
Note kecil Author....
Mulai dari sini, akan ada perubahan seperti yang sudah Author bilang sebelumnya. Akan ada perubahan kecil yang di buat Author, dimana ada dua dimensi yang diceritakan disini.
Dimana Pangeran Yi-Feng terbangun di Dunia masa depan, atau dunia Modern. Ia menempati tubuh Azka yang adalah adik dari Axila, reinkarnasi Bibinya sendiri.
Silahkan nikmati keseruannya...
...Happy Reading...
...____________________________________________...
Setelah hari itu, Yi-Feng mempersiapkan dirinya untuk pergi ke Desa Lin.
Jarak nya cukup jauh jika ingin pergi ke Desa Lin, mereka harus berkuda selama 4 hari 3 malam. Dengan melewati 2 kota setelah ibukota tempatnya saat ini berada.
Yi-Fang memutuskan untuk mendampingi adiknya, karena merupakan perjalanan panjang pertama Yi-Feng.
Ada 10 pengawal yang mendampingi, ditambah oleh Komandan Bai yang bertugas untuk melindungi kedua Pangeran Kekaisaran.
Ada pula pelayan pribadi dari masing-masing pangeran, Yu-Cheng dan Zhou Yang merupakan pelayan pribadi dari Yi-Fang.
Dua hari setelah persiapan, rombongan dengan 15 orang segera berangkat dengan berkuda.
Mereka terlihat tak membawa apapun selain yang melekat pada tubuh semua orang, namun jangan salah sangka. Ada cincin ruang yang sudah disiapkan oleh semua orang, terlebih kedua pelayan pribadi karena kebutuhan para majikan dipegang oleh mereka.
Kabar telah disebarkan, sehingga ketika mereka keluar dari gerbang istana dan melewati pasar Ibukota, mereka disambut oleh masyarakat yang ingin melihat seperti apa wajah kedua pangeran.
Setelah melewati gerbang Ibukota, akan ada rumah penduduk biasa yang tak jauh dari gerbang, lalu mereka akan melewati hutan.
Setelah perjalanan dua hari akan melewati Kota Xianyang lalu setelah itu akan melewati kota Minghua di hari ketiga, kemudian ada gunung yang harus dilewati sebelum akhirnya tiba di Desa Lin pada hari keempat.
Beruntung, mereka tak melakukan perjalanan dengan kereta, jika tidak akan tiba setelah 7 hari perjalanan. Kuda-kuda harus menarik gerbong kereta, lalu jalanan yang tak rata malah akan membuat seseorang yang berada dalam gerbong merasa pegal-pegal selama perjalanan.
Yi-Fang ingin mereka menggunakan kereta karena mengkhawatirkan adiknya, namun Yi-Feng yang keras kepala malah ingin menggunakan Kuda agar mempersingkat waktu.
Mau tak mau, Yi-Fang mengikuti kemauan adik kembarnya ini.
Dasar anak emas!
Ketika dalam perjalanan saat matahari akan tenggelam, sekitar pukul 5 sore, mereka menghentikan perjalanan untuk sementara. Beberapa prajurit akan berburu di sekitar untuk mendalami daging kelinci dan beberapa hewan kecil lainnya, sementara sisanya akan mendirikan tenda lalu memasak.
Yi-Feng dan dua pelayan akan memasak dengan bahan seadanya, yaitu hasil buruan, beberapa sayur segar yang disimpan di cincin ruang, dan juga nasi.
__ADS_1
Kuda-kuda dibiarkan beristirahat, beberapa prajurit tentu membawa pakan kuda di dalam cincin ruang mereka.
Saat malam hari setelah makan malam, Yi-Feng pergi melihat kudanya sebentar.
Kudanya terlihat lesu karena kecapekan,
Kuda-kuda yang berada disana juga terlihat sama lesu nya.
Otaknya tiba-tiba menemukan sesuatu, lalu wajahnya terlihat sedikit terkejut. Ia baru saja mengingat sesuatu, mengapa dia bisa melupakan hal ini?
Ia memiliki air surgawi yang melimpah dalam ruang Teratai milik Noona nya, Axila.
Louis juga mengatakan jika beberapa tetes air itu dapat membuat seseorang kembali segar setelah melakukan sesuatu yang melelahkan, dan masih banyak manfaat lainnya.
Ide kecil muncul di otak nya, ia mengambil segelas air surgawi dari Ruang Teratai, lalu menuangkan dua tetes kedalam ember kayu yang digunakan sebagai tempat minum kuda.
Kuda putih miliknya yang awalnya terlihat kecapekan mengangkat kepalanya, dan dengan hidungnya ia mengendus sesuai yang menarik perhatiannya. Lalu menjulurkan kepalanya kearah ember kayu, setelah itu ia menghabiskan air yang berada dalam ember dengan cepat.
Yi-Feng terus memperhatikan dari samping, ia melihat mata kuda putihnya yang awalnya terlihat lesu, kini bersemangat dalam waktu singkat.
Kesimpulan kecil melintas di otaknya, dengan segera ia menghampiri semua ember kayu dan menuangkan dua tetes air surgawi kedalam masing-masing ember, ini berguna sebagai vitamin para kuda.
Lalu ia membiarkan semua kuda itu minum larutan air surgawi, kemudian masuk kedalam tenda dan istirahat.
Sehingga, ketika Yi-Feng memasak, ia menggunakan larutan air surgawi.
Saat minum juga, ia memperhatikan raut wajah semua orang yang kembali bersemangat seperti mendapatkan energi baru yang berlebihan.
Saat mereka melanjutkan perjalanan, para kuda juga terlihat sangat bersemangat. Tak ada yang berfikir macam-macam, mereka hanya mengira jika para kuda telah beristirahat dengan cukup semalam.
Angin berhembus sedikit kencang, namun mereka tak mempedulikan nya, hanya memacu kuda kearah depan, dengan langkah kuda yang tak henti dan terus berlari, semua kuda sangat bersemangat hari ini.
Matahari bersinar dengan cerah, ada awan yang terus melintasi langit biru, menambah kecantikan sang Surya.
Kota yang sangat berbeda dari dunia dimana Yi-Feng berada, Kota ini terlihat sangat spektakuler.
Banyak gedung-gedung yang menjulang tinggi ke langit biru, jalanan yang terus dilintasi dengan kendaraan roda empat dan roda dua yang sesekali akan lewat, banyak orang yang berjalan di trotoar dengan kesibukan masing-masing.
Semua ini, hanya terdapat di dunia masa depan.
Angin berhembus sedikit kencang, membawa udara yang memasuki suatu kamar di rumah sakit Kota Sanghai, China.
Terlihat, seorang pemuda dengan wajah yang tampan sedang berbaring di atas bangsal. Kepalanya terdapat kasa, yang menutupi kepalanya.
__ADS_1
Matanya terus tertutup selama seminggu sejak ia jatuh dari lantai atas dimana kamarnya berada, karena ingin menyelamatkan keponakan nya yang jatuh kedalam kolam.
Dalam mimpi pemuda itu, ia sedang melewati terowongan yang gelap, terus berjalan kedepan berharap ada jalan keluar.
Lelah, kakinya sangat lelah namun ia tak bisa menghentikan langkahnya.
Ia merasa seperti sudah berjalan selama puluhan hari, rasa haus dan lapar menggerogoti perutnya namun tak ada apapun disini seperti ruang hampa.
Saat ia sudah benar-benar lelah, matanya seperti melihat setitik cahaya didepan sana.
Dengan sedikit harapan, ia terus berjalan kearah cahaya itu.
Cahaya yang awalnya hanya titik kecil mulai membesar, hingga akhirnya pemuda itu memasuki cahaya sangat silau di matanya.
Cahaya tersebut memenuhi tubuhnya, sebelum akhirnya tubuhnya terasa sangat berat.
....
Alat pendeteksi jantung berbunyi dengan keras, sebelum akhirnya kembali normal setelah satu menit berlalu.
Pemuda yang selama satu Minggu terus tertidur lelap, perlahan matanya mulai terbuka dengan perlahan.
Ia tak memiliki tenaga yang cukup, tenggorokan nya terasa kering.
Lalu, saat matanya terbuka cahaya matahari yang masuk dari kaca bening membuat matanya silau.
"A-ai-r.... Aairrr.." suaranya terdengar pelan dan serak, tenggorokannya benar-benar sangat perih.
Ia terus memanggil, namun tak ada yang membantunya
Sebelum akhirnya, seseorang membuka pintu setelah 5 menit kemudian.
"Anda sudah bangun, Tuan muda?" Ucapnya terkejut.
...----------------------------------------------------...
Jangan lupa dukungan kalian yah... Silahkan Like, Komen dan Vote. Agar Author tambah semangat..
Gomawo 🥰
Author tersayang..
^^^Zero^-^^^^
__ADS_1