The Second Prince

The Second Prince
Familiar?


__ADS_3

Joan, dia merupakan manager Azka, namun juga sekaligus orang yang bertanggung jawab untuk melindungi pemuda itu.


Sebelum menjadi seorang manager, hidupnya biasa-biasa saja dan tenang-tenang saja. Ia memiliki kemampuan, dan tak sengaja bertemu dengan Axila yang sedang menemani Azka melakukan pemotretan saat Joan bekerja sebagai salah satu staf disana.


Axila menawari Joan untuk bekerja sama dan menjadi manager adiknya, namun sebelum itu Joan juga melalui ujian dari wanita itu.


Axila memperhatikan bagaimana Joan bekerja, ia juga melatih pemuda itu agar bisa melindungi adiknya bukan hanya untuk melindungi dirinya sendiri.


Joan melalui banyak hal, salah satunya adalah dengan menyingkirkan wanita j4lang dari sekitar Azka. Sama seperti sebelum ini, wanita yang memiliki wajah polos namun hati busuk, seorang teratai putih.


Berada dalam dunia orang dewasa, Azka terlihat seperti rumput segar dipasang yang tandus, banyak yang ingin memakannya.


Wajah tampan, baya, pintar dan berbakat. Sangat cocok menjadi pacar atau suami idaman banyak wanita, terlebih wanita pemangsa.


Saat kembali, Joan dan Azka pamit untuk kembali lebih dahulu dari semua orang. Mereka berpisah di restoran, membiarkan para kru bersenang-senang setelah itu.


Ruangan yang dipakai oleh mereka merupakan salah satu kamar pribadi yang bisa menampung 20 orang didalamnya, dan lagi berada dilantai tiga.


Saat memasuki lift, ada sekelompok orang yang juga akan kembali sehingga mereka menghentikan lift yang akan tertutup.


"Bukankah ini, Azka?" ucap para wanita terkejut.


"Ini, beruntung banget bisa ketemu Azka di sini. Kyaaaa"


"Hai Azka, minta foto dong."


"Azka, gue fans Lo, minta tanda tangan dong."


"Kyaaaa, Azka"


Mereka melompat kegirangan, banyak orang yang sangat senang bisa bertemu dengan Azka secara tidak terduga.


Namun, tatapan Azka hanya tertuju pada seseorang, begitu pula dengan orang itu, yang tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Azka.


Saat teman-teman masuk kedalam lift dengan gembira, gadis itu masih terpaku di tempatnya.

__ADS_1


Azka juga melihat nya, "silahkan masuk. Masih muat kok," ucapnya saat pintu lift akan tutup dengan sendirinya karena yang lain sudah masuk.


Gadis yang sedikit linglung tadi melihat kesekeliling nya namun tak ada teman-temannya disana, malah semua temannya sudah masuk kedalam lift dan sedang menatapnya dengan bingung juga


"Maaf," ucapnya dan memasuki lift yang kemudian pintu tertutup.


Azka harus merespon sekelompok gadis pekerja yang meminta foto dan tanda tangannya, namun sesekali Azka akan melirik ke gadis tadi.


Entah mengapa, jantung nya tiba-tiba berdetak lebih cepat. 'Ada apa ini?, kenapa jantungku seperti ini?'


Ini pertama kalinya dia mengalami hal ini, apakah ini adalah respon dari tubuh ini? Apakah wanita ini merupakan seorang teman sebelumnya?


"Hai," sapa Azka


Gadis itu tersenyum canggung saat matanya tertuju pada Joan lalu pada Azka, "Hai juga." jawabnya


"Apa kita kita pernah bertemu sebelumnya? ..Kau terlihat sedikit, familiar?" ucap Azka


Jantung gadis itu tiba-tiba berdetak lebih cepat lagi, rasa gugup membuatnya tak bisa berkata apapun. Namun, matanya melirik kearah Joan yang memiliki wajah hitam. Pria itu terlihat tidak senang saat melihatnya sejak beberapa saat lalu


Pintu lift tiba-tiba terbuka, dan semua orang harus keluar dari sana.


Azka juga sama, dia dan sekelompok gadis pekerja itu harus berpisah di pintu utama. Mereka sangat senang bisa melihatnya, namun tidak dengan satu diantara mereka.


Dalam mobil, saat Azka dalam perjalanan pulang. Wajah gadis tadi terus berputar di benaknya, Azka merasa sangat aneh. Dia memilih untuk tidur dan tak mau memikirkan apapun.


Joan disampingnya, tatapan datar Joan tiba-tiba membuat suasana menjadi suram. Meskipun supir memutar lagu untuk menghibur orang dibelakang sana, Joan tak merubah tatapannya dan suasana didalam mobil.


Joan memilih membuang wajahnya dan melihat keluar jendela, melihat kendaraan yang melaju mendahului mereka.


Dalam tidurnya, ada kilasan ingatan seperti kaset rusak, Azka bisa melihat bagian leher hingga kakinya, namun wajah itu sangat gelap dan tak bisa melihat siapa itu.


"Akan lebih baik jika kau menggunakan baju kaos putih itu dengan jas navy."


"Dasar bodoh, jangan gunakan krim itu diwajahmu. Cepat cuci wajahmu, nanti kau berjerawat. Sudah tahu kulitmu tidak coco dengan krim itu, kenapa menggunakan nya?"

__ADS_1


"Hentikan, pakai yang ini saja."


"Jangan makan makanan pedas, yang bisa membuatmu berkeringat."


Ada banyak adegan yang rusak, suara itu tetap sama namun saat Azka berusaha untuk melihat wajahnya, itu gelap dan tidak bisa melihat wajahnya sama sekali.


Tidak diketahui, namun keringat membanjiri tubuhnya, Azka menggelengkan kepalanya saat memimpin hal itu.


Joan yang berada disampingnya melihat Azka yang berkeringat dingin, keningnya dibanjiri oleh keringat.


"Azka? ..Azka bangun, Azka!" panggil Joan membangunkan pemuda itu.


Azka tiba-tiba membuka matanya saat Joan mengguncang tubuh pemuda itu, "kau baik-baik? ..Ayo minum air dulu, tananglah.." Joan menenangkan Azka karena sepertinya pemuda itu mengalami mimpi buruk.


Azka menyesuaikan penglihatannya dengan cahaya dalam mobil, ternyata mereka belum sampai di rumah dan masih dalam perjalanan. Azka menerima botol air mineral yang diberikan Joan, pemuda itu meneguk air hanya dalam satu tarikan nafas menghabiskan satu botol air.


Disisi lain, seorang gadis berada dalam kegelapan. Kamarnya tidak ada cahaya dan hanya remang-remang dari lampu jalan yang memasuki kamarnya, air mata mengalir dari matanya yang cantik.


Memukul dadanya yang terasa sakit, dia terus menangis dalam diam. 'Mengapa harus bertemu lagi dengannya? ..Sudah baik dia mengalami amnesia, kenapa harus bertemu lagi?'


Gadis itu menangis hingga matanya merah dan membengkak.


Wajah Azka terus terlintas dibenaknya, ada kenangan dalam ingatan itu. Terlihat bahagia, namun sekarang malah menyakitkan.


Ia merasa lega saat melihatnya secara langsung, bahagia untuk nya karena telah sembuh dan bisa beraktivitas lagi seperti sebelumnya. Namun, hal ini juga membuatnya merasa sesak dan menyakitkan. Dia merindukan nya, namun tidak bisa menyapa dan bicara dengan akrab seperti sebelumnya.


...........


Joan mengantar Azka hingga rumah, ia menyapa Levi dan Axila sebelum pria itu pergi. Saat berbalik, wajahnya terlihat tidak enak dipandang, tatapan nya dingin dan udara disekitar pria itu terasa sangat dingin.


'Wanita itu, kenapa dia kembali muncul lagi?' Terdapat ketidak sukaan didalamnya.


'Jika bukan karena dia, Azka tidak akan pergi ke Shanghai dan mengalami kecelakaan itu. Dasar B*tch!'


Masih segar dalam ingatan nya, Azka yang pergi ke China dengan alasan liburan untuk mencari wanita itu. Namun ternyata, dia berada di Indonesia? .. "Hahahaha" Joan tertawa getir, ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi dan tidak membuat sedikit kekacauan. Beruntung, jalanan sepi sehingga tak ada yang mengalami kecelakaan di kompleks elite itu.

__ADS_1


__ADS_2