
Selama 3 hari Yi-Feng berada di rumah sakit, saat itulah ia gunakan untuk menelusuri ingatan dari tubuh yang saat ini ia tempati.
Dalam ingatan ini, dia adalah adik sepupu dari kakaknya yang bernama Axila, keduanya sama-sama anak yatim-piatu.
Axila adalah keturunan Indo-China, sedangkan tubuh ini adalah Indo-Korea.
Tak banyak yang ia ingat, karena sebagian lainnya sangat gelap sehingga tak dapat diingat, pria berjubah putih yang dipanggil Dokter itu mengatakan jika sepertinya ini efek dari trauma.
Tubuh saat ini adalah seorang pemuda yang popular, kaya dan memiliki banyak penggemar, serta keluarga yang menyayangi nya. Tubuh ini bernama Azka Leon Remanov.
^^^[Kita panggil Yi-Feng dengan Azka mulai dari sini]^^^
"Azka, ayo!" panggil Axila yang melihat adiknya terus melamun.
Azka masih terus melamun ditempatnya, sedangkan Axila memanggilnya dari depan pintu.
Hari ini, ia telah diijinkan untuk pulang, namun harus kembali kontrol dalam 4 hari lagi.
"Azka?"
Tepukan pelan di bahunya membuat pemuda itu segera menoleh dan mendapati pria bermata biru yang sedang menatapnya.
"Kau baik-baik saja?" tanya Levi.
"He'em" jawabnya
"Kakaknya memanggil, apa yang mengganggu pikiran mu?" tanya Levi sambil merangkul bayi kecilnya lalu diletakan dalam gendongan nya. [Bayi kecil? anak lu kan dan satu tahun lebih, Levi!]
Azka segera menoleh dan mendapati wanita muda itu sedang menatapnya, "Kau baik-baik saja?" tanya Axila.
__ADS_1
Azka menggeleng, ia segera berjalan mendekati wanita muda ini.
Keempatnya meninggalkan rumah sakit, ada empat bodyguard yang menjaga mereka lalu membawa pulang keempatnya ke hotel tempat mereka menginap.
Ini masih dalam masa liburan mereka namun kecelakaan Azka membuat liburan mereka menjadi tertunda, beruntung Azka hanya koma selama satu Minggu dan setelah itu hanya perlu perawatan.
Liburan sudah tak ada lagi, Azka masih harus melakukan perawatan pemilihan, takut terjadi sesuatu yang tak terduga lagi.
Mereka bisa kembali kapan saja untuk liburan, jadi tak ada yang menyalahkan Azka.
...__________-_-_-_-_-_-_-_-_________...
Angin berhembus dengan kencang, menerbangkan dedaunan dari atas pohon.
Lima belas pria sedang menunggang kuda, mereka hampir sampai ditempat tujuan mereka.
Setelah melewati gunung, mereka bisa melihat desa yang mereka tuju, hanya tinggal beberapa mil didepan sana.
Didepan gerbang desa, Yi-Feng bisa melihat beberapa orang sedang berdiri didepan sana. Mereka mengenakan pakaian compang-camping dan penuh tambalan, namun beberapa orang terlihat bersih.
Kuda yang ditunggangi oleh kedua pangeran melambat, kuda-kuda itu berhenti 20 meter dari hadapan orang-orang, lalu diikuti oleh kuda-kuda lainnya.
Semua orang yang berada di sana sedang menunggu kedua pangeran, serta rombongan. Mereka telah mendengar hal ini dari salah satu utusan Kerajaan Wang, yang datang menyampaikan jika Desa Lin telah masuk kedalam wilayah Kerajaan Xian, Kerajaan Wang telah melepas tangan atas desa mereka.
Sehingga, Kepala desa mengumpulkan semua penduduk, ia menyampaikan informasi ini pada semua orang, dan ketika ia pergi ke pinggiran kota Minghua, ia mendengar kabar jika kedua Pangeran Kekaisaran akan datang ke Desa Lin mereka secara langsung, kedua pangeran hanya akan menginap batu malam di kota Minghua dan melanjutkan perjalanan ke Desa Lin.
Dengan kabar itu, kepala Desa segera kembali ke Desa Lin, ia menyampaikan informasi ini pada semua penduduk Desa Lin. Ia memperingati mereka agar jangan melakukan kesalahan apapun di depan kedua Pangeran Kekaisaran Yang Agung.
Bagi penduduk kecil seperti mereka, mereka tak ingin terlibat dalam masalah dan akan selalu menghindarinya, menghindari para bangsawan adalah pilihan terbaik!
__ADS_1
Kepala Desa untuk jangan pernah mengangkat wajah untuk melihat wajah Para pangeran, karena ini merupakan salah satu cara untuk menghindari masalah.
Saat rombongan Pangeran tiba, mereka telah merendahkan diri dengan cara bersujud kearah para Pangeran Kekaisaran, tak ada yang berani mengangkat wajah dihadapan para rombongan pengawal ini, terlebih kedua Pangeran.
"Selamat datang di desa hamba yang rendah ini, Yang Mulia Pangeran Mahkota, Yang Mulia Pangeran Kekaisaran." Karena kepala Desa tak mengetahui nama keduanya, kepala desa hanya menyambut mereka dengan formal.
"Hmm, terima kasih atas sambutannya. Antar kami ke dalam, kami akan beristirahat sebentar." ucap Komandan Bai.
"Baik, Tuan. Mari ikut yang rendah ini," dengan gugup Kepala desa bangun bdaei sujud nya lalu membawa rombongan memasuki desa.
Mata Yi-Feng tak pernah lepas, ia terus mengawasi sekitar desa terlebih saat mereka menghentikan kuda tadi.
Matanya menelusuri dinding gerbang desa yang terbuat dari papan kayu setinggi 3 meter, lalu temboknya juga dibuat dari bebatuan kasar setinggi 3 meter pula.
Jika ia tak salah tebak, gerbang ini sebenarnya adalah pelindung desa dari hewan liar yang berkeliaran di hutan. Meski terlihat sangat kasar, namun sebenarnya sangat kokoh, entah bagaimana cara mereka membuat tembok desa ini.
Louis mengatakan padanya, jika tembok itu juga dilapisi dengan Aray pelindung, meskipun sangat tipis namun masih bisa menghindarkan desa dari serangan hewan buas lainnya.
Kemungkinan, salah satu dari penduduk ini adalah seorang yang dapat membuat Aray pelindung ini.
Kepala Desa ingin membawa mereka untuk menginap di rumahnya, namun Yi-Feng dengan halus menolak niatnya. Ia hanya tak ingin mereka kerepotan dengan kunjungan yang dadakan ini.
Alhasil, beberapa pengawal mendirikan tenda untuk kedua Pangeran, lalu mendirikan tenda mereka sendiri.
Karena mereka tiba disiang hari dan belum makan, Yi-Fang memerintahkan Zhou Yang dan Yu-Cheng untuk memasak makan siang mereka. Dengan dibantu oleh para wanita yang berada di Desa, pekerjaan dengan cepat selesai.
Para wanita membantu menyiapkan makan siang Komandan Bai dan para pengawal, sedangkan Yu-Cheng dan Zhou Yang menyiapkan makan siang Tuan mereka.
Yi-Feng dan Yi-Fang duduk dengan tenang, mereka menikmati teh apel yang dibawa oleh Yi-Feng sendiri.
__ADS_1
Disamping keduanya, ada kepala Desa yang terus berdiri dan tak berani melakukan apapun. Ia menundukkan kepalanya saat kedua Pangeran beristirahat dengan Teh yang dibawa oleh mereka.
Yi-Feng akan melontarkan beberapa pertanyaan kecil pada Kepala desa, dan akan dijawab dengan cepat oleh pria tua itu.