The Second Prince

The Second Prince
Chapter 148


__ADS_3

Kenzo, setelah melihat begitu lama pada ponselnya, bulu kuduknya berdiri dan merasa merinding, ini cukup menyeramkan untuk seorang penakut.


"Mike?" Panggil Kenzo lagi, dia melihat ke segala arah namun tak ada siapapun disana, hanya ada tubuh adiknya yang sedang terbaring tanpa daya di tempat tidur


Hal ini benar-benar tak masuk akal, apa-apaan ini? Bagaimana bisa omong kosong dalam drama televisi malah terjadi di dunia nyata?


Dan lagi, Kenzo tak percaya pada hal-hal spiritual.


"Kak, kali ini saja... tolong percaya pada Azka.. aku benar-benar ada disini" Mike terus berada di depan kakaknya dan mengatakan berbagai hal, namun bisakah Kenzo mendengar nya?


Tentu saja tidak!


Pria itu pergi dari kamar rawat inap, dan dengan pemikiran nya sendiri dia melakukan mobilnya untuk kembali ke rumah.


Sebelumnya, dia sedang berada di jalan untuk menjenguk adiknya yang masih tidur (koma), lalu ada panggilan masuk dari rumah sakit.


Ketika mendengar bahwa ada hal baik yang terjadi, tentu saja dia merasa cukup senang. Namun, hanya dalam waktu singkat, kegembiraan nya di ganti dengan ketidak percayaan


Tak mungkin roh dan tubuh bisa berpisah, itu benar-benar di luar akal manusia. Dia tak pernah percaya pada hantu, lalu apakah sekarang dia harus percaya pada seorang pemuda yang mengatakan bahwa dia bisa melihat roh adiknya?


Azka, meskipun dia mengatakan bahwa dia bisa melihat dan berkomunikasi dengan hal-hal itu, Kenzo tak percaya. Baginya, Azka hanya sedang berakting


Bukankah sangat mudah berakting bagi seorang aktor?


Sebelumnya, dia sudah tak menyukai profesi seorang aktor semenjak adiknya mengalami kecelakaan, lalu ditambah dengan Azka yang mengatakan melihat dan berkomunikasi dengan Mike, padahal dia tak bisa melihat, Kenzo benar-benar memiliki nilai minus pada Azka.


Azka yang baru saja tiba di rumah, memarkirkan mobilnya di garasi dan masuk ke dalam kamar malah mendengar keributan yang terjadi di bawah sana.


Ada orang yang berteriak namanya, memakinya lalu menyuruhnya untuk keluar.


.....


Kenzo tiba di gerbang, lalu ketika sekuriti mengijinkan nya untuk masuk, Kenzo melaju dengan cepat bahkan ketika ia berhenti, ban mobilnya berdecit yang membuat beberapa pengawal yang sedang berjaga mengalihkan perhatian pada pria itu


Dua orang penjaga di depan pintu maju ketika melihat bahwa seperti sang pengemudi sedang dalam suasana hati yang tak baik.


Kenzo yang turun dari mobil langsung berhadapan dengan dua penjaga tersebut.


"Ada yang bisa kami bantu, Tuan? ...Siapa yang Anda cari?" tanya salah satu dengan sopan

__ADS_1


"Dimana Azka? Saya ingin bertemu dengannya" balas Kenzo acuh


Kedua penjaga itu saling pandang, tahu bahwa terjadi sesuatu yang tak beres.


"Tuan muda sedang beristirahat, Anda bisa kembali besok." ucap salah satu


"Tidak bisa, aku harus bertemu dia sekarang juga." Kenzo tahu bahwa dia tak akan di ijinkan untuk bertemu Azka, seperti apa yang ia pikirkan telah terbaca oleh dua orang ini


Melihat bahwa mereka tidak akan bekerja sama, dan bahwa dia tak bisa bertemu dengan Azka membuat nya menjadi marah. "Azka , keluar kau!" Kenzo langsung berteriak dengan suara kencang


"Azka! Keluar kau bajingan! Jangan bersembunyi di dalam kamarmu, aku tahu kau ada disini! Keluar kau Azka!" Kenzo terus berteriak, bahkan ketika dia harus berkelahi dengan dua penjaga itu


"Tuan, diamlah! Anda mengganggu semua orang" salah satu penjaga segera mengingatkan, bahkan memukul Kenzo agar diam


Setelah beberapa menit pertengkaran itu terjadi, Azka keluar dari mansion


Meskipun mansion itu sangat luas dan besar, namun sayup-sayup teriakan Kenzo masih terdengar hingga ke kamarnya yang berada di lantai 3.


Ketika Azka tiba di bawah, dia benar-benar melihat bahwa itu adalah Kenzo, kakak Mike.


"Aku disini, sekarang bisakah kau diam?!" Azka menjadi kesal karena teriakan Kenzo pasti telah mengambil perhatian kakaknya, semua orang di sini telah mendengar teriakannya


Melihat bahwa Azka telah keluar, Kenzo mendorong penjaga di depannya dan berjalan kearahnya dengan penuh kemarahan


"Bajingan! Apa yang sudah kau lakukan pada adikku!" bersamaan dengan pertanyaan yang keluar, pukulan Kenzo juga melayang


Azka bisa saja menghindar, namun dia malah memilih untuk menerimanya karena tahu bahwa sepertinya Kenzo tahu jika dia pergi menemui adiknya yang sedang koma.


Brugg!


Azka terjatuh, pukulan Kenzo telak di pipinya, sesuatu yang anyir terasa di dalam mulutnya. 'Ahh, seperti aku terluka'


Dan memang benar, sudut mulut Azka mengeluarkan darah


Azka mengangkat kepalanya dan melihat wajah penuh amarah milik Kenzo, "memangnya apa yang aku lakukan pada Mike? Aku tak melakukan apapun padanya!"


Sudut bibir Kenzo terangkat, dia tersenyum sinis. "Tak melakukan apapun kau bilang? Bukankah kau pergi menemuinya padahal sudah kularang?"


"Itu karena aku berteman dengannya" balas Azka cepat, dia bangun dari pantai dengan cepat

__ADS_1


Dua penjaga itu juga mendekat lalu menghentikan Kenzo yang sepertinya akan kembali menyerang Azka.


"Lepaskan! Ini adalah urusanku dengan bajingan ini!"


"Siapa yang anda panggil bajingan? Kau yang bajingan!" salah satu penjaga segera memberikan bogem mentah pada Kenzo, yang menyebabkan pria itu tersungkur ke samping


"ck! beraninya keroyokan!" ejek Kenzo


Azka menggerakkan tangan, menyuruh agar mereka minggir dan tak mencampuri urusan nya.


"Kau!" karena telah di tegur, mereka mundur dan hanya mengawasi dari samping.


"Kenzo, aku tak akan mengatakan hal omong kosong apapun padamu. Jika bukan karena Kak Mike memintaku untuk bicara pada mu, aku juga tak akan datang mencarimu. Jika bukan karena dia yang minta tolong padaku, aku juga tak ingin melihat wajahmu!" ucap Azka kesal


Dia kemudian menoleh kesamping kiri, melihat bahwa Mike memiliki ekspresi minta maaf disana. "Kenapa kau malah memasang wajah seperti itu? Lihatlah, sampai kapanpun kakakmu tidak akan pernah percaya padaku, Kak Mike!"


"Ck! Mau bermain lagi? Tidakkah kau lelah terus berakting? Kau malah terlihat seperti orang gila" ejek Kenzo, dia jelas-jelas tak melihat apapun disana selain dua penjaga dan beberapa orang yang sudah mulai berada dibelakangnya


Azka tak peduli pada Kenzo, dia tetap melihat kearah Mike yang berdiri disana. "Kau tahu orang seperti apa kakakmu, Kak Mike. Bahkan jika kau ingin berpamitan dengan nya, kata-kata mu tidak bisa disampaikan karena dia tak percaya padaku."


"Azka, maafkan aku." ucap Mike dengan serius


"Bukan apa-apa," Azka melambaikan tangannya dengan berat


Dia kemudian melihat kearah Kenzo, "terserah kau mau percaya atau tidak, namun jika Kak Mike yang memintanya, aku tak bisa melakukan apapun.


Hanya saja, bukankah sangat baik jika tubuh Kak Mike kembali merespon? Sudah tak ada perkembangan apapun lagi pada tanggal tubuhnya selama bertahun-tahun. Kedatangan ku memuat nya merespon, haruskah kau mengatakan hal-hal baik padaku bukannya malah membenciku?" ucapan Azka benar-benar menampar Kenzo.


Selama ini sudah berusaha agar adiknya bangun, namun tak ada apapun yang terjadi. Kenzo kesal, namun hal itu memang benar-benar terjadi


Kenzo berakhir di usir oleh pada penjaga, dia kembali ke rumah sakit dan melihat kondisi tubuh adiknya.


Ayahnya juga telah tiba, rumah sakit juga mengatakan hal baik ini padanya


Melihat bahwa putra sulungnya terlihat sangat kacau, dengan memar di sekitar wajahnya serta pakaiannya yang berantakan, membuat pria itu sadar bahwa telah terjadi sesuatu yang tak beres pada Kenzo.


"Apa yang terjadi?"


"Tak ada. Aku baik-baik saja, jangan khawatir Pa."

__ADS_1


"Baik-baik saja tapi berantakan. Habis berkelahi dengan siapa lagi kali ini?"


Kenzo terdiam, dia tak mengatakan apapun lagi dan duduk. Suasana dalam ruangan itu menjadi lebih dingin


__ADS_2