
Mobil berhenti, Azka juga keluar dari sana dengan Joan dan memasuki supermarket.
Ada masker dan topi yang menutupi kepalanya, ini untuk menyamarkan kehadirannya di depan umum. Yah, semua orang tahu jika ada fans yang benar-benar nekat dan mungkin mengambil gambarnya saat berkeliaran tanpa pengawalan seperti saat ini.
Joan juga mengenakan masker dan topi saat mengikuti Azka disampingnya.
.......
Tangan yang putih dan terlihat mulus dan lembut itu terangkat dan mengambil bungkusan berwarna hitam dengan merek Xxxxx dengan gambar seorang wanita dan ada benda putih disampingnya.
Pria dengan masker diwajahnya itu membaca apa saja yang tertulis di bungkusan, namun entah mengapa ia mengangkat wajahnya dan melihat ke sekeliling dengan bingung.
Tatapannya polos, kepalanya miring sebentar karena orang-orang yang menatapnya adalah sekumpulan wanita. 'Apa yang terjadi?' batinnya
Azka mengangkat bahunya dengan santai, lalu pergi dari rak p3mbalut dan berpindah dari sana. Saat itu lah tatapan-tatapan itu berhenti mengikutinya
Joan berdiri dengan jarak lima meter dari Azka, wajahnya merah dibalik masker karena tatapan orang-orang ini seperti menelanjangi nya. Ini membuatnya tak nyaman, saat Azka melangkah pergi saat itu juga Joan mengambil langkah dan mengikutinya.
Langgar beberapa rak, ada deretan makanan ringan dengan berbagai jenis rasa, bentuk dan merek yang dibungkus.
"Hehehee... mari berpetualang dengan makanan ringan" gumam Azka, dia dengan cepat mengambil troli dan mulai memasukan bungkusan makanan ringan kedalam troli, masing-masing dari mereka diambilnya dua. Ada rasa yang belum dicoba? Ayo ambil!
Keripik kentang, keripik singkong, dan semua keripik dengan rasa yang berbeda dimasukkan kedalam troli.
Joan mengikutinya dari belakang, 'bisakah bocah ini berhenti sekarang? ..Tuan Besar tidak akan mengijinkan nya makan semua makanan tidak sehat ini! Apa yang harus kulakukan? Huhuhuu(╥﹏╥)' Joan menangis dalam hatinya, merasa sedih untuk semua makanan ringan yang masuk kedalam troli.
Ini semua bukan tanpa alasan, setiap kali Azka membeli atau makan makanan tidak sehat semacam ini, maka semua itu akan dibuang. Tidak peduli apakah enak atau tidak, orang-orang yang berada di rumah akan membuangnya
Joan menggelengkan kepalanya, sepertinya dia harus melakukan hal itu lagi. Padahal titipan Nyonya hanya satu, lalu mengapa ada banyak barang yang masuk kedalam troli?
Azka lalu mendorong troli ke deretan buah-buahan, ia memasukkan apel, salak, buah naga, stroberi dan semangka kedalam troli. "Sepertinya sudah selesai!" ucapnya dengan semangat
__ADS_1
Ia mendorong troli ke arah kasir, dimana terdapat beberapa orang yang sedang mengantri juga disana. Lalau menunggu gilirannya dengan sabar
Joan mengantri disampingnya, lalu ketika tiba giliran mereka, segera troli diambil lalu pria yang menjadi kasir tersebut segera mulai menghitung
"Tunggu Mas, ada beberapa barang yang nggak jadi diambil. Biar saya bantu yah," ucapnya dengan tenang
Azka yang berada disampingnya merasakan firasat buruk, ia menatap Joan dengan antisipasi.
Joan mulai mengeluarkan buah-buahan yang kemudian mulai dihitung, kemudian ia mulai mengambil makanan ringan dan diletakkan kedalam keranjang yang tak jadi dibeli.
Tatapan Azka jadi menyala, bibirnya mengerucut dibalik maskernya saat melihat bahwa makanan ringan yang belum pernah ia coba dimasukkan kedalam keranjang, sedangkan biskuit sajalah yang diberikan pada kasir untuk dihitung.
Kini, tersisa dua benda didalam troli, p3mbalut dan satu keripik singkong rasa rumput laut, ia langsung mengambilnya dengan cepat dan merobek bungkusnya. "Hehehee, maaf... tanganku tergelincir," ucapnya pada Joan
Joan hanya bisa mengambil nafas panjang, sebelum akhirnya ia menatap pada p3mbalut yang berada paling akhir dan belum disentuh. Saat tangannya terulur dan akan mengambilnya, ia kalah cepat dengan Azka yang sudah mengambilnya dan diberikan pada kasir untuk dihitung.
"Totalnya 455 ribu, Mas." ucap Kasir
Azka mengangguk, ia mengambil dompet dari sakunya sebelum akhirnya mengeluarkan kartu berwarna hitam, sang legendaris yang hanya dimiliki oleh orang-orang kaya
"Terima kasih, silakan berkunjung lagi." ucap Kasir pada dua pria itu yang sama-sama mengenakan masker
Dia pikir, mungkin saja mereka merupakan sepasang kakak beradik, terlihat dari sikap yang ditunjukkan oleh Joan yang terlihat lebih dewasa. Mungkin saja itu kartu kakaknya namun dia lah yang memegangnya . Batin Kasir itu
Azka mengembalikan dompetnya pada kantor celananya lalu berbalik dengan bungkusan makanan ringan yang berada ditangannya. Biarkan Joan yang membawa semua belanjaan, bukankah dia pria baik hati? Hehehee
Lagi pula, aku mau makan. Bagaimana cara memegang? ...Dia juga menyebalkan, padahal semua itu terlihat enak. Batin Azka dengan tidak bersalah
Joan yang mengikuti dari belakang tidak berdaya, namun dia meminta bantuan para pekerja disana untuk membawakan barang-barang mereka ke mobil.
Azka asik dengan Snack ditangannya sampai tidak memperhatikan jalan, dia menundukkan kepalanya dan tak melihat kedepan hingga akhirnya...
__ADS_1
Brugg!!
Ada seseorang yang dia tabrak secara tak sengaja, dengan refleks yang cepat Azka langsung meraih pinggang orang itu sebelum kecelakaan kecil terjadi
"Maafkan aku, apa kau baik-baik saja?" tanya Azka dengan khawatir, dia sudah tak peduli pada bungkusan Snack yang jatuh dan menumbuhkan isinya.
"Yah, aku baik-baik saj- Azka?!"
Yang ditabrak oleh Azka merupakan seorang gadis muda, mungkin berada di awal 20-an tahun. Namun selain itu.....
"Yah, maaf. Aku yang ceroboh, syukurlah jika kau baik-baik saja." balas Azka tapi tunggu, mengapa wanita didepannya terlihat sedikit familiar
Melihat bahwa memang orang ini adalah dia, gadis itu langsung akan melarikan diri namun malah ceroboh dan menjatuhkan dirinya sendiri.
Hal ini akhirnya menarik perhatian banyak orang, mereka segera melihat apa yang terjadi
Joan yang berada dibelakang juga terkejut, terlebih kembali melihat wajah orang yang sama. Emosinya langsung meluap dengan mata yang tiba-tiba merah, tangannya juga mengepal
'Sial! Bukankah sudah kubilang? Mengapa dia malah muncul lagi dihadapan Azka? Batin Joan
"Kau baik-baik saja Nona?" Azka kembali menolongnya, ia berjongkok untuk memastikan wanita itu baik-baik saja
"Yah, aku baik-baik saja. Maaf, ini salahku.. Aku permisi," gadis itu langsung terburu-buru keluar dan berlari untuk menghindari Azka. Tidak, lebih tepatnya orang yang kini berada dibelakang Azka
'Apa yang terjadi?' Azka tiba-tiba bingung, situasi macam apa ini? Apakah dia memiliki sesuatu yang menakutkan disini? .. Sesuatu yang menakutkan hanyalah melihat hantu untuknya, tapi apakah gadis itu juga bisa melihat hantu?
Azka Menatap kearah perginya gadis itu, namun Joan menepuk pundak Azka. "Gadis itu yang ceroboh dan membuat dirinya jatuh sendiri, jangan dipikirkan. Ayo pulang"
"Baik, ayo." balas Azka dan meninggalkan supermarket lalu memasuki mobil. Belanja sudah disimpan oleh supir sehingga dia bisa kembali bersantai
'Namun, tunggu! Bukankah dia benar-benar familiar? ...Aku pernah melihatnya, namun dimana?'
__ADS_1
......______________......
Selamat merayakan hari raya Idul Fitri, Mohon maaf lahir dan batin