The Second Prince

The Second Prince
Dilarang keluar


__ADS_3

...Zaman Kuno......


...________________________________...


Saat ini musim telah sepenuhnya berganti, dari musim semi ke musim panas. Karena cuaca yang cukup bagus, Yi-Feng memutuskan untuk keluar dan berjalan-jalan di Ibukota. Namun, dia harus pergi dan melihat situasi terlebih dahulu.


Saat melangkah ke ruang kerja Kaisar, dia melihat beberapa pengawal yang sedang berjalan disekitar sana.


"Apakah Ayah Kaisar ku berada di dalam?" tanya Yi-Feng pada salah satu pengawal.


Pengawal itu membungkuk, memberikan hormat sebelum akhirnya menjawab. "Menjawab Yang Mulia, Kaisar saat ini sedang berada diruang kerja bersama Yang Mulia Pangeran Mahkota."


"Kakakku juga berada disana? ... Baiklah, terima kasih infonya." ucap Yi-Feng, dia berlalu dari sana dan menghampiri pintu yang sedang dijaga oleh dua pengawal dan terdapat seorang Kasim disana.


"Katakan pada Ayah Kaisar, aku berada disini." ucap Yi-Feng pada sang Kasim.


Kasim itu menerima perintah Yi-Feng, dia memasuki ruang kerja Kaisar sebelum akhirnya keluar setelah beberapa menit kemudian.


"Yang Mulia, Baginda menginjikan Anda untuk memasuki ruang kerjanya." ucap sang Kasim


"Baiklah, terima kasih telah membantu." Yi-Feng menatap pada dua pengawal yang dengan segera membuka pintu dan mempersilahkan dia untuk masuk.


Ini pertama kalinya dia memasuki ruang kerja Kaisar, Yi-Feng melirik sekitarnya sebentar sebelum akhirnya matanya menatap pada orang-orang yang saat ini juga sedang menatapnya.


"Hehehe.." menunjukkan giginya yang putih bersih, Yi-Feng berjalan kearah mereka.


"Salam kepada Ayah Kaisar dan Kakak, apa yang sedang kalian diskusikan?" Yi-Feng bahkan tak memberikan ucapan formal, dia bahkan menata kedua orang yang sedang menatapnya, juga seorang Kasim disisi ayah Kaisar nya dengan santai dan polos.


Yi-Fang menahan nafasnya sebentar, tatapan adiknya ini sangat berbahaya. Ini membuat jantungnya berolahraga sebentar karena keimutan anak ini, dia harus bersyukur karena adik kembarnya ini mengenakan topeng diwajahnya, jika tidak wajah cantik itu pasti akan menunjukkan keimutan yang membunuh seseorang.


Disisi lain, Lio-Guan juga merasakan hal yang sama, bahkan anak perempuannya yang penurut tidak memiliki hal unik ini, hanya putra keduanya saja yang memilikinya!


"Mengapa kalian berdua diam? ..Apa yang terjadi, apa aku mengganggu diskusi kalian semua?" ucap Yi-Feng lagi, dia menatap keduanya secara bergantian.


Kasim yang berdiri disebelah Lio-Guan juga kebingungan dengan dua orang yang Mulia ini, apa yang terjadi?

__ADS_1


"Tidak, kau sama sekali tidak mengganggu. Hanya saja, kami sedang bekerja...Jadi, apa kau membutuhkan sesuatu? Atau ingin buku baru lagi? ..Ayah dan kakakmu akan menyiapkan buku baru untukmu, kau tak perlu datang kesini hanya untuk meminta buku baru." ucap Lio-Guan dengan terus-menerus tanpa mengetahui jika pertanyaan yang ia ajukan membuat Yi-Feng yang ingin menjawab jadi sedikit kebingungan.


"Buku baru? ...Aku tak menginginkan nya, sudah banyak sekali buku yang menumpuk disana. Mataku bahwa sakit melihat semua itu," keluh Yi-Feng. Siapa juga yang ingin membaca buku-buku dengan tulisan China kuno ini?


Ini bahkan berbeda dari bahasa Mandarin yang dipelajarinya dari guru les di zamannya, beruntung tubuh pangeran yang dia gunakan selalu membaca buku sehingga dia otomatis bisa membaca dengan tulisan China kuno ini.


Yi-Fang sedikit bingung dengan adik kembarnya, bukankah anak ini sangat gemar membaca buku? .. Mengapa dia seperti menghindar dari buku sekarang?.. "Jadi, jika bukan karena buku baru, lalu apa yang membuatmu bahkan rela keluar dari Istana Bulan?" ucap Yi-Fang


"Wah kakak, kau benar-benar sangat kejam. Apa yang kau maksud, aku tak boleh keluar dari Istana Bulan?" Yi-Feng dengan cepat menanggapi hal ini, sedikit tersinggung. Apakah rencananya untuk keluar bermain akan dihalangi kali ini? .. Sepertinya dia harus kembali ke Istana Bulan lagi.


"Bukan maksudku melarang mu keluar dari Istana Bulan, hanya saja kau tak pernah mau mengambil inisiatif untuk datang ke ruang kerja Ayah Kaisar." jelas Yi-Fang dengan cepat, dia tak ingin adik kembarnya menjadi salah paham padanya.


"Aku bosan, tak ada yang bisa kulakukan jadi aku bermaksud untuk pergi keluar dan bermain sebentar. Aku datang untuk melihat apa yang bisa kulakukan, jadi apa yang sedang kalian bicarakan?" Yi-Feng memandang kedua orang dan mengabaikan Kasim yang terus berdiam diri.


"Aku memanggil Kakakmu untuk melihat kasus kematian berantai dalam suatu keluarga, jika kau ingin bermain diluar maka pergilah.. ini bagus untukmu," ucap Lio-Guan


"Kematian berantai?" Dia cukup terkejut sebentar, lalu kenangan membawanya pada masa dimana dia pernah beradu akting, dimana karakternya adalah seorang detektif kepolisian.


Itu drama yang cukup seru, karena didalamnya terjadi beberapa adegan menegangkan. Yah, sepertinya dia harus mengalihkan perhatiannya untuk mengikuti Yi-Fang saja dari pada bermain diluar sana.


"Tentu, kasus ini terjadi pada sekitar malam atau subuh. Pengadilan baru memberikan informasi ini, jadi aku harus pergi dan melihat bagaimana kasus ini terjadi." ucap Yi-Fang serius


Yi-Feng mengangguk, "bolehkah aku ikut?" ucapnya dengan polos


Uhukk.. uhukk..


Lio-Guan yang baru saja mengangkat cangkir dan meneguk teh segera batuk begitu ucapan Yi-Feng selesai.


"Tak boleh!" ucap Lio-Guan dan Yi-Fang bersama, mereka keberatan dengan keinginan ini. Mereka menolak dengan keras!


"Kenapa? ...Aku ingin melihat kasus ini juga, kenapa tak boleh?" tentu saja dia heran, Yi-Feng menatap kedua orang ini dengan bingung.


"Kau boleh meminta apa saja, namun tidak dengan pergi untuk melihat kasus ini. Ayah tak mengijinkan mu untuk ikut, jika kau keras kepala maka kau akan mendapatkan hukuman!" Lio-Guan yang biasanya memanjakan Yi-Feng tiba-tiba bersikap tegas padanya sekarang, padahal beberapa menit yang lalu ia masih menggunakan kelembutan dalam bicara dengan putranya ini.


"Aku juga tak mengijinkan mu untuk ikut. Aku benar-benar melarangmu kali ini, tunggulah beberapa hari dan aku akan mengajakmu untuk keluar, bukankah kau ingin ke laut? Kita bisa melakukannya lusa." tolak Yi-Fang, bahkan menawar dengan adiknya itu ini.

__ADS_1


"Ta-tapi kenapa?... kenapa kalian tiba-tiba melarangmu seperti ini?" tentu saja dia bingung, selama dia berada di dunia entah berantah ini, mereka semua selalu memanjakan nya. Bahkan ketika dia bersikap tak sopan, mereka selalu mentolerir nya. Kenapa sekarang tiba-tiba berubah? Apa yang salah dengan dia ingin ikut?


"Xian Yi-Feng, apa kau melupakan kelebihan mu? ...Kau tak boleh keluar untuk hari ini, besok bahkan lusa sebelum aku menyelesaikan kasus ini. mengerti?!" Yi-Fang melarang adik kembarnya untuk keluar demi kebaikannya, dia tak salah bukan?


Lio-Guan bisa merasakan kegelisahan dari putra keduanya, anak ini tiba-tiba merasa tak nyaman, bahkan sedikit ketakutan lada mereka. Menekan rasa gelisah dalam hatinya, dia memanggil Yi-Feng untuk mendekati mereka. "Feng'er, duduk disini" tunjuk Lio-Guan pada sampingnya


"Ba-baik," Yi-Feng bisa merasakan atmosfer yang berbeda, dia menarik dirinya kesamping Lio-Guan.


"Kau bersikap tenang akhir-akhir ini, kau juga keluar dari Istana Bulan tanpa ketakutan, bisa membedakan yang nyata maupun tak nyata (hantu). Apakah telah terjadi sesuatu padamu sebelumnya?" tanya Lio-Guan dengan sedikit nada kelembutan.


Yi-Feng gugup, apakah ada sesuatu yang terjadi sebelumnya? maksudnya, apa yang terjadi pada Pangeran ini sebelum dia memasuki tubuh ini?


Dia kehilangan sebagian besar ingatan dari tubuh Pangeran ini, oke? Hanya skema dari Selir Agung Lu dan Pangeran ketiga lah yang dia ingat. Penderita di Istana dingin yang asing dan tak nyaman itu juga berada diingatan nya, dan saat dimana Pangeran kedua dibunuh oleh Pangeran ketiga juga dia ingat.


Namun selain itu, semua ingatan tak ada. Dia kehilangan ingatan-ingatan itu, seolah memori otaknya dihapus.


Saat tiba di dunia ini, dia hanya mengandalkan sisa ingatan untuk mengenali keluarga kekaisaran ini, siapa Ayah dan ibunya, bahkan dia tak mengenali Selir Mo dan Li-Fei. Jadi, apa yang terjadi sebelum itu?


"Feng'er, sebagai Ayahmu, aku tahu jika kau telah menyembunyikan sesuatu. Namun karena kau bertindak baik akhir-akhir ini, aku membiarkannya. Apakah telah terjadi sesuatu padamu?" Lio-Guan bisa melihat jika Putra keduanya terlihat sedikit gelisah. Apakah tebakannya benar?


"Seperti yang Ayah Kaisar katakan, aku juga tahu kau telah menyembunyikan sesuatu. Sekarang, katakan apa yang terjadi," Yi-Fang juga angkat bicara.


"Se-sebenarnya aku... aku,"


'Aku bukan putra dan adikmu. Aku Azka dari masa depan,' ingin rasanya dia mengatakan hal ini, namun tak bisa.


"Apa, kenapa kau tak mengatakan nya?" tanya Yi-Fang tak sabaran.


"Sebenarnya, aku... kehilangan ingatanku, aku-"


Prakkk!!


cangkir yang berada ditangan Lio-Guan tiba-tiba terjatuh dari genggamannya, matanya langsung menatap serius pada putra keduanya.


Begitu juga dengan Yi-Fang, dia merasa seperti disambar petir disiang bolong. Detak jantungnya tiba-tiba saja meningkat, adiknya kehilangan ingatannya?

__ADS_1


__ADS_2