
Yi-Feng juga menyaksikan apa yang terjadi didepan sana, wajahnya berubah menjadi datar dibalik topeng.
Feng Xia langsung maju, "bajingan kecil! Beraninya kau menggunakan kata-kata kasar pada penatua mu!"
Li Ying menambahkan, "cepat, minta maaf pada nenekmu! Kau benar-benar keterlaluan!"
Banyak orang berada disana, mereka menggelengkan kepala pada keluarga Xin yang tidak tahu malu ini. Keluarga ini benar-benar sangat keterlaluan! Namun, siapa yang mau melawan nyonya tua ini yang sangat keras kepala seperti batu yang tidak bisa dipecahkan ini? Sangat tidak masuk akal!
Melihat bahwa Xin Yuan dan adiknya akan diserang lagi, Yi-Feng maju dan mengangkat lengannya dan menutupi pandangan Xin Yuan dengan kain yang menggantung
Xin Yuan mengangkat pandangannya dan melihat punggung Yi-Feng yang saat ini sudah berada didepannya dan melindunginya.
"Aku belum pernah melihat seorang nenek dan bibi yang tidak begitu masuk akal pada cucu dan keponakannya sendiri. Aku menjadi ragu apakah kalian benar-benar keluarga Xin Yuan?" Ucapnya dengan datar
Nyonya tua Huo langsung melompat kedepan dan menunjuk Yi-Feng dengan jarinya, "siapa kau! Ini adalah urusan keluarga Xin ku, orang asing seperti mu tidak pantas hadir dalam keluarga kami!"
Mata Mo Chen langsung melebar, dia langsung mengeluarkan pedang dan akan menarik pedang dari sarungnya, namun tangan Yi-Feng terangkat dan menghentikan pria itu hanya dalam sekali gerakan.
Keluarga Zhang sudah berwajah putih, nyonya tua ini benar-benar sangat berani menunjuk Pangeran dengan jarinya, apakah dia tidak takut akan dihukum mati?
Kening Yi-Feng mengerut dan melototi wanita tua yang membuat keributan didepannya. "Aku bukan siapa-siapa, namun aku belum pernah melihat nenek seperti mu, yang mau menjual cucu perempuannya untuk cucu yang lain hanya karena dia lahir dari pria yang tidak diketahui. Kata-kata dan tindakan yang kejam ini, sangat menyedihkan bagi Xin Yuan dan adiknya memiliki nenek seperti mu. Kau benar-benar penatua yang vulgar, kejam dan tidak masuk akal!"
"Dia bukan cucuku!" Teriaknya, Nyonya tua Huo mendapatkan dorongan adrenalin karena dimarahi oleh orang yang lebih muda, terlebih ini adalah orang asing. Amarah memuncak di kepala nya dan tidak mempedulikan suasana disekitar yang sudah menurun
Dia langsung menggunakan nada tinggi didepan Yi-Feng dan dengan wajah yang hitam, dia memarahi pemuda itu. "Kamu pikir kamu siapa, huh! Aku mendisiplinkan cucuku yang bodoh Sambong jadi apa hubungannya denganmu? Jangan pikir karena kau orang asing, kau akan lolos dariku!"
Apakah indera pendengaran yang salah? Bukankah wanita itu sebelum mengatakan jika Xiao Qian bukan Cucunya? Lalau apa sekarang? .. Seperti itulah yang ada pikiran semua orang.
Wajah Zhang tua memucat karena marah, "Diam! Huo Chunhua tua, kau benar-benar keterlaluan! Apa kau mau mati? Tuan ini adalah Pangeran yang datang dari Ibukota!"
Ketika nyonya tua itu mendengar bahwa yang berada didepannya merupakan sang Pangeran, wajahnya langsung memucat.
Siapa yang tidak tahu hukuman apa yang akan diterima oleh masyarakat kecil ini dari pada bangsawan, terlebih ini adalah seorang Pangeran. Hukuman paling ringan adalah penggal, ah!
__ADS_1
Kaki nyonya tua itu bergetar, dia takut Yi-Feng akan menghukumnya dirinya karena telah mengatakan kata-kata kasar dan menunjuk nya dengan jarinya.
Wanita tua itu langsung menikam lutut nya dan bersujud, ia membenturkan kepalanya ke jalanan yang memiliki batu kerikil hingga memar, "Yang Mulia Pangeran, tolong ampuni sikap wanita tua ini, saya memiliki mata tapi tidak bisa mengenali Pangeran yang terhormat. Tolong ampuni saya... Saya tidak akan berani melakukan nya lagi!"
Yi-Feng menatap jijik pada wanita tua didepannya ini. Tatapannya begitu dingin, lalu ia juga menyapu pada dua menantu dan dua anak lain yang sudah bersembunyi dibelakang punggung orang tua mereka.
"Menghampiri mu?" Yi-Feng kembali bertanya kemudian mengendus. Dia bukan orang yang akan mengampuni orang lain dengan begitu santai. Meskipun yang berada di kaki nya saat ini adalah seorang wanita tua, namun dia tidak melunakkan hatinya untuk orang seperti ini.
"Ya, Pangeran. Tolong ampuni wanita tua ini, saya tidak melihat bahwa Pangeran ada disini." Huo Chunhua tak berani menatap mata tajam yang berada dibalik topeng, ia menundukkan kepalanya karena ketakutan bahkan ada cairan yang sudah keluar dari antara pakaiannya.
Pada akhirnya, Huo Chunhua masih takut pada kekuasaan dan kekuatan yang dimiliki oleh bangsawan. Dia mungkin tidak bisa mempertahankan hidupnya, jadi dia terus memohon untuk tetap hidup!
Yi-Feng memutar tubuhnya dan memperlihatkan punggungnya, tatapan dingin itu langsung hilang dalam sekejap mata dan timbul senyum di bibirnya saat menghadap pada dua anak didepannya sekarang.
"Xiao Qian, apakah itu namamu?" Ucap Yi-Feng dengan suara yang lebih lembut
Anak itu sedang berdiri dibelakang punggung kakaknya, namun kepalanya muncul dari pinggang Xin Yuan untuk melihat apa yang terjadi.
Mata bulat itu sekarang menatap Yi-Feng, lalu mengangguk pelan.
Xiao Qian terdiam, ada banyak hal yang melintas dibenaknya namun dia tidak bisa mengatakan nya.
Kemudian, tiba-tiba terdengar suara pria lain yang keras dari kerumunan. "Ibu, apa yang kau lakukan?"
Orang yang datang adalah Xin Boashan, putra ketiga nyonya Tua Huo Chunhua.
Nada bicara Xin Boashan penuh dengan ketidaksenangan, apa lagi saat dia mendengar suara tawa dari orang-orang disekitar. Apa yang dilakukan oleh ibunya sehingga membuatnya meminta ampun pada pria muda yang berbalik dan menunjukkan punggungnya saja?
Xin Boashan baru saja kembali dari laut bersama nelayan lainnya ketika dia mendengar bahwa ada Pangeran yang datang ke desa mereka, dia dan orang lain segera mengikuti Lizheng Liu ke rumah keluarga Zhang untuk memberikan salam.
Namun, ditengah jalan mereka malah menemukan orang-orang yang berkumpul dan menyaksikan apa yang terjadi didepan sana. Penasaran, dia mendengar bahwa yang membuat masalah merupakan Ibunya sehingga dia menerobos kerumunan dan tiba didepan sana.
Huo Tua dan anggota keluarga Xin lainnya tersadar karena Omelan Xin Boashan.
__ADS_1
Huo Chunhua mengangkat wajahnya, tatapannya tertuju pada putra ketiganya yang pinb dia sayang. "XiaoBoa, tolong selamatkan Ibumu ini." Ia menatap putranya dengan menderita
Xin Boashan melangkah maju dan membantu ibunya bangun, matanya tertuju pada luka memar di kening ibunya, hatinya merasa sakit untuk itu. "Apa Anda tidak punya hati pada orang yang lebih tua? Bagaimana bisa Anda bersikap kejam pada seorang wanita tua seperti ini?" Tanpa mengetahui apapun, dia sudah memarahi Yi-Feng dengan suara yang keras
Tatapan Yi-Fang sangat datar, pria ini pasti salah satu anak dari wanita tua yang kejam ini.
Xin Boashan kemudian menatap Yi-Feng langsung, "semua orang mengatakan bahwa Anda adalah seorang Pangeran, tetapi siapa yang bisa membuktikan bahwa Anda seorang Pangeran?"
"....." Yi-Feng menatap pria itu dengan datar, usianya terlihat tidak jauh berbeda dari Mo Chen, mungkin sekitar 30-an tahun dan cukup matang untuk usia menikah di zaman modern. Hanya saja, karena selalu bekerja dibawah terik matahari, tidak ada perawatan kulit sehingga terlihat hitam dan tidak terawat, ini membuat wajahnya tampak lebih tua.
Pada saat ini, Lizheng Liu (kepala Desa) juga datang. Pria itu berbeda dari penduduk desa lainnya, dia juga mempertanyakan identitas Yi-Feng. "Sekarang, kami semua tidak tahu apakah Anda benar-benar seorang pangeran atau bukan, dan lagi Anda tidak bisa membuat masalah di desa Dongsan kami. Jika ada seseorang yang menyinggung mu, kita bisa mengatasinya nanti setelah Anda membuktikan identitas." Ucap Lizheng Liu dengan sopan.
Setelah Xin Boashan dan Lizheng Liu mengatakan itu, para penduduk mulai meragukan keaslian identitas Yi-Feng sebagai seorang Pangeran Kekaisaran Xiang
Sudut mulut Yi-Feng sedikit terangkat, matanya tertuju pada Xin Boashan yang memulai nya. Sungguh, apakah dia harus menunjukkan identitasnya?
"Jadi, Saya harus menunjukkan identitas?" Mata Yi-Feng mengarah pada Lizheng Liu
Selama ini dia sudah rendah hati, jadi apakah sekarang saatnya menunjukkan identitas?
Ketika Yi-Feng masih diam, ada suara yang mengutuknya
"Dia pasti bukan Pangeran! Beraninya dia membuat wanita tua ini berlutut, dasar sialan! Mati saja sana!" Tidak lain ini adalah Huo Chunhua yang tiba-tiba mengeluarkan suara
Mo Chen sudan ditahan oleh Yi-Feng sejak tadi, ketika dia akan bertindak ada suara lain yang lebih keras datang
"Siapa yang berani mengutuk adikku untuk mati, Huh?! Tangkap orang itu!" Suara yang menggelegar terdengar seperti Sambaran petir disiang bolong,. berhasil menakuti semua orang
.
.
.
__ADS_1
.