
Ketika hari menjelang sore, pada sekitar jam 4 sore, Yi-Feng kembali menghilang dari Villa namun kali ini bukan hanya dia saja melainkan dengan yang lainnya.
Hari sudah tidak begitu panas lagi, semua orang kembali turun ke laut untuk bermain.
Xiao Bao, Xiao Bu dan orang tua mereka (Keluarga paus orca) kembali terlihat di sekitar pantai, Yi-Feng memanggil mereka dan memberikan mereka makan ikan yang sudah direndam dalam 'Holy water' selama satu jam/1 hari Ruang Teratai.
Anak-anak bermain dengan gembira namun masih berada di pinggiran dengan kedalaman 3-4 meter. Kemudian, Yi-Feng kembali memeluk Xiao Bao dan pergi ke laut yang lebih dalam lagi, dengan alasan mengumpulkan makanan laut lebih banyak karena besok mereka harus kembali ke Ibukota, siapa yang tahu kapan memiliki waktu luang untuk datang dan bermain di pantai lagi?
Kali ini, tidak ada yang khawatir lagi. Mereka hanya mencari makanan laut di pinggiran dengan tenang, setelah hari hampir malam semua orang kembali ke villa dan beristirahat.
.....
Esok paginya, Yi-Feng bangun dengan tenang dan memiliki istirahat yang sangat cukup.
Saat matahari mulai beranjak naik, semua orang telah selesai makan dan bersantai karena sebentar lagi harus pulang.
Namun, siapa yang menyangka bahwa ada surat yang dikirim dengan burung merpati untuk Yi-Fang dari Ibukota?
Yi-Feng hanya mendapati kabar dari pelayan yang mengatakan bahwa mereka ditunda kepulangan nya hingga besok, ada kerabat kerajaan yang akan datang.
Yi-Feng pergi ke kamar kakak kembarnya namun Yi-Fang tidak berada disana. Ketika dia pergi ke paviliun, ternyata disana Yi-Fang sedang memetik senar Qin[1]. Pria muda itu terlihat tampan dengan wajah serius
Senar-senanr itu mengeluarkan nada yang berbeda namun selaras, namun Yi-Feng mengerti lagu apa yang dimainkan oleh saudara nya tersebut.
Tidak baik menghentikan seseorang yang sedang serius, sehingga Yi-Feng mendekat lalu duduk didepan Yi-Fang dan memperhatikan tiap senar yang dipetik.
Meskipun berkonsentrasi, namun Pria muda yang sedang serius itu mengetahui jika adiknya sedang mendekat, ketika Yi-Feng duduk dan memperhatikan tangannya yang serius memetik senar Qin, Yi-Fang menjadi lebih percaya diri. Setelah dua menit kemudian, Yi-Fang menghentikan tangannya yang memetik senar.
__ADS_1
"Bagaimana menurutmu?"
Yi-Feng mengangkat bahunya, "aku tidak mengerti apapun." balasnya dengan jujur
Yi-Fang memiliki kerutan di kening nya, namun begitu ingatannya kembali berputar dan mengingat bahwa ingatan adiknya telah hilang, Yi-Fang menjadi mengerti.
"Kau ingin belajar memainkan Qin?" tawar Yi-Fang
"Tentu, tapi aku lebih ingin mempelajari Yangqin [2] dari pada Guqin." tolak Yi-Feng
Yi-Fang menatap adiknya lebih serius, "Yangqin memiliki senar yang lebih banyak dan membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk mempelajarinya, berbeda dengan Guqin yang hanya memiliki 7 senar yang lebih cepat dipelajari, apa kau serius ingin mempelajari Yangqin?"
Yi-Feng mengangguk serius, "tentu. Meskipun lebih sulit, aku ingin mempelajarinya."
Karena adiknya dengan yakin menjawab, Yi-Fang setuju lalu mengganti Guqin menjadi Yangqin diatas meja. Kini, alat musik dengan senar yang lebih banyak telah muncul dihadapan sepasang kakak beradik itu.
Dengan perlahan, Yi-Fang mengajari adiknya memainkan Yangqin yang sulit, namun siapa sangka bahwa adiknya begitu jenius sehingga mempelajari tiap not dengan sangat baik dan cepat.
Yi-Feng sendiri tidak menganggap remeh Yangqin yang kini sedang ia pelajari, sebelumnya dia mengetahui alat musik ini namun tidak dengan cara memainkan nya. Namun, sebagai Azka dia merupakan seorang pria yang tertarik pada berbagai jenis musik dan alat musik, dia tidak buta pada nada. Jadi, kecepatan belajar nya juga lebih cepat dari pada orang normal
Yi-Fang sadar jika adiknya tidak datang hanya untuk belajar alat musik, jadi dia membuka mulutnya dan bertanya. "Apa ada sesuatu?"
Yi-Feng mengangkat kepalanya lalu menundukkan nya kembali, dan kembali memetik senar "tidak juga. Tapi, bukankah kakak bersikeras bahwa kita pulang hari ini? apa yang terjadi?"
"Salah satu saudara perempuan kakek yang menikah dengan Salah satu bangsawan yang ada di pulau seberang sedang dalam perjalanan, mereka akan tiba di sini pada besok pagi. Ayah Kekaisaran meminta kita untuk menjemput mereka dan bersama-sama kembali ke Istana," jelas Yi-Fang dengan singkat
"Begitu, aku mengerti." balas Yi-Feng mengangguk
"Lalu ada cucunya yang ikut, dia adalah tunanganmu. Besok, ini adalah pertemuan perta- ada apa" Ketika bicara Yi-Fang selalu menatap jari adiknya yang memetik senar dengan baik, namun jari-jari itu langsung berhenti seketika.
__ADS_1
"Tunangan?" ulang Yi-Feng yang langsung mengangkat kepalanya dan menatap Yi-Fang dengan serius.
Yi-Fang mengangguk, "yah, tunanganmu. Tang Jingmi, Ada apa?"
"Aku tidak tahu jika aku telah memiliki tunangan." Yi-Feng menundukkan kepalanya dan kembali memetik senar Yangqin
"Itu karena kau kehilangan ingatanmu." balas Yi-Fang
"Ah, aku lupa. Hehehe," Yi-Feng tertawa paksa
'Tunangan yah? .. Hufftt.. Aku tidak berfikir untuk memiliki keluarga kecil yang terdiri dari beberapa anak dan seorang isteri. Yah, aku berharap jika itu adalah 'Dia', tapi apa boleh jadi?' batin Yi-Feng. Dia adalah seorang Pangeran sekarang, itu artinya segala sesuatu telah diatur. Jikapun ingin membatalkan pertunangan, haruslah memiliki alasan yang jelas dan tidak main-main.
Jikapun suatu hari nanti dia menyukai seorang wanita di zaman ini maka, wanita itu pasti hanya akan mendapatkan status sebagai Selir dan bukan istri sah. Istri sah artinya dia yang telah dijodohkan ataupun terpilih setelah melewati berbagai macam tes.
'Pernikahan tanpa cinta? Aku lebih memilih untuk menyendiri seumur hidupku dari pada menikah dengan wanita yang tidak kukenal dan kucintai.'
Yah, itu karena hatinya sudah memiliki seseorang didalam sana, berfikir bahwa dia bisa menemukan wanita itu di Shanghai malah berpindah dimensi dan menjadi Pangeran kedua di zaman ini.
....
Yi-Fang tidak lagi mengajak adiknya bicara, setelah melihat bahwa reaksi yang diberikan oleh Yi-Feng seperti ini, Yi-Fang tidak lagi membahasnya.
Mungkinkah, Yi-Feng tidak suka pada Tang Jingmi? Ataukah dia tidak suka dijodohkan? Haruskah sebagai seorang kakak, dia meminta Ayah Kaisar untuk membatalkan pertunangan? Tapi... Hal itu akan sangat sulit, terlebih dia merupakan cucu dari saudara perempuan Kakek yang terlahir dari selir lain.
..............
[1] Guqin ( 古琴 )-Guqin atau qin, adalah alat musik tradisional Tiongkok yang bersenar tujuh. Alat musik ini termasuk kerabat dari keluarga kecapi, dan memiliki sejarah panjang di Tiongkok sekitar 5.000 tahun.
__ADS_1
[2] Yangqin (扬琴)- Alat musik ini memiliki banyak senar, cara memainkannya dengan memukul dengan stik bambu sebagai pemukulnya.