The Second Prince

The Second Prince
Desa Lin, akhir


__ADS_3

Dengan dekorasi tradisional-modern. Cafe memiliki penampilan yang sangat menarik perhatian.


Karena bangunan memiliki tiga lantai, masing-masing orang dapat memesan tempatnya sendiri.


Dilantai satu, anda akan melihat dekorasi tradisional-modern. Sama seperti Cafe di zaman modern, tempatnya ini juga menampilkan hal yang sama, meja-meja diatur untuk beberapa orang, mulai dari dua orang, empat orang, dan delapan orang untuk satu keluarga.


Dindingnya terdapat beberapa lukisan yang terlihat sangat hidup, dengan menggunakan cat warna yang kontras dengan alam, ada lagi kaligrafi yang indah terdapat di dinding sekitar lantai satu. Di sudut-sudut ruangan terdapat pohon mini yang dibawa serta dengan akar dan tanah, yang sudah dimasukkan kedalam pot ukuran besar.


Begitu juga dengan lantai dua dan tiga yang dikhususkan untuk orang-orang berdompet tebal. Kenyamanan tamu adalah prioritas cafe, sehingga seluruh cafe dihias dengan konsep alam yang sangat kental.


....


Dengan masuknya kedua Pangeran kedalam Cafe, para pejabat yang memiliki pangkat lebih rendah mengikuti mereka.


Yi-Feng duduk dengan tenang disamping Kakak kembarnya, mendengar sanjungan dari para pejabat yang pangkatnya rendah ini. Pejabat tingkat paling tinggi adalah sang gubernur Minghua, yang merupakan pejabat tingkat 5. Selain itu, semuanya berada dibawahnya. Dalam kamar pribadi, terdapat kedua Pangeran, gubernur Minghua, hakim daerah dan dua pejabat lagi. Tak lupa ada Zhou Yang dan Yu-Cheng yang mendampingi kedua Pangeran. Sisanya berada dikamar lain, berkumpul dengan pejabat lainnya.


Karena semua pejabat mendampingi kedua saudara di lantai tiga meski berbeda kamar pribadi, di lantai dua terdapat para orang kaya yang sedang mencicipi hidangan khas Cafe. Setelah mereka mencicipi makanan dan minuman gratis dilantai satu lalu tertarik dengan rasa yang lebih lagi, mereka mulai memesan tempat di lantai dua untuk menikmati ketenangan sambil minum teh Apel.


Teh yang juga dibagi menjadi dua, teh apel hangat dan teh apel dingin yang ditambahkan es, yang terasa nikmat dihari yang panas.

__ADS_1


Sensasi yang baru dirasakan sungguh sangat nikmat.


Ada pula Pie Rose Apple, roti yang dioleskan selai apel, dan masih banyak lagi variasi dari apel yang diajarkan oleh Yi-Feng pada para koki terpilih.


Dilantai satu, orang-orang membanjiri tempat itu hanya untuk mengikuti acara mencicipi gratis. Jika tertarik, mereka juga membelinya, terlebih teh apel bisa dipesan kemudian dikemas dalam botol keramik. Bisa diminum dingin maupun hangat, tetap terasa nikmat.


Kedua saudara kandung tak berada disana terlalu lama, Yi-Feng mengeluh jika ia mengantuk dan ingin tidur siang.


"Kakak," panggil Yi-Feng.


Yi-Fang, "Hmmt."


"Aku lelah, mereka sangat berisik." keluhnya padahal mereka baru disini selama dua jam, namun karena terus menerus disanjung oleh para pejabat ini, Yi-Feng akhirnya menyerah dan ingin melarikan diri.


"Pangeran ini sedikit lelah karena pekerjaan pangeran ini semalam, pangeran ini akan kembali ke kediaman. Silahkan nikmati pestanya," ucap Yi-Fang kemudian berdiri dari duduknya, ia menoleh ke arah Yi-Feng sebentar dan menjauh.


Yi-Feng dengan senang hati mengikuti saudara kembar nya, meninggalkan para pejabat yang juga ikut berdiri saat kedua Pangeran meninggalkan ruangan pribadi.


Mereka mengantarkan kedua Pangeran sampai ke pintu Cafe dilantai satu, kemudian kembali kelantai tiga untuk melanjutkan pesta mereka. Gubernur Minghua juga kembali kelantai tiga karena takut mengganggu istirahat keduanya jika ia ikut kembali ke perkebunan Gubernur.

__ADS_1


Sehari setelah pembukaan Cafe, kedua saudara kandung kembali ke Ibukota.


Yi-Feng tak khawatir dengan Desa Lin lagi, dia menyerahkan perkembangan desa Lin langsung pada gubernur Minghua dan hakim daerah. Terutama pembangunan jalan menuju desa Lin dan desa-desa sekitar yang kurang mampu dengan akses jalan ini.


Para penduduk Desa Lin juga mendapat dukungan dari pengawal kekaisaran yang ditinggalkan sementara, meski hanya empat orang namun ini sudah menjamin keamanan Desa untuk sementara hingga pembangunan desa selesai.


Gubernur dan Hakim daerah menggunakan uang uang diberikan oleh Pangeran Kekaisaran Yi-Feng untuk membantu desa Lin, membelikan pakaian yang layak, bahan pangan dan membantu penduduk desa membangun rumah yang layak dari pada gubuk kecil yang kumuh.


Dengan dukungan dari Pangeran Kekaisaran Yi-Feng dan Putra Mahkota Yi-Fang, semua penduduk desa Lin sangatlah berterima kasih dan menggantung plakat umur panjang di depan pintu rumah mereka.


Mereka sudah tak lagi kelaparan seperti sebelumnya, ada beras, gandum, tepung terigu, minyak, garam dan bumbu sederhana lainnya yang bagikan setiap bulan.


Mereka juga tak kedinginan lagi, ada pakaian yang layak dipakai dan bukan baju penuh tambalan yang lusuh, meski baju yang mereka dapatkan memiliki kualitas yang rendah, namun ini terasa hangat saat dimalam hari.


Dengan begitu, perkembangan Desa Lin semakin maju setiap kali Yi-Feng menerima kabar di Ibukota. Desa paling terdekat juga menerima manfaatnya, dan desa-desa tertinggal lainnya juga sama, mereka berkembang dari waktu-kewaktu. (Ini diceritakan di episode yang akan datang.)


Yi-Fang dan Yi-Feng sudah kembali ke Ibukota, namun mereka masih terus menjadi topik paling panas dibicarakan di kota kecil, Minghua.


Gubernur Minghua juga mengangkat wajahnya dan menegakkan punggung saat dia melakukan pertemuan dengan gubernur lainnya, merasa bangga karena telah berinteraksi bahkan melayani secara langsung, sang Pewaris tahta dan Pangeran Kekaisaran.

__ADS_1


Ia akan membual tentang satu atau dua hal pada teman dan rekan-rekannya.


Sementara kedua saudara kandung tak mengetahui apa yang terjadi pada mereka yang berada di kota Minghua, masalah kecil terjadi di Istana


__ADS_2