The Second Prince

The Second Prince
Ni De Da An


__ADS_3

"Louis? ...Ini, siapa dia? .. Namanya asing, aku mendengar jika orang-orang dari benua Barat memiliki nama seperti ini. Apakah, Louis ini juga dari Benua Barat?" tanya Yi-Fang yang kembali serius


Yi-Feng menggelengkan kepalanya, "Meskipun namanya terdengar seperti orang-orang benua Barat, namun wajahnya terlihat seperti orang Utara. Namun, Guru juga bisa berbahasa asing, kurasa dia pernah tinggal di benua Barat selama beberapa waktu."


Yi-Fang menatap adiknya dengan heran, 'bukankah tadi Feng'er memanggilnya dengan 'Gege'? kenapa dia menyebutnya 'Guru' juga?' batin Yi-Fang.


"Louis ini sebenarnya siapa? ...Kau menyebutnya sebagai guru, namun juga memanggilnya dengan Gege, siapa dia sebenarnya?" Yi-Fang merasa adiknya memiliki suatu hubungan dengan orang ini, bahkan memanggilnya dengan cukup intim. Ini tak beres!


"Dia adalah teman Noo- bukan .. bagaimana aku menjelaskan nya, sebenarnya dia merupakan seorang kenalan, namun karena dia memiliki kemampuan, dia membiarkan ku menjadi muridnya. Aku belajar beberapa hal darinya, dan bila aku kesulitan dalam melakukan sesuatu, dia akan membantuku ..aku tak bisa menjelaskan lebih, maafkan aku." ucap Yi-Feng dengan asal.


Yi-Fang mengangguk, meskipun dia tidak benar-benar mengerti apa yang dimaksud oleh Yi-Feng, namun dia menangkap beberapa poin.


Intinya, Louis ini adalah seorang kenalan yang menjadi guru dari adiknya.


Apakah ini ada hubungannya dengan perubahan adiknya yang tiba-tiba ini?. Sepertinya dia harus melakukan penyelidikan untuk menuntaskan rasa penasarannya.


Karena Yi-Fang tak bertanya lagi, Yi-Feng mengalihkan perhatian nya dari Louis.


"Kemari, biar kutunjukan betapa hebatnya benda ini padamu. Ini merupakan hadiah dari nya," menarik tangan Yi-Fang kesisinya lalu menekan I-kon kamera.


Terlihat di layar ponsel menunjukkan dua wajah, yang satunya tertutup topeng sedangkan yang lain tidak.


"Ayo, lihat kemari ... Mengapa wajahmu begitu kaku? .. Tunjukkan senyummu kearah kamera."


Namun Yi-Fang tak menuruti keinginan adiknya, ia tetap mempertahankan wajah kakunya didepan kamera.


Sedangkan Yi-Feng mengangkat kedua jarinya, lalu ber-selfie ria disamping saudara kembarnya.


Yi-Fang akan melihat adiknya yang melakukan beberapa pose imut, ini menggemaskan!


Bosan mengambil potretnya sendiri, Yi-Feng mengarahkan kamera kearah Yi-Fang yang sedang mengalihkan pandangannya pada arah lain.


Ckrek!


Dengan cepat, ia melihat hasil jepretannya. "Woww,, kau benar-benar tampan disini, bagaimana kau bisa terlihat sekeren ini?" puji Yi-Feng, ia segera menunjukkan hasil jepretan pada Yi-Fang.



Pemuda tampan berusia 20 tahun itu melihat hasil jepretan sang adik, itu terlihat sangat jernih, bahkan tanpa diberi tinta terlihat sangat asli seperti dia memasuki benda ini.


Benar-benar benda ajaib!


"Jernih, berwarna, tak ada yang salah dengan lukisannya. Hanya saja, ini terlihat sangat kecil," ucap Yi-Fang memuji.


"Tentu saja, ini adalah benda ajaib yang dibuat oleh manusia. Hanya saja, entah bagaimana guru bisa mendapatkannya lalu memberikannya sebagai hadiah untukku." ucap Yi-Feng, ia kembali bersemangat saat melihat jika saudaranya sangat cocok menjadi seorang model, mungkin dia akan sangat populer di zaman modern hanya dengan mengandalkan wajah tampan itu.


"Ayo, aku akan mengambil gambarmu lagi." Dengan semangat, ia mengambil gambar Yi-Fang dari beberapa sisi, kemudian memperlihatkan semua hasil jepretannya pada Yi-Fang.


"Hentikan itu," Yi-Fang merampas ponsel dari tangan Yi-Feng, "Tadi kau mengatakan benda ini memiliki banyak kegunaan lain. Tunjukkan padaku," ucapnya


"Tentu, hanya saja kita tidak bisa menghubungi orang lain dengan benda ini sekarang." ucap Yi-Feng dengan tak bersemangat.


"Tidak bisa? bukankah kau tadi dengan percaya diri mengatakan bisa menghubungi orang bahkan jika memiliki jarak yang tak bisa ditempuh?" ucap Yi-Fang sedikit kesal.


"Memang bisa, tapi tidak untuk sekarang bahkan nanti. 'Guru' mengatakan, ponsel akan berfungsi dengan baik jika terdapat jaringan disekitar, namun di tahun sekarang, bagaimana bisa memiliki jaringan untuk menghubungkan dengan dunia internet? ..Tentu saja tidak bisa!" balas Yi-Feng kesal.


Yi-Fang, "Kau bicara seolah-olah kau berada ditempat lain, sebenarnya bisa atau tidak."


Yi-Feng, "Tidak bisa, tak akan bisa menelpon orang!"

__ADS_1


"Bagus. Lalu, tunjukkan keajaiban lainnya," ucap Yi-Fang seakan tak melakukan kesalahan padahal telah melihat adiknya yang kesal saat ini.


Meskipun kesal, Yi-Feng tetap berada disamping Kakak kembarnya yang menyebalkan ini. Setelah menekan I-kon musik, ia memilih musik Cina yang popular di zaman modern.


♫Music♫ 🎶Ni De Da An🎶


也许世界就这样


Yěxǔ shìjiè jiù zhèyàng


Mungkin dunia seperti ini


我也还在路上


Wǒ yě hái zài lùshàng


Aku masih dalam perjalanan


Yi-Fang menatap adiknya, dari instrumen awal ia telah terkejut dengan musik ini. Terlebih suara yang begitu merdu ini, siapa yang menciptakan puisi seindah ini?.


Melihat tatapan sang kakak yang terus tertuju padanya, Yi-Feng mengangkat suara. "Dengarkan saja, kau pasti akan kagum dengan lagunya."


没有人能诉说


Méiyǒu rén néng sùshuō


Tak ada seorangpun yang bisa memberitahu


也许我只能沉默


Yěxǔ wǒ zhǐ néng chénmò


Mungkin aku hanya bisa diam


Yǎnlèi shīrùn yǎnkuàng


Air mata membasahi


可又不甘懦弱


Kě yòu bùgān nuòruò


Tapi jangan sampai jadi pengecut


Yi-Fang benar-benar menaruh semua perhatiannya untuk mendengarkan puisi berirama yang sepertinya memiliki arti yang sangat mendalam.


Seperti berimajinasi, ia bisa merasakan arti dari tiap bait kata.


Yi-Feng menatap kakaknya yang sedang memejamkan mata, karena dia sangat mengenal lagu dan tiap bait lirik, ia juga bernyanyi mengikuti lagu.


低着头期待白昼


Dīzhe tóu qídài báizhòu


Menundukkan kepala, menantikan siang hari


Yi-Fang membuka sedikit matanya dan melihat adiknya yang bernyanyi mengikuti tiap bait lagi seakan dia telah mengenal lagu ini. Dan lagi, suara adiknya tak kalah merdu dengan sang penyair.


接受所有的嘲讽

__ADS_1


Jiēshòu suǒyǒu de cháofèng


Menerima semua ejakan


向着风拥抱彩虹


Xiàngzhe fēng yǒngbào cǎihóng


Rangkullah pelangi mengikuti angin


勇敢的向前走


Yǒnggǎn de xiàng qián zǒu


Maju terus kedepan dengan berani


黎明的那道光 会越过黑暗


Límíng de nà dàoguāng huì yuèguò hēi'àn


Cahaya fajar itu akan melewati kegelapan


打破一切恐惧我能 找到答案


Dǎpò yīqiè kǒngjù wǒ néng zhǎodào dá'àn


Menghancurkan semua ketakutan, aku baru bisa menemukan jawabannya


哪怕要逆着光 就驱散黑暗


Nǎpà yào nìzhe guāng jiù qūsàn hēi'àn


Bahkan jika harus melawan cahaya baru bisa menghilangkan kegelapan


丢弃所有的负担


Diūqì suǒyǒu de fùdān


Buang semua beban yang ada


不再孤单


Bù zài gūdān


Tidak lagi kesepian


不再孤单


Bù zài gūdān


Tidak lagi kesepian.


.............


Dengan berakhirnya lagu, Yi-Fang membuka matanya lagi dan melihat adiknya yang sedang memegang tenggorokannya. Lagu ini memiliki nada yang cukup tinggi sehingga membuat tenggorokan Yi-Feng sedikit kering setelah bernyanyi.


Yi-Fang, "Kau sangat mengenal puisi ini, yah?"


"Ini bukan puisi, ini lagu. Yang pasti, keduanya berbeda. Sudahlah, aku mau tidur, jangan menggangguku." berbaring diatas bangku yang sedikit panjang dan luas, Yi-Feng menutup matanya dan dengan tenang tertidur pulas.

__ADS_1


Ponsel itu kembali memutar musik Cina yang berbeda lagi, Yi-Fang yang berada disana menatap ponsel yang kini telah beralih padanya.


Ia menikmati musik-musik Cina yang diputar sambil menjaga adiknya yang tertidur pulas ditepat yang tenang ini.


__ADS_2