
Yi-Feng juga beranjak dari tempat duduknya, mengikuti Pensiunan Kaisar kedalam kediaman berlantai 3 tersebut.
Mereka menaiki anak tangga, melewati lantai dua dan tiba di lantai tiga. Di lantai 3 ini memiliki tempat yang luas, Yi-Feng menebak dalam hatinya. Lantai 3 ini, seperti menjadi tempat bersantai karena tidak banyak dinding disekitar bahkan ada balkon yang luas di sisinya, lantai 3 tidak begitu luas.
Lalu, ketika sedang berjalan dia menemukan bahkan terdapat beberapa ruangan yang luas didalamnya
"Ini adalah tempat dimana aku dan ibuku menghabiskan waktu bersama, Ayah dan bibi mu juga dirawat sejak kecil di tempat ini. Ruangan-ruangan yang kita lewati barusan, itu adalah ruangan yang didalamnya menyimpan kenangan kami." tiba-tiba Pensiun Kaisar menceritakan tentang masa kecil sang Ayah maupun bibinya
Kemudian, mereka tiba di depan pintu yang cukup besar, pintu kayu dengan ukiran bunga mawar yang tampak elegan. Pintu itu dibuka menggunakan kunci, kemudian di dorong kedalam.
Ruangan yang luas berada dibalik pintu, pencahayaan didalam juga cukup terang, ada beberapa tirai yang ditarik sehingga cahaya matahari semakin membuat ruangan itu menjadi lebih terang lagi.
Hanya ada mereka berdua didalam sana, Kasim dan beberapa pelayan pribadi Pensiunan Kaisar tidak mengikuti mereka karena ruangan itu merupakan tempat yang dilarang masuk oleh pria tua itu.
Yi-Feng masih berdiri di tempatnya, melihat ada begitu banyak benda-benda berkilau dan berkualitas tinggi berada disana, dirawat dengan sangat baik sehingga terlihat seperti baru.
Pensiunan Kaisar melangkah kesalah satu lukisan seorang wanita dengan pakaian berwarna merah namun terdapat selendang yang dirajut dengan benang emas, lalu mahkota diatas kepalanya.
Begitu cantik, bahkan terlihat seperti seorang bidadari.
'Lihat dia, begitu cantik. Pantas saja keturunannya juga memiliki keindahan wajah yang tiada tandingannya.' batin Yi-Feng
"Ini adalah lukisan ibuku saat masih muda, usianya sekitar 20-an tahun. Sangat cantik bukan?" ucap Pensiunan Kaisar
__ADS_1
"Tentu saja, nenek begitu cantik. Bagaimana bisa keturunannya memiliki wajah yang jauh dari kecantikan? ..Kakek, bahkan meskipun kakek sudah tua namun wajah kakek masih sangat tampan, ah!" puji Yi-Feng yang membuat pria tua itu tertawa senang
"Kau benar-benar cucuku! Mulutmu begitu manis, sama seperti Ibuku yang selalu memujiku karena tampan. aiyaa... jika saja hal itu tidak terjadi, kau mungkin bisa bertemu dengan nenek buyut mu saat kau masih kecil. Sayang sekali, kau hanya bertemu sekali dengan bibi mu" suaranya di akhir menjadi seperti berbisik namun masih di dengar oleh Yi-Feng.
"Bibiku? Maksud Kakek, bibi Liu-Mei?" Yi-Feng langsung bersemangat
"Lihat anak ini, kau langsung bersemangat saat aku menyebut bibimu. Apa yang terjadi? Apa kau pernah bertemu dengannya secara diam-diam? Lalu tidak memberitahu pada Kakek dan Ayahmu?" tanya Pensiunan Kaisar dengan tatapan selidik
"Apa yang Kakek katakan! Apakah aku mengingatnya? Apa kakek lupa jika aku kehilangan ingatan ku? Bagaimana aku bisa tahu?" balas Yi-Feng
Pensiunan Kaisar langsung mengingat jika cucu keduanya mengalami amnesia, ingatannya hilang dan tidak pasti apakah dia akan memiliki ingatan itu lagi atau tidak untuk selamanya.
"Kakek, Kau belum menjawab pertanyaan ku. Apakah bibi ini adalah Bibi Liu-Mei?" Yi-Feng mengingatkan pria tua itu yang kini malah kembali memikirkan sesuatu
Yi-Feng, "Memangnya, kakek benar-benar tidak memiliki Selir seperti Ayah Kaisar?" pria cantik itu bertanya dengan santai
"Dasar cucu bau! Apakah kau sedang mengejek kakekmu? Bagaimana bisa aku memiliki seorang Selir jika Nenek buyut mu memiliki wajah hitam saat para bangsawan membahas hal itu!" wajah pria tua itu menjadi kesal
"Aku kan cuma bertanya, bagaimana bisa kakek malah kesal karena pertanyaan ku?" Yi-Feng malah balas protes, wajahnya juga ikut cemberut.
Pensiunan Kaisar memijit pelipisnya karena mendadak pusing, tentu saja sedikit menguras emosi karena pemuda yang berada disamping ini.
"Mengambil selir merupakan ide yang cukup bagus, namun aku tidak menginginkan hal itu. Nenek buyut mu juga tidak ingin hal itu terjadi, belum tentu wanita yang lolos dari ujian sama seperti yang aku dan nenek buyut mu harapkan." mengambil nafas yang cukup panjang, kenangan masa lalu kembali melintas dalam ingatan nya
"Aku melalui perang antar saudara dalam Harem sejak aku masih dalam kandungan ibuku, aku juga pernah di racuni oleh selir lainnya karena mereka ingin anak mereka lah yang mendapatkan perhatian dari Kaisar, yang saat itu adalah ayahku.
__ADS_1
Perang dalam Harem begitu berdarah, semua orang terlalu licik, mereka menganggap semua penghuni Harem adalah musuh mereka.
Setelah melalui hal yang begitu rumit dan berdarah, apakah aku bisa mengambil wanita lain untuk dijadikan sebagai selir? Tentu saja tidak!" ucapnya dengan tegas
"Lalu, bagaimana pertemuan antara Kakek dengan Nenek Kekaisaran? Mencintai satu wanita saja, itu merupakan cinta sejati. Kakek, kau benar-benar menjadi panutanku!" Yi-Feng bahkan tak lupa untuk mengorek ingatan pria tua itu, ingin tahu seperti apa wanita yang menjadi cinta sejati dari Kakeknya, seorang Kaisar di zamannya.
"Tipe-tipe wanita, telah di ajarkan oleh Ibuku sejak aku mulai memasuki usia remaja, wanita licik atau tidak, aku langsung mengetahui nya setelah mengamati selamat beberapa saat. Semua yang dikatakan oleh Ibuku benar, para wanita bangsawan itu seperti ular yang sangat licik, mereka adalah lotus putih. Semua saudara perempuan yang lahir dari ayah yang sama, aku melihat dari mereka.
Namun tidak dengan Nenekmu, wanita cantik yang begitu cerdas, dia sangat mengagumi Ibuku saat itu, dan menjadi murid ibu. Aku jatuh cinta padanya setelah melihat jika dia bukan seorang yang licik, namun cerdik." kembali mengingat wajah cantik yang mulai terkubur didalam ingatannya, pertemuan mereka.
"Apakah Nenek juga seorang wanita bangsawan? Atau terlahir dari keluarga kaya?" Yi-Feng kembali bertanya
"Ya, dia seorang wanita yang terlahir dalam keluarga bangsawan. Meskipun hanya bangsawan kelas menengah, namun dia benar-benar sangat cocok menjadi seorang pemimpin." balas Pensiunan Kaisar sambil tersenyum
Pensiunan Kaisar menceritakan seperti apa istri tercinta nya itu. Lalu, alasan mengapa dia tak mengambil Selir karena Ibunya membantu merawat dan membesarkan Putrinya, Liu-Mei yang ditinggal mati oleh Istri tercinta.
Sebagai seorang pria yang telah banyak di ajarkan tentang berbagai pengetahuan, dia tahu jika melahirkan seorang anak maka, wanita yang sedang mengandung telah mempertaruhkan nyawanya untuk memberikan keturunan bagi nya.
Demi melahirkan putrinya, Sang istri tercinta mempertaruhkan nyawanya karena itu adalah bayaran. Namun, bisikan wanita cantik itu ketika akan meninggal adalah, "Cintai putri kita. Dia tak bersalah, berikan Liu-Mei sebagai namanya seperti yang sudah kita rencanakan. Tolong rawat anak-anak kita, aku mohon padamu. Aku mencintaimu..."
Meskipun dia terpuruk karena kematian Istrinya, namun kesedihan itu terobati ketika melihat putri yang cantik dan mewarisi wajah dari Ibunya, begitu cantik.
Bahkan, dia juga pemberani sehingga pergi ke Medan perang dan mendapatkan kemenangan pertama di usia yang begitu muda.
Putrinya membuat nya bangga, benar-benar... mencintainya
__ADS_1