The Second Prince

The Second Prince
Chapter 85


__ADS_3

Diperjalanan kali ini, karena mereka membawa dua anak perempuan, pengawalan juga semakin ketat.


Terlebih, semua Pangeran dan putri Kekaisaran Xian pergi keluar Istana, yang belum tentu aman. Selalu akan ada orang dengan niat jahat, sehingga pengawal kali ini juga lebih ketat.


Namun karena perjalanan ini bukanlah perjalanan resmi, dan para Pangeran serta Putri hanya pergi bersenang-senang, maka para ksatria juga menyesuaikan dengan penyamaran.


Dalam perjalanan, Yu-Cheng menjelaskan beberapa hal. Terlebih dermaga yang dibangun atas perintah mendiang Ibu Suri.


Yi-Feng mendengarkan, sesekali akan mengajukan pertanyaan dan malah dibalas oleh saudara kembarnya.


"Bagi Nenek buyut Kekaisaran, pembangunan dermaga sangatlah penting. Ini akan menghubungkan Negara dengan dunia luar, sehingga ada banyak kapal yang bepergian ke belahan dunia yang lain dan melakukan perdagangan." ucap Yi-Fang karena adiknya bertanya. Ia pikir, Feng'er sangat ingin tahu tentang Nenek buyut Kekaisaran ini. Dia tak menyembunyikan rasa penasarannya dan akan selalu bertanya dari waktu ke waktu.


Yi-Feng, "Menggunakan dengan dunia luar? .. Mengapa?" dia bertanya seolah-olah tidak mengetahui apapun.


"Nenek buyut Kekaisaran sangat mementingkan perkembangan Negara dan ingin negara menjadi lebih maju. Dan para pedagang, Ada banyak pedagang di Kekaisaran yang setelah itu melakukan perjalanan dan akhirnya banyak hal yang masuk kedalam Kekaisaran ini. Nenek buyut selalu mengatakan, "Kita perlu mengetahui seperti apa dunia luar, sehingga kita bisa berkembang menjadi lebih baik". Seperti itulah yang dikatakan nenek buyut," jelas Yi-Fang panjang lebar.


Yi-Feng disisi lain. Dia sudah tahu hal ini, dia merupakan seorang transmigrasi. Meskipun dia tidak belajar dengan detail tentang hal-hal tadi, namun dia tahu dengan betul seperti apa perkembangan dunia. Jalur perdagangan sangatlah penting bagi suatu negara


Ada banyak kapal dalam negara, perusahaan perdagangan dan lainnya. Kapal-kapal ini berlayar dari negara A ke negara B, membawa banyak hal.


Mereka benar-benar mengobrol dan melupakan Lu Yuanxi yang bersama mereka, ini juga karena Lu Yuanxi tidak mengeluarkan suaranya sehingga tak ada yang mengobrol dengannya kecuali pelayannya sendiri.


Yi-Feng tak peduli karena dia sangat penasaran terhadap apa yang dilakukan oleh sesama Transmigrasi ini dimasa lalu, yang pada akhirnya malah Yi-Feng yang mendapatkan manfaatnya.


....

__ADS_1


Hari sudah siang, namun mereka belum juga tiba di Laut. Ini cukup memakan waktu ternyata


Jika saja Li-Fei dan Yongxi tidak ikut, dan mereka hanya menggunakan kuda saja, maka akan membutuhkan waktu 5 jam perjalanan. Namun karena dua bocah itu ikut dan harus menggunakan kereta, malah lebih memakan waktu hingga 7 jam lebih perjalanan.


'Huftt.... Andai saja ada mobil atau motor, akan lebih cepat dari pada menggunakan kuda dan kereta. Aku bosan dijalan.' keluh Yi-Feng dalam hatinya


Mereka berangkat sekitar pukul 9 tadi, sekarang sudah hampir makan siang dan belum juga tiba. Tentu saja, orang modern seperti Yi-Feng akan mengeluh.


Namun, dia juga harus mengakui sesama Transmigrasi nya ini. Meskipun jalanan di zaman ini bukan menggunakan aspal, namun jalanan ini cukup mulus dan tidak berbatu.


Tadi Yu-Cheng menjelaskan jika jalanan disini lebih baik karena merupakan jalur utama ke dermaga, jadi jalanan harus bagus.


Zhou Yang juga menjelaskan perbedaan jalanan di kota dengan jalanan di desa pegunungan, disana lebih berbatu sehingga sangat sulit jika ingin bepergian dengan kereta.


Dan karena pembangunan dermaga, maka jalanan juga harus bagus. Sudah lebih baik dari pada dimasa lalu, saat seseorang ingin bepergian, meskipun hanya berbeda satu atau dua kota maka akan lebih memakan waktu karena jalanan yang tidak bagus. Sekarang, jalan sudah bagus dan mulus, perjalanan lebih cepat dan hal ini membuat rakyat jadi lebih senang.


Dua anak didalam kereta diberikan camilan pengganjal perut, hingga mereka menemukan restoran yang layak. Mereka orang dewasa juga mendapatkan camilan pengganjal perut. Tidak lain adalah kentang goreng


Namun, ternyata sangat berbeda. Ada daging ayah yang juga didapatkan untuk dimakan dengan kentang goreng. Karena Yi-Feng sudah memiliki bayangan tentang hal ini, semalam para pelayan di Istana Bulan harus lembur untuk menyiapkan semua bahan ini. Yang kemudian kentang di goreng lada pagi-pagi sekali, dan Ayam juga digoreng pada pagi ini sebelum semua orang berangkat.


Yi-Feng memberikan resep ayam Tepung, sehingga saat memakannya tepung yang dibalur memiliki rasa yang enak dan renyah, ditambah dengan kentang yang menjadi pengganti nasi. Semua orang cukup kenyang sekarang. Mereka bersabar hingga menemukan restoran dan makan siang disana nanti.


Ini karena meskipun mereka pergi melalui jalan utama, namun tidak ada kota disepanjang jalan, hanya akan ada gerbang desa-desa disepanjang jalan.


Hingga tiba di kota Prefektur Dai, para ksatria dikerahkan untuk mencari restoran.

__ADS_1


"Apa kalian berdua sudah benar-benar lapar?" tanya Yi-Feng pada dua anak perempuan


"Tidak, karena ada kentang goreng dan ayam tepung, ini membuatku cukup kenyang, Papa." balas Xixi


"Bagaimana denganmu Fefei?" mata Yi-Feng tertuju pada adik perempuannya.


"Aku juga cukup kenyang, aku suka ayam tepung nya. Ini renyah dan enak, saos yang Gege berikan juga menambah sensasi membuat seseorang jadi ingin terus makan." ucap Li-Fei, disudut bibirnya masih terdapat remahan tepung dan sedikit berminyak.


"Baguslah, kita akan beristirahat di Restoran sebentar sebelum kita ke pantai. Mari bersenang-senang disana," ajak Yi-Feng pada semua orang.


Para ksatria dibelakang hanya mengangguk sambil tersenyum. namun dalam hati mereka, "bagaimana kami bisa bersenang-senang, Yang Mulia. Kami tidak bisa melakukannya, ini tidak adil". Namun, jika mereka ikut bersenang-senang, dan tiba-tiba terjadi hal tak terduga, siapa yang akan bertanggung jawab?


Semua ksatria dan pelayan tidak boleh mengendurkan kewaspadaan masing-masing, jika tidak ingin nyawanya diambil oleh sang Tiran secara pribadi.


^^^*Sang Tiran yang dimaksud adalah Lio-Guan*^^^


Ksatria yang pergi memeriksa restoran telah kembali, "Salam, Yang Mulia. Si kecil ini telah menemukan restoran yang baik, mari ikut hamba." ucapnya


"Hmmtt...Pimpin jalan," balas Yi-Fang


Kuda yang tadi berjalan lambat, kini mulai mempercepat jalannya. Mereka akhirnya berhenti di salah satu restoran yang terlihat tak ada pengunjung lain. Ada dua orang yang menunggu di depan pintu, menyambut mereka


"Dimana seorang orang? .. Kenapa tidak ada pelanggan lain selain kami?" tanya Yongxi polos, kepalanya berputar ke segala arah. kata Ayah baptisnya, jika tidak ada pelanggan di restoran maka, bisa saja makanan di sana tidak cukup enak. Apa mungkin hal ini yang sedang terjadi?


"Apa mungkin makanan di restoran ini tidak cukup enak?" sambung Li-Fei.

__ADS_1


Pria setengah baya yang menyambut mereka tersenyum canggung, 'Restoran kami merupakan salah satu dari yang terpopuler di kota Prefektur ini. Bagaimana mungkin makanan nya tidak enak, Nona Yang Mulia.' (〒﹏〒)


Ksatria, 'Restoran ini dipesan oleh ku. Kami harus menyewa seluruh restoran agar Anda semua bisa makan dengan tenang, Yang Mulia!(╥﹏╥)'


__ADS_2