
"Jadi, desa itu sudah lebih baik sekarang?" ucap Yi-Feng
"Ya, Yang Mulia. Saya mendengar jika penduduk desa saat ini sudah lebih baik dari pada sebelum kita pergi kesana, meskipun dalam sebulan ini baru beberapa rumah yang dikerjakan, namun pembangunan nya sangat cepat. Tampaknya, semua penduduk sangat bersemangat.
Ada laporan jika penduduk desa juga tampak memiliki tubuh yang mulai berisi, mereka tidak lagi kurus seperti dulu dan memiliki berat badan yang naik tiap hari. Pakaian yang mereka gunakan meskipun tidak memiliki kualitas tinggi, namun itu juga tidak lagi kain kasar dan lusuh seperti sebelumnya.
Yang Mulia, Anda benar-benar memiliki hari seorang Buddha yang peduli pada orang-orang yang buang ini, Anda menyelamatkan mereka dari kesengsaraan." Yu-Cheng juga memiliki kehidupan yang sulit sebelum dia masuk kedalam Istana dan mulai melayani Yi-Feng setelah melewati banyak tes dan ujian, ditambah dengan rekomendasi dari Kakak sepupunya yang saat ini berada di samping Kaisar, dia bisa berada di posisi saat ini untuk melayani Pangeran Kekaisaran Xian Yi-Feng.
"Saya sangat beruntung memiliki Anda sebagai Tuan saya, Yang Mulia" ucap Yu-Cheng dengan mata yang berkaca-kaca
"Hapus air matamu, jika seseorang melihatnya mereka akan menertawakan mu." ejek Yi-Feng.
"Lagi pula, penduduk desa ini adalah manusia, sebagai sesama manusia, tidak mungkin kau tak memiliki hati nurani, bukan?... Yang membedakan kita hanyalah status dan kekuatan, mereka tak memiliki elemen namun bukan berarti tidak bisa berkultivasi." ucapnya dengan santai
"Ehh? Apakah yang Anda maksud adalah, meskipun orang-orang ini tak memiliki elemen namun masih bisa berkultivasi?" Yu-Cheng menghapus air mata yang berada di ujung matanya dengan saputangan, ia bertanya dengan heran pada Yi-Feng
Pemuda cantik itu mengangguk, "Tentu saja! Elemen seseorang bisa saja menghilang suatu saat nanti, namun tidak dengan kekuatan tubuh dari manusia itu sendiri. Apakah kau pernah mendengar tentang kekuatan tenaga dalam?" Yi-Feng mengangkat kepalanya dan melihat Yu-Cheng yang berada di samping meja kerjanya
__ADS_1
Yu-Cheng menggeleng tidak tahu.
"Kekuatan tenaga dalam ini diperoleh dari proses pelatihan yang keras, ketenagaan jiwa, dan level kultivasi... Semakin tinggi level mu, semakin kuat pula kau. Bahkan, seseorang yang tidak memiliki elemen namun memiliki level kultivasi yang tinggi, bahkan bisa mengalahkan orang berelement. Ini tergantung dari masing-masing tiap individu itu sendiri," ucap Yi-Feng menjelaskan dengan tenang.
Sebelumnya, di dunia modern. Meskipun dia dan Levi tidak mengerti apa itu kultivasi secara rinci, namun mereka lebih mengenalnya dengan ketenangan jiwa. Saat yang tepat digunakan ketika stress, memiliki banyak pekerjaan dan lelah secara psikologis, anda akan memerlukan ketenangan batin. Seperti itulah yang dijelaskan oleh Kakak perempuannya, Axila. Ini hanya penjelasan awam saja, agar mereka lebih menyatu dengan alam dan lebih rileks.
Dalam sebulan sekali, mereka akan pergi berlibur di pegunungan. Menenangkan diri disana dan menyatu dengan alam, kelelahan terhadap segala aktivitas dan pekerjaan terasa lebih baik setelah 'Kultivasi' ini.
Ini juga membuat mereka lebih kuat, karena setelah berkultivasi mereka akan melakukan pelatihan rutin. Pedang, panahan, bertarung jarak dekat dan jauh, dan senjata api. Semua ini sudah dilewati oleh Yi-Feng sebagai seorang Azka Leon Remanov.
Kembali ke topik!
Orang-orang ini lebih sering ditemui sebagai pengemis yang kotor, sehingga ketika Yi-Feng menjelaskan nya, Yu-Cheng benar-benar tak tahu apapun.
"Tentu, lalu apa menurutmu, bagaimana mereka bisa tetap hidup meskipun tidak memiliki kondisi tubuh yang baik? Bagaimana mereka bisa bertahan di hutan yang memiliki banyak hewan buas ini? ... Yu-Cheng, aku akan mengatakan nya dengan jelas, jika dari pengamatan ku selama ini, zaman Kultivasi akan berakhir di beberapa generasi kedepan. Bisa kau lihat sendiri, jumlah orang dengan tanpa elemen semakin meningkat setiap hari. Bahkan, ada orang yang sangat kuat tiba-tiba menjadi sampah karena kehilangan elemen nya.
Banyak orang hanya fokus berkultivasi tanpa mau berusahalah untuk berlatih seni beladiri yang lebih dalam, mereka menganggap level elemen yang kuat akan membuat mereka semakin kuat dan berkuasa. Tidak tahu bagaimana jika semua orang benar-benar kehilangan elemen mereka, apa yang akan terjadi nanti pada dunia ini"
__ADS_1
Apa yang dikatakan oleh Yi-Feng ada benarnya, jika melihat dari penduduk desa Lin, meskipun mereka tak memiliki elemen namun ada beberapa pria yang memiliki yang memiliki tubuh tinggi dan tegap, meskipun mereka memiliki badan yang kurus namun tetap terlihat sangat kuat. Apakah mereka yang melindungi desa dari serangan hewan buas di musim dingin?
Dan lagi, ada juga kasus serupa, dimana putra seorang bangsawan yang sombong dan semena-mena pada orang lain karena dia kuat tiba-tiba mengalami kecelakaan dan kehilangan semua kekuatan nya, dia berakhir sebagai sampah. Beruntung dia memiliki keluarga yang baik sehingga tetap mensubsidi nya dari waktu ke waktu, itupun anak bangsawan ini harus tinggal jauh di pedesaan yang cukup dalam dan menjalani kehidupan dengan baik.
Ada pula beberapa orang yang bergosip, penjaga pintu yang mengatakan jika dia tak sengaja mendengar dari beberapa pejabat, jumlah orang yang kehilangan elemen semakin meningkat, tidak tahu apakah benar atau tidak.
Namun, Desa Lin ini cukup beruntung karena mendapatkan perhatian dari Pangeran Kekaisaran Yi-Feng. Sekarang, sudah ada prajurit yang menjaga di sekitar desa, dan hal pertama yang mereka bangun di desa adalah dinding tembok yang melindungi desa, mencegah agar hewan buas tidak masuk kedalam desa seperti tahun-tahun sebelumnya.
Malam berlalu dengan kedua pria ini yang berdiskusi tentang bagaimana seseorang bisa mengalaminya kehilangan elemen, jelas hanya Mendiang Putri Mahkota yang memiliki kemampuan untuk bisa merebut elemen seseorang, namun bagaimana mereka menyalahkan orang yang sudah mati ini?
.....
Keesokan harinya, setelah sarapan Yi-Feng pergi membawa Yongxi ke pasar Ibukota. Dia mencari toko atau bangunan yang cocok untuk dijadikan sebagai restoran.
"Haruskah aku membuat restoran cepat saji juga?" gumam Yi-Feng, yang mendadak ingin makan burger.
Rasa daging yang berada di antara roti dengan campuran sayur, tomat, keju, mayonaise dan acar mentimun membuatnya rindu akan makanan cepat saji ini.
__ADS_1
Sudah diputuskan, burger akan masuk kedalam daftar menu!
Namun sebelum itu, mari belu beberapa bahan dan buat burger di rumah nanti.