
Merawat seorang pasien menjadi tugas tambahan untuk pemuda berwajah cantik ini.
Setelah memberikan penanganan awal, Yi-Feng memberikan satu botol obat penurun panas pada pelayan pribadi Adik perempuannya.
"Setelah Feife makan, berikan tiga sendok takar obat untuk nya, takarannya sesuai dengan sendok khusus ini. Berikan tiga kali sehari," ucap Yi-Feng
Li-Fei, "Kakak Pangeran-"
"Kau bisa memanggilku Feng Gege, kakak Pangeran terdengar memburu kita jauh dan bukan kakak beradik. Oke?" potong Yi-Feng
"Emm, aku mengerti. Feng Gege," balas Li-Fei
"Apa yang ingin kau katakan tadi?" tanya Yi-Feng karena dia tahu jika anak ini tadi ingin mengatakan sesuatu.
"Bukankah tadi Feng Gege mengatakan, jika aku bisa tidak lagi minum obat pahit itu? Kenapa sekarang kau malah menyuruhku minum obat lagi?" tanya Li-Fei dengan sedih.
"Jika kau ingin cepat sembuh, tentu harus minum obat. Namun, obat yang ku resep kan ini berbeda dari yang Dokter Zhang berikan, ini manis dan enak karena memiliki rasa buah stroberi. Kau tak mau meminumnya?" goda Yi-Feng
Namun tatapan Li-Fei menunjukkan jika dia tak percaya. keraguan muncul di wajahnya, begitu pula dengan yang lainnya.
'Huftt... Membuat orang-orang ini percaya sangatlah tidak mungkin!' Batin Yi-Feng
"Kau tidak percaya? ..Kalau begitu, coba saja. Rasanya manis dan mengandung rasa buah stroberi," mengocok botol obat sebentar, lalu menuangkan sedikit cairan obat yang berwarna pink pucat kedalam sendok plastik berwarna putih, yang merupakan takaran pas dari pabrik obat di zaman modern.
Li-Fei terus memperhatikan cairan kental yang tak memiliki warna hijau pekat atau hitam pekat, melainkan berwarna pink pucat.
Li-Fei ragu, namun Yi-Feng tak kekurangan akal. Dia menyuruh anak itu menjulurkan lidahnya dan biar dia merasakan sendiri, apakah obat yang dia berikan ini manis atau pahit.
__ADS_1
Anak itu menutup matanya dengan erat, dengan takut dia menjulurkan lidahnya dan membiarkan Yi-Feng membuatnya merasakan rasa obat itu.
Sedikit rasa manis menghantam mulutnya saat dia menarik kembali lidah kecil itu, ada juga rasa buah samar yang belum pernah ia makan. Ini benar-benar sangat enak, jika indera perasannya saat ini bekerja seperti normal maka dia akan sangat menyukainya.
"Sekarang, kau mau minum obat atau tidak? ...Jika tidak, aku akan membawanya kembali dan menyim-"
"Aku mau!.. Aku mau minum obat enak! ..Feng Gege, berikan aku obat itu, rasanya sangat enak!" suaranya terdengar bersemangat, membuat yang lain merasa heran, terlebih Dokter Zhang yang masih berada disana.
Anak ini terus menolak minum obat yang diresepkan oleh dokter tua Zhang. Namun, dia begitu bersemangat setelah mencicipi sedikit obat dari Pangeran Kekaisaran ini lalu semangat untuk minum obat. Apakah obat dari Pangeran Kekaisaran ini sungguh manis seperti yang dikatakan oleh Putri Kekaisaran Li-Fei?
Botol obat sirup direbut paksa oleh Dokter Zhang dari tangan pelayan, dia menuangkan sedikit diatas jarinya yang menampilkan beberapa tetes cairan pink putih. Dengan hidupnya, dia bisa mencium aroma obat dan juga buah dalam waktu bersamaan, saat obat masuk kedalam mulutnya, lidahnya menari. Ini benar-benar obat yang manis dan enak!
Melihat tindakan Dokter Zhang yang tampak terdiam namun menunjukkan wajah tak percaya, Yi-Fang juga merebut botol obat sirup dan melakukan hal yang sama.
Obat ini terasa manis, meskipun masih ada sedikit rasa pahit, yang kemungkinan berasal dari bahan obat itu sendiri. Kemudian terdapat rasa buah yang mendominasi, yang menutupi rasa dari obat itu sendiri. Tak heran jika adik kekaisaran nya menjadi bersemangat saat minum obat.
Hal ini juga terjadi pada Kaisar Lio-Guan, permaisuri namun tidak dengan Selir Mo karena dia menjadi yakin dengan hanya melihat raut wajah semua orang. Lagi pula, dia bisa mencobanya nanti saat putrinya minum obat lagi nanti.
Yi-Feng memberikan lima botol obat sirup untuk di minum Li-Fei. Hari waktu ke waktu, pemuda cantik itu akan terus datang ke kediaman Selir Mo di Harem Kaisar. Alasannya sudah pasti, merawat Li-Fei.
Yi-Feng selalu mengganti botol infus begitu habis, ia juga akan terus memeriksa kondisi tubuh Li-Fei dari waktu ke waktu.
Dibawah perawatan Yi-Feng, anak itu sembuh dalam waktu hampir satu minggu. Ketika perawatan hari kedua, demam Li-Fei perlahan menurun, namun tubuhnya masih lemah.
Namun, dari hari ke hari, anak itu terus menunjukkan perkembangan yang baik. N4fsu makannya telah meningkat, dia juga tak lagi muntah, selain itu demamnya telah hilang, hanya menyisahkan ruam di sekitar lipatan tubuhnya. Alerginya belum sembuh, namun perlahan mulai pulih, terlihat dari ruam yang mulai hilang.
Yi-Feng menggunakan Louis sebagai alasannya bisa membuat Li-Fei cepat sembuh, dan menggunakan alasan mengundang 'Gurunya' ke Istana dan mengobati alergi Li-Fei.
__ADS_1
[Dasar bocah bau! ...Apa salahnya menggunakan air suci untuk membuatnya cepat sembuh. Kau meragukan Dewa ini?] omel Louis
[Tidak bisa! ..akan menjadi masalah jika Feife tiba-tiba sembuh dalam waktu kurang dari 5 menit ...lebih baik perlahan tapi pasti, oke?] ucap Yi-Feng pada Louis yang suaranya tiba-tiba terdengar dalam pikiran pemuda cantik itu.
Pada hari-hari selanjutnya, Yi-Feng sibuk dengan kegiatannya sendiri.
Saat ini, dia menyiapkan semua biji kakao yang sudah mengering. Dia hampir melupakan tujuannya membawa kembali biji kakao ini, semua disebabkan dia harus pergi ke Desa Lin, lalu merawat Li-Fei yang sakit.
Beruntung nya, dia berada dalam tubuh pangeran kedua. Yang berarti memiliki banyak pelayan yang akan selalu bersedia melayaninya. Lalu, siapa yang tak suka tenaga kerja gratis? Bukankah dia tak perlu memberikan mereka gaji?
Hahahaha... Semua pelayan selalu menerima gaji dari Istana, yang entah berapa namun bukan sedikit.
Semua telah siap. Yu-Cheng telah mengurus semua yang ia perlukan, yang harus dilakukan sekarang adalah mengarahkan para pelayan untuk bekerja. Dia tak perlu mengeluarkan banyak tenaga untuk membuat cokelat.
"Tuangkan pasir itu kedalam wajan, panaskan lalu masukkan biji kakao kedalamnya. Sangrai hingga kecoklatan, keberhasilan ku tergantung pada kalian saat ini. Mengerti?" ucap Yi-Feng pada dua pelayan yang sedang bekerja di dapur istananya.
"Baik, Yang Mulia." balas dua pelayan, mereka mulai bekerja dibawah arahan dari tuan mereka.
Yi-Feng, "Lakukan seperti saat kalian membuat kacang panggang, ini mudah bukan?"
"Tenang saja Yang Mulia, saya tahu cara membuatnya. Kami berdua pasti akan berhasil!" ucap salah satu dengan antusias, ini karena setiap kali Yi-Feng membuat sesuatu, pasti akan terasa sangat enak. Jadi, mereka sangat yakin dengan kemampuan dari Tuan ini.
"Ya, apa yang dikatakan oleh A long itu benar, Yang Mulia. Kami sudah terbiasa dengan pekerjaan ini, apa lagi membuatnya seperti kacang panggang yang lezat. Anda tak perlu khawatir, Yang Mulia!" sambung pelayan lainnya yang bernama Xiaobu.
"Baiklah, jika sudah panggil aku. Mengerti?"
"Ya, Yang Mulia." balas keduanya, mereka mulai melakukan pekerjaannya dengan baik.
__ADS_1
Dengan begitu, Yi-Feng kembali ke kamarnya dan berencana untuk mandi. Karena setelah dia bangun kemudian sarapan, ia langsung ke dapur dan menyuruh kedua pelayan tadi untuk membantunya menyangrai kakao
Semua proses harus dilakukan secara manual, ini dikarenakan tak ada mesin yang membantunya membuat cokelat. Oke?