The Second Prince

The Second Prince
Chapter 110


__ADS_3

"saudara Yuan.. Saudara Yuan, adikmu-Qian dan saudara Han sedang berdebat dengan Nenekmu di jalan, Nenekmu ingin merebut adikmu dari saudara Han- cepatlah, mereka sedang bertengkar" ucapan terputus dari bocah yang tiba-tiba muncul di depan pintu keluarga Zhang. Anak itu bahkan memiliki muka berwarna merah karena kehabisan nafas


Xin Yuan yang juga sedang memegang satu buah persik langsung melempar persik yang ada di tangannya "Dimana mereka?", ia bangun dari duduknya dengan cepat dan akan berlari namun dihentikan oleh nyeri yang datang tiba-tiba dari kakinya yang cidera.


"Arggg!" ia mendesis kesakitan


Yi-Feng dan semua orang disana tidak tuli, mereka segera melihat kearah Xin Yuan yang sudah bereaksi.


Zhang Hai yang tidak jauh dari Xin Yuan segera membantu menopang anak itu, Xin Yuan goyah karena nyeri yang datang dari kakinya, namun hal yang berada dala otaknya hanyalah adiknya. Apa yang ia takutkan bisa saja terjadi jika dan tidak tiba disana dengan cepat.


"Paman Zhang, aku harus pergi kesana... adikku, Qian'er dalam bahaya, Nenek terus ingin menjualnya, aku harus pergi." anak itu bersikeras lalu mengambil tongkat kayu yang dipotong ditengah jala tadi.


Tak mempedulikan kakinya yang sedang sakit, Xin Yuan bergerak dengan cepat kearah dimana adiknya berada, adiknya sedang membutuhkannya saat ini. Sepanjang jalan, rasanya ingin berlari dan tiba disana dengan cepat, setiap langkah yang diambil semakin berat.


Yi-Feng tak bertindak seolah-olah dia buta dan tuli, ia juga dengan cepat bangun dari duduk santainya dan mengikuti Xin Yuan dari belakang. Anak ini mengalami cidera pada kakinya karena menyelamatkan dia, sekarang dia sedang membutuhkan batuan. Terlebih dari cerita Xin Yuan sebelumnya, Yi-Feng dan Mo Chen langsung tahu apa yang terjadi.


Dari kejauhan, Xin Yuan bisa melihat bahwa Zhang Han sedang melindungi adiknya, dia sangat marah sehingga ia berteriak dari kejauhan. "Berhenti menyentuh adikku jika tidak ingin urusan ini menjadikan panjang!"


Semua orang melihat kearah datangnya suara, mereka melihat Xin Yuan yang berjalan dibantu oleh tongkat ditangannya, kakinya juga diperban dengan baik putih. Hanya sekali lihat, mereka tahu bahwa anak itu mengalami cidera


Xin Qian yang melihat kakaknya langsung menggigit tangan bibi keduanya, seketika wanita itu langsung melepaskan tangannya dari Xin Qian dan mendorong anak itu jatuh ke tanah


"Ahkk, sakit." Pekikan, namun mengabaikan rasa sakit itu dan ia berlari dengan kaki kecilnya secepat yang dia bisa, anak itu langsung bersembunyi di belakang kakaknya.


..... BEBERAPA SAAT YANG LALU.

__ADS_1


Mertua serta menantu keluarga Xin masih di halaman rumah, Nyonya tua itu sedang mengomel karena biaya sekolah cucu kesayangannya, serta cucu yang lain akan menikah dan membutuhkan mahar.


"Tidakkah nenek mengatakan bahwa akan menjual Xian Qian ke keluarga Kaya itu, apa yang terjadi lagi sekarang? .. Mengapa nenek terus mengomel, telingaku sudah hampir tuli mendengar omelan nenek!" Ucap salah satu cucu keluarga Xin, dia merupakan anak pertama dari Paman kedua.


"Bagaimana aku bisa menjualnya, bajingan kecil itu melindungi adiknya bahkan menyerang kami demi melindungi adiknya yang adalah anak haram! Anak durhaka itu, kenapa selalu membuatku marah?!" Balas Nyonya tua Huo Chunhua


Saat mereka sedang mengobrol, cucu lain yang sedang bermain diluar kembali dengan cepat. "Nenek, Ibu, ada pangeran yang datang ke desa kita. Aku akan pergi melihat nya, apa kalian juga ikut?" Anak itu mengatakan nya dengan semangat


"Pangeran?" Semua orang saling pandang, mereka terkejut


"Jangan membohongi kami, orang dewasa jika tidak aku akan memukul pantatmu hingga merah. Katakan yang sebenarnya!" Ucap Li Ying memarahi putranya


"Ibu, kau tidak bisa memarahiku, ah! Semua orang sudah mengetahuinya nya, aku datang karena aku pikir kalian sudah pergi melihat Pangeran!" Anak itu tak mau pantatnya dipukuli, itu menyakitkan bagi dia


Mereka keluar dari halaman, melihat ada beberapa orang yang berjalan kearah kali gunung.


Saat berada di jalan, mereka melihat anak perempuan yang tampak familier dengan remaja laki-laki yang juga berjalan kearah kali gunung dimana keluarga Zhang berada.


"Bukankah, itu- anak haram itu, nenek?" Ucap Xin Nian


Mereka juga melihatnya, "kau benar! Itu adalah Qian, anak haram itu!" Ucap Huo Chunhua, dia berjalan lebih cepat dan menarik tangan Xiao Qian yang sedang bersama Zhang Han.


(Xin Qian diganti dengan Xiao Qian)


Xiao Qian yang melihat wajah tua yang menarik tangannya segera berusaha melepaskan diri dari wanita tua itu, dia langsung terlihat ketakutan dan memeluk kaki Zhang Han dengan erat.

__ADS_1


Zhang Han juga sudah mengetahui masalah ini ketika melihat reaksi dari anak kecil itu, dia segera melindungi Xiao Qian dibelakangnya.


"Nenek Tua Xin, apa yang kau lakukan?! Kau menyakiti Xiao Qian!" Teriak Zhang Han yang berhasil mengambil perhatian beberapa warga


Huo Chunhua menatap pahit pada Zhang Han, mengapa anak nakal ini berteriak begitu keras. Lihat, mata orang-orang mulai tertuju padanya


"Kakak Han, aku tidak ingin pergi. Kakak Han, cepat bawa aku ke kakakku, aku tidak ingin dijual oleh nenek!" Xiao Qian mulai menangis, dia memeluk kaki Zhang Han dengan erat


"Omong kosong apa yang kau katakan, ****** kecil!" Marah Huo Chunhua


"Nenek Xin, jangan lagi omong kosong! Siapapun tahu bahwa kalian menolak Xiao Qian dikeluarga Xin mu! Adik Yuan sudah mengatakan nya padaku, meskipun Xiao Qian bukalah cucumu, bagaimana bisa kau menjualnya? Dia merupakan satu-satunya harta adik Yuan sekarang, bagaimana kau bisa begitu kejam ingin menjualnya pada orang di kota? Aku tidak akan memberikan Xiao Qian pada mu!" Dengan mengatakan ini, penduduk desa yang masih berada di jalanan mulai menghentikan langkah mereka, saling berbisik dan mencibir nyonya tua Huo Chunhua


Nyonya tua itu memiliki wajah hitam, dia ingin merobek mulut Zhang Han saat ini juga sehingga dia tidak mengatakan hal-hal dengan begitu jelas. Lihat, semua orang sudah mulai membicarakan nya dengan kejam


Nyonya tua itu tidak mau diam, "anak muda Zhang, apa yang kau katakan? Ini hanyalah omong kosong! Kapan aku mengatakan bahwa aku akan menjual Xiao Qian? Aku mengatakan bahwa akan mengirimkannya ke keluarga besar di kota untuk masa depannya! Ini adalah pilihan yang baik, Xin Yuan masih kecil namun harus mengurus anak haram ini sendiri, menantu kedua- apa yang kau tunggu, cepat ambil anak itu dari anak muda Zhang!"


Rumah keluarga Zhang sudah tidak jauh lagi, seorang anak yang biasanya diperlakukan baik oleh Xin Yuan segera berlari sekencang mungkin dan memanggilnya datang.


.....


Saat ini, Xin Yuan muncul didepan semua orang, dia mengejutkan semua orang yang berada disana. Mata anak itu sudah merah karena marah, "Jika anda berani mengambil langkah lagi, maka maafkan saya yang tidak lagi menghormati penatua. Meskipun anda merupakan nenek saya, saya tidak akan lagi menahan diri dan melukai anda!" ucapnya dengan penuh amarah


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2