
"Lalu, kapan Anggota keluarga akan datang kesini setiap tahun?" tanya Yi-Feng lagi
"Ini akan terjadi bulan depan, pada hari ke 15 bulan Juni nanti." balas Yi-Fang
"Bulan depan?".ulang Yi-Feng dan dibalas oleh anggukan Yi-Fang.
"Lalu, tanggal berapa hari ini?" tanya Yi-Feng
"24 Mei, kau lupa tanggal hari ini?" Yi-Fang
"Hehehe... Aku tak pernah tahu," Yi-Feng menunjukkan deretan gigi putih nya.
'Tanggal 15 Juni, heh?.. Bukankah itu hanya tersisa 20 hari lagi?'. batin Yi-Feng.
Yi-Fang menggambarkan bagai mana bibinya jatuh kedalam laut. Cuaca yang sangat baik tiba-tiba menjadi buruk hanya dalam waktu singkat, angin kencang dan gelombang besar yang tiba-tiba datang. Ketika Bibi Kekaisaran berada di papan yang menghubungkan antara dermaga dan kapal, namun angin itu sama seperti badai, membuat Bibi Kekaisaran jatuh kedalam laut dan diseret oleh air kedasar laut di dermaga.
Ketika diselamatkan, ia sudah tak sadarkan diri dan detak jantung juga sangat lemah, ketika berada dalam perjalanan untuk diselamatkan, ternyata tubuhnya sudah mendingin. Ia tak bisa lagi diselamatkan
"Ini sangat aneh, padahal Bibi Kekaisaran bukanlah wanita lemah, meskipun Bibi Kekaisaran tidak memiliki kekuatan untuk mengendalikan air, namun dia masih bisa berenang dengan baik...Kematian Bibi Kekaisaran sangat misterius, sampai saat ini masih menjadi misteri bagi semua orang.Bibj meninggal didepan mata Kakek dan Ayah Kekaisaran, inilah yang membuat mereka sangat menyayangkan segala sesuatu tentang Bibi Kekaisaran." oceh Yi-Fang, seolah-olah ia bicara dengan dirinya sendiri tanpa mempedulikan Yi-Feng yang berada di sampingnya.
'Kematiannya memang menjadi misteri bagi kalian. Itu karena, Jiwanya di seret ke masa depan dan menempati tubuh kakakku. Mana bisa ia selamat di sini?' batin Yi-Feng, namun ia tiba-tiba teringat tentang tubuhnya dimasa depan juga.
'Aku berada di zaman ini, apa yang terjadi pada tubuh ku dimasa depan? ..Apa Pangeran juga diseret ke sana dan menempati tubuhku, seperti yang terjadi padaku saat ini? Atau.. Tubuhku malah terbaring di kasur rumah sakit dengan bantuan alat penopang kehidupan seperti yang berada dalam drama? ..Tuhan, apapun yang terjadi, semoga aku (tubuhnya) baik-baik saja dan tidak menimbulkan masalah dimasa depan.' ekspresi wajahnya menjadi sedih saat mengingat tentang kehidupan nya di Zaman Modern.
Meskipun ia merasa hal yang sama, yaitu dimanjakan oleh keluarga, namun tetap saja rasanya sangat berbeda.
__ADS_1
Disana ada kakak perempuannya, Axila. Yang selalu menyayangi dan memanjakan nya, serta kakak iparnya kejam namun baik hati dan penuh cinta itu. Ada keponakan yang bisa dimanjakan, dicium hingga menangis, dan kegiatan kecil mereka berdua. Ohh... aku merindukan semuanya!
Dan yang ada di sini, kakak laki-laki yang lahir pada hari dan tanggal yang sama, namun pada waktu yang berbeda. Entah mereka berbeda berapa menit, namun Yi-Fang adalah anak yang lahir lebih dulu. Dan lagi, ada Ayah tampan yang berkuasa di negara ini, seorang Ayah yang tidak lagi ia miliki di masa depan, namun digantikan oleh Levi sebagai kakak iparnya.
Ada ibu kandung dan dua ibu tiri lagi. Yah, satu Permaisuri dan dia Selir sang Ayah Kaisar, namun mereka tidak sedekat itu. Ia lebih dekat dengan Ayah Kaisar nya dari pada Ibu Permaisuri. Dua ibu tiri(Selir)? jangan tanya lagi, tidak dekat namun memiliki hubungan yang cukup stabil untuk saat ini.
Karena entah apa yang akan terjadi di masa depan, hanya Tuhan dan para Dewa saja yang tahu.
.....
Keduanya kembali ke bagian barat dermaga, lalu mencari dua anak perempuan dan Lu Yuanxi. Mereka menghampiri semuanya orang lalu Saat ini juga matahari telah miring, suhu di sekitar laut perlahan juga mulai menurun dan tidak sepanas tadi lagi. kira-kira hampir jam 4 di zaman modern.
Yi-Fang membawa adik-adiknya ke pantai yang jauh dari keramaian, memang ada beberapa orang di pantai namun itu lebih sepi, para ksatria juga pergi untuk menahan orang agar tidak mendekat dan membiarkan para Pangeran dan Putri keluarga kekaisaran bersenang-senang disana.
Yang pertama mengganti pakaian tentu saja dua anak itu. Yi-Feng memberikan dua pasang pakaian renang untuk keduanya
Karena mereka masih kecil, belum ada apapun di tubuh mereka, semuanya masih rata dan hnya akan terlihat beberapa lemak bayi di sekitar tubuh, contohnya di perut yang sedikit membuncit.
Pakaian itu lebih tertutup, itu berupa tangan panjang dan celana yang cukup panjang sehingga menutupi kaki mereka.
Rambut di ikat lalu disanggul tunggal, wajah mereka yang putih dan memiliki lemak bayi di pipi membuat dua bocah itu menjadi lebih imut dan menggemaskan.
"Ehh? ..Siapa ini? .. Kenapa begitu cantik dan menggemaskan?" Ucap Yi-Feng dengan bercanda
"Papa, ini aku, Xixi. Bagaimana bisa kau melupakan ku hanya karena aku mengganti pakaian renang?" Bibir Yongxi mengerut, bocah bayi itu juga membuang wajahnya dan hanya sesekali melirik Ayah baptisnya saja.
__ADS_1
"Benar apa yang dikatakan Xixi. Tapi, ini sedikit tidak nyaman untukku, Feng Gege." Sambung Li-Fei, dia menarik baju renang yang sedikit ketat di area kakinya.
"Tidak nyaman? ..Kenapa, sini biar kulihat." Ucap Yi-Feng
Wajah Li-Fei memerah, namun ia tetap melangkah maju. "Bagian mana yang membuatmu tidak nyaman, ayo katakan." Ucap Yi-Feng yang sedikit menurunkan tinggi badannya dengan menekuk satu kakinya
Wajah Li-Fei semakin merah, "ini sedikit lebih sempit. Bagian-" tak bisa ia katakan, wajahnya memerah seperti kepiting rebut
"Bagian mana? .. Jangan malu dan katakan saja," ucap Yi-Feng membujuk adiknya itu.
Namun Yongxi yang malah angkat bicara, "Papa. Punya Xixi juga sempit, pinggang dan kaki Xixi seperti sedang di makan." Ucapnya dengan tak mengerti, ia menarik kain di sekitar pinggang dan bagian betisnya.
"Pinggang? ..Tapi, kenapa Papa tidak melihat apapun disana?" Balas Yi-Feng
"Bukankah ini pinggang?" Ucap Yongxi sambil menunjuk pinggang nya
Yi-Feng menggeleng, "Tidak, itu lemak." Ucapnya
Yongxi tidak setuju, ia menepuk pinggangnya lagi. "Tidak, yang ini." seolah menunjuk ke ih jelas lagi
Yi-Feng terlihat sedikit berfikir, "itu perut. Kau belum memiliki pinggang," ucap Yi-Feng bercanda namun nadanya terdengar serius.
"Lalu dimana pinggang ku?" pekik Yongxi tak percaya, dia belum memiliki pinggang? ..Tapi, bukankah Nenek Permaisuri mengatakan jika ini pinggang? ..Lalu, apa yang terjadi?
Sedangkan yang lain tertawa terbahak-bahak, mereka senang melihat tingkah anak itu saat berteriak dengan suara bayi nya. Yongxi terlihat sangat menggemaskan saat kesal
__ADS_1