
Perjalanan masih cukup lama, jika tebakannya benar maka mereka akan tiba d Istana pada pukul lima sore, dua jam lebih lambat dari pada saat mereka tiba di Pantai beberapa hari lalu.
Dalam perjalanan, Nyonya tua Xian tidak berani menguliahi Tang Jingmi, ini karena mereka berada di tengah-tengah rombongan para Pangeran. Setiap sisi memiliki telinga, jika dia mengatakan hal yang salah maka- semuanya akan selesai.
Nyonya tua Xian memiliki wajah hitam saat melihat wajah cucunya, sehingga wanita tua itu memilih untuk menutup matanya dan tidur dalam perjalanan.
Mungkin, dia memang bisa membujuk saudaranya- Pensiunan Kaisar, namun tidak dengan keponakannya yang adalah Kaisar saat ini, sang Tiran Lio-Guan.
Tang Jingmi menundukkan kepalanya, telinganya menangkap permintaan maaf dari Lu Yuanxi dari luar, ia hanya bisa menatap teman lamanya dari balik tirai, agar tak membuat neneknya semakin kesal padanya.
"Jing'er, jangan khawatir. Aku akan minta maaf pada saudaraku, Yang Mulia adalah orang yang memiliki hati baik sehingga dia tak akan mempermasalahkan hal ini. Jangan khawatir, ini memang salahku." Ucap Lu Yuanxi
"Yuan Gege, ini bukan salahmu. ini juga salahku karena tidak bisa menahan diri, kau tak pernah berubah sejak kita masih kecil dan terbawa sampai sekarang. Aku akan menjelaskan hal ini dengan Yang Mulia, Yuan Gege" balas Tang Jingmi dengan berbisik.
Lu Yuanxi kemudian memperlambat kudanya dan berjalan dengan jarak dari kereta yang ditumpangi Tang Jingmi, ini agar Yi-Feng melihat nya dan tak lagi merasa curiga.
'Hari ini cukup, dia sudah mengeluarkan emosi.' Tindakannya memang agar dilihat oleh Yi-Feng, jadi dia merasa cukup puas tadi.
Anak-anak tak merasa nyaman dengan dua wanita ini, jadi mereka tetap berada di kereta para Pangeran, bermain dan tidur dengan tenang dan bebas.
Sepanjang sisa perjalanan, Yi-Feng mengendarai kuda nya- Little White dan tak masuk kedalam kereta.
Saat mereka melewati gerbang Ibukota, keramaian kembali menyambut mereka. Butuh waktu sebelum mereka tiba di gerbang Istana
__ADS_1
Dan seperti tebakan Yi-Feng, mereka tiba pukul lima lewat beberapa menit, setelah melapor kedatangan mereka pada Ayah Kekaisaran, masing-masing kembali ke Istana Kediaman dan beristirahat, cukup melelahkan dalam perjalanan.
Tang Jingmi dan neneknya disambut dengan hangat oleh Permaisuri dan kedua Selir, yang kemudian diantar ke Kediaman para Kerabat kekaisaran, area yang cukup luas dengan banyak bangunan dua lantai untuk satu keluarga yang terdiri dari 7 orang dan beberapa pelayan.
Yi-Feng membawa Yongxi ke Istana Bulan, mereka segera mandi dan beristirahat. Ketika malam tiba, Kaisar memanggil semua anggota keluarga untuk perjamuan makan malam, ini dimaksudkan untuk penyambutan Bibi dan keponakannya yang juga merupakan tunangan putra keduanya.
Yi-Feng duduk disamping saudara kembarnya, memperlihatkan posisinya yang lebih tinggi dari pada Lu Yuanxi.
Tang Jingmi sudah beberapa kali ikut neneknya datang ke Istana Kekaisaran dan sudah sangat mengenali posisi duduk dimana Lu Yuanxi lebih sering duduk disamping Yi-Fang, Pangeran Mahkota yang terlihat individual dan tak tersentuh itu, lalu di posisi bangku ke tiga selalu kosong. Posisi duduk saat ini, terlihat sangat asing baginya
Ditambah ada Yongxi di meja makan, ini menunjukkan jika anak ini memiliki posisi di dalam anggota keluarga. Mata Tang Jingmi tak lepas untuk membandingkan kemiripan wajah Yi-Fang dan Yongxi, dia tak bisa melihat wajah dibalik topeng Yi-Feng namun mereka berdua adalah anak kembar, pastilah wajah mirip meskipun rumor mengatakan hal buruk tentang Pangeran Kekaisaran.
Jelas, tak ada kemiripan dimana pun antara ayah dan anak ini, apakah wajah Yongxi mengikut ibunya sehingga tak ada kemiripan itu? Tapi, anak Selir selalu dipandang rendah dan hanya anak Sah lah yang bisa duduk diantara meja ini, jika dia sudah menikah dengan Yi-Feng maka, Yongxi tidak akan bisa lagi duduk di bangkunya dengan nyaman seperti saat ini.
Yi-Feng hanya mengangguk sebagai jawaban, lebih konsentrasi pada makanan nya dari pada menanggapi ucapan ibunya yang sekarang.
Lagi pula, sepertinya reaksi dari tubuh ini juga biasa saja dengan ibunya, seperti dimasa lalu mereka berdua tidak dekat. Pangeran Yi-Feng yang asli adalah seorang yang mengurung diri dengan buku sehingga seluruh Istana Bulan Hanoi dipenuhi dengan buku-buku ilmiah, pengetahuan dan semua jenis buku.
Dan memang benar, Pangeran Yi-Feng tak dekat dengan ibunya, karena Permaisuri Xu lebih bias pada Pangeran Mahkota, sang pewaris tahta kekaisaran. Semua fokus kasih sayangnya diberikan pada putra sulungnya dari pada putra bungsunya, dan lagi dia tak berusaha menjalin hubungan yang baik seperti Lio-Guan saat anak itu dalam masa trauma pada hantu, dalam masa ia mengurung diri dengan kenyamanannya.
Yi-Fang adalah anak emasnya Permaisuri Xu, berkebalikan dengan Yi-Feng yang adalah anak emasnya Kaisar, Lio-Guan. Pensiunan Kaisar sendiri berada di tengah, dia menyayangi kedua cucunya dengan setara dan tidak membeda-bedakan, hanya saja jika benar-benar disuru untuk memilih maka dia berada di pihak Yi-Feng karena anak itu lebih membutuhkan perhatian dari pada kakaknya yang kuat!
Selir Agung Lu memperhatikan reaksi kecil dari Yi-Feng yang tak perduli ini, dia merasa lebih menyayangkan bagaimana jadinya anak cantik ini menjadi istri masa depan Yi-Feng. Sepertinya rencananya akan berjalan lancar untuk kedepannya melihat dari reaksi tak nyaman dan asing dari dua orang ini.
__ADS_1
Lio-Guan tak mengatakan apapun, dia hanya menyambut Bibi dan calon menantu masa depannya dengan baik, masih ada banyak sekali pekerjaan sehingga ia tak terlalu fokus pada Tang Jingmi.
Sudah ada Permaisuri Xu yang bisa merawat mereka, untuk apa dia turun tangan lagi ketika begitu banyak pekerjaan menantinya?
Namun, dia tidak benar-benar peduli. Sudah ada orang yang mulai mengawasi Tang Jingmi ketik dia tiba di Ibukota
Lio-Guan memberikan beberapa kata baik pada bibinya, saudara tiri dari Ayahnya. Kemudian, setelah perjamuan selesai mereka semua berpisah
Malam ini, Lio-Guan pergi ke Istana Anggrek milik Permaisuri Xu.
Sedangkan Yi-Feng, tunangan yang direncanakan ini bukanlah tipenya, jadi dia mau menyerahkan gadis itu pada saudara tiri itu, Lu Yuanxi saja
'Ah, dari pada memikirkan orang lain, kenapa aku tidak mulai merencanakan pembangunan Restoran ku saja? ... Haruskah besok aku mencari lokasi yang tepat? bagaimana dengan menu-menu itu, aku harus mulai memilah yang cocok.' batin Yi-Feng
Lalu, Yu-Cheng masuk dan menyerahkan buku catatan yang baru. "Yang mulia, ini adalah catatan untung rugi dari Caffe Lin, lalu laporan perkembangan Caffe, laporan pembangunan desa Lin dan..."
Yu-Cheng mulai menjelaskan situasi yang saat ini terjadi, hanya dalam waktu satu bulan saja pembangunan Desa Lin sudah meningkat.
Ada laporan yang mengatakan jika apel-apel yang mereka hasilkan saat ini menjadi manis bahkan ketika diedarkan ke pasar, itu laris dan membuat pendapat desa semakin meningkat, mereka tidak hanya berharap pada Caffe Lin saja.
Padahal baru satu bulan berlalu, namun semua orang mulai bergarap agar Caffe Lin membuka cabang kedua, karena setiap hari selalu ada antrian panjang didepan Caffe Lin
Kentang goreng juga menjadi favorit banyak orang disana, mereka mulai mencari akal untuk menghasilkan minyak sendiri, menanam tanaman yang bisa menghasilkan minyak lalu menjualnya.
__ADS_1
Saat ini, Desa Lin menjadi perhatian di kota kecil itu.