The Second Prince

The Second Prince
Chapter 23


__ADS_3

Yi Feng terus mendengarkan setiap ucapan yang keluar dari ketiganya, ia merasa tak adil bagi desa Lin itu.


"Terima saja, jika tak ingin berperang maka hanya itu yang bisa kita lakukan 'bukan?" ucapnya.


"Terima? Bagaimana bisa... Kita tak akan mendapatkan keuntungan apapun dari sana," balas Pensiunan Kaisar.


"Kakek, kau tahu sebuah pepatah?


Sambil menyelam minum air, apakah kau tahu artinya?" tanya Yi Feng.


"Kami tak mengerti maksudmu, Feng'er" sambung Kaisar Xian.


"Dengan menerima permintaan mereka, kita melakukan dua hal dan juga mendapatkan banyak keuntungan dari desa Lin itu," balas Yi Feng.


"Tak ada keuntungan yang di dapat, Feng'er.


Saat musim salju tiba, kita juga bahkan mengalami hal yang hampir sama dengan kerajaan mereka. Apa lagi jika musim salju yang berkepanjangan, banyak rakyat yang mengalami kelaparan-" Ucap pensiunan Kaisar


Yi Fang menimpali, "Hal itu menyebabkan kita untuk mengeluarkan persediaan makanan dari gudang istana untuk membantu mereka."


"Dan kerajaan kita bisa hancur dari dalam-" sambung Kaisar Xian.


Yi Feng menggeleng, "Tidak, kita tetap mendapatkan keuntungan dari desa Lin itu...


Di tambah lagi, bukankah tak ada warga yang tinggal di area perbukitan itu 'kan?" Tanya Yi Feng.


"Memang tak ada, namun keuntungan apa yang didapat dari desa Lin itu? Disana ada penduduknya," ucap Pensiunan Kaisar.


"Tentu saja dari buah apel dan kentang mereka, kita akan mendapatkan keuntungan dari sana." Sambung Yi Feng.


"Feng'er, dengarkan kami-"


"Tidak, Yang Mulia. Aku akan memastikan kita mendapatkan keuntungan dari sana, aku akan memberikan informasi nya besok. Tenanglah dan percaya saja padaku, disaat kalian akan berdiskusi dengan para menteri, beritahu aku agar aku juga hadir disana. Aku akan melakukan yang terbaik untuk menolong orang-orang," pinta Yi Feng.


"Baiklah, aku akan menunggu mu di ruang kerjaku besok pagi sebelum pertemuan dengan para menteri." Ucap Kaisar Xian.


"Baik, Ayah. Aku akan langsung membawa contoh yang aku katakan, namun sepertinya aku membutuhkan bantuan Kakakku," ucap Yi Feng menatap saudara kembarnya.


"Aku?" Tunjuknya pada diri sendiri, "Baiklah, aku akan membantumu," balas Yi Fang pasrah.


Karena sudah tak ada lagi yang di perbincangkan, Kaisar Xian dan Pensiunan Kaisar berlalu dari Istana Bulan, meninggalkan kedua bersaudara itu.


Yi Feng mengajak kakaknya pergi ke kamarnya, disana mereka masih melihat sosok kecil yang masih setia memejamkan matanya.

__ADS_1


Hanya ada kesunyian didalam sana, hingga Yi Feng membuka suaranya.


"Kakak bisa beristirahat, aku akan pergi ke ruang bacaku sebentar dan mencari inspirasi ku disana."


Menatap Adiknya, Yi Fang membuang nafasnya kasar.


"Bukankah akan lebih cepat jika aku menemanimu? Kau mungkin membutuhkan bantuan ku nanti," ucap nya.


Yi Feng mengangguk, "Kau bisa menunggu ku di kamar sebelah, aku akan mengambil buku terlebih dahulu,"


"Yu Chen.." panggil Yi Feng, pemuda itu yang sejak tadi berada di luar kamar segera masuk.


"Hamba, Yang Mulia." Jawab Yu Chen.


"Antarkan Kakakku ke kamar sebelah, aku akan pergi ke ruang bacaku terlebih dulu. Aku akan mengambil sesuatu,"


"Baik,"


...*****.....*****...


Di tempat yang berbeda, Lio Guan yang adalah Kaisar yang saat ini memerintah.


Pria itu sedang merenungkan sesuatu, mengingat bagaimana perubahan yang tiba-tiba terjadi pada putra keduanya.


Bukan tanpa alasan putranya itu menutup dirinya dari dunia luar. Beberapa tahun yang lalu, sejak saat Adik tersayangnya itu mengunjungi mereka untuk terakhir kalinya, Lio Guan mengingat dengan jelas jika Putra kedua nya bisa melihat arwah Adiknya.


Hal itu mendatangkan kebahagian baginya, ia sangat berharap jiwa Adiknya akan mengunjungi mereka di lain waktu, meskipun dirinya sendiri tak melihat namun masih ada putranya yang dapat melihat arwah.


Namun apa yang ia harapkan tak pernah terjadi, jika ia bertanya pada putranya "Apakah bibimu datang berkunjung lagi hari ini?"


Maka Jawabannya adalah "Tidak, bibi tidak datang. Namun ia melihat ada arwah lainnya,"


Pada awalnya semua berjalan dengan baik, bahkan anak itu terlihat bermain sendiri, tertawa dan terlihat bahagia saat sendiri, namun jika ditanya mengapa tertawa Yi Feng kecil akan menjawab "Temanku menemaniku bermain, dia membuatku banyak lelucon"


Semakin hari Yi Feng kecil semakin terlihat aneh di mata orang-orang, namun Lio Guan sangat menyayangi putranya itu, kedua putranya membuat hatinya merasa hangat.


Hingga Yi Feng tiba-tiba jatuh sakit, dan saat di periksa tabib mengatakan jika terdapat enegi Yin di sekitar Yi Feng kecil, dan energi Yin sangatlah berbahaya bagi tubuh seseorang, Enegi Yin sendiri dikatakan sebagai energi jahat.


Mo Chen, salah satu Pilar dari ketujuh pilar mengatakan jika dia juga melihat seorang anak yang selalu bermain bersama Yi Feng kecil. Mo Chen sendiri adalah seorang Indigo, pilar terakhir yang dirawat oleh Liu Mei.


Hal itu di dukung oleh keenam pilar lainnya, mereka tak meragukan penglihatan Mo Chen.


Lio Guan yang mengetahui hal ini merasakan firasat buruk apa lagi ia juga mengetahui jika Energi Yin ini sangatlah berbahaya untuk anak sekecil Yi Feng.

__ADS_1


Ia meminta agar Mo Chen mau berbicara pada arwah itu untuk tidak lagi mengganggu putranya, ia meminta agar arwah itu segera meninggalkan Putranya.


Setelah beberapa waktu, akhirnya Yi Feng kembali ceriah seperti sedia kala. Namun seiring berjalannya waktu, Yi Feng kecil mulai ketakutan terhadap Arwah, apa lagi dia sampai tak bisa membedakan antara arwah dan Manusi.


Hal ini benar-benar mengguncang bagi Lio Guan, dia melihat sendiri bagaimana anak nya ketakutan saat bersamanya. Anak itu akan mengatakan ada seorang pria berwajah seram yang berdiri di depan pintu, selalu mengganggunya, dan semua hal buruk lainnya.


Saat itu Mo Chen pasti akan mengusirnya, tubuhnya masihlah anak kecil namun ia memberanikan diri untuk melindungi Yi Feng kecil dengan baik dari para arwah yang jahat.


Lio Guan melihat jelas wajah ketakutan anak itu, namun ia melihat keberanian juga didalamnya.


Yi Feng kecil dari waktu ke waktu hanya akan bermain dengan saudara kembarnya, dan di kediaman anak-anaknya dipasang kertas jimat pengisi arwah dengan jumlah yang banyak.


Hal ini bertujuan untuk melindungi Yi Feng kecil dari para arwah yang mempunyai niat jahat pada anak itu.


Keduanya akan bermain didalam kediaman, belajar bersama, dan semua aktifitas dilakukan bersama.


Namun saat menginjak usia 8 tahun, Yi Fang dinobatkan sebagai Putra Mahkota, anak itu diharuskan untuk belajar lebih banyak dari Adiknya. Mempelajari semua hal yang harus dilakukan oleh seorang kaisar dimasa depan, dan itu membuatnya tak mempunyai banyak waktu untuk bermain dengan saudara kembarnya.


Sementara Yi Feng kecil akan bermain sendiri, dia juga diberikan pelayan yang 10 tahun lebih dewasa darinya agar mengurus semuanya keperluannya.


Yi Feng kecil hanya akan membaca bukunya, makan, lalu bermain sebentar dan kembali membaca buku. Jika buku telah selesai, ia akan berganti ke buku yang lain lagi, mengunjungi perpustakaan yang dibuat khusus untuknya, makan lalu tidur. Semua hak itu dilakukan secara terus-menerus hingga ia mulai remaja, tak pernah banyak bicara, anti terdapat sosial, dan menutup dirinya didalam kediamannya sampai menginjak dewasa.


Lio Guan tak pernah lupa untuk selalu mengunjungi putranya tersebut, ia akan menyisihkan waktu untuk melihat anak itu, mengajaknya bicara, namun tak pernah mendapatkan banyak kata yang keluar dari mulutnya.


Bahkan sejak kakaknya diangkat menjadi seorang Putra Mahkota, anak itu juga mulai mengenakan topeng untuk menutupi wajahnya, tak pernah mau melepasnya dihadapan orang lain termasuk pelayannya sendiri. Menyebabkan pelayan itu meminta agar ditugaskan di tempat lain, dan menyerahkan Adiknya agar bisa menjadi pelayan Pangeran kedua yaitu Yu Chen yang sekarang.


Mo Chen sendiri tak pernah lagi berjumpa dengan Lio Guan, termasuk para pilar lainnya, mereka hanya akan muncul ketika Lio Guan memanggil mereka disaat-saat darurat saja.


Namun yang Tidak Lio Guan tahu sampai sekarang adalah, Para Pilar selalu melindungi dan membantu mereka secara diam-diam.


Setiap bulannya, Pensiunan Kaisar akan meletakkan 7 kantong koin emas di dalam ruang kerja Putrinya di barak militer, semua koin itu untuk ketujuh pilar, dan tujuh anak itu akan mengambilnya untuk kehidupan mereka. Dan pria tua itu juga mengetahui jika mereka melindungi dan membantu kerajaan secara diam-diam, melaporkan informasi yang bahkan tidak di ketahui oleh semua orang padanya, hal ini yang menyebabkan Kekaisaran Xian berdiri kokoh hingga saat ini.


Setahun sekali, pada hari kematian Liu Mei akan di adakan doa di istana, semua rakyat akan menutup pintu rumah mereka dan berdoa agar arwah Liu Mei bisa tenang di dunia keabadian. Semua orang akan berduka hari itu.


Dan ketujuh pilar juga akan hadir, mereka mewakili anak-anak Liu Mei, dan diakui sebagai anggota keluarga kerajaan secara diam-diam, namun tak pernah menunjukkan diri dihadapan publik.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2