The Second Prince

The Second Prince
Belajar hukum


__ADS_3

Sudah larut malam saat Azka tiba di mansion, ia langsung memasuki kamar dan dengan perasaan lelah ia membasuh tubuhnya sebentar dengan air hangat sebelum akhirnya merebahkan tubuhnya di tempat tidur.


Hari-hari yang melelahkan akhirnya berlalu, dia tak perlu lagi bertemu dengan orang-orang di lokasi syuting lagi.


Yah, meskipun dia akan selalu hadir jika di hubungi, karena ada banyak hal yang belum selesai.


'Kehidupan milik Azka membuatku lelah, meski harus aku akui, aku juga merasa senang.


Zaman kami berbeda, jadi apakah aku bisa kembali lagi ke sana suatu hari nanti?' batinnya.


Dia menutup matanya dan beristirahat, dalam mimpinya, dia melihat wajah seseorang yang samar-samar. Hanya ada tiga pria yang paling sering mengunjungi nya di Istana Bulan, ia tahu jika itu adalah keluarganya.


Namun, ketakutan nya pada hantu membuat nya tak berani menatap wajah orang-orang ini, ia hanya akan menatap kaki sampai dada, tidak lagi ke atas.


Ayah, kakek dan saudara kembarnya.


Ibu, dia terkadang akan mampir namun hanya untuk melihatnya masih hidup dengan baik, setelah itu, dia akan pergi lalu muncul kembali jika dia mengingat nya.


Yi-Feng, dia mengingat masa-masa indah saat dia masih muda, menghabiskan waktu bersama saudara kembarnya, entah itu belajar kaligrafi, pedang, panahan dan lainnya, mereka akan bersama. Kakak kembarnya adalah seorang yang selalu bersama dia sedari mereka dalam kandungan, namun malah menjadi bumerang karena kelebihannya itu.


.....


Azka yang sedang tertidur lelap tiba-tiba membuka matanya, sinar matahari yang merembes melalui kain korden membuatnya bangun dari mimpi, kenangan tentang kehidupan sebelumnya.


Tangannya bergerak keatas nakas, mengambil jam weker yang terletak disana dan melihat bahwa sudah pukul satu siang, sekarang sudah lewat jam makan siang.


Meraih ponselnya, ia menghubungi kepala pelayan mansion, "Siapkan makan siangku."


"Baik, Tuan." suara di ujung telepon merespon dengan cepat


Azka bangun, dia memasuki kamar mandi dan menyegarkan tubuhnya sebelum akhirnya turun untuk sarapan sekaligus makan siang.

__ADS_1


Karena sudah selesai syuting, dia tidak perlu lagi ke sana dan saatnya untuk istirahat panjang dalam beberapa hari ini, sebelum akhirnya harus kembali untuk promosi dan lain sebaginya.


Karena waktunya untuk istirahat, Azka benar-benar menghabiskan waktunya dengan membaca buku, dia mempelajari berbagai hal.


Masuk kedalam perpustakaan mini, Azka mengambil buku-buku tentang hukum, duduk dengan tenang dan mulai membaca dan mempelajarinya.


Ada beberapa hal yang tidak ia mengerti, maka akan tersedia saat ia mencarinya di internet.


"Ckckc... Zaman yang berbeda memiliki hukum yang berbeda pula, benar-benar mengagumkan." gumamnya dengan pelan


Entah kenapa, dia tiba-tiba memiliki perasaan bahwa dia akan kembali ke tempat asalnya suatu hari nanti, meskipun tak tahu kapan saat itu datang namun, dia menyakinkan dirinya sendiri bahwa dia akan kembali ke rumahnya yang sebenarnya.


Tanpa sadar, Azka menghabiskan banyak waktu dalam perpustakaan dan asik sendiri dengan buku-buku yang ada, dia terkejut saat Axila memasuki perpustakaan dan memanggilnya untuk makan malam.


"Azka? Kau disini?"


Suara Axio akhirnya mengalihkan perhatian Azka, dia mengangkat kepalanya dan melihat sang kakak yang sedang berdiri di pintu dengan tangan yang terlipat di depan perutnya.


"Kau menghabiskan waktu dari jam 2 sampai sekarang hanya dengan buku? ..Buku apa yang sedang kau baca hingga lupa waktu?" Axila berjalan mendekat dan melihat bahwa itu adalah buku tentang hukum.


"Hukum? Kau tertarik pada hukum lagi sekarang?"


"Yah, aku sedang melihat-lihat ketika buku ini yang membuatku tertarik. Jangan di pikirkan, apa sudah waktunya makan malam?" Azka sedikit menjelaskan, dia kemudian memberi tanda pada halaman yang sudah ia baca sebelum akhirnya menutup buku itu dan mengajak Axila keluar dari sana


"Apa kau mau buku yang lain? Aku bisa membelikan nya untukmu" tawar Axila


"Aku tak ingin merepotkan mu, Kak. Aku akan membelinya sendiri besok. Jangan dibahas lagi, ayo kakak ipar dan Rose sudah menunggu kita."


Dimeja makan, Levi memang telah menunggu mereka berdua, ada Rose di tangannya.


"Kau mengurung dirimu dalam perpustakaan dengan semua buku-buku itu? Apa kau kau baca kali ini, Azka?" tanya Levi dengan santai. Itu karena kepala pelayan mengatakan jika Azka tak kunjung keluar dari perpustakaan sejak dia masuk kesana, dari jam dua siang sampai sekarang, mengatakan jika Azka sedang membaca dengan penuh perhatian.

__ADS_1


Untunglah, beberapa pelayan mengantarkan camilan dan buah sebagai ganjalan jika sewaktu-waktu Azka ingin memakannya.


"Hukum, kali ini dia tertarik lagi dengan hukum." Axila yang membalas pertanyaan Levi, "Apa perlu kita panggil pengacara dan mengajari mu hukum, Azka?" Axila bertanya pada Azka


"Apa perlu hingga memanggil pengacara?" tanya Azka dengan heran


"Tentu, mengapa tidak?


Saat kau tertarik tentang ilmu kedokteran saat memiliki karakter dokter dalam serial drama, kita memanggil Dokter Herry, temannya Levi. mengapa memanggil pengacara menjadi masalah saat kau ingin belajar suatu hal yang baru?" Axila mengangkat bahunya dengan santai


Azka terdiam beberapa saat, senyum canggung melintas di wajahnya. Mereka akhirnya makan malam dengan topik pembicaraan seputar tentang hukum. Levi akan mengatakan beberapa hal yang berbeda antara Indonesia dan Italia, hukum di tiap negara itu berbeda


Sambil makan malam, mereka mengobrol dengan cukup, sebelum berlanjut ke ruang keluarga dan mengobrol tentang hal-hal lainnya.


'Aku beruntung datang dan masuk kedalam tubuh Azka yang adalah anak orang kaya, bagaimana nasibku jika aku berada di tempat yang berbeda?' Azka hanya bisa mengatakan hal ini dalam hatinya.


Karena ada novel yang sempat ia baca untuk mengisi waktu istirahat nya saat syuting, itu adalah novel dengan tema Time Travel.


Protagonis pria masuk kedalam tubuh seseorang di zaman yang berbeda, dia tidak berada di keluarga yang berada namun dalam keluarga miskin. Dia harus melakukan banyak hal, dan mempelajari hal-hal lain dengan usaha dan kerja kerasnya sendiri. Karena berada di keluarga miskin, hidup terasa sangat sulit karena banyak akses yang tidak bisa dia jalani dengan lancar


Berbeda dengannya, yang merupakan seorang Pangeran dan memasuki tubuh Azka, adik dari wanita kaya sehingga banyak hal dapat dia raih dengan muda


Keesokan harinya, sama seperti yang di katakan oleh Levi, pengacara pribadi pria itu benar-benar datang dan mengajari Azka tentang hal-hal hukum.


Dia mengajari tentang intrik dan hal-hal lainnya, dari berbagai Negara. Azka benar-benar mengangguk dan belajar dengan sangat baik


'Apakah film selanjutnya, dia akan berperan sebagai seorang pengacara? Atau seorang hakim yang tampan dan adil?' Batin pria itu.


Tentunya, apapun yang dikatakan oleh Azka, meskipun itu cuma bercanda namun bisa menjadi kenyataan jika Levi dan Axila berada di belakangnya.


Sebagai bawahan Levi, si pengacara hanya bisa mengangguk dan mengikuti perintah bos nya.

__ADS_1


__ADS_2