The Second Prince

The Second Prince
Berburu [2]


__ADS_3

Adegan ini mengandung kekerasan, harap bijak dalam membaca. Dan jangan membayangkan karena itu terasa sangat ngeri/ngilu.


...____________________________________...


Saat sedang membolak-balik kelinci yang berada diatas bara api, Mo Chen tiba-tiba berkata "mereka datang." bisik nya, namun Yi-Feng yang memiliki indera pendengaran yang cukup tajam bisa mendengarnya


"Baik, ayo berburu mangsa utama." balas Yi-Feng dengan seringai kejam


.....


Yi-Feng tetap duduk dengan tenang, dia membolak-balik kelinci yang berada diatas bara. Satu tangannya lagi berada disampingnya.


Jika diperhatikan lebih baik, ada kilatan cahaya di ujung sesuatu yang tajam, milik bentuk lurus dan kecil, dan terlihat berwarna perak.


Mo Chen telah menghilang seperti bayangan hanya dalam waktu singkat. Dia bersembunyi di ditempat strategis, berada diatas pohon rimbun yang memiliki daun lebat.


Saat para tikus itu datang, Yi-Feng tetap duduk dengan posisi yang sama. "Wah... harumnya, 'aku semakin lapar' ," ucapnya dengan suara yang keras.


Bersembunyi di balik pohon, 'tikus-tikus' yang datang mengamati selama beberapa saat.


Dari jarak yang jauh, mereka saling pandang lalu memberi kode pada satu dan yang lain sebelum mengambil langkah selanjutnya.


Lima orang maju dalam waktu yang sama, mereka keluar dari tempat yang berbeda dengan mengepung Yi-Feng yang berada ditengah.


Pemuda itu mengangkat kepalanya, "Ehh? .. Ada orang lain disini?" ia memiringkan kepalanya bertindak seolah-olah tak mengetahui situasi ini.


Ada satu yang berada didepan, dua disamping kiri dan kanan lalu dua lagi di belakang. Mereka mengepung dengan titik bintang, sedangkan lawan malah bertingkah bisa saja.


"Selesaikan dan ambil bayaranmu, ayo!" sepertinya yang berkata merupakan ketua mereka.


Melihat bahwa target terlihat seperti orang lemah dan tidak memiliki kekuatan, sang ketua maju dan berada didepan Yi-Feng sedangkan bawahan nya berada di samping dan belakang.

__ADS_1


"Ehh? ...Apa yang kalian lakukan? Jika ingin sarapan juga, pergi dan berburu sana. Tapi karena aku berbaik hati, ayo aku akan mentrak- apa yang kalian lakukan sebenarnya?!" suaranya yang tadi terdengar sedikit lembut langsung berubah saat menyadari jika dua orang disamping kiri dan kanan telah mengambil langkah.


Yi-Feng segera membuang ranting pohon yang berada ditangannya, tanpa mengucapkan apapun ia menghempaskan tangan nya kesamping kanan lalu tangan kirinya juga melakukan hal yang sama, namun bedanya ada jarum perak yang dibidik keadaan musuh.


Tangan kanan itu mengeluarkan sesuatu, es berbentuk panah meluncur dan menembus leher lawan.


"Argggh!" pekikan kesakitan terdengar sebelum suara gebrukan terdengar di tanah, ada darah yan mengalir keluar dari pria itu.


Sedangkan yang berada di sisi kiri, ia memegang mata kanannya dengan kedua tangannya, ada darah yang mengalir keluar seperti air mata. "Argggh!" ia berlutut ditanah dengan kesakitan


Sang ketua tampaknya terkejut, ia melihat dua bawahan nya yang sudah tumbang lalu pandangannya kini tertuju pada Yi-Feng dengan lebih serius lagi. "Sial! Bajingan!" makinya


Dua rekan yang berada dibelakang melotot melihat apa yang terjadi pada rekan mereka, kemarahan datang kedalam diri mereka.


"Sialan! Pergilah ke neraka!" ada bola api yang dilemparkan dari belakang, serta akar pohon yang tiba-tiba merayap di tanah dengan kecepatan tinggi menyerang Yi-Feng


Yi-Feng melompat keatas udara, ia langsung menghancurkan bila api dengan mengubahnya menjadi Es, yang kemudian hancur menjadi berkeping-keping. Hal yang sama juga terjadi pada akar tanaman yang merambat kearah nya dengan kecepatan tinggi. Itu membeku ditanah sebelum hancur berkeping-keping


Mata Yi-Feng menunjukkan keseriusan, ia kembali melompat keudara dengan dua tangan yang bersilang membentuk 'X' didepan dada.


Mereka melompat untuk menghindar, namun ternyata malah berakibat fatal. Tubuh terbelah bagi dua dari dada ke pinggang, yang membuat darah segar meluncur keudara membuat adanya bau anyir di udara


Sang ketua tampaknya sangat terkejut, ia mengambil kuda-kuda saat melihat Yi-Feng berbalik kearahnya. "Rencana B, lakukan!" teriaknya


Setelah itu, terdengar suara langkah kaki ditanah dan dahan pohon yang diinjak oleh sekelompok orang. Mereka mengepung Yi-Feng dari atas pohon dan dari tanah


Mata Yi-Feng menunjukkan keseriusan dan tidak ada lagi lemah lembut didalamnya, telapak tangannya terbuka dan ada es berbentuk belati yang muncul disana.


Suasana disana menjadi lebih tegang dan serius, adegan berdarah yang baru saja terjadi dilihat oleh yang lainnya dari tempat persembunyian mereka.


"Lihatlah, kau benar-benar kalah jumlah! Lebih baik berdiam diri dan biarkan kami menyelesaikan tugas kami!" ucap sang ketua dengan nada sombong saat melihat anak buahnya telah datang.

__ADS_1


"Berdiam diri, heh? ..Apa kau sudah gila?" balas Yi-Feng mengejek sang ketua.


Ketua itu tampak percaya diri dan menjadi tidak waspada pada lawan saat melihat bahwa target nya adalah seorang pria muda yang baru menginjak usia dua puluhan. Pengalaman nya pasti masih sedikit dibandingkan dengan dia yang sudah bertahun-tahun berada di industri ini.


Jumlah mungkin kalah, namun tidak dengan kekuatan 'bukan?


Mo Chen yang sudah melihat apa yang terjadi dibawah sana segera mengambil langkah, gerakannya sangat cepat ketika ia tiba dibelakang punggung musuh, dengan belati ditangannya ia membunuh musuh. Tangannya mendekap mulut lawan, kemudian berlatih disayat tepat di tenggorokan, ketika Vena yang berada disana terputus maka hanya dalam hitungan detik sebelum musuh berhenti bernafas.


Ia melepas lawan dari atas pohon dan membiarkan nya jatuh ke tanah kemudian terdengar "Bruggh!"


Ketua yang sombong dan bersikap angkuh langsung melihat kearah dimana bawahan nya jatuh, tepat dibawah pohon yang tak jauh darinya. "Ehh?" ia kemudian menoleh kearah Yi-Feng yang memiliki senyum dibibir Deng wajah tertutupi topeng setengah wajah.


Ia menjadi lebih serius, "Apa lagi yang kalian tunggu! Cepat bunuh dia!" teriaknya memberikan perintah


Namun Yi-Feng tidak menunjukkan tanda-tanda ketakutan, ia malah terlihat bersemangat.


Dia orang yang menyerangnya dengan kekuatan mereka langsung di tangkis oleh pemuda itu menggunakan belati es ditangannya.


Kemudian ada es yang menyerang mereka bdari belakang, menembus dada sehingga percikan darah kembali menyembur ke udara.


Melihat rekan yang mati, orang-orang yang berada diatas tanah menjadi marah. Mereka dengan membabi-buta menyerang Yi-Feng dibawah sana.


Sedangkan yang berada diatas pohon masih diam sambil melihat situasi, perlahan-lahan satu persatu mulai jatuh ketanah, yang dirasakan hanyalah hembusan angin dibelakang sebelum akhirnya ada nyawa yang melayang.


Yi-Feng lebih serius dibawah sana, ia berlari untuk memancing musuh ketempat lain. Sang ketua tidak membiarkan targetnya lari, ia dan bawahan nya yang lain mengejar Yi-Feng.


Kebetulan, didepan sana merupakan jurang yang dalam, mereka mengepung Yi-Feng disana.


Namun apakah pemuda itu takut? Tantu saja tidak! Dia melayani mereka dengan benang hati karena selama ini, lawannya hanyalah boneka kayu yang menjadi target berlatih.


Ada dua elemen yang berada pada Pangeran Yi-Feng, itu berlawanan dengan Yi-Fang. Elemen Es telah ia kuasai dengan baik, namun tidak dengan petir yang masih sulit dikendalikan

__ADS_1


Sekarang, saatnya menguji elemen Petir langsung ke target berdarah ini.


Lima orang langsung menyerangnya, tapi sesuatu yang menyilaukan mata membuat mereka menutup matanya untuk sesaat, namun nyawa malah melayang setelah menutup mata


__ADS_2