
Istana sangat luas, dan Yi-Feng juga memerlukan waktu agar bisa tiba di bangunan Feng 3 lantai, Ini adalah salah satu rumah yang berada di tempat yang cukup tenang, paling barat di Istana Kekaisaran Xiang.
Ini adalah kediaman milik Nenek buyut, wanita yang bisa membuat perubahan yang begitu besar bagi kekaisaran ini.
Sama seperti bangunan lainnya, namun terlihat lebih sederhana dan elegan ketika berada di depan pintu yang berbentuk bulan tersebut. Terlebih, ada sentuhan modern disana
Ketik Yi-Feng tiba, dia disambut dan dibawa ke halaman samping, dimana Pensiunan Kaisar sedang bersantai disana
Seorang pelayan datang dan memberitahu jika Yi-Feng sudah di sini. Tentu saja pria tua itu sangat bersemangat, "Kenapa menunggunya lagi? jemput dia kemari!" perintahnya
Pelayan itu mundur, lalu Yi-Feng juga tiba di halaman samping, dilihatnya pria tua yang sedang bermain catur sendirian.
"Oh, kau tiba? Kemari dan temani kakekmu ini bermain catur," ucapnya tanpa mengangkat kepalanya
"Salam Kakek, kakek memanggilku?" Yi-Feng duduk didepan Pensiunan Kaisar dan melihat jika papan catur baru saja di atur ulang, langkah pertama baru diambil oleh pria tua itu
__ADS_1
Catur adalah permainan yang menggunakan banyak strategi, terlebih ini adalah permainan yang rumit. Sebagai Azka, dia tak begitu menyukai catur, namun pernah di ajari oleh Axila sehingga dia tak begitu buta akan permainan ini.
Melihat bahwa Sang Kakek sudah mengambil langkah awal, Yi-Feng juga mengambil salah satu anak catur dan menggesernya.
Mereka terdiam dan fokus pada permainan untuk sementara waktu, Pensiunan Kaisar juga beberapa kali memuji Yi-Feng karena cukup pandai dalam permainan.
"Yo Yo... aku tak menyangka, kau cukup pandai menumbangkan prajurit yang begitu kuat. Mari kita lihat, apa kau bisa mengalahkan jendral ini!" ucap Pensiunan Kaisar sambil mengambil satu batu berwarna putih dan memindahkan nya ke kotak target yang lain.
"Kakek, ada apa kakek memanggil ku kemari? Bukan hanya untuk menemani Kakek bermain catur saja, kan?" ucap Yi-Feng karena merasa malas
"Kakek, aku tak apa jika kakek memanggilku datang. Hanya saja, aku saat ini sedang sibuk. Restoran dalam tahap pembangunan, dan para koki yang terpilih harus mengikuti training. Mereka harus melewati masa percobaan.
Cucu ini percaya jika pasti ada alasan mengapa kakek memanggil saya datang kemari." ucap Yi-Feng tanpa di tutup-tutupi
"Aiyaa.... orang tua ini juga tahu, kau sangat sibuk untuk bisnis pertama mu. Kakek percaya jika kau mampu menanganinya," ucap Pensiunan Kaisar.
__ADS_1
"Kakek mendengar jika Desa Lin yang pernah kau perjuangkan, saat ini sudah mulai terlihat. Kabar mengatakan jika orang-orang disana sudah mulai memiliki banyak perubahan berkatmu." sambung nya
"Berkat ijin dan restu dari Kakek dan Ayah serta Kakak, aku bisa mendukung mereka semua. Mereka mulai berkembang menjadi lebih baik karena ijin dari Anda semua," Yi-Feng balas memuji Kakeknya tak lupa mengatakan sesuatu yang baik tentang Ayah Kaisar dan Kakak kembarnya
"Aiyooo... Aku di berkati oleh Tuhan dengan Putra dan cucu yang cakap seperti kalian berdua, Kau dan kakakmu adalah berkat bagi kekaisaran ini, ah!" Pensiunan Kaisar juga bersemangat.
"Tuhan?" Yi-Feng mengangkat alisnya sambil menatap pada kakeknya dengan tatapan bertanya.
"Ya, Tuhan. Ibuku, nenek buyut mu. Dia yang mengajarkan hal itu padaku, banyak hal yang diajarkan oleh Ibuku." sinar dimata Pensiunan Kaisar meredup ketika mengingat kembali kenangan akan ibunya yang begitu hebat, cantik dan baik hati. Sosok wanita yang begitu membuatnya kagum, wanita cerdas yang juga cerdik.
Yi-Feng melihat hal itu, kesedihan dimata Kakeknya membuatnya kembali bertanya-tanya, apakah akan sangat baik jika mereka bertemu meskipun itu hanya sekali saja? Tapi, melihat bahwa pengaruh orang itu begitu besar pada Kekaisaran dan kakeknya, Yi-Feng malah merasa bersyukur hadir di saat ini dan bukan berpuluh-puluh tahun yang lalu.
Karena seperti yang ia baca dari Diary Sang nenek buyut, keadaan saat itu begitu rusuh terlebih di Harem, tempat yang mengerikan bagi para penghuni Harem, setiap hari pasti akan ada hal yang terjadi.
"Bisakah, kakek menceritakan seperti apa sosok Nenek buyut? Aku, ingin mendengar nya dari Kakek secara langsung." ucap Yi-Feng
__ADS_1
"Kau ingin melihat seperti apa sosoknya? Kalau begitu, ayo. Ikuti aku," tanpa menyelesaikan permainan mereka, pria tua itu beranjak dari duduknya dan meninggalkan halaman samping.