The Second Prince

The Second Prince
Berburu [End]


__ADS_3

Adegan ini mengandung kekerasan, harap bijak dalam membaca. Dan jangan membayangkan karena itu terasa sangat ngeri/ngilu.


..._____________________________...


Lima orang langsung menyerangnya, tapi sesuatu yang menyilaukan mata membuat mereka menutup matanya untuk sesaat, namun nyawa malah melayang setelah menutup mata


Petir memiliki ketegangan yang sangat tinggi sebesar 1,3 miliar volt, yang artinya jika tersambar oleh petir maka seseorang akan langsung tiada dari dunia.


Untuk mengontrol nya, Louis benar-benar sangat ketat dalam mengajari Yi-Feng selama dua bulan dia berada di Zaman ini. Antara Es dan petir, yang lebih mudah dikuasai oleh Yi-Feng adalah Es


Mengontrol Qi/Mana lalu menciptakan Es, ini lebih mudah. Namun, dia juga harus belajar untuk membuat efeknya lebih luas dan kuat. Ini sudah diuji selama berkali-kali, dan sekarang barulah Petir di uji bahkan pada manusia langsung dan bukan pada boneka kayu lagi.


Lima orang yang menyerangnya sepertinya tidak mencari tahu tentang kekuatan nya sebelum mereka menjalankan misi, ini benar-benar menguntungkan Yi-Feng. Dia menciptakan efek yang tidak ringan, setelah petir menyambar lima orang ini, cahaya membuat rekan mereka yang lain juga ikut menutup mata namun mereka berada di jarak yang lebih jauh dari pada lima orang lainnya.


Hanya dalam waktu lima detik, cahaya itu meredup dan hilang, lima orang yang menyerang Yi-Feng langsung ambruk ke tanah dalam keadaan darah keluar dari mulut, hidung dan telinga. Mata mereka juga melotot, lalu tercium bau gosong di udara.


Ketua itu melotot tak percaya, kakinya tiba-tiba merasa lemas namun ia masih tetap berdiri. Dua bawahan tersisa juga tidak kalah kaget, ini adalah efek dari kekuatan milik target mereka. Dia benar-benar sangat kuat, sepertinya menerima misi ini adalah hal tersial bagi hidup mereka.


Masih ada waktu untuk melarikan diri, keduanya tak mempedulikan ketua mereka lagi dan langsung berlari menjauh


"Aku keluar! Misi ini benar-benar sial bagiku!" suara mereka terdengar namun tidak dengan orangnya lagi karena telah melarikan diri.


Kini, pandangan Yi-Feng tertuju pada ketua yang sudah berwajah pucat. Kakinya melangkah kedepan, membuat pria itu langsung jatuh ketanah karena ia tak bisa lagi menopang tubuhnya.


"Sekarang, bisa kau katakan siapa yang mengirim mu kemari?" tanya Yi-Feng sambil tersenyum


Pria itu memiliki wajah putih, dia melihat Yi-Feng seperti seorang malaikat maut saat ini. Ia ingin melarikan diri, namun kakinya dan tubuhnya tidak bisa bekerja sama dengan pikirannya. "Ma-mafkan aku...a-aku hanya menuruti perintah saja.. k-kau tidak bisa menyalahkan ku!"


"Oh ya? ..Lalu, bisa katakan siapa yang mengirim mu kemari? .. Selir Agung Lu, Lu Yuanxi atau... pejabat Fang?" langkah Yi-Feng semakin dekat, belati Es kembali muncul ditangan nya, tatapannya kini hanya fokus pada pria yang berada didepannya saja.

__ADS_1


Satu langkah lagi pemuda itu ambil, tiba-tiba ada perasaan bahwa dia akan diserang ia menengadahkan dan melihat ada bayangan hitam yang mendekat, sebelum Yi-Feng bereaksi-


Trangg!


Percikan api tercipta karena benturan antara dua senjata, dan musuh langsung menghindar dengan melompat kebelakang.


Yi-Feng juga melompat mundur beberapa meter, kini tatapannya tertuju pada pembunuh bayaran yang entah dari mana muncul dan melindungi ketuanya. Ia memasang kuda-kuda dengan tatapan membunuh yang tertuju pada Yi-Feng


"Anda baik-baik saja?" suara lain muncul dari balik semak-semak, ia melompat dan berdiri tak jauh dari Yi-Feng, dengan tatapan yang terkunci pada dua pembunuh berpakaian hitam tersebut.


Yi-Feng akhirnya melirik orang asing yang tiba-tiba muncul dan mencegah dia terluka, 'seorang anak?' . Itu memang benar, seorang anak laki-laki yang mungkin saja baru memasuki usia remaja muncul entah dari mana, dia langsung melindunginya yang adalah orang asing?


Tentu saja Yi-Feng tidak bisa untuk tidak menganggap nya musuh yang sedang menyamar, namun Louis mengatakan jika anak itu bersih.


Yi-Feng tak lagi memasang kecurigaan pada anak itu, "ya. Aku baik-baik saja," balasnya sebelum akhirnya mata itu kembali tertuju pada dua pembunuh bayaran


Situasi menegangkan masih berlanjut, kini mereka seri. 2:2 karena anak itu berpihak padanya


Anak laki-laki itu berada di samping Yi-Feng saat mereka berkelahi. Dia juga tidak bisa mengharapkan anak itu untuk membantunya menghabisi dua pembunuh bayaran, dia terlihat memiliki kekuatan yang kecil dan hanya menggunakan panah dan pedang kecil yang bergantung di pinggang nya.


Yi-Feng tidak bisa melihat orang yang lebih muda melindungi nya, Es ditangannya berubah menjadi pedang yang kemudian digunakan untuk menyerang musuhnya.


Namun, sepertinya ini cukup sulit. Elemen milik pihak musuh adalah Api Biru, yang sangat panas melebihi api biasa. Pedang milik Yi-Feng bahkan patah saat berkelahi dengan musuh ini


Perkelahian ini benar-benar berbeda dari yang biasanya terjadi, karena masing-masing memiliki elemen mereka yang kuat.


"Ini sulit," gumamnya. Pedang Es ditangan Yi-Feng berganti dengan yang lebih kuat lagi, saat melihat bahkan lawan meluncur kearahnya Yi-Feng langsung melompat ke udara dan menyerangnya dengan elemen Es nya.


Tapi, lawan benar-benar kuat! Ia juga melompat keatas udara untuk menghindari es tajam yang mengarah padanya, setelah itu barulah ia mendarat.

__ADS_1


Tapi itu adalah ilusi, ketika ia mendarat ditanah ada tangan yang langsung memukul dadanya dengan kekuatan besar, diserang dengan tipuan tentu saja ia terpental mundur.


Sang ketua melihat bahwa Yi-Feng sangat fokus pada seniornya yang entah bagaimana muncul di Gunung barat, ia mengambil kesempatan dan ingin menyerang Yi-Feng dari belakang


Anak laki-laki yang berada dibelakang Yi-Feng tetap berada diposisi siaga, melihat bahwa musuh ingin menyerang pihak lain ia segera mengambil tindakan. Namun dia juga tahu bahwa dia mungkin akan kalah karena kekuatan nya masih lemah. Tapi, pembunuh ini pasti sangat kuat, dia harus menolong orang lain!


Dengan penuh tekat, meskipun kekuatannya sangat lemah untuk sekarang dia maju dan membiarkan dirinya terluka untuk melindungi pihak lain


Yi-Feng terkejut ketika mendengar suara gebrukan dibelakangnya, ia menoleh kebelakang dan melihat bahwa anak itu terpental beberapa meter sedangkan sang ketua memiliki kayu ditangannya


Terlihat jika elemen miliknya adalah mengendalikan tanaman, ada akar yang berada beberapa meter dibelakang Yi-Feng namun sepertinya terhenti karena ada tembok tanah yang muncul untuk melindunginya.


Jadi, anak itu menggunakan kekuatannya untuk melindungi dia sehingga diserang oleh ketua ini? .. Apakah dia bahkan tidak kasihan pada anak-anak? .. Benar-benar sangat kejam!


Awalnya Yi-Feng 'berburu' hanya untuk kesenangan dan untuk menguji kekuatannya saja, namun jika ada pihak luar yang datang untuk melindunginya maka anak ini pasti mengkhawatirkan nya melihat bahwa dia muncul di sini untuk melindunginya.


Erangan kesakitan juga terdengar sebelum dari anak itu, 'apakah dia terluka karena melindungi ku?. '


Sekarang, Yi-Feng bertarung dengan emosi dan tidak lagi sesantai sebelumnya. Dia mulai serius menghadapi dua orang yang kejam ini.


Petir dengan kekuatan lebih besar datang dengan begitu tiba-tiba, dua musuh masih ingin menghindar namun sepertinya keberuntungan tidak berada di pihak mereka.


Saat itu juga Mo Chen muncul, namun matanya juga harus ditutup karena silau yang ditimbulkan oleh kekuatan Yi-Feng yang lain.


Saat matanya terbuka, tatapannya tertuju pada dua orang yang jatuh ketanah dan tak sadarkan diri lagi.


Ketegangan yang dikeluarkan oleh Yi-Feng adalah 10 juta Volt, tentu saja tubuh seseorang tidak dapat menerima kekuatan yang begitu besar ini. Petir yang kedua memang lebih kuat dibandingkan yang pertama hanya 6,5 juta volt.


Setelah cahaya meredup, anak itu mengangkat kepalanya dan melihat pemandangan didepannya. Tumbuhan yang berada 10 meter dari tempat Yi-Feng berdiri telah hangus terbakar, pohon tiba-tiba tumbang dan ada bau gosong di udara

__ADS_1


"Ap-apa yang terjadi?" pekik anak itu tidak percaya


Yi-Feng akhirnya ingat jika ada anak kecil disekitarnya, dia mengeluarkan kekuatan yang begitu besar pasti menakuti anak itu. 'Aduh, bakal repot nih.'


__ADS_2