
Dengan adanya kedua Pangeran Kekaisaran yang berada di kediamannya, Gubernur Minghua menawarkan salah satu halaman penuh beberapa kamar sebagai tempat untuk keduanya menginap.
Yi-Fang menyetujuinya, mencari penginapan diluar sana sangat mudah ia dapatkan. Namun, belum tentu dengan keamanannya, bisa saja musuh memata-matai mereka lalu mengirimkan pembunuh bayaran untuk membunuh keduanya di penginapan.
Lalu, jika tinggal di perkebunan Gubernur Minghua, ini adalah pilihan yang tepat. Selain dijamin pelayanan nya, keamanannya juga tak perlu diragukan lagi.
Tentu Gubernur Minghua memiliki pengawal yang mengawasi perkebunan, lalu jika terjadi penyerangan keduanya juga akan dilindungi.
Kediaman Gubernur Minghua adalah perkebunan besar dengan tiga pintu masuk dan keluar.
Ada taman besar yang indah dalam perkebunan, dengan koridor berliku.
Ada sebuah paviliun disamping kolam dan sebuah jembatan kecil di atas air yang mengalir, ada rasa elegan dalam kemewahan nya.
Ada lima kompleks indah dihalaman dalam. Yang terbesar adalah kompleks utama dimana Gubernur Minghua dan istri sah nya tinggal. Disebelah kompleks utama terdapat kompleks kecil yang unik yang memiliki bunga-bunga cantik dan berwarna-warni yang sedang mekar dan menunjukkan mahkota indah mereka. Kediaman kecil ini hanya dibatasi oleh pintu berbentuk bulan yang membatasinya dengan kompleks utama.
Kompleks elegan ini tak ditempati oleh siapapun, karena gubernur Minghua tak mengijinkan siapapun untuk tinggal disana. Bahkan putri maupun putra tersayangnya pun tak diijinkan untuk tinggal disana, jika hanya menikmati keindahan saja tentu diperbolehkan namun untuk ditempati tidak diijinkan.
Alasannya, kompleks ini dibuat khusus untuk tamu istimewa dengan status bangsawan berpangkat rendah maupun tinggi yang tidak bisa diganggu.
Halaman yang indah dan elegan ini, Yi-Feng hanya melihatnya dalam drama China yang biasa ditonton oleh sang kakak, Axila.
Saat ini, dia melihatnya secara nyata, harus ia akui keindahan kompleks ini meskipun tak seindah Istana Bulan miliknya yang berada di Ibukota. Namun, ini sudah cukup untuk ukuran kota kecil seperti Minghua.
Melihat adiknya yang sedang berputar-putar sendirian disekitar halaman, Yi-Feng mendekat.
"Apa yang kau lakukan?"
Yi-Feng, "Tak ada. Hanya mengingatkan masa lalu, itu saja." Balasnya
Yi-Fang mengangguk, ia berjalan disamping adiknya menuju paviliun dengan melewati jembatan kecil.
Tak ada siapapun yang mengikuti keduanya, Yu-Cheng sedang merapikan kamar yang akan digunakan oleh Tuannya, lalu sama halnya dengan Zhou Yang yang merapikan kamar Tuannya sesuai dengan gaya dari Yi-Fang.
Para pengawal, ada 4 orang yang ditempatkan di desa Lin untuk membantu para penduduk mengelola dan membawa produk ke Toko yang akan dibuka besok.
__ADS_1
4 lainnya sedang mengawasi para pangeran dari jarak jauh, dan sisanya sedang merapikan kamar lain untuk mereka tempati.
Karena kompleks kecil ini memiliki lima kamar, dua diantaranya digunakan oleh para Pangeran maka sisanya digunakan oleh para pengawal dan sang komandan.
Melihat pandangan yang menyejukkan mata dan tempat yang tenang ini, Yi-Feng mengeluarkan ponselnya dari Ruang Teratai.
Menyentuh I-kon kamera, ia mulai mengambil beberapa gambar dengan posisi yang menurutnya indah. Kemudian memutar kamera dan mengambil gambar Selvie.
Yi-Fang yang mengikutinya dari belakang melihat sesuatu ditangan adiknya, lalu benda itu tiba-tiba menampilkan wajah bertopeng milik adiknya. Dia benar-benar sangat terkejut.
"Apa itu? .... mengapa kau berada didalam sana?"
"Ini? ... Ponse?" Yi-Feng menunjuk ponsel sambil menggoyang-goyangkan nya.
Yi-Fang mengangguk, "Yah. Bagaimana bisa kau berada didalam sana?"
"Aku tak berada didalam sana, ini hanyalah handphone jadi tak ada orang yang bisa masuk kedalamnya." Jelas Yi-Feng
"Tapi tadi aku melihat wajahmu didalam sana, apakah itu alat sihir yang bisa mengikat jiwa seseorang? ...ini bahaya, cepat buang benda itu!" Yi-Fang dengan cepat telah merebut ponsel dari tangan Yi-Feng, membuat pria itu terkejut dengan kecepatan dari kembarannya.
"Apa yang kau lakukan?!" Yi-Feng melototi Yi-Fang, ia kemudian dengan cepat melangkah kearah ponsel berada, berjongkok untuk melihat kondisi ponselnya yang baru saja dilempar oleh saudaranya itu.
Ia dengan cepat menekan tombol On/Off. Melihat layar ponsel yang masih menyala membuatnya mengambil nafas legah.
"Untunglah," ia mengelus ponsel itu dengan sayang.
Berbalik, ia menatap Yi-Fang dengan marah, "Bagaimana jika ponselku rusak, huh? Apa kau bisa membelikan yang baru untukku? ..Tidak, kau tak akan bisa membelikan untukku. Mengapa dilempar? .. untunglah tak hancur dan rusak, jika tidak kau akan mati dari ku!" Ucapnya dengan marah, menghentakkan kakinya dengan kesal dan berbalik meninggalkan Yi-Fang yang masih kebingungan dengan kemarahan adiknya.
Tak ingin Yi-Feng benar-benar marah padanya, pemuda tampan itu segera mengikuti Yi-Feng dengan berlari.
Saat Yi-Feng berada tepat di atas jembatan kecil, ada tangan tiba-tiba menarik tangannya.
"Tunggu! ... Jangan marah, oke? ...Aku tak sengaja, aku hanya khawatir akan terjadi sesuatu padamu jadi aku melempar benda itu. Tapi karena kau mengatakan itu baik-baik saja, aku...aku minta maaf, Feng'er." jelas Yi-Fang cepat.
Yi-Feng melirik saudara kembarnya dengan kesal, "Baik. Kali ini aku memaafkan mu, tapi jangan ulangi lagi ...Bagaimana jika ponselku rusak, aku tak bisa memperbaikinya dan mungkin akan membuangnya. Kau tak akan bisa membeli dan mengganti ini bahkan jika kau memiliki banyak uang, mengerti?!" Yi-Feng meredakan kekesalahnya.
__ADS_1
Yi-Fang mengangguk, "Baik..baik, aku mengerti ...Tapi, bagaimana bisa kau berada dalam sana, ayo cepat jelaskan padaku." ujarnya dengan penasaran.
Melihat wajah penasaran kakaknya, Yi-Feng kembali menyeret saudaranya ke paviliun. Setelah keduanya duduk bersampingan, ia mulai menjelaskan.
"Ini namanya ponsel genggam, atau dalam bahasa asing 'handphone'."
"Handphone?" ulang Yi-Fang.
Yi-Feng mengangguk, "Yah. ini merupakan alat komunikasi, dengan alat ini seseorang dapat bicara dengan orang lain meskipun jaraknya sangat jauh, bahkan jika itu berbeda negara atau kerajaan. Ini lebih efektif dibandingkan dengan menggunakan surat untuk berkomunikasi," lanjut Yi-Feng.
"Selain itu, kegunaan lainnya adalah, mengambil gambar, mendengarkan musik, menonton sesuatu, merekam suara, dan masih banyak lagi kegunaan nya." sambung Yi-Feng.
"Apakah ini alat sihir dari belahan kerajaan lain?" tanya Yi-Fang dengan serius.
"Tidak! ...Ini adalah benda yang dibuat oleh manusia seperti kita, hanya saja aku tak tahu caranya merakit ponsel ini." balas Yi-Feng
"Lalu, bagaimana kau memiliki benda ini? ..Siapa yang memberikan nya padamu?" Yi-Fang sangat tahu jika seseorang pasti telah memberikan adiknya benda ini, tidak mungkin saudara kembarnya ini pergi dari Istana Bulan untuk mendapatkan benda ponsel ini.
"Seseorang, dia menjadi guruku secara rahasia." balas Yi-Feng dengan lebih misterius.
Raut wajah Yi-Fang yang tadinya sedang serius tiba-tiba berubah, tangannya memegang bahu Yi-Feng dan meremasnya.
"Kau mau menjahili ku dengan pura-pura misterius seperti itu? ... Katakan saja siapa yang memberikan benda itu padamu, mengapa kau malah menjahili ku?" ucapnya dengan sedikit kesal. Itu karena dia menyadari jika adiknya mau membohongi nya.
Bahu Yi-Feng yang diremas terasa sakit, "Akhh.. sakit..sakit.. kakak, ini sakit.. akhh...baik aku yang salah oke?.. lepas.. aku tak menjahili mu lagi!" barulah tangan Yi-Fang berhenti meremas bahunya.
Setelah lepas dari saudaranya yang kejam, raut wajah Yi-Feng telah berubah menjadi kesal lagi. Bahu kirinya terasa sakit, meskipun tak terlalu menyakitkan karena saudaranya itu tak menggunakan banyak kekuatan.
"Aku mengatakan yang sebenarnya, oke? ..Louis Gege, dia memberikannya padaku! Dia bilang aku boleh menggunakan barang-barang milik Noona, jadi aku memilikinya!"
"Louis? ...Ini, siapa dia? .. Namanya asing, aku mendengar jika orang-orang dari benua Barat memiliki nama seperti ini. Apakah, Louis ini juga dari Benua Barat?" tanya Yi-Fang yang kembali serius.
...******...
Zero^-^
__ADS_1