The Second Prince

The Second Prince
Menjadi lebih rumit [2]


__ADS_3

"Siapa yang berani mengutuk adikku untuk mati, Huh?! Tangkap orang itu!" Suara yang menggelegar terdengar seperti Sambaran petir disiang bolong,. berhasil menakuti semua orang


Yi-Feng langsung mengangkat kepalanya dan melihat kedepan, disana orang-orang juga mengalihkan pandangan mereka ke belakang.


Begitu penduduk desa melihat bahwa seorang pria muda yang gagah dan tampan berada diatas kuda, dengan 10 ksatria yang mengikutinya dari belakang, mereka langsung terkejut


Wajah pria itu menjadi dingin dan tegas, matanya melotot kedepan, ia terlihat sangat marah!


Penduduk desa merupakan orang kecil, mereka langsung ketakutan saat melihat bahwa ada ksatria dibelakang pria tampan itu. Segera, masing-masing orang mundur dan menundukkan kepalanya


"Kakak, kau disini?" Yi-Feng masih tidak percaya bahwa dia ditemui di desa ini.


"Jika aku tidak datang mencarimu, bagaimana aku bisa tahu bahwa adikku direndahkan, dihina bahkan di maki oleh seorang wanita tua yang rendahan seperti ini?!" Yi-Fang melompat dari atas pelana dan mendarat dengan tepat, ia melangkah kearah dimana Yi-Feng berdiri saat ini.


Ksatria yang telah mendapatkan Perintah sebelumnya tiba disamping nyonya tua Huo, mereka langsung menangkap wanita itu dan membuatnya berlutut di tanah dengan kasar.


.... BEBERAPA SAAT YANG LALU


Yi-Fang bangun dengan tenang, ia kemudian pergi dan membasuh wajah serta menggosok gigi. Dia menjadi lebih sering melakukan nya setelah mendapat sikat gigi baru yang lembut dan pasta gigi, ada pula sabun wajah yang juga diberikan oleh adiknya kepadanya.


Menggunakan nya juga mudah, tinggal oleskan pasta diatas sikat gigi kemudian mulai menggosok gigi, ini lembut dari pada sikat gigi yang selama ini dia miliki. Bulu sikatnya kaku dan sedikit kasar, sikat itu harus direndam dalam air panas selama beberapa saat sebelum bisa digunakan dengan garam. Sering kali, jika tidak berhati-hati maka gusinya akan bengkak dan lecet, ini cukup merepotkan


Namun, Feng sikat gigi yang baru ini, dia tidak lagi khawatir tentang gusinya yang lecet dan bengkak, bau mulutnya juga tidak ada bahkan setelah makan makanan yang memiliki banyak bawang putih. Jika makan makanan dengan bawang yang banyak, setelah sikat gigi lagi maka baunya juga akan hilang. Ini sangat baik


Dan juga, sabun wajah ini benar-benar efektif. Sebelumnya dia tidak benar-benar merawat kulit dan wajahnya karena harus berada di luar dan memiliki banyak aktifitas, kulitnya menjadi kasar dan beberapa kali akan muncul jerawat.


Namun, setelah mendapatkan sabun wajah ini, kulitnya perlahan mulai halus dan menjadi lebih cerah, ini mulus seperti kulit bayi. Dia tidak berharap pada sabun wajah hanya menghargai adiknya yang sudah memberikan sebagian hadiah dengan rutin menggunakan nya siapa yang tahu bahwa ini sangat efektif pada kulitnya?

__ADS_1


Bahkan, saat dia pergi dan mengucapkan salam pada Ibu Permaisuri, ibunya malah memuji bahwa dia telah menggunakan produk kecantikan yang meningkatkan kecerahan serta kelembutan kulit wajah.


Saat sarapan, semua orang berkumpul di ruang makan dan sarapan bersama namun adik kembarnya tidak kunjung muncul.


Yu-Cheng menjelaskan bahwa Pangeran Kekaisaran Yi-Feng tidak ada di kamar sejak pagi dan telah keluar dan menghirup udara segar.


Siapa yang tahu bahwa hari semakin siang namun anak itu tak kunjung pulang untuk sarapan, ditambah Yi-Fang memiliki firasat bahwa adiknya sedang dalam bahaya saat itu.


Penjaga gerbang dipanggil, lalu penjaga itu menjelaskan bahwa Pangeran Kekaisaran Yi-Feng telah keluar bersama seorang pria, mengatakan bahwa mereka akan pergi berburu namun tidak memberitahu kemana mereka akan pergi.


Firasat Yi-Fang tidak pernah meleset, itulah kenapa dia langsung memanggilnya ksatria dan pergi mencari saudaranya tersebut. Mereka pergi ke laut, mungkin saja dia pergi ke laut dan berburu makanan laut seperti kemarin dan bermain dengan mamalia itu, namun setelah mereka berenang selama berjam-jam tidak ada tanda-tanda Yi-Feng berada disana.


Saat kembali, para ksatria bertanya-tanya pada beberapa orang yang mungkin saja melihat Pangeran Kekaisaran.


Ada seorang pengemis tua yang mengatakan bahwa dia melihat dua orang yang sepertinya merupakan Bangsawan pergi ke arah gunung barat, mereka mengendarai dua ekor kuda yang gagah dan kuat.


Yi-Fang langsung melemparkan satu kantong uang pada pengemis itu, kantong bordir yang dibuat asal oleh Selir Agung Lu dan diberikan sebagai jimat pelindung.


Mereka pergi mencari ke gunung barat dan menemukan dua kuda yang diikat dipinggir jalan, itu tidak berada di desa manapun melainkan jalan hutan.


Hanya sekali lihat saja, Yi-Fang tahu bahwa ini merupakan kuda adiknya, di Little White.


Dia memimpin kelompok ksatria pergi memasuki gunung barat yang luas, setelah berjam-jam mereka menemukan mayat yang hanya dalam sekali lihat sudah langsung diketahui siapa, hanya dari pakaian yang digunakan saja tentu mereka tahu bahwa ini merupakan pembunuh bayaran.


Pakaiannya sudah robek sana-sini, tubuhnya juga tidak lagi utuh karena sepertinya dimakan oleh hewan buas.


Ksatria lain juga menemukan hal yang sama, mereka pergi ke satu titik dan menemukan bahwa jumlah pembunuh bayaran sangatlah banyak, selain tanda-tanda pertarungan ada juga tanda kayu yang dibakar namun apinya sudah pandam.

__ADS_1


Ini merupakan jejak dari Yi-Feng, sepertinya dia diserang saat membakar hewan kecil untuk dijadikan sarapan.


Jantung Yi-Fang semakin berdegup kencang, firasatnya memang benar!


"Sialan! Aku akan membunuh siapapun yang melakukan hal ini pada adikku!" Teriak Yi-Fang yang membuat ksatria yang mengikutinya ketakutan setengah mati.


Mereka semakin memasuki hutan, namun tidak menemukan tanda-tanda apapun.


Gunung barat sangat luas, bahkan jika sampai hari malam pun mereka pasti tidak akan menemukan apa-apa. Kesimpulan nya, Yi-Feng pasti telah turun gunung.


Karena tidak tahu kemana adiknya pergi, Yi-Fang menyuruh 10 ksatria lain pergi mencarinya di dua desa lain, sedangkan dia dan sisa ksatria akan pergi ke desa yang berada tidak jauh dari gunung barat.


Ketika tiba di gerbang desa Dongsan, pendengaran nya yang tajam mendengar ada seseorang yang mengatakan pada yang lain bahwa desa mereka diberkati karena didatangi oleh seorang Pangeran dari Ibukota.


Tak ragu lagi, ini adalah adik kembarnya!


Yi-Fang memacu kudanya dengan cepat, ksatria mengikutinya dari belakang.


Siapa yang tahu, pandangannya tertuju pada sekumpulan penduduk desa yang berdiri melingkar seperti sedang menyaksikan sesuatu ditengah sana.


Pendengaran nya menangkap jika beberapa orang dengan berani meragukan identitas pria muda yang berada disana, lalu suara seorang wanita tua memaki dan mengutuk adiknya dengan kejam!


Tentu saja, kemarahan tiba-tiba langsung datang menghampirinya.


....


Nyonya tua Huo adalah seorang yang menindas yang lemah dan takut pada yang kuat. Ketika di langsung ditaklukkan ketanah dengan kasar, dia menjadi ketakutan dan tergagap. "Tuanku.. am-ampuni wanita tua ini.. saya tidak mengutuk adik Anda, saya hanya mengatakan nya dengan sembarangan.."

__ADS_1


Hanya dengan sekali lihat, nyonya tua Huo langsung tahu bahwa yang datang kali ini merupakan bangsawan, bukan hanya ksatria yang bersamanya namun karena aura mulia yang dikeluarkan oleh Yi-Fang


"Masih berani membela diri padahal sudah terbukti bersalah?! Wanita tua, kau benar-benar sangat berani pada Pangeran ini!"


__ADS_2