
Azka langsung dibawa pulang oleh bodyguard nya ke rumah. Meninggalkan Kenzo dengan kebingungan nya
Ketika pulang, saat itu masih terlalu pagi dan hya para pelayan yang telah bangun dan melakukan pekerjaan mereka. Levi maupun Axila belum bangun
Azka kembali kedalam kamarnya, menutup pintu tak lupa menguncinya dari dalam.
Matanya tertuju pada cermin besar didalam kamar mandi, jemarinya menyentuh leher yang memiliki bekas tangan Kenzo.
Yah, cengkraman tangan itu lumayan kencang dan membuat bekas disana.
Pikirannya melayang, lalu mengingat jika Ayahnya (Kaisar Lio-Guan) dan kakak kembarnya tak pernah melakukan sesuatu yang kasar padanya, kali ini, saat dia akan membantu orang lain malah diperlakukan kasar.
Mau bagaimana pun, harus diakui jika dia sebelumnya adalah anak emas dari seorang Kaisar, dan kesayangan dalam istana. Bahkan kakak kembarnya juga menjadikan nya sebagai adik emas yang akan selalu diperlakukan dengan sangat baik.
Yah, meskipun dia tak sering berinteraksi dengan kakak dan keluarga nya di Istana, dulu.
Azka mencuci tangannya, matanya penuh dengan ketidak sukaan saat mengingat Kenzo mencekiknya.
Karena ia tak mengontrol emosinya, tanpa dia ketahui, air yang menyentuh tangannya malah membeku.
Percikan air itu jadi membeku dan jatuh kedalam tempat penampungan.
"Azka aku benar-benar minta ma-af" Reza yang mengikuti Azka sedikit terlambat masuk kedalam kamar, lalu saat ia masuk kedalam kamar mandi dan akan minta maaf, ia terperangah saat melihat air yang membeku hanya karena terkena tangan pemuda itu.
Azka mengangkat pandangan nya dan menatap Reza dari cermin, namun ia tak mempedulikan pria itu. "Keluar!"
Reza sepertinya bisa merasakan emosinya sehingga dengan patuh keluar dari kamar mandi, namun ia tetap terkejut melihat air yang membeku tersebut.
Azka akhirnya melihat kearah tumpukan es yang berada di penampungan cuci tangan, namun ia tak mempedulikannya.
Pemuda itu segera melepaskan pakaiannya dan menenangkan dirinya dibawah guyuran air shower, ia tak mau mengingat Kenzo lagi. Baiklah, dia akan membantu Reza dengan cara lain saja, dengan mengambil jalan yang lebih aman dan tak akan mendapatkan perlakuan kasar.
"Itu lebih baik," gumam Azka.
Kenzo disisi lain, tentu saja ia tak percaya pada yang dikatakan oleh Azka.
Bagaimana pun, Kenzo tak akan pernah percaya dengan hal-hal berbaur spiritual, hantu dan sebagainya. Baginya, semua itu hanyalah omong kosong!
Pria itu juga kehilangan niat untuk berlari kembali ke rumah, dia malah menelpon seseorang untuk menjemputnya dan kembali ke rumah.
'Apakah dia bisa dipercaya?' pikir Kenzo.
Jika mau berkata jujur, dia sering merasakan kehadiran adiknya namun saat ia melihat, tak ada siapapun disana. Apakah yang dikatakan oleh orang itu memang benar?
__ADS_1
Namun, Kenzo dengan cepat menepis pikiran itu.
"Periksa Cctv dan cari tahu siapa orang berada didepan saat pukul 05:17 tadi. Aku ingin mendapatkan jawaban nya saat sarapan," ucap Kenzo sambil memasuki kamarnya
Pria yang sepertinya merupakan asistennya mengangguk, "Baik, Tuan." ia kemudian berbalik dan melakukan perintah Kenzo
Saat setelah sarapan, Kenzo menerima informasi yang berada dalam bentuk file di tablet yang disodorkan oleh asistennya.
"Pria itu merupakan Azka Leon Remanov, adik dari Nona Axila Lian Remanov. Azka memulai karirnya dengan berbagai konten di YouTube, kemudian beralih ke dunia modeling dan saat ini sudah berada dalam dunia Akting selama 3 tahun. Ia memerankan banyak karakter dalam berbagai Drama.
Dua bulan yang lalu, dia mengalami kecelakaan di Shanghai dan membuat dirinya Amnesia, dan lagi ada kabar jika Azka menjadi seorang Indigo. Terbukti dari beberapa media yang mengundang nya untuk wawancara serta acara televisi horor yang ia hadiri," asisten itu menjelaskan informasi yang dia ketahui setelah menyelidiki tadi.
Kenzo juga membaca informasi itu di tablet, ia terus menggeser layar dan membaca latar belakangnya.
'Seorang indigo?' batin Kenzo.
"Cari tahu bagaimana perilakunya dan kabarkan padaku, sesuatu yang aneh atau apapun itu.' ucap Kenzo sebelum meninggalkan meja makan.
.............
"Aiyoo... siapa yang makan dengan lahap ini, hmmt?" goda Levi pada Rose yang sedang memakan bubur nya.
"Ose," balas bayi kecil itu. Yah, meskipun ucapannya belum jelas, namun telah meningkat. Dari yang sebelumnya hanya tahu menangis, sekarang sudah mulai bicara dengan sedikit lebih jelas
"Whahahah.." anak itu membalas dengan tertawa bahagia
"Tuan, Nona muda sudah mulai bisa berjalan meskipun hanya beberapa langkah saja." lapor sang pengasuh
"Sungguh? ..Ini kabar yang menggembirakan, ohh.. Daddy tak sabar ingin melihatnya sayang." ucap Levi lagi
"Yah, ini sangat menggembirakan. Mari kita lihat Rose berjalan nanti," sambung Axila juga dengan tersenyum bahagia.
Tapp... Tapp... Tapp!
Langkah kaki yang menuruni anak tangga terdengar, mereka menoleh dan mendapati Azka yang menuruni anak tangga.
"Selamat pagi, semuanya." sapa Azka dengan nada bahagia
"Pagi," balas Levi dan Axila bersama
"Pai." Anak bayi itu juga membalas Azka dengan terus memakan buburnya.
"Selama lagi, Tuan muda."balas sang pengasuh
__ADS_1
"Selamat pagi, Tuan muda." balas para pelayan juga
"Aku tak terlambat, kan?" Azka melihat jika hanya dia saja lah yang belum hadir di ruang makan.
"Tidak, kami yang lebih awal." balas Levi
"Ada kabar gembira," ucap Axila
"Apa itu?" tanya Azka sedikit penasaran.
Pelayan yang berada dibelakang kursi Azka segera maju dan mengambilkan makanan untuknya dan menaruhnya di piring. Sama seperti kebiasaan makan seorang bangsawan, seperti inilah sekarang. Para pelayan akan berada di belakang kursi para Tuan dan melayani saat mereka makan.
"Rose sudah mulai berjalan dengan lancar, bukankah ini kabar yang menggembirakan?" Levi berkata dengan sedikit pamer.
"Oh, itu sangat baik. Keponakan ku memang yang terbaik," Azka menoleh dan menyentuh pipi bayi itu dengan sedikit gemas
Rose membalas dengan tertawa senang saat pipinya di cubit pelan oleh Azka.
"Ohh... mengapa kau sangat menggemaskan?" Azka menekan pipi bayi itu dengan telunjuknya lagi sebelum beralih mengambil sumpit dan memakan sarapannya.
......
"Ayo bangun lagi.... kau bisa, ayo."
"Rose sangat menggemaskan. Ayo bangun lagi."
"Nona muda sangat pintar, sudah bisa berjalan sendiri."
"Anak Daddy, ayo bangun... Jangan duduk lagi, ayo bangun dan kemari."
Semua orang berada di ruang keluarga dan melihat Rose yang sedang berlatih jalan. Anak itu meskipun jatuh berulang kali, namun kembali bangun saat semua orang memberikan nya semangat.
Ia akan menoleh pada orang tuanya, dengan kaki kecilnya ia mulai bangun lagi dan berjalan dengan perlahan, kemudian setelah dekat dengan Levi dan Axila, bayi itu tiba-tiba berjalan lebih cepat sebelum akhirnya tiba dalam pelukan orang tuanya.
Levi sangat senang saat Rose tiba di depannya, ayah muda itu mengangkat Rose dan membuangnya ke udara kemudian akan menangkapnya lagi. Hal ini berulang beberapa kali
Rose, anak itu bukan ketakutan namun malah tertawa dengan gembira.
Kemudian Rose akan diletakkan lagi diatas lantai berlapis karpet berbulu, anak itu berjalan lagi ke Axila. Dan ibu muda itu akan mencium pipi berlemak bayi tersebut, membuat Rose tertawa bahagia karena merasa geli.
Kemudian, ia berjalan lagi ke arah Azka dan memeluk pemuda itu.
Azka akan menyambutnya dengan senang hati, pemuda berwajah imut itu membawa Rose berlarian didalam ruangan selama beberapa saat.
__ADS_1
Rose akan kembali berjalan lagi dan mengelilingi mereka beberapa kali, dan akan disambut dengan bahagia oleh semua orang.