
...---Zaman Kuno ---...
...____________________________________________...
Setelah pertemuan di Dermaga, mereka kembali ke villa agar kedua wanita itu bisa sarapan dan beristirahat sebentar sebelum akhirnya mereka kembali ke Ibukota.
Tang Jingmi sangat terkejut ketika mengetahui bahwa tunangannya saat itu juga menjemputnya, ini adalah pertemuan pertama mereka berdua, dia merasa sangat canggung ketika Yi-Feng menatap nya dari balik topeng.
Yi-Feng terlihat seperti seorang yang individual, dingin dan tak tersentuh, ditambah kesan misterius dari balik topengnya.
Jantungnya berdetak lebih kencang, menebak seperti apa rupa dibalik topeng itu. Namun, mengingat bahwa Yi-Feng memiliki kembaran maka pasti wajahnya juga sangat mirip dengan Pangeran Mahkota, Yi-Fang.
Namun, ada juga rumor yang beredar di masyarakat luas, bahwa Pangeran kedua Kekaisaran memiliki wajah jelek, penyakitan, lemah dan tidak bisa berkultivasi. Ini sama saja dengan seorang Sampah!
Jika apa yang dikatakan oleh rumor itu memang benar maka, lebih baik dia membatalkan pertunangan ini, jika keluarga nya menolak maka lebih mati adalah pilihan terbaik!
Sepanjang jalan, otak Tang Jingmi terus berputar di sekitar 'Seperti apa tunangannya yang tak pernah dia lihat ini' meskipun dia melirik sesekali pada Yi-Feng, namun ia lebih sering tersenyum dan tertawa karena Lu Yuanxi terus membuatnya tidak merasa bosan.
.........
Yongxi dan Li-Fei berada di kereta yang sama dengan Tang Jingmi dan neneknya. Kedua anak itu tidak bisa bergerak bebas seperti sebelumnya, mereka terus saling lirik dari waktu ke waktu, berbicara hanya dengan mata saja. Ini sangat menjengkelkan!
Yongxi membuang pandangannya keluar, melihat dari jendela kecil bagaimana Ayah baptisnya mengobrol ringan dengan pelayan pribadinya, Yu-Cheng.
Keduanya tampak asik, tak ada yang mengganggu mereka, bahkan Ayah baptisnya bisa tertawa mungkin saja Paman Yu-Cheng menceritakan sesuatu yang lucu padanya. 'Andai saja, aku bisa duduk diatas Little White bersama Papa.' batin Yongxi
__ADS_1
Dia merasa tak suka dengan kedua wanita dihadapannya, mulai mereka datang, suasana menjadi lebih tak terkendali, padahal sebelumnya semua baik-baik saja. Terlebih lagi, dia mendengar dari beberapa pelayan yang mengatakan bahwa gadis muda yang berada dihadapannya saat ini adalah tunangan Ayah baptisnya, bukankah ini sama saja dengan Calon ibu tiri? Jadi, apakah mulai sekarang Ayah baptisnya sudah tidak menyayangi nya lagi? Bukankah jika Ayah baptisnya Menikah dengan wanita ini maka mereka akan memiliki bayi sendiri? Apakah dia akan dibuang saat itu? Hati Yongxi menjadi sakit memikirkan bahwa dia akan dibuang saat Ayah baptisnya memiliki anak sendiri.
Wajah Yongxi menjadi lebih murung dan tak bersemangat, dan pemandangan ini tak hilang dari mata Li-Fei.
"Apa terjadi sesuatu? ..Apa kau tak enak badan?" tanya anak itu dengan khawatir
Saat inilah, nenek tua dihadapan kedua membuka mata dan melihat bahwa anak yang lebih kecil dan menggemaskan dengan pipi bakpao tak bersemangat dana terlihat sedih, "kau baik-baik saja, Nak?"
"Menjawab Nenek, aku baik-baik saja." Yongxi mengangkat wajahnya dan tersenyum pada nenek tua dihadapannya. Seolah mengatakan bahkan tak ada yang terjadi
"Eheemmm-" Tang Jingmi mengalihkan perhatian keduanya. "Saya baru pertama kali melihat gadis kecil ini, Fei Meimei, bisa kau kenalkan siapa gadis ini? Apakah dia pelayan barumu?" ucapnya
Li-Fei langsung mengangkat wajahnya dan menatap calon saudara iparnya dengan kesal, "Yongxi bukan pelayan ku, meskipun dia memakai pakaian yang lebih sederhana saat ini, namun dia merupakan seorang Putri Kerajaan, dia adalah putri Feng Gege! Dan lagi aku mengingatkan mu Kakak Jingmi, aku sama sekali tidak akrab denganmu, harap tetap menghormati ku sebagai seorang Putri Kekaisaran!" Tak Mandang Nenek Tua disampingnya, Li-Fei membuat Tang Jingmi tak bisa berkutik lagi.
Gadis kecil yang memiliki lidah tajam, bahkan menusuk sampai ke organ-organ tubuh nya, membuat gadis yang lebih tua satu dekade Darinya terdiam.
"Eheemmm-" Nenek tua dihadapannya membuat suasana itu segera lebih sedikit tenang. "Putri Li-Fei, tadi kau mengatakan bahwa anak ini adalah putri dari Yi-Feng, benar?"
Li-Fei mengangguk, "Yongxi memang putri dari Feng Gege."
"Lalu, apakah ini adalah putri yang lahir dari selir? Apakah Yi-Feng mengambil seorang selir untuk dirinya?" Tanya Nenek tua yang membuat Li-Fei ingin segera menjawab namun -
"Xixi, Fefei, apa kalian kepanasan didalam sana? Cuaca begitu panas sehingga membuatku merasa gerah,. ingin sesuatu yang menyegarkan?" Suara Yi-Feng menghentikan Li-Fei
"Feng'er, kau memiliki sesuatu yang menyegarkan?" Yi-Fang langsung menanggapi dengan cepat
__ADS_1
"Aku baru saja akan membuatnya, jadilah mengajak kedua anak itu didalam sana. Lagi pula, dalam ruangan yang tertutup membuat anak-anak pasti merasa bosan. Anak-anak, ayo bantu aku membuat sesuatu untuk paman dan nenek kalian, ini cukup menyenangkan." ajak Yi-Feng
"Papa, kau mau membuat sesuatu? Apakah itu Es krim?" Yongxi tiba-tiba membuka semua kekhawatirannya dan segera mendorong kepalanya keluarga dari jendela sehingga bisa melihat ayah baptisnya yang sedang mengendarai kuda
"Tidak, ini bukan es krim. Tapi sangat enak jadi, ayo bantu papa membuatnya. Kau juga Li-Fei, biarkan Nenek Tang mencoba rasa makanan yang dibuat olehmu. Seharusnya, ini sangat jarak terjadi bukan?" Yi-Feng malah melemparkan pertanyaan pada wanita tua didalam kereta
Nenek tua itu mengangguk, "tentu saja. bisa mencicipi sesuatu yang dibuat langsung oleh seorang Pangeran merupakan suatu kehormatan. Ini memuaskan untuk bisa menjadi cucu menantuku," ucapnya tanpa ragi, seolah mengingatkan bahwa Yi-Feng merupakan tunangan dari cucu kesayangan nya, Tang Jingmi.
"Yah, Nenek Tang benar. Namun- sudahlah, anak-anak ayo turun. Kita membuat es, aku sudah semakin gerah karena keringat menyebalkan ini."
Anak-anak turun dari kereta dengan senang hati, lalu masuk kedalam kereta lain yang mengikuti dibelakang kereta sebelumnya.
Sebenarnya, kereta ini disiapkan untuk mereka para pangeran, jikalau lelah mengendarainya kuda maka bisa masuk kedalam kereta kedua dan beristirahat disana. Namun, selama ini mereka masih betah mengendarai kuda dari pada duduk dalam kereta.
Yi-Feng memberikan tali Little White pada seorang ksatria sebelum akhirnya masuk kedalam kereta, anak-anak juga menyusul.
Yu-Cheng juga ikut untuk merawat tuannya beserta anak-anak perempuan.
Yi-Feng mengeluarkannya buah yang kemudian dicuci oleh kedua anak itu, Yu-Cheng membantu Yi-Feng menyiapkan gelas, mangkuk dan lainnya.
Buah persik yang sudah dicuci bersih kemudian dipotong dadu dan memiliki ukuran lebih kecil, ada pula anggur, melon, apel dan lainnya dipotong dan dimasukkan kedalam mangkuk, namun karena Li-Fei memiliki alergi pada persik maka tak ada buah persik untuk Li-Fei. Selain itu, semuanya aman
Susu ditambahkan kedalam mangkuk, tidak ini lebih tepat seperti drum kayu berukuran kecil. Ini menampung 15 liter air, jadi tak apa.
Mereka membuat Es buah dengan bahagia, anak-anak juga tidak bosan. Cukup menyenangkan, bahkan Yi-Fang juga turun dari kudanya dan duduk dama kereta untuk membantu. Lu Yuanxi diajak, namun ia menolaknya
__ADS_1
Baginya saat ini, Tang Jingmi lebih penting dari pada keseruan orang-orang bodoh dikereta kedua