
Ketika tiba di mansion, Azka segera memberikan titipan Axila sebelum akhirnya ia kembali kedalam kamarnya dengan perasaan lelah. Yah, meskipun hari ini dia ikut syuting namun karena tak ada adegan yang menampilkan dirinya Azka bisa kembali lebih awal. itulah mengapa dia bisa menghadiri undangan dari DJ Daddy yang semestinya Minggu depan malah diubah menjadi hari ini.
Kantong belanja yang khusus miliknya berada di dalam kamar saat Azka selesai mandi, dia jadi kesal pada Joan karena menyimpan kembali semua makanan ringan yang ia ambil dan malah menyisahkan biskuit saja, meskipun dalam berbagai rasa namun dia ingin makanan ringan yang renyah dan enak untuk dijadikan cemilan
Ini karena semua itu tak akan membuatnya kenyang berbeda dengan biskuit yang malah bisa membuatnya kenyang. Apa lagi, malam hari ini Noona sudah mengatakan akan ada makanan China diatas meja. 'Huh, menyebalkan!' umpatnya pada Joan
Joan di sisi lain, saat ini sedang mengumpat kesal. Sebenarnya dia sudah marah sejak tadi, saat mereka keluar dan berpapasan dengan gadis itu.
Lagi?
'Dia pasti sengaja melakukan hal ini, yah itu pasti!' batin Joan.
Setelah mengantarkan Azka, Joan mengambil mobilnya sendiri dan meninggalkan mansion. Beruntung, dia tinggal di luar dan bukan bersama dengan keluarga Alexander, jika tidak dia pasti akan dicari ketika Tuan atau Nyonya tak melihatnya.
Joan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, setelah memasuki area perumahan yang sederhana ia menghentikan mobilnya didepan gedung apartemen yang terlihat biasa-biasa saja. Kebanyakan penghuni di apartemen ini adalah mahasiswa, pegawai swasta atau negeri yang penghasilannya hanya pas-pasan.
Tak ada lift di sini, itu karena apartemen ini hanyalah memiliki 7 lantai dan memang dibuat seperti ini agar tidak memakan banyak biaya listrik yang mahal.
Joan menghentikan langkahnya didepan salah satu kamar yang berada di lantai 4, mengetuk pintu dengan tak sabaran.
Tepat ketika pintu didorong terbuka, Joan dengan tidak sabaran langsung menariknya agar terbuka lebar dan masuk kedalam kamar apartemen tersebut.
Bruakk!!
Wajah dibalik pintu langsung terlihat, ia. memiliki wajah yang pucat ketika melihat siapa yang berada di hadapannya saat ini.
"K-kau... Apa yang kau laku-Argggh!" belum juga ucapannya selesai, pria dihadapannya langsung mendorongnya di lantai dan mencekik leher wanita muda itu.
"Lep-pas argggh!" ia kembali mengerang sakit karena cekikikan di lehernya semakin kuat
"Bukankah sudah kubilang, j4lang! Jangan pernah muncul dihadapan Azka lagi, mengapa kau tak pernah mendengarkan ucapanku?!" wajah Joan terlihat hitam dan tak peduli bahwa yang berada dihadapannya saat ini merupakan seorang wanita.
__ADS_1
Wanita muda itu kesakitan, dia minta maaf dan ampun. "Aku salah, ini salahku..Aku mohon lepas, ini menyakitkan-" ucapnya sambil berjuang untuk bisa lepas dari cengkraman Joan
Tangannya meraba-raba ke samping dan meraih sepatu yang tepat berada disana lalu memukul kepala Joan
Sepatu yang digunakan adalah sepatu heels, beruntung bahwa itu tidak memiliki ujung runcing dan tidak membuat luka serius, hanya lecet dan berdarah tepat di pelipis pria yang menyerangnya saat ini.
Karena kepala nya dipukul dengan keras, Joan mengalami sedikit rasa pusing dan cengkraman nya mengendur. Wanita muda itu mengambil kesempatan dan mendorong Joan sebelum akhirnya dia mundur kebelakang, tidak bisa lari karena Joan mengunci pintu dengan tubuhnya
"Itu bukan salahku! Aku tak bermaksud untuk muncul dihadapan, ini sungguh murni kebetulan! Kau tak bisa menyalahkan ku!"
"Cih! Dasar j4lang! Semua yang keluar dari mulut mu hanyalah omong kosong! Bilang saja, kau muncul dihadapan nya untuk membuatnya kembali mengingatmu! Kau benar-benar wanita murahan!" Joan berkata dengan begitu kejam
Joan mengambil langkah untuk kembali mendekati wanita itu, namun tepat langkah ketiga diambil ponselnya berdering.
Mata Joan tak lepas dari wanita itu saat tangannya mengambil ponsel lalu menggeser ikon hijau untuk menerima panggilan, ternyata itu adalah kepala pelayan di Mansion yang memanggilnya untuk ikut makan malam 1 jam lagi.
Mata wanita itu juga tak lepas dari Joan, dia terus mengamati tindakan pria itu dan was-was jika Joan tiba-tiba kembali menyerangnya
Joan setelah mengatakan nya, dia pergi dengan segera.
Melihat bahwa Joan telah pergi, wanita itu langsung terduduk di lantai dengan lemas.
Air matanya kembali jatuh, bukan karena rasa sakit yang diberikan oleh Joan barusan, dia tak menghiraukan lehernya yang memiliki tanda cekikikan, rasa sakit ini berasal dari hatinya.
"Maafkan aku- Ini sungguh salahku, aku minta maaf." gumamnya dengan sedih, dia terbaring disana dan terus menangis sepanjang malam.
......
Azka kembali ke lokasi syuting lagi, biasanya dia akan tidur di apartemen dekat lokasi syuting namun kemarin dia menghadiri undangan dari DJ Daddy, sehingga tak berada di apartemen semalam.
Ketika muncul disana, seperti biasa, Kru sedang menyiapkan kamera dan semua perlengkapan syuting untuk memulai.
__ADS_1
"Selamat pagi," sapa Joan dan Azka bersamaan.
"Pagi, Mas Azka, Mas Joan. " balas pada kru sambil kembali sibuk dengan pekerjaan mereka
Azka pergi untuk menyapa para aktor yang sudah tiba seperti biasa, setelah itu dia duduk diam sambil melihat bahwa beberapa aktris sedang di make-up.
Nikita, yang menjadi Protagonis datang menghampiri Azka.
"Hai, pagi Azka" ucapnya dengan ramah seperti biasa
"Pagi," balas Azka datar.
Nikita duduk disamping Azka, melihat apa yang dilakukan oleh pria muda itu namun melihat bahwa Azka hanya membaca naskah Nikita tak bisa untuk memulai percakapan. Basa-basi, Azka merasa canggung dan akan menjawab beberapa pertanyaan dari wanita itu namun dia akan lebih diam dan konsentrasi pada naskah dari pada basa-basi Nikita.
Nikita tak mempermasalahkan tanggapan Azka yang datar, karena memang Azka tak banyak tersenyum pada orang lain.
Pria muda dengan wajah imut ini, siapa yang tak mau? Dia juga mau!
Sudah ganteng, imut, kaya, populer dan iman yang kuat, apa yang tidak dimiliki oleh pria ini? Tentu saja sebagai wanita, dia juga egois dan menginginkan Azka sebagai miliknya.
Siapa yang tak kenal dengan Azka? Banyak orang tentu saja mengenalinya, pria asal Korea Selatan yang memulai karirnya sebagai konten kreator di YouTube, lalu menjadi model dan sekarang sedang merintis karirnya di dunia Showbiz.
Diberbagai Vidio yang sering diunggah oleh Azka, Nikita langsung tahu jika pria imut ini benar-benar kaya raya.
Meskipun Azka mengatakan bahwa semua kekayaan itu milik Kakak dan kakak iparnya, namun bukankah dia adalah seorang adik dari miliader itu?
Khayalan Nikita berhenti saat asistennya memanggil dia karena syuting akan dimulai. Dia harus melanjutkan adegan yang belum selesai kemarin
Azka mengambil nafas lega setelah Nikita pergi, "Parfum wanita ini sangat tajam. Hidungku gatal" gumam Azka
..._____________...
__ADS_1
Selamat merayakan hari raya idul Fitri bagi teman-teman Muslim atau yang merayakan, Mohon maaf lahir dan batin.