
...Zaman Modern.......
Azka, setelah mengetahui jika dia tetap membawa kekuatan nya dari zaman kerajaan. Azka mulai ketakutan, dia takut tak bisa mengendalikan kekuatannya.
"Azka, kau baik-baik saja?" tanya Joan, manager Azka. Dia merupakan manager yang dipilih oleh Axila, saat Azka mulai popular di dunia Maya dan dunia akting.
"Ah, ya. Aku baik-baik saja," balas Azka dengan kaku. Joan adalah orang pertama yang ditemui Azka saat tiba di rumah kakak iparnya.
"Syukurlah jika kau baik-baik saja. Lalu, kau mendapatkan tawaran untuk berada dalam drama baru yang akan dirilis dua bulan lagi. Kau mau menerimanya atau tidak?" tanya Joan
"Entahlah, akan kupikirkan terlebih dulu." balas Azka
"Baiklah, aku hargai keputusanmu. Semoga kau cepat sembuh, dan ingatan mu juga cepat kembali. Kau tahu, para penggemar mu selalu mengkhawatirkan mu, jadi aku sarankan agar kau melakukan Live streaming dan menyapa mereka di Instagram." ujar Joan lagi. Dia sudah lelah dengan para wartawan yang terus menerus mencari tahu keadaan Azka untuk diberitakan.
Hampir satu bulan ini, dia tak tidur dengan nyenyak. Ponselnya akan selalu berdering dan tak pernah diam. Sebagai manager nya Azka, dia benar-benar sangat sibuk untuk ini.
Kecelakaan Azka di Shanghai menjadi topik yang panas, terlebih para penggemar yang selalu menandainya di akun media sosial. Mereka selalu posting dengan hastag sehingga masalah ini semakin dibesar-besarkan.
Azka yang sekarang, dia tak tahu menahu tentang hal ini. Dia harus mencari tahu seperti pemilik tubuh ini, setelah Joan membiarkan nya istirahat dalam kamar, pria itu kembali ke kantor dan melaporkan kondisi Azka.
Hanya dalam waktu satu jam, pencarian terpanas kembali terjadi. Joan mengatakan pada media jika Azka saat ini masih dalam kondisi pemulihan, dan lagi ia tak menyembunyikan fakta jika pemuda tampan itu kehilangan sebagian besar ingatannya.
Ia bahkan mengatakan pada wartawan jika saat bertemunya dengan Azka lagi, pemuda itu menatapnya dengan bingung.
Kembali, topik itu diangkat dan banyak artikel yang terbit tentang Amnesia nya Azka.
Sedangkan Azka saat ini, dia sedang ketakutan karena kekuatan nya. Bukan karena dia bisa membekukan air dan membuat seseorang terkena sengatan listrik, namun ketakutan karena dia bisa melihat hantu.
Mengapa kemampuan ini tak hilang saat dia berpindah Dunia? Dia benar-benar sangat kesal dan ketakutan, ia tak bisa mengatasi hal ini.
Dan sekarang, profesi tubuh ini adalah seorang YouTubers dan aktor, yang dimana dia akan selalu tampil didepan banyak orang meskipun dari depan layar.
Apa yang harus dia katakan pada orang-orang? Apa yang harus dia lakukan?
Dia harus bisa mengatasi masalah ini. Di dunia ini, hanya dia sendiri tanpa Ayah Kaisar, Ibu Permaisuri dan Kakak kembarnya yang biasanya selalu menolongnya, tak ada Biksu yang bisa menuliskan kertas jimat pengusir setan seperti biasa.
Saat makan malam tiba, Azka duduk dalam diam saat kedua kakaknya datang, ada juga keponakannya dan seorang pengasuh yang membawakan bubur bayi untuk anak itu.
"Kudengar dari Joan, kau mendapatkan tawaran untuk beradu peran dalam drama baru. Apa kau telah memikirkan nya?" tanya Axila
__ADS_1
Azka menggeleng, "Aku belum memikirkan nya."
Axila mengangguk, "Bagaimana kalau meminta naskahnya dulu, kemudian kau lihat bagaimana peranmu didalam sana." saran Levi yang sedang memotong steak nya
"Aku... aku masih ragu, bagaimana jika aku tak bisa melakukan nya?" tanya Azka
"Tuan muda pasti bisa, tuan muda kan hebat. Bibi aja suka nonton dramanya tuan muda, seru sih" komentar Bibi Inna, pengasuh Rose.
"Aya yayayaa.." Rose juga membuka mulutnya yang belepotan, seakan berkata "Setuju. Ambil peran itu"
"Tapi..."
"Kau masih ragu?" tanya Axila
Azka mengangguk, "Ingatanku belum pulih, aku takut berbuat kesalahan." ucapnya
Semua orang terdiam, ucapan Azka ada benarnya.
"Bagaimana jika kau menonton sendiri drama yang pernah kau bintangi, mungkin kau bisa mendapatkan sedikit ingatanmu?" Levi memberikan saran.
Axila juga mengangguk setuju, Rose menepuk tangan mungilnya seakan berkata "Aku setuju."
Azka tak punya pilihan lain lagi. Dia menyetujui saran kedua kakaknya
'Bagaimana ini? Apa yang harus kulakukan?'
Pikirannya sedikit kacau, sambil berjalan sebentar ia melihat ada Ayunan yang menggantung disana.
Melihat itu, dia segera mendekat dan bermain sejenak disana sambil menghirup udara malam.
Saat sedang bermain dengan pikirannya, dia merasakan ada sesuatu yang sepertinya mengawasinya dari balik pohon.
"Siapa disana?" panggil Azka, dia melihat adanya bayangan dibalik pohon.
"...."
"Siapa disana?" ulang Azka karena tak mendapatkan jawaban
"...."
__ADS_1
Lagi-lagi sunyi, dia pikir firasatnya yang salah sehingga ia membalikkan wajahnya namun ia terpaku dengan apa yang berada dihadapannya.
Sosok pria dengan wajah pucat, mata putih, bibir ungu yang hampir hitam tepat berada dihadapannya. Matanya melotot pada Azka, "Kau bisa melihatku?"
"Aaahhkkk!!" pekik Azka, seketika tubuhnya lemas dan tak sadarkan diri.
Beberapa pelayan yang sedang mondar-mandir mendengarkan teriakan seseorang, mereka segera mencari dari mana asal suara itu. Mereka tahu persis siapa pemilik suara itu, adik ipar dari tuan mereka, yang artinya adalah tuan muda dirumah ini.
Sementara Axila sedang bermain dengan Rose dalam kamar bayi kecil itu dan tak tahu apa-apa, ada Levi yang juga sedang memeriksa beberapa file di iPad, sekretaris nya baru saja mengirimkannya lewat E-Main.
Tiba-tiba, suara ketukan pintu yang tak sabaran terdengar dipintu. Axila dan Levi saling pandang, ada apa?
"Masuk!" ucap Axila
Pintu terbuka, seorang pelayan wanita berwajah pucat terlihat disana.
"Tuan, Nyonya. Maaf jika saya mengganggu, tapi Tuan muda tiba-tiba pingsan di taman."
"Apa?" wajah panik langsung terlihat diwajah kedua orang itu.
Levi langsung meletakkan iPad diatas meja, sedangkan Axila langsung menggendong Rose dan keluar dari kamar.
Melihat wajah istrinya yang khawatir membuat Levi sedikit cemburu, namun apa yang bisa dia lakukan? Ini adalah adik iparnya, adik dari Axila yang pastinya tak bisa dihalangi rasa peduli dari istrinya.
Levi mengambil Rose dari tangan Axila agar istrinya itu dapat bergerak lebih cepat. Lalu mereka tiba di ruang tengah, disana terlihat Azka yang terbaring diatas sofa dengan keadaan tak sadarkan diri.
"Apa yang terjadi?" tanya Axila dengan khawatir, ia mengusap wajah imut Azka, menyingkirkan anak rambut yang berada diwajah itu.
Sementara Levi menatap tajam pada para pelayan yang berada disana, ia berdiri disamping Axila dan melihat wajah Azka uang terlihat sedikit pucat.
Para pelayan dengan gemetar mengatakan apa yang terjadi barusan, mereka hanya mendengar teriakkan dari Azka dan kemudian saat mereka sampai di taman, pemuda tampan itu sudah terletak tak sadarkan diri disamping ayunan.
"Tubuhnya sedikit panas, apa yang membuatnya begini?" gumam Axila
"Sayang, jangan khawatir, kita pindahkan dulu Azka ke kamarnya dan panggil dokter. Biarkan dokter yang memeriksa keadaan nya," ucap Levi menenangkan istrinya.
"Aaaa... aaa.." tangisan Rose juga pecah saat melihat paman nya tersayang menutup mata, dia sepertinya takut terjadi sesuatu pada Azka.
Levi panik, ia segera menenangkan Rose dengan menggosok punggung bayi itu agar tenang.
__ADS_1
Axila setuju dengan ucapan Levi, segera Azka dibawa oleh dua pelayan pria kedalam kamarnya yang berada dilantai dua.
Dokter pun dipanggil ke Mansion Alexander dengan cepat