
...Happy Reading....^-^...
..._____________________________________________...
...Zaman Kerajaan...
Hari-hari berlalu di Desa Lin dengan lancar, setelah para penduduk melewati masa pelatihan singkat yang diarahkan secara langsung oleh Pangeran Kekaisaran, Yi-Feng. Mereka telah menguasai beberapa hal.
Mengelola produk tidaklah sulit sehingga banyak orang yang dengan cepat menguasainya.
Seperti rencana Yi-Feng, ia membeli toko di kota Minghua, yang akan menjual produk-produk mereka.
Ia mengarahkan bagaimana cara berdagang disana. Diawal pembukaan toko, mereka harus melakukan promosi, memberikan diskon dan acara mencicipi produk.
Karena produk mereka adalah produk jadi, ada kekhawatiran dihati setiap orang. Tentu yang menjadi kekhawatiran mereka adalah, bagaimana jika produk mereka tak diakui di pasaran.
Namun tak ada yang berani mengungkapkan nya secara langsung, terlebih para Pangeran masih berada di Desa hingga pembukaan toko tiba.
Sehari sebelum pembukaan toko, kedua saudara kembar pergi ke Kota Minghua atas undangan dari gubernur Kota Minghua.
Yi-Feng menggunakan kesempatan ini untuk memulai bisnis nya, meskipun dia tak suka dengan sanjungan dari Gubernur Minghua, dia tetap memberikan wajah pada pria tua ini.
Duduk di Aula kediaman Gubernur Minghua, Yi-Feng merasa tak nyaman. Dilihat dari sudut manapun, pria tua ini sedang menjilati kedua saudara kandung dengan kata-katanya.
"Yang Mulia tenang saja, Cafe Apel Lin akan memiliki banyak pengunjung. Semua orang pasti akan menyukai produk-produk yang dikeluarkan oleh Toko," ucap gubernur Minghua dengan senyum lebar.
Jika dia bisa memiliki hubungan baik dengan kedua Pangeran, besar kemungkinan dia akan dipromosikan kejahatan yang lebih tinggi lagi.
Yi-Fang bahkan tak melihat kearah pria tua yang saat ini sedang menyanjungnya. Dia hanya mengangguk sebagai jawaban dan menghirup teh yang dituang langsung oleh Gubernur Minghua.
Namun berbeda dengan Yi-Fang yang memasang wajah batu, adiknya malah terdiam setelah mengambil satu cangkir teh lalu tak menunjukkan minat pada teh yang berada di mejanya.
__ADS_1
'Teh ini tak enak, aku tak menyukainya!' batin Yi-Feng.
Yi-Fang menyadari ada yang salah dengan adiknya, ia akhirnya menoleh dan menemukan jika saudaranya tak berminat pada teh yang disajikan gubernur Minghua padanya.
"Apa yang salah?" tanya Yi-Fang.
"Tak ada, jangan pedulikan aku dan terus minum teh mu, kakak." balas Yi-Feng.
Kening Yi-Fang mengerut, jelas-jelas adiknya tak memiliki semangat, lalu tak ada yang salah?.
Selama di Desa Lin, Yi-Feng banyak menunjukkan semangat, lalu ketika tiba disini dia berbanding terbalik. Apa ini yang dia bilang; baik-baik saja?
Yi-Fang, "Katakan," ucapnya datar, namun mendapatkan gelengan dari kembarannya.
Gubernur Minghua menatap Yi-Feng dengan pengertian, mencari tahu apa yang salah darinya. Lalu matanya tertuju pada cangkir teh milik Yi-Feng yang masih penuh, apakah ada yang salah dari teh itu?
"Teh.. teh nya mungkin telah dingin, biarkan yang rendah ini menuangkan lagi yang baru untuk Yang Mulia Pangeran," ucapnya, saat ia akan bertindak tangan Yi-Feng terangkat dan dilambaikan.
Apa yang salah dari rasa teh ini, bukankah dia secara pribadi menyuruh para pelayannya untuk menyeduhkan teh Longjing (1). Yang bahkan dirinya sendiri sangat menyayangi teh Longjing ini. Dia bahkan enggan meminumnya, lalu Pangeran ini tak menyukai rasa teh mahal ini?
Teh Longjing merupakan teh yang sangat mahal, dia harus mengeluarkan lusinan koin emas untuk membeli teh ini. Teh mahal yang hanya diminum oleh para bangsawan di ibukota, teh berharga yang langka! 1 ons sama dengan 1 koin emas, yang biayanya membuat seseorang mengeluarkan darah dari kedua matanya, terlebih untuk dirinya yang sedikit lebih miskin dari orang-orang di ibukota.
Atau, apakah ada orang licik di halamannya yang berani memprovokasi Pangeran dengan mengkambinghitamkan dirinya?. Seperti, setelah kedua Pangeran pergi dari aula, dia harus mencari tikus hitam ini dan memberikan pelajaran dengan tangannya sendiri!
Yi-Feng sepertinya merasakan emosi gubernur kota Minghua, ia dengan cepat menjelaskan. "Teh ini, saya sebenarnya tak pedulikan jenis teh yang diseduh, saya akui jika rasa teh nya enak, namun aku tak menyukainya. Saya lebih suka minum teh dengan sedikit tambahan gula, yang membuat teh menjadi manis, bukan teh dengan rasa tawar dan pahit seperti ini. Jadi, maaf jika saya menyinggung perasaan anda gubernur," ucap Yi-Feng.
Gubernur Minghua menghirup udara dengan lebih lancar, ternyata ini bukan salah dari orangnya dan ternyata sang Pangeran lah yang tak menyukai rasa teh berharga miliknya.
Meskipun hati nya teriris dan menangis di dalamnya, dia tak tahu harus berbuat apa untuk menyanjung sang pangeran kedua ini. Dia tak memiliki sesuatu yang lebih berharga lagi selain teh Longjing, tak ada apapun yang ia miliki ditangannya!
Yi-Fang juga merasakan kesedihan gubernur Minghua, dia tahu temperamen adiknya akhir-akhir ini jadi dia berbalik pada pelayan pribadinya yang sedang berdiri dibelakangnya.
__ADS_1
Yi-Fang, "Apa kita memiliki teh apel disini?"
"Tentu ...kita memiliki nya, Yang Mulia" balas Zhou Yang cepat, ia segera mengeluarkan botol porselen beserta teko teh yang selalu ia siapkan.
Setelah mengeluarkan semua itu dari ruang cincin penyimpanan, Zhou Yang berbalik untuk menemukan pelayan kediaman Gubernur dan menyuruhnya memanaskan kembali teh apel kesukaan pangeran kedua. Namun segera dihentikan oleh majikannya
Yi-Fang, "Bawa kemari," setelah Zhou Yang membawa teko teh pada Yi-Fang, pemuda itu meletakkan satu tangannya disamping teko kemudian mengalirkan Qi dengan berkonsentrasi, kemudian elemen api miliknya aktif sehingga membuat teko teh juga mengikuti suhu perlahan-lahan.
Yi-Feng memandang kagum pada kakak kembarnya, pria tampan itu seperti membawa microwave kemanapun dia pergi.
Segala sesuatu yang telah dingin bisa ia panaskan dengan instan, entah itu makanan ataupun minuman. Benar-benar sangat enak!
Yi-Fang semakin percaya diri saat mengetahui jika adiknya sedang menatapnya dengan penuh rasa kagum, ini adalah tindakan kecil yang umum namun adiknya sangat senang? ...Anak yang aneh! Tapi entah mengapa, dia menyukainya.
Yi-Fang mengatur suhu agar tak terlalu panas sehingga adiknya bisa menikmati teh kesukaan nya dengan tenang tanpa melukai mulutnya dengan rasa panas dari teh.
Setelah selesai, dia mendorong teko pada Yi-Feng, yang kemudian diterima dengan senang hati.
"Terima kasih, Kak. Kau benar-benar yang terbaik!" sambil menunjukkan senyumnya, dia menuangkan teh pada cangkir kosong tanpa bantuan Yu-Cheng.
Melihat itu, pelayan pribadinya menangis dalam hati. Tuannya tak membutuhkan bantuannya untuk melakukan sesuatu, ini menyakitkan tahu!
Yi-Fang mengangguk sebagai balasan, dia tahu jika adiknya tak akan menolak Tah apel ini. Terlebih saat melihat senyum kekanakan milik Yi-Feng, ia merasa senang. Beruntung, topeng tak dilepas dan menunjukkan wajah cantik yang mengalahkan para wanita itu, jika tidak dia tak yakin bagaimana mengendalikan tikus-tikus rakus yang mungkin saja sedang bersembunyi dibalik tanah dan dinding rumah ini.
Gubernur Minghua hanya bisa menyaksikan tanpa berkata apapun, hati nya benar-benar terluka melihat ini. Teh Longjing nya yang berharga ditolak hanya karena teh apel yang murah. Entah bagaimana rasa teh apel ini sehingga teh Longjing nya ditolak mentah-mentah oleh sang pangeran, dia harus mengetahui rasanya!
*
*
(1) Teh Longjing ini jenis roasted green tea dari dusun Longjin. Kaya vitamin C, asam amino dan catechin. Harga per gramnya lebih mahal dari emas.
__ADS_1
Zero^-^