The Second Prince

The Second Prince
Membantu Reza [2]


__ADS_3

Azka sengaja untuk kembali melakukan pemanasan tanpa menoleh ke belakang.


Namun, ia memasang telinganya untuk mendengarkan langkah kaki yang semakin mendekat.


"Dia hampir sampai, dia hampir sampai!" ucap Reza semangat


Dengan Reza yang semakin bersemangat, Azka malah semakin gugup.


Bagaimana cara dia mengatakan pada Kenzo jika Reza ingin bicara padanya?


Tapp...Tapp..Tapp


Tanpa sadar hanya karena dia merasa gugup, Kenzo melewatinya begitu saja.


Pria itu hanya melirik kilas kearah Azka yang terlihat sedikit aneh, "Selamat pagi," tegur Kenzo melewatinya


Azka terkejut, "Ah, selamat pagi." balas Azka


"Ada apa denganmu? ... Lihat, Kenzo sudah mulai menjauh." Reza heran melihat Azka yang hanya berada ditempat tanpa mulai berlari


Azka menoleh, ternyata memang benar. Azka juga mulai melangkahkan kakinya, dengan kecepatan yang pelan ia mulai berlari kecil.


"Bagaimana cara aku mengatakan pada kakakmu, jika kau ingin bicara padanya?" tanya Azka


"Katakan saja jika kau bisa melihatku, lalu aku ingin bicara padanya," balas Reza dengan santai


Azka melirik kesal pada Reza, mana bisa dia bilang begitu dengan santai?


Namun, memang benar. Azka mempercepat larinya kearah Kenzo.


Kenzo yang berada didepan sana merasa aneh, ia melirik dengan ekor matanya. Namun tak peduli, pria itu terus berlari


Kenzo merasa aneh, biasanya hanya akan ada dia di jalan ini. Kawasan ini merupakan kawasan perumahan super elite, dimana hanya para jutawan atau miliader tinggal.


Inilah faktanya, mansion dimana dia tinggal merupakan salah satu mansion mewah, namun paling mewah dan menyerupai kastil adalah tetangga nya. Rumah mereka bersebelahan, namun tak ada yang saling kenal


Biasanya, jalanan disini selalu sepi apa lagi di jam segini. Hanya para petugas kebersihan yang akan berada di jalanan dan membersihkan daun atau sampah di pinggiran jalan.


Mereka membayar banyak uang agar lingkungan dan jalanan di sekitar mansion-mansion ini tetap bersih dan terjaga.

__ADS_1


Azka tetap berlari dengan menjaga jarak, ia takut memulai percakapan dengan Kenzo didepan sana.


Yang tadinya gelap dan hanya diterangi oleh lampu-lampu yang berada disekitar jalanan, perlahan mulai terang dengan cahaya redup.


Kenzo menghentikan langkahnya saat ia merasa sedikit lelah, ia berhenti di taman umum yang ada di sekitar mansion orang lain. Ini dibuat agar orang-orang menikmati hari mereka, terkadang akan ada beberapa penghuni mansion yang akan keluar dan mengajak hewan peliharaan jalan-jalan dan bermain di taman mini ini.


Azka juga menghentikan langkahnya dan mengambil tempat yang tak jauh dari Kenzo, ia akan melirik sebentar ke pria itu.


Ada beberapa orang yang berada ditaman itu, memang sepi karena kebanyakan orang tak mau keluar dari mansion mereka di pagi hari seperti ini.


"Hai," tiba-tiba Kenzo menghampirinya.


Azka yang sedang bermain dengan pikirannya segera menoleh terkejut, "Halo."


Kenzo tiba-tiba duduk disamping Azka. "Kau tinggal disekitar sini?"


"Ah..ya, benar. Aku tinggal disekitar sini," balas Azka dengan gugup


Kenzo mengangguk, "Lalu, kenapa kau terus mengikuti ku?" tiba-tiba Kenzo menatap Azka dengan dingin, membuat pemuda itu jadi bertambah gugup


"Aku tidak-"


"Tidak mengikutiku namun terus berada di belakangku dan menjaga jarak. Siapa kau sebenarnya? .. Penguntit? Paparazi? siapa kau?" Kenzo menunjukkan pandangan galak pada Azka yang terlihat lemah


Kenzo merasa orang ini aneh, namun ia juga harus berhati-hati pada orang disekitar. Terlebih, terdapat musuh dimana-mana. Ia adalah seorang pengusaha, tentu saja memiliki saingan bisnis


"Hmmtt?" Kenzo tetap mengawasi Azka yang terlihat berlagak agak aneh.


"Bagaimana cara mengatakan padanya?" Azka tiba-tiba bertanya pada Reza yang berada didepan nya.


Melihat pandangan Azka yang tertuju kedepan, pria itu juga ikut menatap kesana namun tak ada siapapun disana.


"Bukankah sudah kubilang tadi, kenapa kau malah bertanya padaku lagi?" balas Reza.


"Aku tak bisa, bagaimana jika dia tak percaya?" ucap Azka.


"Dia pasti akan percaya padamu, katakan saja jika aku ingin bicara dengannya." ucap Reza lagi


"Haruskah?" balas Azka, Reza mengangguk.

__ADS_1


"Hei, dengan siapa kau bicara?" Kenzo terus memperhatikan sejak tadi, namun tak ada orang disana. Dan lagi, pemuda ini tak menggunakan earphone atau sejenisnya, telinganya polos dan tak ada perangkat apapun disana.


"Itu... sebenarnya, aku melihat jika seseorang terus mengikuti mu sejak tadi, jadi-"


Kenzo menyipitkan matanya, "seseorang? ..Aku tak melihat siapapun selain kau yang mengikutiku."


"Tapi, itu memang benar. itu-apa kau percaya pada hal-hal berbaur spiritual?" tanya Azka


"Spiritual?" ulang Kenzo


Azka mengangguk, "itu karena seorang pria terus mengikuti mu. Dia mungkin kakak atau adikmu?"


Wajah Kenzo langsung menghitam, tangannya langsung mencekik leher Azka. "Siapa maksud mu?!" suara Pria itu meninggi


Azka yang diserang tiba-tiba sangat terkejut, ia memegang tangan yang sedang mencekiknya. "Lepas! Itu menyakitkan, lepas!" ia tak mau menyerang pria ini, dia hanya sedang membantu saja.


Kenzo ini sangat sensitif terhadap adiknya, apa lagi Azka mengatakan jika 'kakak atau adik'. Dia hanya memiliki satu orang adik, dan tak ada yang lain lagi. Hanya pria yang sedang berbaring tak berdaya di rumah sakit sajalah yang ia miliki sebagai saudaranya


"Kenzo! Hentikan, kau bisa membunuhnya! Kenzo!" Reza mencoba untuk menyelamatkan Azka dari tangan kakaknya, namun ia tak bisa membantu


"Lepaskan dia bajingan!"


bersamaan dengan suara yang datang, tangan itu terlepas dari leher Azka sementara pria yang mencekiknya terpental ke samping.


Brugg!


"Tuan muda, Anda baik-baik saja?"


Azka mendongak, melihat seorang pria yang mengenakan setelan jas hitam muncul didepannya.


Pria ini terlihat familiar, "aku baik-baik saja." balas Azka, ia terbatuk beberapa kali dengan wajah yang sedikit memerah.


Pria itu sejak tadi sudah mengikuti Azka, dia merupakan salah satu pengawal yang menjaga pemuda itu. Ia terus memperhatikan Azka dari jarak jauh, seolah-olah dia hanyalah bayangan. Semuanya baik-baik saja, namun tiba-tiba ia melihat jika pria yang mengajak Azka bicara mencekiknya, itulah sebabnya ia muncul


"Siapa kau?!" teriak Kenzo marah, mengapa tiba-tiba ada orang yang menyerangnya. Matanya melotot kearah pengawal itu


Sementara pengawal tadi telah menekan tombol disampaikan jasnya, ia bicara pada orang diseberang sana agar membawa mobil kemari.


Pengawal itu menatap Kenzo dengan marah, "Tuan muda kami mendapatkan karunia agar bisa melihat hal-hal lain, ia hanya ingin membantu Anda dengan mengatakan jika adik Anda ingin bicara pada Anda. Namun kau malah tidak menghargai dan malah menyerang tuan muda kami? ..Kau mau mati?!" teriak pengawal itu.

__ADS_1


Ia memang mendengar samar-samar, tuan mudanya memang terlihat bicara sendiri seperti orang gila. Namun, dia tahu jika Azka sedang bicara dengan 'Hantu' itu dengan mengatakan bagaimana cara bicara pada orang ini.


"Apa?" ucap Kenzo terkejut


__ADS_2