
...Happy Reading...
...____________________________________________...
Belum juga ucapan dokter selesai, pintu kamar telah didorong dengan kuat menyebabkan orang-orang dari dalam sana melihat kearah seorang wanita yang berjalan masuk dengan tergesa-gesa.
"Syukurlah kau sudah bangun, Azka"
Yang disebut mengangkat wajahnya, ia melihat seorang wanita muda yang sangat cantik dan anggun melangkah mendekat, ia kemudian memeluknya dengan sangat hangat.
'Dia... adalah kakak perempuan yang dalam mimpi itu?.. Namun, kenapa dia memelukku?' Batinnya.
Pintu didorong lagi, kemudian seorang pria memasuki kamar rawat, didalam gendongannya ada seorang gadis cilik yang sangat cantik dengan mata mulai yang indah, serta pipi bulat yang membuatnya sangat imut, ditambah bibir kecilnya yang berwarna pink ceri membuatnya sangat menggemaskan.
Pria itu mengenakan setelan jas berwarna biru navy, gaya berjalannya seperti seorang model, dengan wajah tampan dan mata biru, ia benar-benar sangat tampan. ditambah, bayi kecil dalam gendongan nya menjadikan dia terlihat seperti seorang hot Daddy.
"Azka, akhirnya kau bangun juga.. Kami sangat khawatir padamu," ucapnya dengan suara bas nya. Suaranya terdengar sangat maskulin!
"Kalian?" ucapnya tertahan, ia bingung bagaimana dia bisa percaya jika ia sedang melihat orang-orang dalam mimpinya barusan?
"Kau baik-baik saja?" tanya wanita itu, ia terlihat khawatir sama seperti pria ini.
Dia adalah Xian Yi-Feng, sang Pangeran kedua dari kerajaan Xian. Melihat orang-orang asing dihadapannya, ia benar-benar sangat bingung, ruangan ini juga sangat berbeda dari kamar maupun sisi dari Istana Bulan miliknya.
Jika tidak salah ingat, wanita ini memang kakak perempuan yang ia lihat dalam mimpi, namanya adalah Axila Romanov.
Dan pria disampingnya adalah suaminya, Levi Alexander, lalu bocah cilik ini adalah anak mereka berdua yang sering dipanggil "Rose" berbeda dari nama aslinya karena disamarkan dari beberapa orang yang memiliki niat jahat.
"Dokter, apa yang terjadi? Kenapa dia tak mengingat kami?" tanya sang kakak ipar, Levi
__ADS_1
"Tuan Muda, apakah Anda ingat siapa nama anda?" tanya Pria berjubah putih, Dokter.
Yi-Feng menggeleng, kemudian mengangguk disaat berikutnya.
Dia bingung, dia tak mengenal mereka namun dalam mimpinya sepasang suami-istri ini adalah kakak-kakaknya.
"Apakah Anda ingat siapa nama Anda?" tanya dokter lagi.
"Yi-" ia menggeleng, tak mengerti juga kenal ia menjadi ragu seperti ini.
"Azka, kau benar-benar tak ingat kami?" tanya Levi
"Kak-ka... ipar?" ucapnya ragu
"Lalu aku?" tanya Axila.
Melihat keraguan dalam mata adiknya, Axila segera menggunakan kemampuan nya untuk membaca pikiran adiknya.
'Aku tak mengenal kalian... Tapi, kenapa dalam mimpi kalian begitu akrab denganku?' Batin Yi-Feng.
Axila mengerutkan keningnya, 'Dia orang asing, bukan Azka?'.
"Kenapa bisa begini?.. Kepalanya tidak luka terlalu parah, tidak juga dengan pendarahan.. bagaimana bisa adikku kehilangan ingatannya dan tak mengenal kami?!" Levi menatap tajam pada Dokter dan para perawat didalam sana
"Tuan Besar, tenangkan diri Anda. Kami akan segera melakukan pemeriksaan pada Tuan muda, bisa saja Tuan Muda mengalami trauma yang membuat sebagian ingatan nya hilang.. Ini tak akan berlangsung lama, hanya perlu memancing ingatannya kembali." Dokter buru-buru menjelaskan, jika tidak ia akan berada dalam bahaya!
"Tak berlangsung lama bagaimana?!.. Dia bahkan tak mengingat kami, keluarga nya dengan jelas. Lalu kau bilang tak lama? Memangnya sampai kapan tak lama itu?!" Aura intimidasi milik Levi membuat semua staf medis didalam sana merasakan dingin dipunggung mereka.
"Bi-bisa se..seminggu, bisa satu bulan atau beberapa bulan" jelas dokter cepat, "Kami akan segera melakukan pemeriksaan kembali pada Tuan Muda, anda tak perlu khawatir Tuan Besar.
__ADS_1
Rumah sakit ini adalah yang terbaik di Shanghai"
"Cihh"
Levi kemudian kembali ke sisi adik iparnya, meskipun wajah maskulin nya tidak mengatakan bila sedang khawatir, namun tindakan nya barusan membuktikan jika dia sangat khawatir terlebih dalam hatinya.
Anak ini selalu memanggilnya dengan sangat akrab, terkadang akan menjadi anak manja jika menginginkan sesuatu darinya, terkadang akan menjadi anak penurut, dan juga sangat memanjakan putrinya.
Keduanya adalah anak emas miliknya. Adik iparnya terasa seperti anak sulung kemudian putrinya seperti anak bungsu.
Dia adalah kesayangan dalam keluarga!
Sedangkan di sisi Yi-Feng, dia benar-benar merasa sangat asing dengan dua orang ini. Merasa canggung dalam waktu yang bersamaan.
Dia adalah seorang kutu buku, menutup diri dari dunia luar, hanya buku lah yang menjadi dunianya. Namun, dia adalah anak emas di Istana!
Ayahnya adalah seorang Kaisar agung, sementara ibunya adalah Permaisuri, dan saudara kembarnya adalah seorang Putra Mahkota!
Salah satu kerabat pernah memberikannya buku, itu adalah buku yang menceritakan kisah Reinkarnasi dari Dewi Air yang terlahir kembali menjadi manusia biasa, namun dengan kemampuan yang sangat menakjubkan. Dewi Air membuat desa yang kering dan tandus memiliki air yang melimpah, membuat banyak tanaman subur, ia juga membantu masyarakat kecil lainnya.
Yi-Feng secara pribadi menambahkan buku itu kedalam buku favorit nya.
Dalam buku menjelaskan jika Dewi Air merasuki tubuh seorang gadis lemah dari desa itu, gadis yang sangat memperihatinkan.
Dewi air juga memiliki ingatan gadis itu, ia kemudian membalaskan dendam gadis yang diusir dari keluarganya.
Apakah... Saat ini dia juga sedang melakukan kelahiran kembali? Sama seperti Dewi air?
Melihat bagaimana dua orang asing ini memperlakukan nya dengan baik, sepertinya tebakan Yi-Feng memang benar, namun masih ragu dengan pemikiran itu
__ADS_1