The Second Prince

The Second Prince
Produk Apel


__ADS_3

Waktu terus berjalan, dengan begitu makan siang yang dimasak oleh para wanita juga telah selesai.


Kentang goreng sangat melimpah disini, dengan begitu semua orang juga penasaran dengan rasa kentang yang digoreng, apakah akan berbeda dengan kentang kukus atau tidak.


Yi-Feng juga tak kikir, ia mengeluarkan saus dan membagikan nya pada semua orang, ada 5 botol saus di setiap kelompok yang terdiri dari 20 orang. Dengan jumlah ini, satu kardus saus habis untuk semua orang siang ini.


Makan siang sederhana, namun membuat semua orang bahagia. Terlebih saat kentang goreng masuk kedalam mulut taip orang, rasa renyah dan gurih sangat menggoda.


Kentang goreng bisa dianggap sebagai camilan untuk sebagian orang termasuk Yi-Feng, kentang hanyalah pengganjal perut saat lapar.


Namun dengan kentang yang melimpah di desa ini, Yi-Feng merasa bisa membuat lebih banyak kreasi dari kentang dengan rasa yang enak juga.


"Yang Mulia, terima kasih. Aku bisa makan kentang goreng yang enak ini berkat Anda, Yang Mulia." ucap seorang bocah dengan tubuh kurus, dia mendongak untuk melihat Yi-Feng dari kejauhan.


"Terima kasih, Yang Mulia."


"Terima kasih, Yang Mulia!" semua orang mengikuti anak itu untuk mengucapkan terima kasih.


Yi-Feng tersenyum, ia melambaikan tangannya.


"Ya, bukan apa-apa."


Semua orang menatapnya dengan kagum, lalu meneruskan makan mereka.


Dimalam hari, Yi-Feng mengajarkan mereka membuat nugget kentang. Para pria yang ke hutan untuk berburu telah kembali, dengan hasil yang sangat baik pula.


Kepala Desa meminta para pria yang paham dengan hewan buruan, pergi ke hutan untuk mendapatkan beberapa permainan. Hasilnya juga tak mengecewakan, mereka membawa kembali 2 babi dewasa, yang dikira beratnya puluhan kilogram.


Dengan ini, mereka melakukan pesta besar. Semua orang sangat gembira terlebih keluarga para pemburu tersebut merasa sangat bangga karena dapat memberikan buruan yang baik bagi kedua Pangeran.


..................

__ADS_1


Pagi harinya, setelah sarapan sederhana. Dua saudara kembar dibawa oleh Kepala Desa ke kebun apel seperti yang diminta oleh Yi-Feng, mereka berkeliling sebentar disana.


Meskipun ini berada diakhir musim semi dan akan masuk ke musim panas, namun udara di sekitar pegunungan ini tetap terasa dingin dan sejuk, terlebih di pagi dan malam hari. Hal ini membuat Yi-Feng menggunakan jubah putih dengan bulu kelinci yang lembut, terasa lebih hangat. Dan bila hari sudah beranjak siang, ia bisa melepaskan jubah itu dengan nyaman.


Saat mengitari kebun apel terbesar di desa, dua saudara kembar berpisah dari kelompok untuk melihat-lihat dengan nyaman.


Yi-Feng menjulurkan tangannya lalu mengambil apel yang berada didekatnya, namun sebelum tangannya bisa mencapai apel ada tangan lain yang mengambilnya.


Yi-Feng menoleh, mendapati kakak kembarnya yang sudah memetik apel untuknya.


"Yang ini lebih besar dan terlihat matang, cobalah" ucap Yi-Fang dengan santai.


Tanpa berpikir panjang, ia mengambilnya lalu dimasukkan kedalam mulut.


Krukk...!


Yi-Feng melirik saudaranya yang juga melakukan hal yang sama, "Apel nya sungguh tak manis, dan terasa sedikit masam." komentarnya


Yi-Feng, "Seperti yang kemarin; Jus apel, Teh apel, selai apel, permen apel dan pie apel yang akan dijual di kota. Aku akan mencari lebih banyak ide lagi untuk apel, mungkin besar akan lebih banyak lagi dimasa depan?" ucapnya tanpa banyak berfikir.


Yi-Fang menatapnya, apa yang membuat adiknya memiliki ide-ide ini?.


Dan lagi, semua yang dipikirkan dan dibuat (Masak) oleh Yi-Feng akan terasa enak, selalu menjadi rasa baru dan membuat mereka ketagihan.


"Jadi, semua itu dijual ke kota?" Yi-Fang.


Yi-Feng mengangguk, "Aku berencana untuk membeli toko kecil di kota Minghua, lalu menjajakan semua ini disana... Atau, bisa juga dengan membuka kafe atau restoran? Bukankah ini ide yang baik? Bagaimana pendapatmu?" tanya Yi-Feng.


Yi-Fang, "Ini terdengar baik, namun apa itu Kafe?." tanya nya, kata ini sungguh terdengar asing baginya.


"Kafe sama seperti restoran, namun suasana didalam lebih santai...

__ADS_1


Biasanya merupakan tempat berkumpulnya para anak muda, yang akan bersantai disana." Yi-Feng sedikit menjelaskan.


"Lalu, bukankah para orang kaya dan bangsawan biasanya pergi ke restoran untuk menjamu tamu?.... Mereka bahkan mengeluarkan banyak uang hanya untuk teh yang diminum, dan aku tak mengerti akan hal ini. Ckckck" ia mengusap dagunya seakan sedang menerawang akan sesuatu.


Biasanya dalam drama kolosal, akan muncul adegan-adegan ini. Akan ada banyak jenis teh yang mahal, ada pula yang murah, ada teh langkah dan ada teh umum.


Apa bedanya? Dalam kehidupannya sebagai Azka, dia benar-benar tak mengerti hal ini.


Meskipun dia tak menyukai drama Kolosal China, namun kakaknya adalah seorang dengan darah Chinese, yang merupakan salah satu keturunan dari Kaisar China.


Dan jangan lupa, jika kakaknya adalah seorang reinkarnasi dari seorang Putri Mahkota!


ini sulit!


Namun sekarang, dia berada di Zaman kuno. Dimana, jika ia pergi ke suatu tempat atau kota, pasti akan dijamu dengan teh.


Ini adalah kesempatan untuk menghasilkan uang bagi para penduduk Desa Lin!


Dengan pemikiran Yi-Feng, tentu berbagai kakak Yi-Fang mendukung adiknya. Ia melihat adiknya dengan semangat memerintahkan para pria untuk memetik beberapa keranjang apel yang akan menjadi produk mereka.


Para wanita disuruh untuk mencuci bersih apel, lalu anak-anak diberikan tugas untuk membuat tusuk sate.


"Jika kalian patuh, kalian akan mendapatkan hadiah dariku. Kalian bisa makan permen yang manis, kalian mau?" goda Yi-Feng pada anak-anak desa.


"Mau!" semua anak disana tentu sangat senang, siapa yang tak ingin makan permen yang manis?


"Kalau begitu, pergi dan buat tusuk sate! Kita akan makan permen apel, ayo-ayo.. cepat" Yi-Feng mengibaskan tangannya, membuat anak-anak desa segera berlarian dengan semangat.


Mereka pergi untuk memotong bambu, lalu membuat tusuk sate dengan sangat bersemangat.


Yi-Feng akan tertawa ketika melihat kaki kecil mereka dengan cepat berlarian dan mengerjakan perintahnya. Mereka semua terlihat menggemaskan

__ADS_1


__ADS_2