
Air pasang telah datang, anak-anak dan sebagian ksatria serta pelayan yang sedang menunduk di pinggir pantai mencari kerang dan siput laut telah berhenti.
Dua anak itu sudah menangis saat mengetahui jika Yi-Feng tiba-tiba menghilang, sisa ksatria disana segera memasuki air dan membantu mencari di mana Yi-Feng berada, meninggalkan dua ksatria di darat untuk menjaga para wanita serta dua Putri.
Namun, mata mereka tiba-tiba terpana pada sosok yang berenang begitu cepat di lautan.
Begitu mengetahui jika itu adalah Yi-Feng yang berada disana, mereka ingin masuk dan melihat lebih dekat.
Namun, tidak bisa karena mereka di tahan oleh pelayan dipinggir pantai.
Yi-Fang berenang maju kearah adik kembarnya dengan sudah payah, kecepatan bayi paus orca itu juga mencengangkan dan dalam beberapa saat, semuanya tiba namun mereka berhenti diluar jalur.
Paus orca jantan mengeluarkan suara siulan seolah menyuruh anaknya agar berhenti di tempat sejenak, sang Alfa itu sedikit pemalu dan baru pertama kali bertemu dengan manusia dengan jarak sedekat ini.
Yi-Feng sepertinya merasakan hal itu, dia melepaskan pelukannya dari tubuh bayi paus orca, "terima kasih, Xiao Bao... Jangan takut, mereka tidak akan menyakiti kalian, terima kasih sudah mengantar aku kembali." Yi-Feng tak lupa berterima kasih pada tiga paus orca lainnya.
Yi-Fang juga tidak ceroboh, dia berhenti beberapa meter saat melihat adiknya masih bicara dengan ikan yang belum pernah ia lihat ini. Ia ingin mendekat lagi, namun takut jika tindakan nya malah akan mengancam.
Melihat adiknya yang sudah lepas dari ikan-ikan itu dan berenang mendekat, emosi Yi-Fang akhirnya meluap. Ia memukul kepala adiknya dengan kuat, lalu memarahinya dengan kejam. "Siapa yang menyuruhmu berenang sejauh itu, huh?!.. Jika sesuatu terjadi padamu, apa yang harus apa yang harus kukatakan pada Orang tua kita dan Kakek, Huh?! .. Menurutku, menuruti keinginan mu ini adalah hal terburuk yang pernah kulakukan!!"
Yi-Feng melihat wajah khawatir dan mata saudara kembarnya yang merah karena emosi, ia terlihat sangat marah.
Yi-Feng buru-buru menenangkan Kakak kembarnya, "Kakak, jangan marah. Dimasa depan, aku tidak akan berani melakukan hal yang sama lagi. Aku yang salah, jangan marah... Aku sibuk bersenang-senang dengan Xiao Bao dan keluarganya sehingga aku lupa waktu... Aku berjanji tidak akan melakukan hal ini lagi!" Ia menundukkan kepalanya dengan semangat yang tiba-tiba hilang begitu saja.
__ADS_1
Yi-Fang masih ingin memarahinya dengan kejam, namun melihat jika adiknya segera mengakui kesalahannya dan berjanji tidak melakukan nya lagi dimasa depan, emosi Yi-Fang tiba-tiba langsung hilang terlebih melihat adiknya yang tiba-tiba kehilangan kebahagiaan nya. Entah mengapa Yi-Fang tidak tega melihatnya, "aku pegang ucapan mu. Jika hal ini terjadi lagi, jangan harap mendapatkan ampun dariku."
Melihat bahwa dia telah dimaafkan, dengan cepat dia langsung melompat dan memeluk kakaknya. Mereka harus tenggelam kedalam laut, kemudian berenang kembali kepermukaan.
Yi-Fang yang tiba-tiba diserang tentu saja tidak siap, setelah kembali ke permukaan, dia ingin memukuli adiknya namun malah mendapat kan pelukan yang erat. "Kakak, kau yang terbaik! ..Aku janji.. Jangan khawatir, karena aku sudah bersalah maka aku akan memasak makanan lezat malam ini untukmu. Terima lah sebagai permintaan maaf adikmu ini, oke?"
Yi-Fang menepuk punggung adiknya pelan, lalu mengangguk. "Kau harus membuat sesuatu yang belum pernah kumakan. Jika itu sama seperti yang dimiliki restoran, lihat saja apa yang akan terjadi. Hmmpp!" Ia membuang wajahnya kearah lain
"Aiyaa... Tenang saja, kau akan makan makanan mewah malam ini!" Balas Yi-Feng
Ia kemudian menoleh pada Lu Yuanxi dan ksatria lainnya, "maafkan aku telah merepotkan kalian sebelumnya. Aku akan membuatkan sesuatu untuk kalian sebagai permintaan maaf, terima kasih telah mengkhawatirkan ku." Ia menundukkan kepalanya pada mereka yang berada di belakang sana
"Ehh.. tidak usah Yang Mulia, Anda tidak perlu membuatkan sesuatu untuk kami. Ini sudah merupakan tanggung jawab kami untuk melindungi Anda," Kepala Ksatria yang memimpin kelompok segera mengangkat suara
"Jika Feng'er bilang membuat sesuatu, jangan ditolak lagi... Kalian benar-benar sangat berani menolak pemberian Pangeran Kekaisaran?" Suara dingin Yi-Fang terdengar di telinga mereka, membuat mereka tidak berani lagi.
Tatapan Yi-Fang tertuju pada Bayi paus orca yang masih berenang dibelakang Yi-Feng, serta tiga lainnya yang masih berada disana. "Tapi Feng'er, ikan jenis apa mereka ini? .. Pangeran ini belum pernah melihatnya."
"Ya, benar! Yang Mulia, Anda benar-benar luar biasa Anda bahkan tahu caranya menjinakkan hewan ini bahkan berteman dengan mereka! Bisakah Anda mengajari kami bagaimana Anda melakukan nya?" Lu Yuanxi tiba-tiba menyela ucapan kedua saudara kembar.
Ucapannya terlihat tidak memiliki maksud lain, namun sebenarnya ia sekarang sedang menyuruh Yi-Feng mengajari caranya menjinakkan hewan ini.
Yi-Feng tidak menanggapi ucapan Lu Yuanxi, yang membuat pemuda itu menjadi semakin panas hati.
__ADS_1
Ia malah berenang beberapa meter, lalu membelai kepala Xiao Bao dengan lembut. Dengan membelakangi Lu Yuanxi, dia samar-samar menjawab. "Apa? Kita harus menjinakkan Xiao Bao? Ah, tapi Xiao Bao datang sendiri untuk bermain denganku ketika Keluarga nya mengajak dia jalan-jalan. Xiao Bao adalah paus orca yang menyukai manusia, sangat pintar dan menggemaskan."
Semua orang tidak tuli, mereka mendengar jawaban Yi-Feng. 'Apa Anda sedang coba menipu kami?'
Namun, apa itu paus orca? Ini adalah kata yang baru pertama kali didengar oleh semua orang.
"Yang Mulia, apa itu Paus orca?" Tanya salah satu ksatria
"Paus Orca disebut paus pembunuh merupakan spesies mamalia air bergigi dari keluarga lumba-lumba dan merupakan anggota terbesar dalam kelompok lumba-lumba." Ucap Yi-Feng menjelaskan
"Jadi ini merupakan jenis lumba-lumba? ..Tapi, kenapa terlihat berbeda dari lumba-lumba yang aku kenal?" Gumam salah satu ksatria lainnya, dia dilahir dan dibesarkan di pinggir pantai. Orang tuanya merupakan nelayan, jadi saat masih muda ia juga ikut ayahnya untuk melaut dan mereka pernah bertemu sekumpulan lumba-lumba yang sedang berenang.
Namun, mereka juga tahu jika lumba-lumba cukup berhati-hati dan hanya melihat manusia dilaut dari jarak jauh.
Di kota maupun desa telah terdapat banyak cerita tentang lumba-lumba, generasi yang lebih tua pernah bercerita tentang lumba-lumba yang menyelamatkan manusia yang tenggelam, tetapi belum pernah mendengar ada jenis ini. Paus orca merupakan hal baru!
"Kalian tidak percaya? .. Lihat saja Xiao Bao sangat pintar. Xiao Bao, datang dan sapa semua orang," ucap Yi-Feng pada bayi Paus orca tersebut
Melihat bahwa tidak ada bahaya disekitar, Xiao Bao dengan patuh pergi ke samping Yi-Feng. Dia tiba-tiba menyemburkan air dari bagian atas punggungnya, itu sama seperti milik Ikan paus.
Percikan air itu mengarah ke atas, lalu menyebar seperti hujan yang turun di satu titik. Begitulah cara Xiao Bao memperkenalkan diri, ada pula tiga paus orca lainnya yang juga melakukan hal yang sama.
Anak-anak dipantai menyaksikan hal ini dengan perasaan gembira, mereka juga ingin berdekatan dengan hewan yang terlihat pintar dan menggemaskan itu.
__ADS_1