
Yi-Feng mengulurkan tangannya, mencoba berenang dengan bebas didikedalam laut yang mengesankan ini, lalu berenang kearah karang yang ada didasar laut, ia mulai mencari lobster, king crab, udang dan lainnya.
Oh, ada capit besi yang ia ambil dari dalam ruang Teratai. Karena kepiting memiliki capit yang keras serta bisa membahayakan nya, dia memerlukan capit besi seperti ini untuk menangkap kepiting.
Dengan bantuan Louis yang mengarahkan nya pada hewan-hewan ini, keranjang miliknya mulai terisi. Jika menemukan sesuatu yang ukurannya sangat besar, pemuda itu akan melemparkan nya kedalam Ruang Teratai.
"Ukuran yang ini cukup besar jadi produk ini juga harus bagus dan berkualitas, akhirnya aku panen besar." Gumamnya lagi dan lagi, ekspresi wajahnya terlihat sangat bahagia.
Karena tahu jika yang lain mungkin akan khawatir lagi karena dia tidak muncul di permukaan, Yi-Feng akan mendorong dirinya keatas dan bertindak seolah-olah dia hampir kehabisan nafas sebelum akhirnya kembali ke dasar laut.
Hal ini membuat Yi-Fang dan para ksatria tidak khawatir, namun dari waktu ke waktu, mereka semakin memiliki jarak.
Berkat helm gelembung yang dibuat Louis, Yi-Feng berhasil menangkap banyak hewan laut berukuran besar dengan kualitas terbaik. Kecepatannya dalam memanen hewan laut juga semakin cepat, ada ikan tuna yang berhasil ditangkap, gurita, bahkan ikan pari juga masuk kedalam keranjang. Tidak, semua itu lebih tepat masuk kedalam Ruang Teratai.
Louis, Dewa angkuh itu jadi ikutan bersemangat ketika dia berhasil mendeteksi adanya hewan laut berkualitas. Dengan beralasan Evan yang ingin makan makanan laut, namun sebenarnya dia juga menginginkan nya namun malah menunjukkan wajah angkuh seolah tidak menginginkan nya.
Tanpa sadar, dia berenang sudah terlalu jauh dari kelompok. Dasar laut seperti ladang harta Karun besar yang belum dieksploitasi oleh manusia, itulah kenapa hewan favorit restoran ini menumpuk banyak di dasar laut.
Terlebih, Louis tiba-tiba mengarahkan nya untuk pergi ke titik lain dimana terdapat kerang berukuran dua telapak tangan orang dewasa, Louis mengatakan jika kerang-kerangan itu memiliki mutiara didalamnya. Selain memiliki mutiara, bukankah daging mereka juga masih bisa dimakan? ..Ini adalah keberuntungan nya!
Terlebih, para nelayan tidak berani turun hingga kedalaman 20 meter ini, ketika mereka mengambil nafas panjang dipermukaan dan tiba di dasar laut, sebelum bisa melakukan sesuatu nafas mereka sudah hampir habis, dengan ketahanan lemah seperti ini, siapa yang mau datang hingga sedalam i ini?
Namun, bukan berarti Yi-Feng sama, dia memiliki Ruang Teratai sebagai jari emas, serta Louis yang akan mendukungnya dari belakang. Apa yang perlu ia takutkan?
Harta Karun ini muncul di depan Yi-Feng, siapa yang mau membuangnya? Tentu saja dia mengambil kesempatan ini untuk mendapatkan yang lebih banyak.
Jika ada yang masih berukuran kecil atau sedang, pemuda itu akan melempar nya kedalam Ruang Teratai. Disana juga terdapat kolam air ke empat yang bertugas mengalir seluruh pohon dan tanaman didalam sana, jika dibiarkan hewan-hewan ini didalam air, bukankah akan awet?
__ADS_1
Dia bisa makan seafood sepuasnya sekarang. Tidak seperti saat menjadi Azka, yang alergi terhadap segala jenis makanan seafood. Itu benar-benar menyiksa ketika melihat yang lain makan seafood dengan tenang, sedangkan dia harus menderita.
Jadi sekarang, pembalasan untuk makan seafood sepuasnya! Hahahaha....
Yi-Feng benar-benar memilih dan memilah dengan baik, yang memiliki kualitas lebih rendah juga tidak dibuang kembali namun akan masuk kedalam Ruang Teratai, untuk membereskan nya bukankah ada Louis? ..Dia bisa mengerjakan sesuatu agar tidak bermalas-malasan dengan drama seperti seorang gadis. Kikiki...
Jika ada orang yang mengetahui bahwa hal-hal yang mereka harapkan tetapi tidak bisa didapat dibuang seperti batu batu, Yi-Feng mungkin akan menerima banyak permusuhan.
Waktu panen sudah usai, dan dia menebak sekarang mungkin sekitar pukul 5 lewat, Yi-Feng mendorong dirinya kembali ke permukaan.
Namun, matanya malah menangkap empat sosok hitam yang sedang berenang mendekat. Dia tidak untuk tidak berfikir bahwa itu merupakan hiu, pewan paling dihindari oleh manusia. Dia berusaha untuk berenang lebih cepat, namun harus menyalahkan dirinya kembali karena merasa terlalu lambat dalam berenang.
Louis menertawakan Yi-Feng yang terlihat sangat bodoh sekarang, [Mengapa kau melarikan diri? Kau benar-benar sangat pengecut! ..Itu hanyalah kumpulan keluarga paus Orca, mereka seperti lumba-lumba. Meskipun mereka hewan buas di lautan, mereka tidak menyerang manusia, dasar bodoh!]
Lihatlah, dia bahkan tidak ragu untuk mengejek muridnya sendiri! Benar-benar Guru yang kejam!
Yah, dia mengingat hewan laut ini. Paus orca (Orcinus orca) sering disebut paus pembunuh, meski hewan tersebut tidak pernah menyerang manusia.
Hewan laut ini juga dibawa kedalam akuarium terbesar disuatu tempat pertunjukan, agar seseorang dapat melihat hewan laut ganas yang jinak pada manusia, mereka lebih seperti lumba-lumba yang menjadi kesayangan semua orang.
Paus Orca juga merupakan kelompok terbesar dari lumba-lumba yang bersahabat, namun juga merupakan hewan paling ganas di lautan.
Yi-Feng tidak lagi melarikan diri, dia mengapung di tengah-tengah saat melihat kelompok itu semakin dekat, dia akhirnya bisa melihat penampilan mereka dengan jelas.
Tubuh mereka berkilau dengan warna hitam disertai bercak putih, dan bagian bawah mulut yang berwarna putih. Mereka terlihat anggun saat berenang, gerakan nya terlihat ringan dan cepat, ada suara dari anggota kelompok terkecil. Ia berenang lebih cepat dari tiga lainnya, mendekati Yi-Feng dan mengamatinya lebih dekat.
Tiga lainnya berenang memutari Yi-Feng, mengamati manusia yang memiliki benda aneh di kepalanya.
__ADS_1
Karena dia takut bertindak salah, keranjang dan senjata berburunya telah disimpan agar aman. Ia mengulurkan tangannya dan tersenyum pada paus orca yang masih kecil, mungkin dia masih bayi dan sedang diajak jalan-jalan oleh anggota keluarga nya.
Bayi paus itu tidak takut, dia malah menatap Yi-Feng dengan tatapan penasaran. Ia membiarkan Yi-Feng menyentuhnya, usapan Yi-Feng yang lembut menyentuh kulitnya, tidak ada niat jahat dari manusia ini juga.
Bayi paus itu mematuk tangan Yi-Feng dengan moncongnya, ia kemudian berenang meminta diusap dengan kedua tangan, rasa usapan manusia ini sangat hangat dan terdapat kasih sayang didalamnya.
Yi-Feng, mana bisa dia membenci hewan menggemaskan seperti ini? Tentu saja dia mencintai hewan laut ini, bukan hanya dia saja namun seluruh manusia di zaman modern sangat menyukai hewan ini.
Bahkan, dalam pertunjukan ada paus Orca yang malah bermanja pada pengasuhnya, ia akan mendorong dirinya keatas lantai lalu sang pelatih akan mendorong kembali pada air, namun ia akan kembali lagi ke atas lantai. Hal itu akan berulang kali, dan si pelatih hanya akan mengomel tentang betapa manjanya paus orca yang dia latih itu. Sedangkan orang yang melihatnya akan tertawa, sang hewan kesayangan ini juga mengeluarkan suara seolah-olah sedang tertawa senang, pelatih tidak punya pilihan lain selain tertawa sambil mengomeli dengan beberapa kata,
"Jangan manja.. kau harus berada dalam air.. jangan kemari... kau sangat nakal.. aku tidak mau mendorong mu lagi... kau bersenang-senang ehh?" namun semua Omelan ini dikeluarkan dengan tertawa, pelatih juga senang dengan tingkah manja hewan ini.
Yi-Feng dengan patuh mengusap kepala bayi paus dengan kedua tangannya, lalu ia juga akan memeluknya dari samping.
Keluarga paus Orca itu hanya menonton, mereka juga diusap oleh Yi-Feng sebagai perkenalan. Dan akan dibalas dengan Patukan kecil dari moncong mereka
Ketika kelompok itu berenang, Yi-Feng juga ikut berenang bersama mereka. Dianggap sama seperti anggota keluarga mereka
Dia bahkan melupakan yang lainnya di kejauhan, berenang dengan gembira dan menjadi anggota keluarga paus Orca untuk beberapa waktu.
.
.
.
.
__ADS_1