kemudian pergi. Namun, setelah beranjak malam, seorang pria dengan Hoodie masuk


Dia duduk dan membaca buku, beruntung dalam kamar itu juga di pasangi penyadap suara sehingga dia bisa mendengar apa yang dikatakan oleh orang ini


Namun, tak menyangka bahwa pria ini adalah pemuda itu, tetangganya sendiri, Azka


Dia kesal, namun tetap mendengar semua ucapan nya, kemudian terlihat sangat aneh saat ada yang menghentikan tangannya, namun jelas-jelas tak ada siapapun disana


Dia hanya menganggap Azka aneh dan bicara sendiri, namun ketika melihat bahwa Azka seperti berdebat dan bercanda bahkan di dorong mundur oleh sesuatu yang tak terlihat, lalu adiknya yang merespon membuat pria itu tak mengerutkan keningnya.


'Jika apa yang dia bilang itu benar, apakah Mike- ada disini sekarang?' Kepalanya terangkat, lalu matanya melihat-lihat sekitar

__ADS_1


"Mike? Kau- ada disini?"


__ADS_2