
Mendengar suara Yi-Feng, Tang Jingmi merasakan jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya.
Wajahnya pucat seketika, tidak menyangka jika dia bisa kehilangan kontrol didepan Pangeran Kekaisaran. 'Sial! Aku bisa celaka'
Tang Jingmi, "Ya-yang Mulia-"
"Harus berapa kali aku bertanya! Ada keributan apa ini?" Suara Yi-Feng yang biasanya halus, tiba-tiba menjadi dingin. Pandangan Yi-Feng tiba-tiba mengarah pada pelayan pribad nya, "Yu-Cheng!"
"Jawab Yang Mulia-"
"Ini salah saya, Yang Mulia. Saya tidak memperhatikan langkah saya dan membuat Putri terjatuh, mohon maafkan saya, Yang Mulia." Tang Jingmi langsung memotong ucapan Yu-Cheng
Mata Yi-Feng masih tertuju pada Yu-Cheng, yang artinya dia ingin mendengar penjelasan dari pelayan nya, dan bukan tunangannya.
"Sejak kapan Nona Tang menjadi seorang pria?" ucap Yi-Feng
"Eh? Maaf Yang Mulia, maksud Anda?" tang Jingmi tak mengerti apa maksudnya
"Saya bertanya apa yang terjadi dan ingin mendengarkan penjelasan dari pelayan pribadi saya, sejak kapan Nona Tang menjadi pelayan pribadi saya dan menyelah ucap Yu-Cheng?" ucapan tajam Yi-Feng langsung menusuk harga diri Tang Jingmi, gadis itu mengepalkan tangannya hingga membekas, jika dia menggunakan banyak kekuatan maka dipastikan akan terluka.
Gadis itu menundukkan kepalanya, "maafkan saya, Yang Mulia. Ini kecerobohan saya." Wajahnya menghitam, timbul perasaan benci pada Yongxi yang sudah membuatnya di permalukan di depan Pangeran Kekaisaran.
Yongxi, anak itu juga terdiam dan ketakutan hanya dengan mendengar betapa dinginnya suara Yi-Feng, selama ini dia sudah terbiasa dengan suara lembut ayah baptisnya itu. Dan lagi, ini adalah salahnya karena sudah berlarian dan menabrak Tang Jingmi, ya g merupakan calon ibu tiri dimasa depan
__ADS_1
"Papa, ini salah Xixi. Xixi yang menabrak Bibi ini, Xixi pantas di hukum." kepalanya menunduk, tangannya yang menyatu itu gemetaran dan tertangkap oleh Yi-Feng
"Baiklah. Bukankah sudah berulang kali Papa katakan, jangan berlarian di Istana? Itu berbahaya, bisa saja kau menabrak seseorang yang membawa beban berat atau sesuatu yang panas. Xixi, masuk kamar dan tunggu hukum mu dari Papa. Jalan!" dengan tegas, Yi-Feng menyuruh anak itu pergi
Yu-Cheng merasakan tekanan dalam hatinya, "Yang Mulia, Putri masih anak-"
"Yu-Cheng! Ini salahnya, biarkan dia tahu dimana salahnya dan jangan memanjakan dia! Yongxi sudah menerima pelajaran berulangkali kali dan dia masih saja belum patuh! Jika kau masih membelah nya, tunggu hukuman mu malam ini!"
Yu-Cheng terdiam, dia tak bisa mengatakan apapun lagi. Selama ini, dia sudah terbiasa hidup tenang dan santai, tak ada masalah serius yang terjadi di Istana Bulan. Dan sudah bertahun-tahun ia melayani Yi-Feng, belum pernah dia mendapati hukuman dari Tuannya ini. 'Putri, maafkan saya. Saya tidak bisa membantu Anda.'
Yu-Cheng menatap punggung Yongxi yang berjalan menjauh hingga menghilang di lorong sana, hatinya sedih untuk Putri kecil itu. Perasaan tidak suka pada Tang Jingmi semakin meningkat, namun dia tetap harus bersikap tenang di depan Tuannya.
Tang Jingmi di sisi lain, tidak menyangka akan menyaksikan adegan dimana Pangeran Kekaisaran memarahi Putrinya, karena seperti kabar yang sampai di telinga nya. Pangeran sangat amat menyayangi putrinya itu, lalu hari ini dia melihat jika Putri kesayangan itu juga bisa mendapatkan hukuman.
Sebelumnya, dia benar-benar sangat marah karena telah di permalukan di depan para pelayan, yang status nya lebih rendah dari pada dia, namun melihat jika Putri kesayangan Pangeran juga akan menerima hukuman, dia bersorak dalam hati nya
Yi-Feng merasa jika Yongxi sudah menjauh, jadi dia berbalik dan menghadap Tang Jingmi. Aura mencekam langsung menyebar, membuat beberapa orang merasakan tekanan yang datang tiba-tiba.
"Nona Tang, sebelumnya... Saya benar-benar terkejut dengan tindakan Anda. Jangan kira saya tak memiliki telinga dan tak mendengarkan ucapan merendahkan Anda dan kedua pelayan Anda pada Putri saya-" Yi-Feng sengaja menghentikan ucapannya dan mengamati reaksi yang keluar dari wajah Tang Jingmi.
'Lihatlah, wajahnya benar-benar menjijikkan! Apa kau sangat mulia sampai-sampai menghina seorang anak? Bahkan, jika Xixi bukan seorang Putri, apa yang akan terjadi pada anak itu?' batin Yi-Feng
Tang Jingmi memiliki wajah hitam, ekspresi nya tidak enak di pandang. Ia langsung merasa tertekan, dan juga marah dalam waktu yang bersamaan. 'Kau! Ini semua karena anak itu!'
__ADS_1
Dua pelayan di belakang Tang Jingmi juga ketakutan. Tubuh mereka sudah gemetaran, bahkan salah satu dari mereka langsung terjatuh karena sangat ketakutan
"Saya akan menutup matanya pada Anda, karena Nona Tang merupakan tunangan saya. Dan, ini juga merupakan pertama kalinya saya mengundang Anda untuk minum teh bersama. Namun-" Yi-Feng mengalihkan pandangannya pada dua pelayan dibelakang Tang Jingmi
"Saya harap, Nona Tang bisa mengajari sikap sopan santun pada dua pelayan disamping Anda." Yi-Feng berbalik dan berjalan kembali ke paviliun
"Nona-"
"Diam kalian!" Tang Jingmi meninggalkan kedua pelayan nya dan menyusul Yi-Feng, "Yang Mulia, ini salah saya karena tidak mengajari mereka sopan santun. Saya akan mengajari mereka dengan bai-"
"Nona Tang, itu adalah urusan Anda. Saya sebagai orang luar, hanya berharap mereka tak bersikap sama seperti sebelumnya dan menghina seseorang. Jangan memandang seseorang dengan sebelah mata, karena belum melihat seperti apa dia. Itu saja.... Mari, silahkan duduk." Yi-Feng bersikap seolah tak peduli lagi
"Sajikan teh nya," ucapnya pada pelayan yang berdiri di sudut paviliun.
"Baik, Yang Mulia." pelayan itu segera menyeduh teh dan menuangkan kedalam cangkir, ada pula yang lainnya segera memanggil pelayan lain untuk membawa kudapan.
Yu-Cheng tersenyum dalam hatinya, 'Ternyata Yang Mulia benar-benar masih peduli dan tak membiarkan mereka lolos. Putri, rasa sakit Anda sudah dibalas oleh Yang Mulia.' Yu-Cheng segera mendekat ke paviliun dan berdiri di sudut, ia berbalik dan melihat danau yang tenang.
Dua pelayan itu sangat ketakutan, mereka benar-benar akan berada dalam masalah. Tahu apa yang akan terjadi setelah kembali dari Istana Bulan ke kediaman itu, mereka pasti tidak akan menerima hukuman ringan dengan sikap Nona yang hanya mereka tahu.
Suasana di paviliun sangat canggung, Tang Jingmi mencoba untuk mengatakan beberapa kata namun terasa seperti angin lalu.
Di sisi lain, Yongxi merasa sangat sedih. Ini pertama kalinya dia di suru untuk masuk kamar dan menunggu hukuman, pelayan lainnya segera menghibur anak itu. Xiao Qian juga dipanggil karena dia Sudan menjadi teman bermain Yongxi, mereka berharap anak itu bisa membuat suasana hati Yongxi kembali membaik.
__ADS_1
Para pelayan yang menyayangi Yongxi mengutuk gadis yang datang itu, yang adalah tunangan dan calon istri Pangeran Kekaisaran.