The Second Prince

The Second Prince
Ada yang salah


__ADS_3

Meskipun kakak kembarnya menyuruhnya agar beristirahat saja didalam kereta, namun Yi-Feng merasa itu akan membosankan, lagi pula dia tak ingin berada diruang tertutup ini terlalu lama, setelah melihat bahwa anak-anak tertidur pulas, pemuda itu juga melompat keluar dari kereta dan kembali menunggangi Little White yang gagah namun cantik itu.


Mereka terus bergerak, dan didepan sana gerbang kota Prefektur Dai sudah terlihat, melewati jalan umum yang luas dan lebar, melewati pejalan kaki ataupun seseorang yang menggunakan hewan untuk menarik kereta.


Terkadang, mereka akan berpapasan dengan beberapa pedagang yang sedang membawa barang untuk dijual di kota Prefektur Dai yang sukses ini.


Yi-Feng memperhatikan semua pedagang kecil yang mereka lewati, pakaian yang digunakan cukup sederhana namun tetap bersih, hanya sedikit berdebu resiko dari perjalanan yang jauh.


Melihat bahwa adiknya memperhatikan semua pedagang dengan penuh minat, dan kadang-kadang akan bertanya kepada mereka apa yang dibawa dan kemudian bertanya tentang lainnya, Yi-Feng berbaur dengan masyarakat kecil ini dengan sangat alami, tidak memperhatikan pakaian yang dia kenakan sendiri lebih halus dari pada pedagang itu sendiri, terlihat berbeda namun tidak benar-benar mencolok dalam kelompok itu.


Pedagang-pedagang kecil dan orang-orang yang ditanya cukup terkejut ketika ditanya oleh seseorang dalam kelompok bangsawan ini, meskipun mereka bepergian dengan menggunakan penyamaran namun tetap saja, identitas yang disembunyikan ini harus tetap perhatikan dan diperlakukan dengan baik dan sopan.


Bahkan jika Yi-Feng hanya bertanya tanpa membeli, mereka tidak menunjukkan ketidaksukaan.


Ketika Yi-Feng tertarik, dia akan membeli beberapa hal kecil hanya untuk menghargai pedagang itu, lalu kembali ke samping kakak kembarnya.


Ketika rombongan mereka memasuki kota Prefektur Dai, suasana yang ramai dan ribut menyambut semua orang. Suara pedang terdengar sangat jelas, meneriakkan produk-produk mereka, yang satu tak mau mengalah pada yang lain.


"Ayo ayo, mari dan coba roti kukus kami yang enak dan lezat, mari masuk..."


"Keranjang, keranjang ayo beli, paman ayo ambil keranjang ku untuk mengangkut semua belanjaan mu..."


"Telur telur, bibi ayo beli telur ayamku, ini masih baru dan murah, ayo beli"


"Berapa harganya, aku ingin membeli 5 butir"


"Ini hanya akan menjadi 10 koin tembaga, jika Bibi membeli banyak aku akan memberikan mu diskon"


"Baiklah, aku akan mengambil 30 butir, cepatlah karena aku masih harus membeli daging di seberang,"

__ADS_1


Yi-Feng menyaksikan semua itu dengan duduk tenang diatas kuda putihnya, belum ada yang menarik perhatiannya jadi mari berlalu.


"Kacang Pinus, kacang Pinus enak dan lezat...."


Yi-Feng langsung menoleh dan mencari siapa yang meneriakkan kacang Pinus ini, dia matanya terus menyapu orang-orang yang ramai ini.


Butuh beberapa detik untuk menemukan pedagang ini, segera kudanya membela kerumunan dan menghentikan disamping seorang pria yang tampak berusia 30-an tahun, "bisakah saya mencicipi ini?"


"Pelanggan yang terhormat, jangan ragu untuk mencicipi nya! Kacang Pinus yang saya miliki disini gemuk dan sangat enak, saya jamin anda tidak akan bisa menolak kelezatan ini, ah! Ayo, cicipi saja-" pria yang lebih tua itu tersenyum sampai matanya terpejam, dia sangat yakin dengan kelezatan ini karena merupakan camilan kesukaan isterinya.


Kacang Pinus segar ini memiliki aroma kacang yang sangat istimewa, memakannya maka aromanya akan menyebar ke seluruh mulut.


Dan seperti yang diharapkan,kacang Pinus ini benar-benar membuat Yi-Feng mengambil kacang kedua untuk dicicipi. Yi-Feng mengambil seluruh stok kacang Pinus milik pedagang dan juga membeli hazelnut, semua itu ia borong!


Pria yang lebih tua itu tersenyum cerah, ia berterima kasih berulang kali pada Yi-Feng, membungkuk hingga pemuda itu meninggalkan dia dengan kuda putih yang gagah.


Ada pelayan yang mengambil alih kacang-kacangan itu, maka pria muda ini pastilah seorang kaya! Dia benar-benar beruntung bertemu dengan seorang dermawan baik hati, ditambah ada dua keping emas yang cerah ditangannya, ini pasti cukup untuk biaya kehidupan calon anaknya yang akan lahir sebentar lagi.


Hanya ada beberapa saja yang dia beli, sebelum kembali kedalam kelompok mereka.


Yi-Fang disisi lain, begitu melihat bahwa adiknya memisahkan diri lalu pergi ke pedagang sendiri segera menghentikan seluruh kelompok hanya untuk menunggu adiknya berbelanja, setelah selesai mereka melanjutkan perjalanan.


"Ayo berhenti di restoran depan sana, kita tidak akan berhenti lagi sebelum tiba di ibukota." Hanya dengan kata-kata ini, dia berhasil membuat beberapa prajurit pergi ke restoran depan lalu memesan seluruh restoran. Para wanita turun begitu juga dengan anak-anak yang dibangunkan.


Semua orang kemudian duduk dimeja, makanan dibawa masuk dan mereka mulai makan.


Setiap kesempatan, Yi-Feng akan mengambil beberapa hidangan untuk diberikan pada putri dan kakak kembarnya, Li-Fei tak luput juga karena mereka duduk saling berdekatan.


Suasana makan menjadi lebih diam, semua orang makan dengan tenang hanya sesekali bergumam sebagai pujian terhadap makanan ini.

__ADS_1


Lalu, mata Yi-Feng berhasil menangkap ketika Lu Yuanxi mengambil daging babi yang lezat kedalam mangkuk Tang Jingmi.


"Terima kasih, Yuan Gege." Tang Jingmi tersenyum sebagai balasan, ia kemudian mengambil potongan daging babi itu dan makan dengan senang hati, tak melihat bahwa semua orang kini sedang menatapnya


Suhu langsung menjadi dingin, suasana yang sejak awal tidak begitu baik sekarang malah semakin buruk. Kening Yi-Fang mengerut, dia langsung tak suka terhadap calon adik ipar masa depan ini, gadis ini... ada yang salah!


Li-Fei juga langsung menatap gadis itu dengan datar, awalnya ketidak sukaan itu sudah ada, sekarang semakin meningkat.


Beraninya wanita ini, menanggapi pria lain dihadapan calon suaminya sendiri! Apakah ini ajaran dari orang tuanya?


Jika Ibu nya (Selir Mo) tahu, dia pasti sudah mendapatkan pelajaran lebih lagi. Apa lagi jika Ibu Permaisuri yang melihat hal ini, entah apa yang akan terjadi lagi.


Wanita ini, benar-benar ada yang salah dengannya!


'Feng Gege begitu baik, tampan, pintar bahkan jenius! Lalu, gadis yang seharusnya bersyukur ini malah bermain mata dengan pria lain tepat didepan mata tunangannya? Apa dia sudah tak ada otak?'


Mata Tang Jingmi langsung menoleh kepada sang nenek karena wanita tua itu menyenggol kakinya dibawah meja, sebelum akhirnya dia mengarahkan pandangan nya pada kelompok orang didepan yang sedang menatapnya dengan tatapan sulit.


Tang Jingmi langsung mengetahui apa yang terjadi, "aku-Yang mulia ini tidak seperti yang Anda pikirkan-" dia segera bereaksi dan minta maaf


Namun, Yi-Feng kembali menundukkan kepalanya dan makan dengan tenang, tak mempedulikan Tang Jingmi lagi


"Yang mulia, jangan salah paham. Ini adalah kebiasaan kami, maafkan saya." Lu Yuanxi juga segera mengangkat suara, berusaha agar Yi-Feng tidak salah paham. Namun, ini sebenarnya adalah niatnya sejak tadi


Nyonya tua Xian berfikir bahwa Yi-Feng pasti salah paham tentang hubungan cucu kesayangannya dengan Lu Yuanxi, "Yang Mulia Pangeran Kekaisaran, tolong jangan diambil hati. Jing'er dan Yuan adalah teman masa kecil, ini pasti terbawa sampai sekarang. Aku akan mengajarinya nanti," Nyonya tua Xian sangat gugup saat ini


Yi-Feng menyimpan sumpitnya lalu mengangkat wajahnya, "tidak apa. Lagi pula, kami berdua juga masih orang asing. Saya memaklumi hal ini dengan baik," ucap Yi-Feng dengan tersenyum


"Syukurlah, saya benar-benar akan mengajari Jing'er nanti." Balas Nyonya tua Xian

__ADS_1


Yi-Feng hanya mengangguk, dia tak lagi mengambil makanan dalam mangkuk nya dan malah meneguk teh apel dingin sebagai minuman nya.


__ADS_2