The Second Prince

The Second Prince
Chapter 140


__ADS_3

Pada sore hari sekitar pukul empat, Tang Jingmi telah tiba di Istana Bulan. Ia melihat Tembok yang menjadi pagar, tinggi dan kokoh namun juga terlihat sangat halus.



Ketika dia melewati gerbang, ia disambut dengan pemandangan yang memanjakan mata. Dihalaman depan, terdapat berbagai jenis warna indah yang berasal dari bunga-bunga.


Itu di rawat dengan sangat teliti, sehingga membuat taman ini terlihat indah. Ditambah, warna-warni bunga di bagi dan tidak dicampur aduk, di tata dengan sangat baik.


Berbeda dengan taman kecil di tempat ia tinggal, dan di kediaman yang ia miliki di pulau Dang.


Karena telah di beri undangan, tentu saja Yu-Cheng juga mengatakan pada semua pelayan jika sore ini akan ada tamu yang datang, tentu saja Tang Jingmi, yang merupakan tunangan dari Pangeran Kekaisaran Xian Yi-Feng.


Yu-Cheng ini, bisa dibilang dia lah yang paling dipercaya oleh Yi-Feng, tentu saja karena Yu-Cheng adalah pelayanan pribadi Yi-Feng. Jadi, statusnya sudah pasti lebih tinggi dari pelayan lainnya.


Bahkan, jika Yu-Cheng mau, dia bisa berlaku seenaknya pada pelayan lainnya yang memiliki pangkat lebih rendah. Namun, hal itu tidak terjadi karena Yu-Cheng juga bisa dibilang memiliki hati bak seorang Buddhis. Dia memiliki hati yang baik, dengan sikap yang juga tegas namun ini malah menjadi nilai plus Dimata semua orang.


Pangeran Yi-Feng yang sebenarnya tidak mengusir Yu-Cheng, tentu saja karena hatinya yang bersih. Meskipun dia anti sosial, namun semua kebutuhan juga di siapkan oleh Yu-Cheng.


Yu-Cheng harus memiliki sikap yang tegas, jika tidak maka bisa saja Pangeran Yi-Feng akan ditindas oleh pelayan karena sikap antisosial nya.


Yu-Cheng sudah menunggu di depan pintu, ia pergi menyambut Tang Jingmi dengan sopan. Pertama, ia menundukkan kepalanya lalu memberikan salam.


"Nona muda, mari ikut saya. Yang rendah ini akan membawa Nona ke paviliun samping, Yang Mulia telah menunggu Anda di sana." ucap Yu-Cheng


"Eh? Yang Mulia menunggu saya?" Tang Jingmi cukup terkejut, karena dia telah di tunggu oleh pria yang menjadi tunangannya.


"Benar, Nona. Mari ikut saya," balas Yu-Cheng sambil menunjuk jalan.


Mereka melewati jalan samping, disana terdapat lorong yang lumayan panjang. Sepanjang jalan, matanya selalu dimanjakan oleh bunga-bunga yang ditaman, lalu ia juga terus memperhatikan setiap sudut yang ia lewati.


Dalam hatinya, ia benar-benar kagum pada tempat ini, dia sangat senang menjadi Tunangan dari Pangeran kedua Kekaisaran, karena seperti yang di romorkan, Kaisar sangat mencintai anak-anak nya dan menjadi Tunangan Yi-Feng adalah keberuntungan. Dimasa depan, jika dia menikah dengan Yi-Feng maka dia akan menikmati semua kemewahan dan kemuliaan ini.


"Kau, siapa namamu?" Tang Jingmi membuka suara sambil melirik Yu-Cheng

__ADS_1


"Menjawab, Nona. Nama saya Yu-Cheng," ucap pria itu.


"Kau pelayan pribadi Yang Mulia Pangeran, bukan?"


"Iya, Nona." balas Yu-Cheng


"Apa Yang Mulia memiliki Selir di Istana ini?" Dengan santai, Tang Jingmi menanyakan hal itu


'Wanita ini, apa yang akan dia lakukan?'. batin Yu-Cheng


"Nona muda, sepertinya Anda ingin lebih mengenal Yang Mulia. Akan lebih baik jika Anda menanyakan hal ini langsung pada Yang Mulia," balas Yu-Cheng.


'Beraninya pelayan rendahan ini bersikap kasar padaku! Aku adalah tunangan Pangeran, namun dia berani bersikap kasar padaku? ... Liga saja, kau akan mendapatkan pelajaran jika aku mengadukan hal ini pada Pangeran!'


Dengan itu, Tang Jingmi menaruh dendam pada Yu-Cheng, dia langsung tak menyukai pelayan ini.


Yu-Cheng juga tak ambil pusing, bukankah gadis ini juga sudah mencari tahu seperti apa Yang Mulia Pangeran dari orang-orang?


Dari kejauhan, Tang Jingmi telah melihat Yi-Feng yang sedang duduk sambil membaca buku, ada pula beberapa pelayan yang sedang memainkan Guqin disana, untuk menghidupkan suasana.


Tang Jingmi langsung menyiapkan skenario yang sudah ia susun dalam perjalanan, dia menjadi lebih bersemangat.


Di sisi lain, Yongxi yang baru saja bangun tidur ingin bertemu dengan Ayah baptisnya. Namun, semua orang telah mengetahui jika Yi-Feng memiliki tamu sore ini, dan akan minum teh bersama.


Yongxi berjanji hanya akan melihat Ayah baptisnya dari kejauhan saja, dia ingin melihat bagaimana ayahnya memperlakukan Wanita yang akan menjadi istri masa depannya. Calon ibu tiri ini, Yongxi sudah tak menyukainya ketika pertama kali bertemu.


Dia memiliki firasat buruk tentang Calon ibu tiri ini, jika ayah baptisnya menikah dengan wanita yang buruk ini, apa yang akan terjadi kedepannya? Dia merasa takut. 'Haruskah aku menghentikan Papa bertemu dengan wanita jahat itu? Namun, mereka pasti telah bersama saat ini.'


Awalnya, Yongxi bersembunyi dengan sangat baik. Namun, ketika dia melihat jika wanita yang seharusnya bersama Ayah baptisnya belum tiba, Yongxi berniat untuk mengatakan firasat buruknya pada Ayah baptisnya.


Namun, ketika fokusnya hanya tertuju pada Yi-Feng, tanpa melihat sekitarnya dia berlari dengan cepat kearah paviliun.


Disaat yang sama, di pertigaan kecil itu, muncul Tang Jingmi bersama para pelayan pribadinya. Tang Jingmi berada paling depan, sedangkan Yu-Cheng satu langkah di belakang gadis itu

__ADS_1


Tiba-tiba saja, Yongxi merasa jika sesuatu menghadang jalannya, begitu pula dengan Tang Jingmi.


Tanpa bisa menghentikan diri, Yongxi tanpa sengaja menabrak Tang Jingmi lalu terjatuh


Brugg!


Yongxi langsung terpental dan jatuh di tempat, sedangkan Tang Jingmi kehilangan keseimbangannya. Namun, karena Yu-Cheng berada satu langkah di belakang tubuhnya, Yu-Cheng juga refleks menahan gadis itu agar tidak jatuh ke belakang.


Tang Jingmi yang merasa di serang tiba-tiba langsung meneriaki orang yang sudah menabraknya.


"Gadis bodoh ini! Bagaimana bisa ada anak-anak di sini? Anak siapa ini? ...Apakah dia tak diajari sopan santun oleh orang tuanya? Bagaimana bisa berlarian di Istana Pangeran?!"


Pelayan pribadi juga langsung membuka mulut dan memarahi anak yang sudah berani menyerang Nona mudanya.


"Bodoh! Beraninya kau menyerang Nona muda kami!"


"Siapa orang tuanya, kenapa membawa anak yang kurang ajari ini dan membiarkan nya berlarian?!"


Sedangkan Yu-Cheng sendiri, dia terkejut karena yang menabrak Tunangan dari Pangeran adalah Putri Kerajaan itu sendiri.


"Putri, apakah Anda baik-baik saja? Bagaimana bisa Anda berlarian seperti ini? .. Lihat, apakah Anda terluka?" Yu-Cheng langsung menggendong Yongxi dan bertanya, dia juga memeriksa apakah Yongxi terluka


Tiga wanita itu, Tang Jingmi dan dua pelayan pribadinya merasa sangat terkejut.


Pelayan pribadi Pangeran beraksi begitu mengejutkan mereka, terlebih di panggil 'Putri'?


Tang Jingmi melihat wajah yang tertunduk itu, merasa familiar dan ternyata memang benar, ini adalah anak yang menjemput nya bersama Para Pangeran tempo hari.


Kedua pelayan itu juga dengan cepat menyadari siapa yang sudah mereka marahi ini.


Dan tiba-tiba saja, suara yang lembut namun mematikan itu terdengar di telinga mereka.


"Keributan apa ini?"

__ADS_1


__ADS_2