
"Masih berani membela diri padahal sudah terbukti bersalah?! Wanita tua, kau benar-benar sangat berani pada Pangeran ini!" suara Yi-Fang menjadi lebih dingin lagi, namun udara disekitar menjadi lebih panas.
Nyonya tua Huo menjadi lebih gemetaran lagi, tubuhnya menjadi lemas dan ia merasa tidak berdaya hanya dengan suara dan aura intimidasi yang langsung dikeluarkan oleh Yi-Fang.
Hal yang sama terjadi lagi, sebelumnya dia telah ketakutan di depan Yi-Feng namun masih berani menghina pemuda itu. Sekali lagi, ketakutan membuat nyonya tua Huo kencing di pakaiannya.
Semua orang yang berada disana tidak buta, mereka melihat bahwa ada cairan yang mengalir dari antara kaki wanita tua itu, semua orang langsung menatap wanita tua itu dengan pandangan jijik!
Lizheng Liu kehabisan kata-kata, dia tak bisa mengatakan apapun lagi dan hanya bisa menundukkan kepalanya dengan malu.
Xin Yuan menatap neneknya dengan datar, tak ada rasa kasihan sedikitpun pada wanita tua itu malah tatapan dingin yang tertuju padanya. Xin Yuan menyaksikan kejadian didepan sana, namun ia tidak membiarkan adiknya melihat hal menjijikkan ini, dia menutup mata adiknya dengan tangannya lalu berbalik belakang.
"Bawa wanita tua yang menjijikkan ini, potong lidahnya dan berikan pada anjing! ...Tidak, bawa dan penggal dia! .. Bahkan penggal adalah hukuman paling ringan untuk wanita kejam ini!. Pangeran ini mau melihat, siapa yang berani menghina anggota Keluarga Kekaisaran lagi!" ucap Yi-Fang dengan kejam
Mata Yi-Feng bergerak kesekeliling, 'ada banyak anak kecil disini. Apakah tidak apa-apa bicara begitu kek didepan anak-anak?'
Dia tidak merasa kasihan sedikitpun pada nyonya tua Huo, wanita ini tidak merasa sakit ketika lukanya belum sembuh, malah ia yang meminta luka baru yang lebih dalam lagi. Jadi, biarkan dia menerima karma nya karena telah bersikap kejam.
Xin Boashan tidak lagi meragukan identitas Yi-Feng, dia langsung menikam lututnya ke tanah dan bersujud, "Yang Mulia, mohon maaf Anda. Ibuku seorang wanita yang kasar dan berlidah tajam, namun dia tidak memiliki maksud pada adik Anda... Mohon maaf Anda, Yang Mulia!"
Yi-Fang mengarahkan pandangan pada Xin Boashan, dia hanya melirik sebentar saja pada pria yang satu dekade lebih tua darinya, pria ini tidak berpendidikan!
Lizheng Liu menutup matanya, Xin Boashan ini benar-benar tidak berfikir sebelum membuka suara. Ibunya dengan berani menghina Pangeran namun dia masih dengan bodohnya memotong keputusan dari orang yang mulia ini? Bodoh! Bodoh!
Xin Boashan masih tidak menyadari situasi, dia dengan berani melototi istri dan saudara iparnya yang berdiri ditempat penonton, "apa kalian bodoh! Cepat mohon maaf dari Pangeran untuk ibu!"
Nyonya tua Huo juga mengangkat kepalanya dan berteriak pada dua menantu yang berada di barisan penonton, "kalian anak tidak berbakti! Aku sudah dalam keadaan seperti ini, namun kalian masih berdiri dan menonton dari samping? Datang dan mohon ampun dari Pangeran untukku!"
Feng Xia langsung membuka mulutnya, "ibu. Ini salahmu, kau tidak bisa menyeret kami! Kau yang menghina Pangeran namun malah meminta kami untuk minta ampun!"
Li Ying menambahkan, "Suamiku, maaf tapi kali ini aku tidak bisa membantu. Kau tahu seperti apa sikap ibu, keputusan Pangeran juga tidak bisa diganggu-gugat oleh siapapun... Jika kau terseret kedalam masalah ini, bagaimana Pei'er hidup dimasa depan tanpaku?"
__ADS_1
Penduduk desa belum pergi, mereka menggelengkan kepala pada sikap dua menantu ini.
Yang satu merupakan menantu kedua, Feng Xia dan yang lain menantu ketiga, Li Ying. Siapapun di desa Dongsan tahu bahwa Nyonya tua Huo sangat kejam apakah inilah saatnya dua menantu ini membalas dendam?
Mereka menertawakan nasib Nyonya tua Huo.
"Wanita tua ini benar-benar sial delapan kehidupan karena memiliki menantu yang sangat kejam. Ini pertama kalinya aku melihat seorang menantu yang tidak mau membantu mertuanya dalam kesulitan."
"Benar..benar"
"Jika kau memiliki menantu seperti ini, aku pasti akan membuat dia mendapatkan pelajaran!"
"Ya, tidak heran lagi. sepertinya semua orang yang berada di keluarga Xin semuanya adalah kumpulan orang aneh, hanya putra pertama yang telah meninggal yang normal... Semua orang tidak bisa diandalkan!"
"Jangan sampai putraku menikah dengan salah satu cucu keluarga Xin, jika tidak aku akan mendapatkan menantu jahat seperti ini!"
"Itu benar, siapa yang mau menikah dengan gadis dari keluarga Xin? Mereka semua orang aneh! Tidak anak, tidak ibu mertua, tidak menantu, semuanya orang-orang jahat!"
Para penonton tertawa senang, mereka tidak pernah melihatnya lelucon serius semacam ini di desa. Jadi mereka mulai menghina keluarga Xin di depan orang-orangnya langsung
Xin Boashan menjadi panas, namun dia harus menyelamatkan ibunya. Hanya dia sendiri lah yang merupakan Kepala keluarga, dua saudaranya tidak dapat diandalkan
Kakak pertama telah meninggal 7 tahun lalu, sedangkan kakak kedua merupakan seorang yang cacat sejak masih kecil, dia adalah seorang pria idiot! Bagaimana bisa dia menyelamatkan ibunya dengan cara seperti ini?
"Kau memiliki dua pilihan nyonya tua, kau bisa memilihnya sendiri!" Suara Yi-Fang tiba-tiba kembali terdengar
Nyonya tua Huo mengangkat kepalanya, "Yang Mulia Pangeran, mohon ampunan Anda. Saya akan mendengarkan nya dengan baik, wanita tua ini akan menerimanya"
Yi-Fang tersenyum sinis, apakah wanita ini berfikir bahwa dia akan mengampuni nya? Tidak akan!
"Yang pertama, kau akan dipenggal sendi tanpa keluarga mu juga ikut serta didalamnya atau yang kedua, kau beserta seluruh keluarga mu akan mendapatkan hukuman! Kau dipenggal sedangkan seluruh anak dan cucumu akan dipukuli dengan papan sebanyak 20 kali! Pilihan ada ditangan kalian!"
__ADS_1
Mata Yi-Feng melebar, hal semacam ini juga terjadi di sini? ...Dia tidak terkejut dengan hukuman semacam ini karena sejarah Korea telah dia pelajari sejak masih berada di bangku Sekolah. Hanya saja, tidak menyangka bahwa hukumannya juga sama dengan yang ada di dunia ini
Sejak Kakaknya tiba, Yi-Feng menutup mulutnya dan hanya menonton dengan diam. Baiklah, biarkan orang yang sudah terbiasa yang menangani masalah ini.
Mata Xin Boashan melebar, seluruh keluarga mendapatkan hukuman? Xin Boashan menoleh kearah ibunya, "maafkan anakmu ini ibu, namun aku menyerah dan tidak bisa membantumu. Anak-anak masih kecil, jika mereka dipukul sebanyak 20 kali, itu sama saja dengan membunuh semua cucumu. Kali ini, kau benar-benar salah dan tidak bisa diselamatkan lagi, ibu. Maaf," Xin Boashan langsung menyerah begitu dia mendengar ucapan Yi-Fang
Mo Chen yang sejak awal memang sudah menutup mulutnya melangkah maju, "Salam Yang Mulia, saya harap wanita tua ini dihukum seberat-beratnya bahkan biarkan saya saja yang membersihkan nya. Tidak hanya mulutnya yang bicara, namun tangannya dengan tidak sopan menunjuk Yang Mulia Pangeran Kekaisaran dengan kasar. Sejak dulu, sayalah yang menjaga Yang Mulia Pangeran Kekaisaran jadi biarkan pria ini yang membersihkan kotoran ini."
Yi-Fang menoleh, begitu mendapati bahwa orang yang berada disamping adiknya adalah Mo Chen, Yi-Fang tentu saja sangat terkejut. "Chen Gege, ternyata ini kau. Tentu saja saya akan menyerahkan nya pada Anda, silahkan lakukan apapun pada wanita tua yang kejam ini. Aku akan sangat berterima kasih pada Anda," balas Yi-Fang
Wajah Mo Chen sudah melekat di ingatannya, siapa yang tidak mengenali pria ini? Sang pilar terakhir yang diangkat langsung oleh mendiang Bibi Kekaisaran? Semua orang di Ibukota tahu tentang 7 pilar, meskipun mereka tidak pernah bertemu secara langsung. Namun, tidak lama lagi akan bertemu tepat ketika hari kematian Bibi Kekaisaran
Mo Chen membungkuk kan tubuhnya dan berterima kasih, ia kemudian menatap pada ksatria yang memegang wanita tua itu. "Bawa pergi ke Yamen, aku yang akan menjemputnya disana dengan tangan ku sendiri!"
"Baik, Tuan!" Balas dua ksatria menyeret wanita tua itu. Penonton menyaksikan bagaimana nyonya tua Huo berteriak minta ampun dan tak mau pergi, dia terlihat seperti seorang yang kotor dan menjijikkan.
Xin Boashan langsung membawa pulang istri dan anaknya, ia menghukum ipar dan istrinya dengan kejam begitu tiba di rumah.
Lizheng Liu juga mengusir semua orang untuk pergi, meskipun enggak penduduk desa mendengarkan dan meninggalkan lokasi.
Melihat bahwa orang-orang perlahan bubar, Yi-Feng mendekati saudara kembarnya dengan gembira.
"Kakak! Kau benar-benar yang terbaik, kau muncul diwaktu yang tepat! Aku sangat menyayangimu, ah!" Dengan tidak malu-malu, Yi-Feng langsung melompat ke punggung Yi-Fang dan membiarkan nya menggendong nya.
Yi-Fang yang tiba-tiba diserang tidak siap dan hampir jatuh, namun begitu tahu bahwa ini merupakan adik kembarnya, bukan rasa marah yang datang namun khawatir.
"Dasar bodoh! Jika aku tidak datang, lalu bagaimana kau melewati wanita tua yang merepotkan ini?" Meskipun dia mengeluarkan kata-kata dengan kesal, namun ada rasa lega dihatinya melihat bahwa adiknya masih ada dihadapannya.
Tiba-tiba terlintas di ingatannya, "apa yang terjadi di gunung tadi? Mengapa ada begitu banyak mayat?" Bisik Yi-Fang
"Ehh?" Yi-Feng terkejut, bagaimana kakaknya bisa tahu tentang mayat-mayat itu?
__ADS_1