The Second Prince

The Second Prince
Chapter 132


__ADS_3

Yu-Cheng menerima berkas yang dibawakan oleh kasir malas, ia menyerahkan nya pada Yi-Feng.


Bos itu juga segera berkata, "Tuan muda ini, saya benar-benar minta maaf sebelumnya. Tapi, Anda dapat yakin, saya benar-benar akan menjualnya pada Anda dengan harga 50 ribu Tel emas!"


Yi-Feng yang telah menerima surat itu, matanya dengan cepat membaca surat perjanjian. Melihat bahwa isi nya sangat lengkap dan jelas, Yi-Feng mengangguk puas.


Surat perjanjian telah berada di tangan Yi-Feng, akta tanah juga akan diubah nanti olehnya, kepemilikan berganti saat Yi-Feng mengeluarkan kertas lalu menuliskan sesuatu diatasnya.


"Pergilah dan ambil sendiri uang ini di Bank Kekaisaran, jumlahnya akan dihitung dan masuk kedalam rekening anda sendiri."


Yi-Feng memiliki senyum kaku, "semua benda-benda yang ada di kedai ini telah masuk kedalam surat perjanjian, jadi kamu silahkan pergi dengan cepat." Usir Yi-Feng


Bos itu tidak ambil lusi v dengan benda-benda kuno dan murahan ini, melihat kertas cek dihadapannya segala sesuatu yang baik terasa datang menghampirinya. Melipat kertas itu, bos segera meninggalkan ruangan dengan cepat


Yi-Feng mengalihkan perhatiannya pada kasir malas yang masih berdiri disana, tak ragu untuk berkata dengan kejam. "Hidup tidak berarti jika kau menyia-nyiakan waktu! Terlalu malas adalah racun yang sulit untuk dibunuh! .. pergilah, aku tidak menerima seseorang yang malas seperti kamu. Lagi pula, ambil sendiri gaji mu pada bos mu itu, untuk apa masih disini?"


Kasir itu menundukkan kepalanya, tidak dapat mengatakan apapun. Lagi pula, dia yang terlihat malas disini... Dan orang-orang ini juga terlihat seperti orang yang tidak dapat disinggung.


Tidak ada kualifikasi untuk kembali bekerja di kedai teh ini lagi, dia merasa sangat menyesal.


Masih ada pelayan yang tadi menyambut mereka, dia hanya bisa menyaksikan dari pinggir lapangan. Melihat bahwa rekannya telah membereskan barang-barang nya dan pergi, mau tak mau dia juga keluar untuk menampakkan wajah pada pemilik baru


"Tu-tuan, maafkan saya tapi-apakah saya juga akan di usir dari kedai teh ini?" Dengan gemetaran, dia berusaha agar bisa tidak terlihat lemah namun malah sebaliknya yang terjadi


Yi-Feng mengangkat kepalanya lalu melihat kearah pelayan yang tadi menghampiri mereka dan akan menawarkan teh apa yang harus dia seduh, pria ini terlihat memiliki otot yang besar namun malah terlihat seperti seorang pengecut.


Namun, meski begitu dia terlihat lebih rajin dibandingkan si kasir malas yang tiduran, bukannya bekerja.


"Katakan, apa yang kau miliki sehingga aku harus mempertahankan mu?" Tanya Yi-Feng


"Sa-saya, meskipun kedai teh ini memiliki keadaan yang buruk, namun ini adalah sumber penghasil saya. Dari sini saya hidup, tidak ada pekerjaan bagus yang bisa memberikan gaji naik untuk mantan napi seperti saya-jadi, saya harap masih bisa bekerja di kedai teh ini untuk kedepannya.

__ADS_1


Meskipun saya memiliki wajah yang menyeramkan, namun ini karena sewaktu di penjara dulu, saya sering melatih tubuh agar terlihat bugar dan kuat, saya bisa bekerja sebagai pelayan, atau saya juga bisa menjaga keamanan di kedai teh Anda kedepannya. Apapun itu, akan saya lakukan asalkan-saya tetap bekerja di sini. Tuan, tolong jangan usir saya!" Pria itu tiba-tiba bersujud, ia membanting lututnya diatas lantai kayu sehingga membuat suara gebukan yang cukup keras


Yi-Feng sampai terkejut karena bunyi yang ditimbulkannya. 'ouchhh... Itu pasti sangat sakit bukan?'


'Namun, tunggu dulu. Apakah dia baru saja menjelaskan jika dia seorang mantan napi? Kejahatan di zaman ini juga sepertinya dihukum dengan keras, yah? Aku merasa sedikit baik, mungkinkah karena ini merupakan pekerjaan Nenek buyut yang datang dari dunia modern juga?


Seorang mantan napi juga kasihan, bahkan di zaman modern mereka tidak akan bisa memiliki pekerjaan yang baik karena ditolak oleh semua orang. Jadi, di zaman ini juga sama?'


Melihat bahwa pemilik baru hanya terdiam dan tak ada tanggapan apapun, pelayan itu menjadi pasrah. Padahal, dia sudah merasa cocok dan nyaman dengan pekerjaan nya yang baru ini. Sayang sekali


Bangun dari sujudnya, dia akan pergi untuk membereskan barang-barangnya namun terhenti ketika suara pria muda itu terdengar di telinga nya.


"Kemana kau pergi? Aku bahkan belum memberikan jawaban, apakah kau boleh atau tidak bekerja lagi disini." Mengambil nafas yang dalam, Yi-Feng kembali bicara. "Melihat bahwa kau memiliki tekat yang kuat untuk bekerja, dan lumayan rajin.... Kau boleh bekerja di sini untuk kedepannya-"


"Terima kasih Tuan! Anda adalah dermawan saya, terima kasih!" Dengan semangat yang menggebu-gebu, pria itu kembali membanting lututnya dan bersujud pada Yi-Feng


Yi-Feng yang dipotong ucapannya tak marah, ia malah menepuk keningnya. 'Benar-benar heran dengan orang ini. Apakah lututnya tidak sakit?'


"Ehh?" Pelayan tadi mengangkat kepalanya dan melihat kearah pengunjung pertama yang datang, ternyata mereka memang sudah bersiap untuk pergi. Dengan cepat, pria itu pergi mengucapakan selamat jalan dan menerima uang sebagai bayaran teh.


Kedai yang sebelumnya sepi, sekarang seperti kuburan karena tak ada suara yang keluar dari tiga orang lain. (Merujuk pada Yi-Feng, Yongxi dan Yu-Cheng)


Ketika pria itu kembali menghadap Yi-Feng, dia hanya berdiri disamping Yu-Cheng agar menerima perintah. Apakah itu menuangkan teh yang pemilik bawa atau apapun


"Ayo, perkenalkan siapa kau." Tanpa mengangkat tatapannya Yi-Feng memerintah


"Nama saya Feng Su, seorang yatim piatu sejak berusia 13 tahun. Saat ini ,saya berusia 28 tahun," ucap pria itu memperkenalkan dirinya


Yi-Feng mengangguk, "kau mulai besok tidak usah bekerja lagi."


"Tapi tuan, tadi anda bilang-"

__ADS_1


"Aku belum selesai bicara!"


Diam, tidak lagi membuka mulut dan menundukkan kepalanya dengan sedih, Feng Su tidak tahu cara berfikir orang kaya, jadi dia kembali diam.


"Saya berencana untuk merobohkan kedai teh ini, lalu membangun lagi namun bukan kedai teh melainkan restoran. Kau akan bertanggung jawab ketika Restoran beroperasi. Apakah, kau memiliki kenalan yang ahli dalam pertukangan? ...saya dengar, orang-orang yang berada dalam penjara tidak hanya menganggur namun juga belajar untuk bekerja.


Bisa dibilang, mereka melakukan training di dalam penjara sehingga memiliki kemampuan ketika bebas nanti dan tidak lagi melakukan kejahatan. Jadi, apakah kau memiliki kenalan yang ahli dalam pertukangan? Ini, haruslah bagus!" Yi-Feng mengangkat kepalanya dan melihat langsung pada mata Feng Su.


'Ah, jadi begitu. Aku tetap bekerja namun bukan lagi di kedai melainkan akan berubah menjadi restoran? Ini menakjubkan!


Namun, bagaimana Tuan pemilik mengetahui hal ini? Apakah semua orang di Ibukota tahu tentang hal ini? Namun, kenapa aku sulit sekali menemukan pekerjaan yang cocok? Lalu....'


"Tentu saja, tentu saja Tuanku! Saya dan beberapa teman belajar tentang pertukangan di penjara dulu! Kami dapat membuat berbagai hal dengan sangat baik, kami mengukir kayu dengan sangat halus, ah! .... Beberapa teman saya bahkan diakui ahli dalam pertukangan, akan saya hubungi mereka dengan cepat Tuanku, ini kabar yang menggembirakan, ah! Terima kasih Tuanku, terima kasih!" Feng Su sangat bersemangat


"Tapi jangan lupa, kalian harus bekerja sama dengan orang-orang yang akan saya kirimkan. Mereka adalah ahli juga, kalian dapat mengukir bangku-meja dan lainnya, saya akan mengirimkan orang untuk menggusur kedai teh ini dengan cepat. Restoran, apakah bisa siap dalam 5-6 bulan kedepan tidak yah?" Terakhir, dia bicara dengan diri sendiri


.......


Bos yang dengan senang dan semangat pergi ke Bank Kekaisaran, Bank terbesar di kekaisaran Xiang.


Ketika di menyerahkan kertas cek pada reseller, pekerja itu sangat terkejut


Hal ini membuat Bos itu bertanya-tanya, namun ketika di beritahu jika cek ini milik anggota keluarga kekaisaran, dia sangat terkejut!


'Jadi, yang membeli kedai teh lusuhku barusan adalah Pangeran?'


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2