
Yi-Feng terus berdiri ditempatnya dan menonton juga, dia ingin melihat pertengkaran antara wanita di zaman ini. Akankah sama seperti dalam drama, atau tidak?.. Dia sedikit penasaran
"Sepupu? ..Siapa sepupumu? ..Aku bukan sepupumu!" ucap wanita dengan pakaian bagus dan mewah. Dia sudah mengatakan jika ketika mereka berada di luar kediaman dan tak sengaja bertemu, jangan pernah memanggilnya dengan sepupu. Dia tak akan mau mengakui gadis muda dihadapannya sebagai sepupunya
"Baiklah-baiklah. Tapi Nona, saya benar-benar tak mengambil dompet anda, mengapa kau malah menuduhku mencuri dompetmu?" ucap wanita berpakaian sederhana namun masih terlihat elegan.
Yi-Feng tak bisa melihat wajahnya karena wanita ini sedang berada didepannya, hanya punggungnya saja yang terlihat oleh Yi-Feng
"Pelanggan yang terhormat, saya minta maaf karena Anda malah harus melihat keributan ini." ucap pramuniaga tak enak hati. Keributan seperti ini sudah sering terjadi, mengapa masih harus terjadi lagi hari ini?
"Tak apa, aku tak merasa terganggu." balas Yi-Feng, ia kembali menatap dua wanita yang tengah bertengkar.
"Jika aku mengatakan kau mengambil dompetku, itu berarti kau mengambilnya! ..Dasar pencuri!" wanita lain masih bersikeras
"Nona besar, mungkin ada kesalahpahaman disini. Nona saya tidak mengambil dompet anda." ucap seorang gadis remaja di samping wanita berpakaian sederhana
"Lalu mengapa dompet nonaku hilang? ..Hanya kalian yang berada disamping kami, nona mu juga menyenggol Nonaku... Jadi sekarang, katakan dimana kalian menyembunyikan dompet Nonaku.. dasar pencuri!" ucap gadis lain yang bersolek disamping wanita berpakaian mewah.
"Nonaku tidak mencuri!" . Dua pelayan itu saling berdebat, sama seperti nona mereka.
"Hei kalian, jika anda berdua ingin bertengkar maka menyingkirlah sebentar. Aku sedang terburu-buru, apa anda tidak melihat jika antriannya sudah panjang? ..Kami semua ingin membayar!" orang lain yang berada tak jauh dari Yi-Feng meneriaki wanita-wanita yang sedang bertengkar didepan sana
"Benar, kami juga ingin membayar. Aku harus kembali ke rumah dan memasak makan siang suamiku, bisakah kalian menyingkir?"
"Dasar pengganggu. Lebih baik pergi sana ke Yamen dan selesaikan masalah kalian, jangan mengganggu kami disini!"
"Maaf paman-paman, bibi-bibi.. Saya akan membayar punya saya sebentar lagi, silahkan lebih dulu." wanita berpakaian sederhana dengan sopan meminta maaf lalu menyingkir dan memberikan tempatnya pada orang lain yang sedang mengantri.
Wanita itu melihat kearah wanita lain dan dengan tegas mengatakan, "Sepupu. Aku benar-benar tak mencuri dompet anda, namun anda terus menuduh saya mengambil dompetmu"
__ADS_1
"Sudah kubilang, jangan pernah memanggilku Sepupu! ..Aku bukan sepupumu!"
"Lalu siapa kau? ..Mengapa anda membuat keributan disini?"
Semua suara asing membuat semua orang menatap kearah pria yang mengenakan brokat biru muda, rambutnya panjang dan ikat sanggul diatas kepala namun separuhnya dibiarkan terurai begitu saja, dan tambahan topeng itu membuatnya terlihat misterius.
Yah, itu memang Yi-Feng.
"Yang Mulia," Yu-Cheng memanggilnya untuk menghentikan pemuda namun panggilan pemuda itu tak digubris, malah ia harus mengikuti langkah tuannya.
Yi-Feng melangkah kedepan, wanita berpakaian mewah langsung terpesona dengan keindahan misterius didepannya. Ia dengan cepat bertindak lemah dan tak berdaya
"Tuan muda, lihatlah wanita ini. Dia sudah mencuri dompetku, namun dia tak ingin mengakui dan terus menyangkal.. Bagaimana aku bisa membayar belanjaan ku jika dompetku hilang?" terdapat air mata disudut matanya, bertindak lemah agar ada yang membelanya. Namun, matanya terlihat bersemangat melihat Yi-Feng ikut campur dalam urusannya. Bisa ditebak, wajah dibalik topeng itu pasti sangat tampan, wanita ini merasa ingin memiliki Yi-Feng dan menikmati keindahannya.
Wanita lain memutar bola matanya dengan malas dan jijik, dia memutar tubuhnya dan melihat kearah pemuda yang telah ikut campur urusannya ini. Namun, dia seketika membeku ditempat
Wajah dengan topeng yang memberikan kesan misterius, baju lebar dan terlihat sedikit kekar, ia juga memiliki tinggi yang sangat ideal. Dan lagi aroma ini... lembut dan membuat seseorang langsung berfantasi berada di taman bunga.. Dia benar-benar terpesona dengan pria yang memberikan kesan misterius dihadapannya ini.
"Dia.. dia sebenarnya sepupuku, namun saat keluar nenek tak mau memberikan nya uang untuk dibelanjakan sehingga dia mencuri dompetku... Bagaimana aku bisa membayar belanjaan ku.. Tuan muda, bisakah Anda membantuku mengurus pencuri ini?" ucap wanita berpakaian merah, pipinya merah karena pria didekatnya ini bicara padanya. Dia benar-benar terpesona dengan suara pria ini, pasti akan terdengar indah jika mereka berada dalam kamar dan bersatu didalam sana, entah bagaimana dia berfantasi tentang hal ini. Terdapat jejak semangat di matanya
Yu-Cheng menahan dirinya, tatapan wanita ini terlihat panas pada Tuannya yang indah dan suci ini. Bagaimana dia bisa membiarkan wanita menjijikkan ini menatap Yang Mulia Pangeran dengan tatapan itu? .. Menjijikkan!
"Sepupumu? ..Lalu, kenapa tadi mendengar jika gadis cantik yang disana bukanlah sepupumu? .. Yu-Cheng, apakah aku harus memanggil dokter Zhang untuk melihat ku? .. Sepertinya indera pendengaran ku sudah terganggu." Yi-Feng menoleh pada pria itu, menatapnya dengan bingung
Wanita dengan pakaian mewah tadi langsung tercekat, wajahnya langsung menghitam saat menyadari apa yang telah dikatakan oleh nya sebelum ini. "Mak-maksudku- bukan itu maksudku, di-dia -aku tak mengenal wanita ini" dia tak bisa berkata apapun saat tatapan ambigu dari Yi-Feng mengarah padanya.
"Oh.. jadi Maksudmu, telinga Tuan ini yang bermasalah?" Yi-Feng langsung mengunci wanita itu sehingga dia tak bisa mengatakan apapun lagi.
Gadis yang lain juga tak menyangka jika pria yang misterius dihadapannya malah membantu nya, dia tak mengenalinya namun... mengapa pria ini membantunya? ..Namun yang pasti, dia merasa senang dalam hatinya. Terlebih saat melihat wajah sepupunya yang berubah jadi hitam.
__ADS_1
Terlebih, semua orang menatapnya dengan menjijikkan.
"Bukankah tadi dia mengatakan tidak mengenali gadis itu?"
"Kau benar, dia menyangkal sepupunya sendiri."
"Oh, bukankah ini adalah cucu perempuan dari keluarga Gu? .. Gu Wanwan?"
"Yah yah, kau benar. Aku mengingat nya, dia adalah cucu keluarga Gu, Komandan dari kediaman Gu."
"Ckckck.. Aku tak menyangka jika sikap ini adalah ajaran keluarga Gu, benar-benar menjijikkan!"
"Kau benar, dan lihatlah.. Dia menatap pemuda itu dengan matanya langsung, tatapan itu benar-benar menjijikkan!"
"Apakah ini ajaran dari keluarga Gu juga? .. Benar-benar tidak sopan!"
Semakin didengarkan maka telinga akan semakin panas, banyak orang yang mulai mengatai keluarganya.
Gu Wanwan tak bisa mengelak lagi, "Aku tak mengenalinya! ..Aku tak mengenali pencuri ini! ..Dia adalah pencuri, mengapa kalian semua membicarakan ku?!" tak bisa mengontrol emosinya, dia berteriak pada orang banyak.
Yu-Cheng dengan cepat meletakkan keranjang belanja dilantai lalu menutupi telinga Yi-Feng dengan kedua tangan. Bertindak agar Yi-Feng tak mendengar teriakkan wanita gila ini.
"Beraninya kau berteriak pada Tuanku! ..Apa kau sudah mau mati? ..Apa kau tahu hukuman apa yang bisa diberikan oleh Istana padamu karena berteriak pada Tuanku!" Oh tidak, Yu-Cheng benar-benar marah.
Wajah pria itu menghitam, tatapannya sangat tajam dan terdapat aura membunuh yang ditawarkan tujukan pada Gu Wanwan.
Semua orang terkejut, hukuman dari Istana? .. Karena berteriak pada pemuda ini? .. Apakah dia adalah anggota keluarga kekaisaran? .. Jangan-jangan, pemuda ini adalah seorang Pangeran?
Gu Wanwan sangat terkejut, hukuman dari Istana? .. Hanya anggota keluarga kekaisaran lah yang akan mendapatkan hal istimewa ini, siapa yang berani berkata kasar, berteriak, menyambung ucapan, dan banyak lagi ... anggota keluarga kekaisaran dapat memberikan hukuman apa saja yang mereka inginkan. Itu artinya, yang berada dihadapannya ini adalah seorang Pangeran?
__ADS_1
Tamatlah riwayat ku.
Sedangkan Yi-Feng, dia dengan cepat berbisik pada Yu-Cheng. "Bagaimana kau bisa mengungkapkan identitas ini? .. Sia-sialah aku menyamar menjadi rakyat biasa." pemuda itu menutup wajahnya dengan kedua tangannya, Yu-Cheng tiba-tiba tak bisa diandalkan. Huhuhuu