
Saat Yi-Feng kembali ke kamarnya, itu baru sekitar pukul empat sore, masih cukup awal untuk memasak. Namun, tidak ada salahnya mempersiapkan semua bahan untuk memulai
Pergi kearah dapurnya, para koki yang sedang beristirahat dan bersantai sambil mengobrol segera bangkit, ingin tahu makanan baru apa yang akan dibuat oleh sang Pangeran kedua Kekaisaran ini.
Yi-Feng segera menyapa mereka, "Selamat sore semuanya"
"Yang mulia, Salam." semuanya segar bangun dan membungkuk pada Yi-Feng seperti biasanya
"He'em... Beberapa bantu aku mempersiapkan beberapa hal, aku ingin makan sesuatu." Yi-Feng langsung memasuki dapur
Yu-Cheng telah kembali lagi setelah beristirahat sejenak, dia berada di samping Yi-Feng untuk memasak
Ada pelayan yang diminta untuk membuat adonan roti, ada pula yang membuat acar mentimun, dan daging sapi di cincang hingga halus.
Yi-Feng sendiri membersihkan sayuran, ada selada dan tomat yang ia keluarkan dari ruang Teratai.
Yu-Cheng yang melihat tomat segera bertanya, ""Apa ini, buah kesemek? Yang mulia, apakah hidangan ini membutuhkan buah kesemek?" Tanya Yu-Cheng dengan heran
Yi-Feng menjelaskan den
dengan tenang. "Ini memang terlihat seperti buah kesemek tapi sebenarnya tidak. Buah ini disebut tomat, atau lebih dikenal dengan persik serigala. Cobalah, rasanya manis dan asam, menyegarkan. Kau akan ketagihan setelah mencicipi nya" Yi-Feng menyerahkan satu buah tomat merah pada Yu-Cheng
Yu-Cheng menerimanya dengan ragu, dia tahu buah yang namanya persik serigala ini. Namun, ada yang menyebutkan jika persik serigala adalah buah beracun, lalu bagaimana bisa Pangeran Kekaisaran malah menggunakan buah ini untuk memasak? Bagaimana jika Pangeran Kekaisaran malah keracunan, dia akan berada dalam masalah jika hal itu terjadi
"Kenapa cuma dilihat saja? Ayo makanlah, tomat memiliki rasa manis dan asam yang menyegarkan. Kau akan ketagihan jika telah mencobanya," Yi-Feng sendiri mengambil satu buah dan menggigitnya, lalu ia menyeruput jus yang berada dalam buah itu.
"Yang mulia-" mata Yu-Cheng melebar melihat bahwa Yi-Feng memakannya dengan tenang dan santai.
Namun ketika melihat bahwa Yi-Feng tetap baik-baik saja meskipun telah menghabiskan satu buah tomat, Yu-Cheng akhirnya juga percaya.
Beberapa waktu telah berlalu, Yi-Feng sekarang menatap bahan-bahan yang sudah siap semua. Ada daging cincang, roti yang sudah di panggang, mayonaise yang diambil dari Ruang Teratai begitu pula dengan keju, lalu Yi-Feng juga menyiapkan telur, ada daun selada dan beberapa bahan lainnya.
Ada wajan datar yang sudah disimpan diatas tungku, dimana bara api sedang menyala. Daging cincang dibulatkan lalu diletakan diatas wajan yang panas kemudian ditekan menggunakan piring datar, itu mengeluarkan aroma daging yang sangat menggoda terlebih daging cincang sudah ditambah bumbu rahasia oleh Yi-Feng. Roti juga dibela kemudian dipanggang bagian dalamnya, telur mata sapi juga dibuat tepat disamping daging yang sedang dipanggang.
__ADS_1
daging sapi atau patty yang sudah matang kemudian ditumpuk dimulai dari yang paling bawah ada roti, kemudian patty lalu ada daun selada, tomat yang sudah dipotong, ada keju dan mayonaise tak lupa saus dan juga telur dadar, dan diakhiri dengan roti lagi paling atas.
"Sempurna!" gumam Yi-Feng senang, para asisten koki juga mengikuti langkah-langkah Yi-Feng, mereka tentunya membuat banyak sekali burger.
Mengambil satu dari sekian banyak, Yi-Feng membelanya menjadi dua lalu melihat bahwa kuning telur telah pecah dan meleleh, itu terlihat sangat menggoda. Membuka mulutnya lebar-lebar, Yi-Feng menekan burger agar menjadi lebih padat sebelum menggigit nya.
Semuanya terasa sangat lezat, patty yang menyatu dengan sayuran, keju dan bahan lainnya terasa sangat meleleh didalam mulutnya, sangat enak, ah!. "Wah.. ckckc... benar-benar sangat sempurna!.. eh, tidak juga, tak ada acar yang menyempurnakan namun ini saja sudah sangat enak. Lain kali, acar harus ada." ucap Yi-Feng sambil menghabiskan burger yang sudah berhasil di buatnya
Yongxi tidak bisa membantu banyak, dia hanya menyemangati ayah baptisnya dan ketika melihat bahwa Yi-Feng begitu menikmati makanan baru itu, Yongxi merasa ada sesuatu yang bergerak dalam perutnya, ia mendadak lapar. Sejak patty dipanggang, perutnya sudah mulai bergemuruh minta diisi.
"Papa, ini belum waktunya makan malam tapi Xixi juga ingin mencobanya, apa boleh?"
Bersamaan dengan itu, suara pria tua juga terdengar di pintu masuk. "Cucuku tercinta... makanan apa yang kau masak malam ini? Mengapa bau nya sangat enak, ah?!"
Semua mata langsung mengarah pada pintu, meskipun orangnya belum datang namun semua orang tahu siapa itu. Pensiunan Kaisar!
Para pelayan dan Koki langsung menyingkir, mereka berdiri berjejer dari pintu masuk dapur. Dengan kepala menunduk serta kepalan tangan yang terangkat, saat Pensiunan Kaisar tiba semua orang juga memberi salam.
"Ah, kakek... kemari, Papa membuat hidangan baru. Ayo kita cicipi bersama," suara gembira Yongxi menyambut Pensiunan Kaisar
"Oh, cucu perempuan ku semakin berbakti. Tidak seperti anak bau yang sudah melupakan kakeknya, Xixi ayo datang pada kakek buyut!"
Yongxi berlari menghampiri Pensiunan Kaisar dan memeluknya, menyambutnya dengan pelukan.
Yi-Feng sendiri memutar matanya, "Siapa yang cucu tidak berbakti? Kakek, bahkan jika aku tidak memberitahu bahwa aku membuat hidangan baru pun, kakek yang akan datang sendiri bukan? Kakek, apakah Anda tahu? Kakek itu seperti 'sesuatu' yang memiliki indera penciuman tajam, ah!" keluh Yi-Feng
Pensiunan Kaisar langsung melangkah kearah Yi-Feng, ia mengangkat tangannya dan memelintir kuping pria cantik itu. "Ayo katakan, apa sesuatu itu? Apakah kau mengatai ku sebagai anjing karena memiliki indera penciuman yang tajam?, huh... ayo katakan!"
"Aiya... Kakek ini menyakitkan, telinga ku akan putus... aiyoo... Kakek sakit" mengeluh bahkan Yi-Feng berpura-pura mengeluarkan air mata, sayang sekali dia mengenakan topeng sehingga tidak kelihatan
Meskipun bisa dibilang cubitan di telinganya tidak begitu kuat, namun tetap saja sakit. Tapi, entah mengapa meskipun perlakuan seperti ini yang dia dapatkan namun hatinya terasa hangat.
Lalu, setelah melepaskan telinga Yi-Feng, tanpa malu pria tua itu menyambar dua burger lalu diberi satu untuk Yongxi. "Feng'er, katakan bagaimana cara memakannya... ini terlalu tebal, bukan?"
__ADS_1
Yongxi melompat-lompat ditempat, "Xixi.. Xixi tahu bagaimana caranya,"
"Lalu, kalau begitu katakan pada kakek buyut, balas Pensiunan Kaisar
"Xixi lihat jika Papa menekankan kemudian membuka mulutnya lebar-lebar, dan memakannya." jelas anak itu sambil mempraktekkan nya namun dia masih kecil, tenaganya tidak begitu besar sehingga tak ada apapun yang terjadi pada burger itu.
Namun berbeda dengan Pensiunan Kaisar yang memiliki kekuatan besar, ia menekankan burger dan membuatnya lebih padat sebelum memakannya.
Tindakan ini tidaklah elegan, namun seorang pria berbeda dengan wanita yang selalu patuh pada aturan-aturan itu.
Lalu, mari abaikan kebiasaan itu, karena patty yang meleleh bersamaan dengan sayuran serta telur dan saus mayonaise benar-benar membuatnya merasa seperti berada di surga makanan. Ini benar-benar sangat enak
Dan dalam sekejap, burger itu telah habis dilahap oleh Pensiunan Kaisar.
Yi-Feng juga melihat bahwa Yongxi kesulitan sehingga tentunya dia membuat yang memiliki ukuran lebih kecil untuk anak itu. Lalu membantu Yongxi makan
Burger yang lainnnya di kirimkan pada anggota keluarga lainnya serta dua tamu itu yang datang hari ini, Pensiunan Kaisar tidak menghabiskan banyak waktu di Istana Bulan karena pergi mengunjungi saudara satu Ayah nya.
Yi-Fang, Lio-Guan, dan semua orang makan dengan cara yang dijelaskan dalam surat. Yah kecuali para wanita yang masih tetap mempertahankan gaya makan elegan
..._____..............____...
Halohaloha semuanya... apa kabar, kembali lagi bersama Author tercinta, Zero disini
Teruntuk pembaca setia Saya, terima kasih masih nunggu novel ini. Maafkan saya yang beberapa waktu ini tidak update novel, namun mulai besok akan selalu update lagi seperti biasa, karena apa? Karena saya sudah selesai UTBK, asikk.....
Dan untuk menebusnya, dalam waktu dekat ini akan ada Crazy update!
Meskipun tidak banyak, namun semoga semuanya suka yah...
Salam hangat
Author tercinta
__ADS_1
^^^Zero^-^^^^