The Second Prince

The Second Prince
Pembukaan Cafe


__ADS_3

Kabar bahwa para Pangeran membeli toko untuk desa Lin telah tersebar luas di kota kecil, Minghua.


Sejak awal kedua bersaudara itu datang, kabar telah disebar oleh orang-orang. Banyak rumor juga yang berterbangan dimana-mana, membuat beberapa orang terus membicarakannya dan akhirnya kedua bersaudara menjadi topik paling panas di Kota kecil, Minghua.


Banyak orang yang penasaran dengan toko yang akan dibuka, mereka berbondong-bondong pergi mencari informasi dan melihat seperti apa toko yang akan dibuka oleh para Pangeran yang mulia.


Namun yang mereka lihat adalah, beberapa pria yang sedang mengangkut beberapa keranjang dan sedang bekerja. Pintu toko masih ditutup sehingga tak ada yang bisa mengintip kedalam sana. Ini menambah rasa penasaran para penduduk kota Minghua.


Yi-Fang disisi lain, meskipun dia akan beristirahat namun dia tetap dengan pekerjaan nya.


Disisinya terdapat gubernur Minghua yang melaporkan apa saja yang menjadi pertanda dari sang pewaris Tahta.


Dengan teliti, Yi-Fang membaca laporan-laporan yang berada dihadapannya, yang telah diberikan oleh gubernur Minghua. Bagaimana dia bisa terus bersantai? Dia adalah penerus Tahta, dengan begitu dia juga harus mengetahui perkembangan dari Kota ini.


Bagaimana para pejabat bekerja, hakim di Yamen, para ksatria. Pajak pembangunan kota, pajak dari tiap-tiap desa, dan banyak lagi yang diperhatikan didalam laporan ini.


Sesekali keningnya akan mengerut, lalu menggarisbawahi beberapa nama dari pejabat pemerintah yang kerjanya tidak becus. Lalu kepalanya akan mengangguk lalu memberi tanda pada pejabat yang jujur.


Gubernur Minghua meneteskan keringat dingin saat kening Yi-Fang mengerut, ia takut sang Pangeran Mahkota tak puas dengan laporan yang ia berikan.


Karena merasa Gubernur Minghua sedikit mengganggunya, ia mengusir pria tua itu pergi dari ruangan yang digunakan untuk bekerja.


Pria setengah abad itu pergi dengan cepat, namun tak bisa berhenti khawatir saat berada di kamarnya sendiri. Jangan sampai ada yang salah, jika tidak posisinya pasti akan berada dalam bahaya!


Melihat kakak kembarnya yang sibuk, saat makan malam Yi-Feng mengantarkan makanan secara langsung pada kakak kembarnya yang sedang sibuk itu. Kemudian, Yi-Fang akan menghentikan apa yang ia lakukan sebentar, makan dan kembali bekerja. Sebagai adik yang baik, dia akan membiarkan saudaranya bekerja dengan tenang tanpa gangguan.


Sebagai hiburan, Yi-Feng memutar instrumentl yang lembut dari ponselnya. Apapun itu yang terpenting telah ia download terlebih dahulu akan ia putar, sehingga ruangan itu tak begitu hening dan membosankan.

__ADS_1


Yi-Fang bekerja keras untuk membantu Ayah Kekaisaran nya, Lio-Guan. Meskipun Kaisar saat ini adalah seorang tiran, namun ia sangat peduli pada rakyatnya.


Bagaimana dia bisa benar-benar mengabaikan rakyat yang telah diperjuangkan oleh sang adik tercinta, Liu-Mei. Adiknya yang sangat berharga meninggalkan Istana diusia yang sangat muda untuk membantu rakyat, jadi ketika tiba gilirannya, ia tak bisa benar-benar mengabaikan mereka meskipun dia menjadi seorang Tiran.


Kerja keras Ayah Kekaisaran dan Bibi kekaisaran nya, tak bisa anggap remeh. Meskipun Bibi kekaisaran nya telah tiada bahkan sebelum ia lahir, namun rasa kasih sayang dari Ayah Kekaisaran nya tak pernah hilang. Untuk itulah, Yi-Fang juga bekerja keras!


Keesokan harinya, saat sarapan telah selesai. Sekitar pukul 9 di zaman modern, kedua saudara kembar pergi ke Cafe Apel Lin yang akan dibuka hari ini.


Begitu keduanya tiba, telah berkumpul banyak orang disekitar yang sangat penasaran akan toko yang dibuka hari ini.


Ada beberapa orang yang sedang mengobrol, membicarakan apa yang akan dijual di toko itu nanti.


"Toko ini berada diposisi yang sangat baik untuk menarik pengunjung, apa yang akan mereka jual?" tanya si A


"Aku dengar, toko ini disebut 'Cafe Apel Lin' yang sebenarnya mirip dengan restoran, namun mereka menyediakan makanan yang lebih ringan" balas di B


"Menu seperti apa yang akan mereka tawarkan?" tanya E


"Bukan apel saja, aku dengar mereka juga menjual beberapa olahan kentang yang enak." ungkapan seseorang yang berada disamping dua orang yang sedang bergosip


"Aku penasaran, seperti apa rasanya."


"Pasti rasanya enak, aku mendengar jika Toko ini menjual barang dengan resep dari Pangeran Kekaisaran dari Ibukota"


"Lalu, kemarin orang-orang menyebut jika toko ini akan melakukan diskon dan acara mencicipi gratis sebagai promosi selama 3 hari. Bukankah ini bagus?"


"Benar-benar bagus, kita harus ikut acara mencicipi gratis ini. Lalu lihat bagaimana rasanya, jika enak aku akan membelinya!"

__ADS_1


"Kau benar, aku juga harus masuk kedalam sana."


Semakin kau melangkah, semakin banyak hal yang akan kau dengar.


Kedua bersaudara yang berada dalam kereta hanya terdiam, dan tak menanggapi apa yang mereka dengan diluar sana.


Jika kedua Pangeran berada dalam kereta, berbeda dengan gubernur Minghua yang mengawal dengan kuda. Ada pula beberapa pengawal kekaisaran yang menjaga keamanan bagi kedua pewaris kerajaan ini.


Semakin banyak orang disekitar, semakin banyak pula bahaya yang akan menimpa, sehingga kedua Pangeran dijaga ketat.


Saat kereta berhenti, semua orang melihat kearah kereta yang mewah tersebut, beberapa orang tahu jika itu merupakan kereta kuda sang Gubernur, namun melihat gubernur mereka yang malah menunggang kuda, mereka segera tahu jika didalam sana pastilah terdapat kedua Pangeran Kekaisaran.


Tirai terangkat, lalu dengan perlahan kali bersepatu bot keluar, hanya dari sepatu yang dikenakan seseorang tahu jika itu merupakan sepatu dengan kualitas terbaik, yang hanya dimiliki oleh orang-orang Mulia di ibukota.


Karena mengetahui siapa yang berada dalam kereta kuda, saat Yi-Fang keluar semua orang dengan status rendah segera membungkuk menghadapi padanya. Tak ada kepala yang terangkat sedikitpun, mereka harus menjaga pandangan mereka agar tak membuat masalah.


Mereka hanya melihat dua pasang sepatu yang berdiri diantara banyaknya orang, lalu terdengar suara yang menyambung kedua Pangeran Kekaisaran.


"Salam dari yang rendah ini pada Yang Mulia Pangeran Mahkota dan Yang Mulia Pangeran Kekaisaran. Semoga Anda selalu memiliki keberuntungan dadi surga," ucap seorang pria yang menangkup tangannya, pria dengan jubah pejabat pengadilan yang jika ditebak bisa saja merupakan sang Hakim kota Minghua.


"Salammu diterima, Bangun!"balas Yi-Fang.


Setelah mendengarkan perintah, semua orang segera bangun dari sujud mereka, namun tak ada kepala yang terangkat hanya untuk melihat wajah sang Pangeran Mahkota. Hanya mendengar suara Yang Mulia ini saja sudah menjadikan keberuntungan bagi mereka yang hadir.


Setelah mendengarkan ucapan Yi-Feng untuk memulainya pembukaan toko, suara petasan mulai terdengar disana setelah pita dipotong dengan gunting, dan papan nama dari toko yang ditutupi kain merah ditarik dan menampilkan tulisan "Cafe Apel Lin".


Yi-Feng tak perlu menjelaskan banyak hal karena sang Manager Cafe lah yang akan menjelaskan beberapa hal pada para pengunjung.

__ADS_1


Yi-Fang mendorong pintu Cafe, lalu terlihat jika didalam sana terdapat 10 orang pelayan yang sedang berbaring selang-seling antara perempuan dan laki-laki, yang juga diambil dari desa Lin.


Begitu seseorang masuk kedalam Cafe, mereka seperti dibawa ke dimensi yang berbeda....


__ADS_2